Sabtu, 16 November 2013

Kisah Cinta (part2)

Setelah menunjukan foto tersebut kimi langsung berlari kekelasnya dengan air mata yg menghiasi pipinya. Saat berlari menuju kelas, Kimi melihat Lena yang berjalan kearahnya. Kimi langsung menghapus air matanya agar Lena tidak tau keadaannya yang sebenaranya.

"Kim! Lo baru dateng?" Sapa Lena
"Iya nih baru aja sampe" kata Kimi sambil tersenyum
"Lo bareng jery? Ehh btw cpt kekelas yuk gua cape nih" ajak Lena
"Kagak, gua bareng Johan. Ydh yuk kekelas pelajaran Pak Topo males gua kalo telat. Bisa digantung entar kalo telat" kata Kimi sambil tersenyum lebar
"Lah digantung dimana? Pohon gede deket parkiran? Hahaha" kata Lena sambil tertawa
"Kagak tau Len. Itu mending dipohon gede diparkiran. Lah ini dipohon toge! Keren kagak? Hahahha" kata Kimi sambil tertawa lepas
"Lo sakit ya Kim? Waahh obat lo abis yaa? Tar gua beliin boraks buat lo! Hahahahha" kata Lena sambil menertawakan Kimi
"Kutil aja lo Len. Serba salah ahh gua. Galau salah, seneng salah. Lo tuh temen macam apa? Macam banci ditaman lawang lo ahh len! Hahahaha canda lena sayang! Lo temen paling baik" kata Kimi dengan senyum manisnya
"Yaelah gua banci lo germonya ya len? Hahaha lawak lo ahh gara-gaa Jery nih otak lo somplak sebelah! Hahaha bahagia banget Kim bisa liat lo senyum gini" kata Lena sambil memeluk Kimi
*Kimi hanya tersenyum dan memeluk Lena kembali*
"Gua lebih bahagia kalo lo senyum len itu bisa ngurangin beban gua. Lo harus liat gua senyum terus biar lo gak tau rasa sakitnya jd gua. Lo gak boleh tau. Biar gua yg ngerasain semuanya Len" kata Kimi dalam hati

Setelah perbincangan usai. Mereka langsung berlari menuju kelas. Dan tak lama Pak Topo datang dengan wajah menyeramkannya. Kimi woles dengan semua keadaan. Ia membuang semua perasaannya kepada Jery saat itu. Saat Pak Topo menjelaskan materi Kimi begitu serius dan melupakan semuanya.

Jam demi jam berlaru. Saat sedang serius belajar, Kimi kembali kepo dengan wanita yang ada di avatar Jery. Akhirnya pikiran Kimi bercabang kembali. Materi yang disampaikan oleh gurunya tak ada yang ia dengar. Saat sedang membuka twitter Jery tangan Kimi berubah menjadi dingin dan hati terasa sesak. Saat melihat avatar Jery yang dirangkul oleh seorang wanita hati Kimi begitu sakit. Kimi kembali menangis.

Bel istirahatpun berbunyi. Kimi langsung pergi kekantin. Ia langsung berlari menuju bapak penjual minuman. Saat dijalan menuju kantin, Kimi melihat Jery bersama teman-temannya. Jery tersenyum kepadanya, tp Kimi hanya membuang muka dan bersikap datar, seolah diatara mereka tidak ada apa-apa.

"Pak saya beli aqua yaa satu" kata Kimi sambil tersenyum
"Nih neng Kimi aquanya. Tumben Kimi gak berduaan sama Jery?" tanya penjual minuman
"Jerynya lagi sibuk Pak. Dia mana ada waktu buat saya? Sayakan cuma sampah dihidup dia!" Kata Kimi sambil tersenyum
"Neng kok ngomongnya gitu cerita sama Bapak sini" kata penjual minuman dengan lembut
"Gak apa-apa kok Pak. Ohh iya kalo Jery nanti nanya saya kenapa tolong bilang ke dia ya Pak. Kalo punya hati dijaga. Gak malu sama celana? Apa perlu ganti rok? Jangan suka nyakitin perasaan cewe. Udah Pak itu aja. Makasih ya Pak" kata Kimi sambil tersenyum manis

*tak lama Jery membeli minuman*

"Pak beli cocacola satu dong" kata Jery
"Ini Jer cocacolanya. Oh iya Jer, td situ dapet pesen dari Kimi" kata penjual minuman
"Pesen apaan dah?" Kata Jery
"Kata Kimi, kalo punya hati dijaga. Gak malu sama celana? Apa perlu ganti rok? Jangan suka nyakitin perasaan cewe." Kata penjual minuman

*Jery hanya terdiam*

"Kok lo didiemin makin lama makin kurang ajar Kimi. Gak bisa didiemin lo Kim! Liat nanti pulang sekolah" kata Jery dalam hati

Bel masukpun berbunyi. Keadaan sekolah kembali sunyi. Jam demi jam pun berlalu. Akhirnya bel pulang berbunyi. Kimi bergegas membereskan semua buku-buku pelajarannya. Saat semua beres Kimi bergegas menuju pintu kelasnya. Saat hendak keluar kelas Kimi dikejutkan dengan kehadiran Jery dengan muka yang sangat marah.

