“Kadang gua bingung sama apa yang
gua rasain. Entahlah gua gak tau apa perasaan itu. Gua sayang sama dia.Ya tapi
dia selalu gak pedulin sama apa yang gua rasain. Sakit sih tapi yaudahlah ya
namanya juga jalanin hubungan yang satu sama lain harus saling peka.” Kata Kimi
dalam hati
Saat itu Kimi menangis dalam
kamarnya. Ia selalu memikirkan kekasihnya yang sibuk dengan dunianya. Kimi
memcoba mengerti dengan apa yang dilakukan oleh kekasihnya, tapi apa daya
setiap Kimi mencoba mengerti hanya ada kecurigaan didalam pikirannya. Kimi tak
bisa berbuat apa-apa kecuali menangis, Kimi bingung harus berbuat apa.
Pagi harinya Kimi menjalani
aktifitasnya seperti biasa. Setiap detik ia selalu melihat Hpnya untuk mencari
tau kabar dari kekasihnya. Ya itulah kebiasaan Kimi. Saat sedang melakukan
aktifitas Ia tak pernah jauh dari Hpnya. Sempat ditegur oleh mamanya tapi Kimi
tetap tidak peduli. Kimi cuma ingin kekasihnya peka kalau Kimi butuh perhatian.
Saat di sekolah Kimi melihat Jery
(Kekasih Kimi). Ya seperti biasa mereka hanya saling pandang dan memberikan
senyum. Mereka tak pernah saling berdekatan bila banyak orang yang melihat.
Awalnya Kimi memahami itu semua, tapi lama kelamaan Kimi merasa bosan dengan
itu semua. Saat dikantin Kimi menghampiri Jery yang sedang duduk bersama
teman-temannya.
“Misi gua pinjem Jerynya
sebentar ya!” Kata Kimi sambil menarik
tangan Jery
“Kenapa Kim?” Kata Jery
bingung
“Udah ayo ikut dulu
bentar” Kata Kimi menahan airmatanya
“Udahlah Jer pergi dulu
dah kita nungguin lo kok” Kata Thomas teman Jery
Akhirnya Jery pun mau mengikuti
Kimi. Kimi berjalan kehalaman belakang sekolahnya. Disana ada pohon rindang
dengan pemandangan yang sangat indah. Disanalah Kimi menerima Jery sebagai
pacarnya dan menirima semua apa yang diungkapkan Jery kepada dirinya. Kimi
enggan menatap wajah Jery dan membuat Jery sangat bingung dan akhirnya Jery
bertanya.
“Kamu kenapa Kimi?” Tanya
Jery lembut
“Jer
kamu gak cape sama hubungan ini? Aku ngerasa kaya gak pacaran didepan
temen-temen kamu. Aku ngerasa sendiri Jer, aku ngerasa gak punya pacar. Kamu
sibuk, aku sabar. Aku kangen Jery, aku kangen kamu” Kata Kimi menahan tangis
"Kimi
kamu kalo ngomong liat muka aku dong, liat mata aku. Liat Kimi liat” Kata Jery
“Apa
dengan aku ngeliat mata kamu, kamu bisa rasain apa yang aku rasain Jer? Apa
kamu ngerti dengan apa yang aku rasain sekarang?” Kata Kimi dengan tersedu-sedu
“Kimi
tolong ngerti aku Kimi” Kata Jery dengan memeluk Kimi
“Aku
udah ngerti kamu Jer, udah ngerti kamu” Kata Kimi sambil menangis
“Kamu
jangan nangis Kimi, aku gak ninggalin kamu. Aku selalu ada buat kamu. Maafin
aku aku sibuk dengan duniaku. Maafin aku gak ngertiin perasaan kamu. Tapi aku
sayang kamu Kimi. Kamu jangan nangis ya, kita balik lagi ke kantin. Aku ada urusan”
Kata Jery sambil menghapus air mata Kimi
“Iya
Jer aku gak sedih kok” Kata Kimi sambil
tersenyum
“Jery
apa mencintai kamu harus sesakit ini? Apa harus seperih ini Jer?” Kata Kimi
dalam hati
Sehabis berbicara Kimi kembali ke
kelasnya. Kimi selalu bertanya-tanya dalam hatinya “APA HANYA AKU YANG ADA DI
HATI KAMU JER?”. Kimi sangat sedih jika mengingat kesibukan Jery yang terkadang
tidak memperdulikan perasaannya. Ingin rasanya Kimi menangis, tapi percuma Jery
juga tak akan mengerti dengan apa yang ia rasakan.