"Lo ikut gua sekarang!" Kata Jert dengan nada kasar
"Lo mau apa lagi? Mau nyakitin gua lagi?" Kata Kimi dengan sinis

Jery tidak menghiraukan omongan Kimi, malahan Jery menarik tangan Kimi. Kimi diseret layaknya anak kecil yang disuruh pulang oleh orang tuanya. Tangan Kimi begitu sakit dengan genggaman Jery yang sangat keras dan kencang. Akhirnya Kimi melawan Jery ditengah lapangan basket

"Lo anggep gua apa sih? Lo nganggep gua anjing lo seret-seret kaya gini? Lo mau apa? Kurang cukup lo nyakitin gua? Mau nyakitin apa lg" kata Kimi dengan nada tinggi
"Lo ikut gua sekarang!" Kata Jery dengan kasar
"Mau ngapain lagi sih? Mau nyakitin gua lagi? Mau diemin gua lagi? Satu yang harus lo inget lo catet diotak lo GANTI CELANA LO JADI ROK KALO KELAKUAN LO KAYA BANCI" kata Kimi dengan kesal

*Jery hendak menampar Kimi, dengan sigap Kimi menaham tangan Jery*

"Situ mau nampar saya lagi? Silakan tampar saya didepan temen-temen anda! Dan asal anda tau. Avatar anda sudah cukup membuat saya gerah! Anda berani nampar saya lagi? Situ berani sama saya? Jangan mentang-mentang anda cowo saya takut sama anda!"  Kata Kimi dengan kasar
"Weess gede yaa omongan cewe gua satu ini. Apa bukti lo? Avatar gua yang mana? Jangan asal boong!" Kata Jery dengan sinis
"Cape yaa ngomong sama manusia kaya lo. Untung cuma satu!" Kata Kimi sambil berlalu

*Jery pun mengejar Kimi*

"Aku mau anter kamu pulang" kata Jery lembut
"Gak usah udah basi Jer, pulang duluan" kata Kimi dengan lembut
"Please naik kemotor" kata jery sambil menuntun Kimi naik kemotornya

Diperjalanan suasanya menjadi dingin. Suasana menjadi sangat tidak enak. Tiba-tiba Jery membuka pembicaraan. Jery menjelaskan semuanya kepada Kimi kalau wanita yang diavatarnya itu adalah sodaranya. Kimi sempat tidak percaya dengan semua itu. Tapi demi hubungan mereka Kimi akhirnya percaya dengan Jery.

Saat sampai dirumah Kimi langsung mengambil buku diarynya ia menulis apa yang ia rasakan saat itu. Saat menulis buku diarynya ia kembali meneteskan airmata. Ia menangis lagi saat mengingat avatar dan kejadian disekolah.

"Dear Diary....

Hari ini aku bete disekolah. Pelajarannya sih enak semua, tp pas pelajaran aku rada gak konsen gara-gara ngeliat avanya Jery yang dirangkul cewe. Pedih bgt rasanya. Aku sakit banget ngeliatnya. Aku aja gak pernah ngerangkul dia. Kenapa orang lain begitu? Huaaaa sedih. Terus tadi aku berantem sama dia dilapangan sekolah. Dan itu aku malu dan aku nahan nangis disana. Diary apa ini jalan Tuhan agar aku menjadi manusia yang lebih baik?"

SEMINGGU KEMUDIAN

Kimi sudah tak percaya dengan apa yang dilakukan oleh Jery. Akhirnya ia mencari tahu sendiri atas semuanya. Akhirnya semua terungkap. Semua terbongkar. Wanita difoto tersebut bukan sodara jery tetapi kekasih Jery. Hubungan mereka hampir menginjak 5bulan. Kimi sangat sedih dan sangat terpukul. Dan mereka akhirnya putus.

"Aku tau kok kamu udah punya paar sebelum aku. Aku tau kok :") aku sabar aku ikhlas. Mungkin aku emang bukan yang terbaik. Aku gan pantes sama kamu. Aku gak secantik dia. Aku sadar diri kok. Aku ngalah :") aku mundur demi kebahagiaan kamu. Semoga kamu bahagia yaa. Langgeng terus sama pacarnya. Maaf telah menggores kisah cinta kamu sama pacarmu. Aku pergi."

Saat disekolah Kimi seperti mayat hidup. Raga terlihat, tapi jiwa? Jiwanya melayang pergi bebas. Ibaratkan burung yang terbang mencari makan. Johan melihat kondisi Kimi tidak tega. Akhirnya Johan menghubungin pacar jery yg 5bulan.

Saat itu johan tau posisi Kimi telah putus. Akhirnya Johan mengatakan apa yang ia rasakan kepada Kimi. Johan tak mengarapakan Kimi untuk jadi pacarnya. Johan hanya berharap bisa terus bersama Kimi selamanya.