Jam demi jam Kimi lalu dikelas
dengan mendengarkan materi pelajaran. Kimi sangat serius dengan mata pelajaran
yang disampaikan oleh gurunya. Tak terasa bel pulang sekolah pun berbunyi. Kimi
langsung mengambil Hpnya ternyata ada sms dari Jery yang berisi “Maaf ya yang
kayanya kita gak bisa pualng bareng aku ada urusan. Love You”. Kimi rasanya
ingin marah, tapi apa daya Kimi hanya bisa terdiam membacanya. Kimi langsung
menaruh Hpnya kedalam tas dan buru-buru keluar kelas. Saat baru sampai didepan
pintu Kimi dikagetkan dengan keberadaan Johan. Johan adalah pria yang menyukai
Kimi, tapi Kimi hanya menganggap Johan sebagai sahabat.
“Kimi pulang bareng yo?”
Kata Johan
“Gua
gak bisa Han. Gua pulang sendiri aja, gua gak enak sama Jery kalo gua pulang
bareng lo” Kata Kimi sambil tersenyum
“Jadi
lo nolak ajakan sahabat lo sendiri?” Kata Johan
“Hah?
Bukan gitu, gua udah punya pacar, gua gak bisa aja kalo gua pulang bareng orang
lain. Maaf ya gua gak bisa” Kata Kimi
“Kim,
kali ini aja lo mau pulang bareng gua” Kata Johan
“Hmm,
gua tetep gak bisa. Gua ngangkot aja ya” Kata Kimi
“Kim
gua mohon” Kata Johan dengan muka sedih
“Gua
gak bisa. Ohh iya gua cabut duluan ya takut kesorean. Bye Han” Kata Kimi sambil
berlalu
Kimi berlari menuju gerbang. Ia
sendirian menunggu angkot. Hampir 30 menit ia menunggu. Dan akhirnya Kimi
mendapatkan angkot. Setelah sampai dirumah, ia langsung memeluk mamanya, dan
akhirnya airmatanya tumpah didalam pelukan mamanya.
“Ma, Kimi salah apa sih
ma? Kimi salah apa?” Kata Kimi sambil menangis
“Loh kamu kenapa de kok
nangis?” Kata Mama dengan penasaran
“Kimi
salah apa sih ma? Kimi kurang sabar apa? Kimi harus gimana lagi sih ma?” Kata
Kimi sambil terisak
“Kamu
kenapa? Cerita sama mama dari awal jangan setengah-setengah gitu” Kata Mama
dengan menenangkan Kimi
“Ma,
Kimi sayang sama Jery, tapi Jery sibuk ma sama dunianya! Gak pernah ada waktu
buat Kimi ma! Kimi udah sabar tapi lama kelamaan Kimi cape ma!” Kata Kimi
dengan air mata
“Kimi
ini cobaan dalam hubungan kamu. Ya yang penting kamu ngertiin dia, kamu diem
aja dikala dia sibuk. Semua orang punya kesibuka masing-masing. Semua orang
punya kegiatan masing-masing. Gak semua orang punya kesibukan yang sama. Dalam
pacaran itu kita harus mengerti dan memahami satu sama lain” Kata Mama sambil
mengapus air mata Kimi
“Apa
Kimi yang salah ya ma gak ngertiin Jery?” Kata Kimi
“Kimi
gak salah kok, Kimi Cuma belum bisa ngertiin keadaan Jery. Pasti Kimi ngerasa
ada yang beda dengan Jery semenjak kamu sama Jery pacaran? Mama tau kok mama
pernah muda. Ya tapi Kimi harus buang rasa yang kaya gitu. Kimi harus bisa
mikir kalo Jery itu tulus sama Kimi. Sekarang kamu mandi ganti baju, terus
bantu mama masak buat makan malam” Kata Mama sambil menenangkan Kimi
“Yaudah
ma, Kimi kekamar ya ma. Makasih udah nenangin Kimi. Kimi sayang sama mama” Kata
Kimi sambil memeluk mamanya
Kimi lagi-lagi melihat Hpnya
ternyata tidak ada pesan dari Jery yang ada pesan dari Johan. Kimi tidak peduli
dengan pesan dari Johan. Yang Kimi butuhkan hanya kabar dari Jery kekasihnya. Kimi sungguh sedih dengan keadaan seperti ini.
Kimi sayang Jery, tapi apakah Jery sayang Kimi? Haya waktu yang bisa menjawab
semuanya. Sehabis melihat Hp Kimi lekas mandi dan membantu ibunya.
Akhirnya makan malam pun tiba.
Seluruh keluarga sudah berkumpul dimeja makan. Kimi berusaha untuk tersenyum
didepan kakak dan ayahnya. Cukup Ibunya saja yang melihat ia menangis. Ia tak
ingin keluarganya ikut sedih dan kasihan kepada dirinya. Kimi tampak riang saat
makan malam. Setelah makan malam Kimi kembai kekamar. Dan lagi-lagi yang ia
lakukan hanya melihat Hp dan mengecek kabar Jery. Tapi apa daya kabar dari Jery
tak kunjung datang. Kimi sangat kecewa dengan semua itu. Kimi ingin marah, tapi
ia juga berpikir apakah dengan dia marah semua bakal berubah? Dan lagi-lagi
kimi hanya menahan semuanya.
Saat jam sudah menunjukan pukul 11
malam masih juga belum ada kabar dari Jery. Kimi lelah menunggu kabar dari Jery
dan akhirnya Kimi hanya bisa mehanan kesal. Dan tiba-tiba ada pesan masuk di
Hpnya Kimi, ternyata itu dari Johan. Sungguh Kimi merasa bersalah dengan
tindakan cueknya kepada sahabat sendiri. Akhirnya malam itu Kimi merespon pesan
dari sahabatnya.
“Kim, udah tidur belom?” Pesan
dari Johan
“Belom nih Jo. Kenapa?”
Balas Kimi
“Ehmmm lo lg mikirin Jery
ya?” Tanya Johan
“Hmm iya, diakan pacar
gua. Gua harus nunggu dia sampai dia ngabarin gua” Balas Kimi
“Lo tidur gih udah malem,
besok kan bisa lo omongin disekolah” Kata Jery
“Hmmm iya deh gua tidur.
Makasih ya udah nemenin gua” Balas Kimi
“Oke sama-sama Kimi, Good
night and have a nice dream ya Kimi” Kata Johan
“Oke night too Jo” Balas
Kimi
Setelah itu Kimi tak kunjung tidur
yang hanya dipikirannya hanya Jery, Jery, dan Jery. Kimi geregetan dengan
menunggu kabar Jery yang tak kunjung datang. Kimi hanya bisa menangis malam itu
akhirnya Kimi mengirimkan pesan suara kepada Jery.
“Jery
segitu sibuknya kamu ? Aku nungguin kabar kamu sampai jam segini, tapi kamu
juga gak ada kabar.” Kata Kimi sambil menangis
Setelah itu Kimi mengambil buku
diarynya yang sudah lama ia tak pakai. Kimi langsung mengambil pulpen dan
menulis semua apa yang ia rasakan. Saat tangan indah itu menulis sebuah kata
dalam kertas putih nan suci, air mata Kimi mengalir embasihi kedua pipinya. Air
mata itu lama kelamaan semakin deras. Kimi tak tahan dengan semuanya. Kimi tak
tahu harus mencurahkan semua perasaannya kepada siapa.
“ Dear Diary…..
Aku
gak tau harus bilang ini kesiapa. Aku mau bilang ke Jery kalo aku “AKU KANGEN
DIA YANG DULU” Diary aku sayang dia aku takut buat kehilangan dia. Diary apa
gak cukup setiap hari aku ngeluarin air mata buat Jery? Aku kadang bingung
dengan perasaan dia ke aku. Aku takut hanya sebagai mainan buat dia. Aku sayang
dia aku taku dia gak sayang aku diary. Aku kangen dia kangen awal pertama kali
kenal dengan dia”
Setelah itu Kimi langsung menutup
buku diarynya dan menaruhnya diatas meja belajarnya. Kimi lagi-lagi melihat
Hpnya dan hasilnya nihil tidak ada kabar dari Jery. Jam sudah menunjuakan pukul
12 malam. Kimi masih terjaga untuk menunggu kabar Jery yang tak kunjung datang.
Kimi lelah dengan semua itu. Ia merasa wanita paling bodoh saat itu. Kimi
lagi-lagi menangis. Dan tanpa pikir panjang Kimi menulis sebuah pesan kepada
Jery.
“Jery,
kadang aku cape nunggu kabar kamu. Aku tau kamu ngeliat pesan aku. Tapi kamu
gak bales pesan aku Jer. Aku tau kok semuanya aku tau. Aku tau kamu sibuk aku
tau Jer. Tapi kamu gak ada waktu sedikit aja buat aku Jer? Gak ada waktu?
Kadang aku mikir Jer aku siapa kamu? Kadang aku juga mikir jer perasaan kamu ke
aku? Kayanya percuma ya aku ngirim pesan panjang lebar kamu juga gak bakal
bales pesan aku Jer. Percuma sumuanya Jer
percuma. Aku cewe bodoh yang nungguin kabar pacarnya sampe jam 12 malem
jer. Aku tidur Jer. Malam” Pesan dari Kimi
Pagi harinya Kimi berangkat sekolah
tanpa sarapan terlebih dahulu. Ia berangkat menggunakan taxi menuju sekolahnya.
Ia tidak ingin keluarganya tahu kalau dia sedang menangis. Ia ingin cepat-cepat
sampai sekolah untuk menghilakan mata sembabnya. Setelah sampai sekolah Kimi
langsung berlari menuju kantin untuk member air dingin. Dan penjual minuman
tersebut bertanya.
“Loh kok kamu tumben Kim
gak bareng Jery?” Tanya penjual minuman
“Gak
pak saya mau ngerjain tugas jadi berangkat sendiri. Oh iya saya beli air mineral
dingin ya pak satu” Kata Kimi
“Nih
Kim arinya. Oh iya mata kamu kenapa? Abis nangis ya?” Tanya penjual minuman
dengan penasaran
“Hah
gak nangis kok pak, saya kurang tidur. Oh iya makasih ya pak airnya saya
kekelas duluan. Permisi pak” Kata Kimi dengan tersenyum
*Saat
Kimi sudah menghilang dari kantin Jery pun datang
“Pak
beli teh kotak satu ya” Kata Jery
“Nih
Jer teh kotaknya, ohh iya kok sendirian?” Tanya penjual minuman
“Makasih
pak. Kimi udah berangkat duluan kata mamanya tadi” Kata Jery
“Iya
juga tadi Kimi kesini, kayanya dia abis nangis Jer” Kata penjual minuman
“Lah
serius pak? Yaudah saya nyusul Kimi dulu ya pak. Permisi” Kata Jery
Jery pun berlari menuju kelas Kimi.
Jery melihat Kimi sedang duduk sendirian sambil membaca novel. Jery enggan
untuk menghampiri Kimi, dan Jery melihat Hpnya yang dari semalam ia tinggal
dalam tas. Jery mendapatkan banyak pesan dari Kimi. Jery merasa sangat bersalah
atas kelalaiannya. Akhirnya Jery menghampiri Kimi dan membawanya ke belakang
sekolah. Kimi hanya mengikuti Jery dari belakang tanpa ada mimik muka yang
bahagia.
“Maafin
aku semalem ya!” Kata Jery
“Udah
biasa kok, udah ya aku mau ke kelas sebentar lagi bel masuk” Kata Kimi sinis
“Sebentar
lagi kek, aku mau ngomong!” Kata Jery sambil memegang tangan Kimi
“Udah cukup, aku tau kamu
sibuk. Udah ahhh males bahas ini aku cape” Kata Kimi kesal
“Sabar kek Kimi aku mau
jelasin” Kata Jery dengan nada tinggi
“Kamu
marah? Gak pantes kamu marah Jer, yang pantes marah itu aku. Aku cape kamu diemin
aku cape sama sifat kamu yang sibuk” Kata Kimi sambil berlalu
Kimi menangis menuju kelasnya. Saat
diperjalanan menuju kelas Kimi berpapasan dengan Johan, tapi Kimi terus berlari
menuju kelasnya. Kimi sedih sekali saat itu, ia ingin melupakan semuanya, Kimi
ingin tenang tanpa harus ada rasa sedih sedikit pun. Akhirnya bel masuk pun
berbunyi. Dan Kimi kembali serius dalam mengikuti pelajaran.
Saat istirahat pun tiba, Kimi
melihat Hpnya ada beberapa pesan, tapi ia enggan untuk membuka semua pesan
tersebut. Kimi ingin menyendiri untuk saat itu. Kimi ingin berada dikelas saja
saat jam istirahat tersebut, tapi rasa lapar dan haus pun menyerang Kimi. Dan
mau tidak mau Kimi berjalan menuju kantin. Seperti biasa Kimi melihat Jery
dikantin. Yang biasanya Kimi senyum kini hanya menatap lalu membuang muka. Kimi
enggan untuk melihat wajah Jery masih sakit hatinya atas prilaku Jery kepada
dirinya.
Setelah membeli makan dan minum Kimi
duduk disaung yang disediakan oleh sekolahnya. Saat sedang menikmati makanan
yang ia beli Jery menghampiri dan memberi senyum kepada Kimi. Jery lalu
berbicara kepada Kimi.
“Aku sayang kamu Kimi.
Jujur aku kangen senyum kamu” Kata Jery sambil berlalu
Setelah Jery mengucapkan kata
tersebut Kimi hanya senyum simpul lalu kembali ke muka datarnya. Ya memang Kimi
orangnya cuek, tapi sekalinya sayang akan sayang banget kepada orang tersebut.
Kimi kembali melanjutkan makan setelah itu Kimi kembali menuju kelasnya. Dan
tak lama bel masuk berbunyi. Kimi kembali melupakan masalahnya kepada Jery. Dan
fokus dengan pelajaran.
Dan bel pulang berbunyi, Kimi
langsung bergegas pulang. Ia tak lagi melihat Hpnya, cukup muak untuk hari ini.
Kimi bosan dengan keadaan ini. Kimi ingin tenang, Kimi ingin hari-harinya biasa
saja seperti dulu. Tanpa derai air mata, tanpa kesedihan yang berlarut-larut.
Kimi sangat kecewa dengan keadaan sekarang. Saat berjalan menuju gerbang
sekolah ternyata Jery sudah menunggunya disana. Kimi langsung berlalu
meninggalkan Jery, tapi Jery langsung menarik tangan Kimi lalu menyuruhnya
naik, tapi Kimi tidak mau dan akhirnya menimbulkan pertengkaran kecil.
“Aku bilang naik!” Kata
Jery
“Aku bilang gak mau Jer”
Bentak Kimi
“Sekali lagi aku bilang
sama kamu Kimi, NAIK!!” Kata Jery sambil menahan amarah
“Aku gak mau, mau pulang
ngangkot aja” Kata Kimi ketus
“KIMI
AKU UDAH NAHAN MARAH SAMA KAMU. AKU MINTA KAMU NAIK KIMI!!” Kata Jery dengan
nada tinggi
“JERY
APA HAK KAMU BUAT MARAH? HAH? UDAH AKU NGANGKOT AJA” Bentak Kimi
*Jery
pun menampar Kimi
“Maafin
aku Kim, aku gak sengaja” Kata Jery dengan panik
“Gak
apa-apa kok aku baik-baik aja, makasih tamparannya!” Kata Kimi menahan tangis
“Aku
anter pulang ya Kim?” Kata Jery sedih
“Aku
ngangkot aja ya. Makasih ya!” Kata Kimi sambil memengang pipinya lalu pergi
Didalam angkot Kimi menangis
sepanjang jalan dan untungnya angkot yang ia tumpangi sedang sepi. Kimi
menangis penuh sesak dihatinya. Ia membuka Hpnya untuk mengecek semua pesan
yang masuk. Kimi meembuka Hpnya dan ternyata ada pesan dari Jery dan Johan.
Lalu ia membacanya satu persatu. Ada pesan yang membuat ia sangat sakit dari
Jery.
“Kimi
maafin aku ya. Aku gak bawa Hp, Hpnya ketinggalan hehehe. Ydah kamu tidur sana
aku baru pulang nih jam 2an hahaha. Maafin aku ya gak ngabarin, tadi sibuk
ngurusin kerjaan ehhh terus disms sama Rio buat kerumahnya ydah aku kerumah dia
ehh pas aku mau ngabarin aku lupa Hpnya ketinggalan. Maafin aku ya hahaha
maafin. Gak ada niat buat ninggalin kamu” Kata Jery
“Yaampun
Jery segitu mudah kamu minta maaf? Aku nungguin kamu Jer dari pulang sekolah
sampe jam 12. Kamu semudah itu minta maaf. Sakit kamu giniin Jer” Kata Kimi
dalam hati
Setelah sampai dirumah ia menghapus
airmatanya dan kembali seperti Kimi yang dulu yang ceria dan selalu tersenyum.
Ia tak ingin membuat mamanya sedih dan khawatir dengan dirinya. Ia kembali
memakan apa yang mamanya telah buat, bercanda, dan tersenyum bersama. Kimi
ingin membuat mamanya tersenyum bukan membuat mamanya sedih. Dan tak lama Kimi
kembali kekamarnya. Dan mengambil buku diarynya.
“Dear Diary….
Haah gak nyangka hari ini
tuh kayanya nyesek banget. Mau nangis tapi gak mau buat mama sedih. Diary
pulang sekolah tadi aku berantem sama Jery, dan Jery member hadiah yang gak
pernah aku dapet dari siapapun. Hadiah itu mungkin perdana buat aku. Hadiah itu
“TAMPARAN” sakit loh ditampar apa lagi ditampar cowo yang tenanganya kenceng.
Untung tadi rambut aku gerai kalo gak mungkin bekas tamparannya kelihatan mama.
Hadiah itu msh bekas sampai sekarang. Sakitnya pun juga sama masih terasa
banget.”
Dan tak lama mamanya mengetuk pintu
kamarnya. Lalu Kimi membuka pintu. Ternyata mamanya tau Kimi sedang ada
masalah. Mamanya mencoba mengerti posisi Kimi saat itu. Kimi sangat senang
mempunyai mama seperti itu yang selalu mengerti perasaanya dan selalu
membuatnya bangkit dari rasa sakit yang telah orang lain buat kepadanya. Dan
tak lama bel rumahnya berbunyi, Kimi langsung berlari untuk membukakan pintu.
Dan saat ia buka ternyata itu Jery
“Hy Kimi” Kata Jery merasa
bersalah
“Hy Jer” Kata Kimi ketus
“Aku mau ngajak kamu
keluar. Kamu mau?” Kata Jery dengan takut
“Gak bisa, aku mau
dirumah. Kamu urusin aja kesibukan kamu” Kata Kimi dengan sinis
“Aku mohon Kim, sebentar
aja gak lama” Kata Jery memohon
*Kimi menengok kebelakang
untuk bertanya kepada mamanya dan mamanya mengangguk
“Yaudah sebentar mau ganti
baju. Tunggu bentar ya” Kata Kimi datar
“Gak usah ganti baju Kim,
langsung jalan aja” Kata Jery dengan senang
“Ohh yaudah. Bentar aku
izin mama dulu.” Kata Kimi lalu menghampiri mamanya
“Ma Kimi pergi dulu ya”
Kata Kimi sambil mencium tangan mamanya
“Iya kamu hati-hati ya”
Kata Mama
Setelah itu mereka jalan berdua.
Kimi yang biasanya memeluk Jery saat sedang berkendara, tapi kini lain kimi
bersikap acuh dan tak peduli dengan semuanya. Yang ia inginkan hanya terbebas
dari perasaan ini. Kimi yang biasanya mengajak Jery berbicara sekarang hanya
diam tak mengeluarkan suara apapun. Hati Kimi masih sakit masih pedih dengan
perilaku Jery tadi. Dan tak lama sampai di tempat tujuan. Kimi pun turun.
“Aku mau ngomong sama kamu
Kim” Kata Jery
“Mau ngomong apa?” Kata
Kimi datar
“Maafin aku udah nampar
kamu” Kata Jery sambil berlutut
“Udahlah biasa aja” Kata
Kimi masih tetap datar
“Kimi aku serius! Aku
mohon maafin aku?” Kata Jery sedih
“Apa
dengan aku maafin kamu rasa sakit yang aku dapet bisa ilang?” Kata Kimi menahan
air matanya
“Kimi
tolong jangan siksa aku dengan kamu ngomong gitu! Kimi aku mohon maafin aku,
aku tau aku salah sama kamu udah nyakitin fisik dan batin kamu, maafin aku
Kimi” Kata Jery sambil memegang tangan Kimi
“Kamu
kesiksa sama omongan aku? Jer batin aku kesiksa kamu giniin. Ditambah tadi kamu
nampar aku? Jer hati kamu kemana? Aku selalu nunggu kamu disaat kamu gak ada
kabar, disaat kamu sibuk Jer. Aku sayang kamu Jer, tapi kenapa rasa sayang itu
harus dibayar dengan rasa sakit Jer kenapa? Apa kamu bisa jawab Jer?” Kata Kimi
sambil meneteskan air mata
“Maafin
aku Kimi, maafin aku udah ada salah sama kamu” Kata Jery memeluk Kimi
“Udahlah
Jer, gak apa-apa mungkin aku yang kurang ngerti kamu, belom bisa adaptasi
dengan dunia kamu. Aku yang salah Jer. Secara gak langsung aku nuntut kamu buat
selalu ada buat aku. Maafin aku ya Jer” Kata Kimi sambil memeluk jery
Setelah itu mereka kembali akur.
Setelah kejadian itu Jery mulai berubah. Kini Jery selalu menyempatkan waktu
untuk Kimi walau sebentar. Jery selalu memberi kabar ditengah kesibukannya.
Kimi sangat senang dengan perubahan Jery. Dan Kimi makin sayang kepada Jery
berkat perubahan Jery yang telah ditunjukan kepada Kimi.
Tak lama setelah kejadian itu. Jery
kembali keawal, seperti dahulu. Jery
kembali sibuk dengan dunianya. Ya Kimi kembali dengan aktifitas seperti biasa
saat Jery dengan kesibukannya. Kimi hanya bisa bersabar dan terus bersabar.
Satu bulan telah Kimi lewati dengan suasanya cuek yang Jery ciptakan. Entah
kenapa hati Kimi merasa ada sesuatu yang mengganjal hatinya. Entah itu apa Kimi
merasa hatinya sangat sesak.
Suat hari saat hari libur sekolah
Kimi sedang asik berbincang bersama Ibunya. Tiba-tiba Kimi berfikiran untuk
membuka “TWITTER” untung berkepo ria. Yaa kepo tentang Jery pacarnya. Kimi
penasaran dengan geng yang dibuat oleh pacarnya diluar sekolah. Kimi mencari
tahu sendiri, karena tak ada gunyanya juga ia bertanya kepada Jery, Jawaban
Jery hanya satu dan klasik “Mereka itu temen main aku”. Yaa Kimi langsung
membuka profil mereka satu persatu. Kimi merasa ada yang aneh. Geng tersebut
terdiri dari 3 cowo dan 3 cewe. Yaaaa sungguh ada tanda tanya besar dihati
Kimi. Saat membuka satu persatu profilnya ternyata ada 4 orang yang berpasangan. Kimi menjadi tambah
bingung.
Malam harinya Kimi kembali mencari
tahu dengan semuanya. Kimi hanya dia saat itu kepada Jery. Ia hanya berdoa
semoga ditunjukan jalan keluar dari tanda tanya besar dihatinya selama ini. Hari
demi hari Kimi lewati dengan kegelisahan. Sampai terkadang Jery atau Johan ada
dihadapannya pun Kimi tak melihat. Kimi masih merasa ganjal dihatinya.
Suatu hari Kimi sedang asik
twitteran. Kimi iseng membuka profil Jery. Dan apa yang dia dapat? Jery merubah
ava twitternya bersama cewe lain. Tak terasa airmata mengalir dari kedua bola
matanya. Kimi bingung harus berbuat apa. Kimi langsung mencari tau siapa wanita
tersebut. Dan setelah mencari tahu ternyata cewe tersebut adalah anggota dari
geng yang dimiliki oleh Jery. Sungguh kacau hati Kimi saat itu. Kimi langsung
mengambil Hpnya dan mengirim pesan kepada sahabt baiknya
“Len, gua galau. Gua sakit
Len gua sakit” Kata Kimi
“Lo kenapa sih Kim,
tiba-tiba chat kaya gini? Lo kenapa?” Kata Leni
“Telpon gua len please gua
mohon, telpon gua!! Gua butuh lo!” Kata Kimi
“Ohhh yaudah gua telpon”
Kata Leni
*Perbincangan lewat telpon
“Hallo Kim lo kenapa?”
Kata Leni panic
“Len
gua ancur banget, lo buka twiter Jery deh gua mohon lo buka. Lo bakal tau!
Sakit Len sakit gua len. Gua itu sebetulnya siapa jery sih? Gua kesel Len gua
sakit” Kata Kimi sambil menangis
“Yaampun
lo kenapa lagi sama Jery? Lo kenapa? Cerita sini, gua mohon lo jangan sedih
Kim!” Kata Leni makin panic
“Len
gua liat avanya Jery sama cewe Len, Jery dirangkul sama cewe itu. Leni gua
salah apa sih sampe Jery kaya gini sama gua? Kenapa sih Len kenapa?” Kata Kimi
sambil bersedih
“Laah
lo serius Kim? Lo gak salah liat serius?” Kata Leni dengan kagetnya
“Ngapain
sih gua boong, buat apa boong? Ini masalah hati Len gua gak mungkin boong” Kata
Kimi sambil menangisis
”Yah
siapa tau aja lo boong. Kan mana gua tau kirain gua gitu lo boong. Ya udah
sekarang enaknya gimana? Lo masih mau bertahan sama Jery apa lo udahin
semuanya? Lo gak mikir apa kesehatan lo Kim? Lo tuh egois banget sama tubuh lo
sendiri tau gak?” Bentak Lena
“Huuuh
gua mau udahin hidup gua Len. Gua cape Len gua cape! Gua gak sanggup! Gua
kurang sabar apa lagi sama Jery? Gua kurang apa? Selama ini gua sabar sama dia?
Gua sedih banget diginiin sama dia!” Kata Kimi makin deras menangis
“Udah
jangan nangis Kim, udah ahhh lo jangan nangis lagi udah gak ada gunanya lo
nangis. Lo coba pikir deh. Apa dengan lo nangis masalah selesai? Apa lo nangis
Jery juga nangis? Lo mikir Kim lo mikir jangan kaya gini. Cowo banyak Kim!!”
Bentak Lena
“Gua
sayang dia Len, Gua sayang dia. Tapi gua bingung harus apa Len buat saat ini
gua bingung gua gak ngerti sama semua ini. Apa gua disuruh sabar lagi? Disuruh
sabar untuk kesekian kalinya? Mungkin ini ya nasib hidup gua disuruh sabar”
Kata Kimi menahan tangis
“Udahlah
lo juga ada Johan Kim. Dia lebih care sama lo ketimbang Jery? Lo mikir Kim
seharusnya jangan kaya gini!” Kata Lena menenangkan
“Len
apa mencintai Jery harus sesakit ini. Harus separah ini? Apa harus gua korbanin
air mata gua lagi? Yaampun Len kurang sabar apa gua selama ini!” Kata Kimi
dengan terisak
“Yaudah
lo sekarang tidur. Kasian tubuh lo Kim! Jangan siksa diri lo Kim gua mohon
jangn siksa diri lo dengan lo kaya gini!” Kata Lena dengan sedih
“Iya
gua tidur kok Len makasih ya” Kata Kimi
Pagi harinya Kimi merasa kurang enak
badan. Seperti biasa jam 4 pagi ia telah bangun. Ia merasa badannya sangat
lemas. Tak lama terdengar suara langkah kaki mendekati kamarnya. Kimi merasa
takut. Semakin lama langkah itu semakin mendekat. Dan semakin lama semakin
mendekat, laluuuuuuu…… suara itu menghilang. Saat suara langkah kaki
menghilang. Kimi merasa ada seseorang didalam kamarnya. Dan tak lama pintu
kamarnya pun diketuk, membuat Kimi menjadi semakin takut. Dan tak lama setelah
itu pintu kamarnya terbuka. Ternyata itu adalah mamanya.
“De, udah bangun?” Kata
Mama Kimi
“Yaampun ma nakut-nakutin
aja. Udah bangun kok ma” Kata Kimi lemas
“De kamu sakit?” Tanya
Mamanya
“Gak kok ma” Jawab Kimi
sambil menyalakan lampu tidurnya
“Jangan bohongin mama
Kimi” Kata Mama dengan cemas
“Ma Kimi beneran kok Kimi
gak apa-apa” Kata Kimi dengan tersenyum
“Kimi kamu serius” Kata
Mama sambil menghampiri Kimi
“Ma beneran koko” Kata
Kimi tersenyum
“Gak
apa-apa gimana sih De badan kamu panas gini! Kamu gak usah masuk aja, nanti
mama buatin surat izin buat kamu” Kata mama dengan cemas
“Gak
usah ma Kimi masuk aja. Kimi gak apa-apa kok Kimi gak mau ketinggalan
pelajaran” Kata Kimi
“Kamu
serius?” Tanya Mama dengan serius
“Iya
ma Kimi serius kok. Kimi gak boong!” Kata Kimi menyakinkan mamanya
Akhirnya Mamanya pun mengizinkan
Kimi sekolah. Kimi bingung untuk berangkat sekolah. Ia sedang malas bertemu
dengan Jery. Ia ingin cepat sampe sekolah. Kimi bener-benar kecewa dengan
semuanya. Akhirnya Kimi memutuskan untuk berangkat sekolah bersama Johan. Ini
puncak dari masalah Kimi dengan Jery.
Saat diparkiran Jery melihat Kimi
berboncengan dengan dengan Johan. Setelah Kimi turun dari motor lalu berjalan menuju
kelasnya. Tiba-tiba Jery menarik tangan Kimi dengan kencangnya, lalu menariknya
kehalaman belakang sekolah. Disanalah mereka bertengkar hebat.
“Kamu kenapa bareng
Johan?” Bentak Jery
“Apa
peduli kamu? Apa peduli kamu tentang aku? Apa kamu mikirin aku Jer? Aku bukan
cewe bodoh Jer.” Kata Kimi sambil menahan tangis
“Apa
maksud kamu berangkat bareng sama Johan? Apa maksud kamu? Kamu anggep aku apa
Kimi?” Bentak Jery
“Kamu
gak salah nanya kaya gitu sama aku? Kamu gak salah Jer? Bukanya aku yang seharusnya
tanya itu ke kamu Jer?” Kata Kimi dengan nada setengah
“Maksud
kamu apa sih? Kamu yang jelas dong!” Kata Jery dengan membentak
“Apa
kurang cukup dengan foto ini?” Kata Kimi sambil menunjukan foto di Hpnya
Akhirnya Jery hanya terdiam saat
Kimi menunjukan foto tersebut. Dan Akhirnya Kimi kembali ke kelasnya dengan
rasa sakit yang amat mendalam. Setelah itu apa yang Kimi lakukan? Apa ia
meminta putus apa terus bertahan dengan Jery?.........
Bersambung……
Tidak ada komentar:
Posting Komentar