Permasalahan semakin panjang. Wanita tersebut mengajak Kimi bertemu. Saat hendak bertemu Jery melarang Kimi untuk bertemu dengan wanita tersebut. Tapi Kimi tetap bersikeras untuk bertemu dengan wanita tersebut.

Mereka bertemu tepat 1hari sebelum Kimi ulangtahun. Sungguh Kimi sangaat perih waktu itu. 1hari sebelum bertemu dengan wanita tersebut Kimi menulis sebuah surat yang ditujukan kepada Jery dan johan.

Akhirnya hari-hari yang ditunggu-tunggu datang. Kimi bertemu dengan wanita tersebut. Kimi menjelaskan semua kejadian yang terjadi. Dari awal kenal dengan Jery dan akhirnya jadian. Didepan wanita tersebut Kimi menahan air matanya, Kimi berusaha tegar dan ikhlas.

Akhirnya setelah selesai masalahnya, Johan tersenyum dan berkata "Hati-hati ya dijalan jangan ngebut, masalah udah selesai, jangan dipikirin lagi ya. Love you" Kimi hanya tersenyum. Dan langsung membawa motornya dengan kecepatan yang sangat tinggi.

Baru ingin menyebrang nasip sial menimpa Kimi. Tambarakan menimpa dirinya. Johan yang mendengar suara tabrakan tersebut dengan cepat menuju tempat kejadian. Johan sangat panik melihat kondisi Kimi yang sudah berlumuran darah. Kimi hanya tersenyum dan berkata sambil menahan sakit.

"Johan makasih yaa.... aaa... aku sayang sama kamu. Maafin kesalahan aku yang udahn nyampakin kamu... aaaahh.. maafin aku yaaa.. adduuhh. Tolong ambil surat dijok motor aku itu... itu ada surat buat kamu sama buat Jery... Maa...maaa..maafin aku yaa" kata kimi sambil tersenyum

Johan langsung membawa Kimi kerumah sakit terdekat. Saat menunggu dirumah sakit. Kakak Kimi memberikan sebuah buku diarynya kepada Jery. Jery membaca buku diary tersebut. Tak terasa air matanya membasahi pipinya. Perasaan bersalah menghantui dirinya. Setelah membaca buku tersebut Jery membaca surat yang dibuat oleh Kimi

"Hey jery, mungkin kamu baca surat ini aku lg kondisi koma :") hehehe bercanda deng. Aku tau kok kamu udah punya pacar sebelum aku. Aku udah tau kok Jer. Aku ikhals banget. Meskipun sakit tp aku bisa apa? Aku gak bisa berbuat apa2 jer. Yang aku bisa cuma nangis nangis dan nangis. Tapi aku sadar nangis gak nyelesein masalah. Aku berdoa sama Allah aja. Itu udah tenang dan buat aku ikhlas. Kamu langgeng ya sama pacar kamu. Jaga dia baik-baik. Jangan selingkuh lagi. Cukup aku yang ngerasain. Jangan orang lain. Bahagia yaa" setalah membaca surat tersebut jeru hanya bisa menyesal dan terus menyesal

Dan akhirnya Johan membaca surat tersebut

"Hai calon pacar :"), hahaha lawak yaa. Mungkin kamu baca surat ini aku lagi tertidur lelap dengan cantik dikasur :") aku sebenernya sayang sama kamu udah lama. Tapi waktu itu kondisi aku lagi pacaran. Tapi kamu selalu ada buat aku. Merasa bersalah telah campakin kamu. Sayang sama kamu. Meskipun itu telat. Semoga kisah cinta kita abadi disurga yaaa kalo kenyataanya kisah cinta kita gak bisa abadi didunia nyata. Samapi bertemu disurga nanti Johan. Aku tunggu kamu disurga yaa. Heheh bercanda kok kisah kita bakal abadi didunia nyata. Love you more yaa" Johan menangis bahagia membaca surat tersebut

Tak lama Kimi pun sadar dari komanya. Semua menangis terharu. Kimi tersenyum dan berkata "maafin kesalahan Kimi yaa" saat Jery mendekat Kimi hanya bilang

"Bahagia yaa sama pacar kamu yang sekarang. Doa aku menghampirimu" kata Kimi sambil tersenyim

Lalu Johan menghampirinya

"Hai manusia alay..  aduh sakit... bahagia yaa didunia kalo aku gak ada nanti. Macem-macem gua.. aahh.. gua tampol lo dr surga..  uuh sakit.. ohh iya kisah cinta kita abadi yaa disurga. Saaaa....saaa....Sayang lo johan"

Setelah berkata kepada Johan akhirnya Kimi mengakhiri hidupnya dengan senyum menghiasi bibirnya. Semua menangis sangat histeris atas kepergian Kimi. Akhirnya Kimi pergi dengan tenang. Satu persatu org terdekat Kimi mengucapkan doa. Dan tersisa hanya Johan

"Kimi aku tau kamu ngeliat aku. Kamu bahagia yaa di rumah Allah. Kamu bahagia yaa di surga. Tunggu aku yaa di surga. Aku bakal nyusulin kamu. Kisah cinta kita abadi disurga nanti ya Kimi. Sayang kamu malaikat tak bersayap"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar