Minggu, 17 November 2013

Andai Kita Tak Pernah Kenal????

Sasya berdiam diri mendengarkan musik dihalaman sekolahnya. Ia seperti biasa menjalani hidupnya dengan penuh keceriaan. Penuh canda dan tawa.

Saat bel masuk ia bergegas menuju kelasnya. Seperti biasa ia menebarkan senyum kepada seluruh teman kelasnya. Ia langsung menghibur teman-teman yang ada dikelasnya. Kelas yang ditempati Sasya adalah kelas yang paling ceria menurut guru-guru yang mengajar kelasnya saat itu.
re
Saat jam istirahat Haikal (sahabat Sasya) menghampirinya dengan membawa makanan. Sasya tersenyum saat Haikal datang. Sungguh hati Haikal saat itu sangat bahagia melihat Sasya terseyum manis dihadapannya. Saat sedang menikmati senyuman Sasya, tiba-tiba Sasya mengagetkan Haikal.

"Lo bawa apa Kal? Aduh baik banget sih lo tau aja gua laper" kata Sasya dengan bahagia
"Bawa nasi goreng. Itu gua yang buat loh. Terus telor mata sapi setengah mateng kesukaan lo" kata Haikal dengan halus
"Aduh lo kok baik sih Haikal. Sahabat gua paling baik deh lo Kal" kata Sasya dengan manja
*Haikal hanya tersenyum*
"Gua ngelakuin ini karena gua tulus sama lo. Karena gua sayang sama lo. Sayang gua ngelebihin dr seorang sahabat Sya. Tapi gua gak berani bilang sama lo. Mungkin ini harus gua pendem" kata Haikal dalam hati
*suara Sasya nenghamburkan suasana*
"Nasi gorengnya gua makan yaa. Gua laper baget" kata Sasya sambil tersenyum
"Yaudah lo makan gih lo kenyangin Sya makannya" kata haikal dengan tersenyum
"Tapi gua mau disuapin sama lo. Lo maukan satu suap aja? Tar gua suapin lg. Kita udah lama sahabatan tapi lo belum pernah nyuapin gua" kata Sasya dengan lembut
"Yaudah sini gua suapain deh biar lo seneng" Kata Haikal dengan lembut
"Ahh elah kaku banget sih lo Kal sama gua hehehe. Bercanda kok gua minta disuapin sama lo. Tapi lo bener mau suapin gua? Kebetulan nih gua juga mau ngerjain tugas!" Kata Sasya sambil tertawa
"Yaelah lo yang kaku pea sama gua. Yaudah sini gua suapain. Dari pada lo telat makan terus penyakit alay lo kambuh trs nangis-nangis sama gua. Yaudh buka mulut lo cepet gua suapin" kata Haikal dengan menyuapkan makanan

Bel masukpun berbunyi. Haikal langsung pergi menuju kelasnya. Sasya memperhatikan Haikal lalu tersenyum dan melambaikan tangan. Ia tidak merasakan sesuatu kepada Haikal, berbeda dengan Haikal yang mempunyai rasa lebih kepada dirinya.

Hari demi hari Sasya lewati dengan sebuah canda tawa yang dia hiasi setiap harinya. Nyaris tidak ada kesedihan yang ia pancarkan. Sasya selalu menghibur dikala teman-temannya sedih. Dan selalu membuat suasana kelas menjadi ramai.

SUATU KETIKA SEMUANYA BERUBAH.........

Semua berubah sejak Sasya mengenal apa arti CINTA. Cinta yang membuatnya seperi saat ini.

Suatu hari saat asik berbicara dengan dengan temannya seseorang memanggil namanya. Sasya langsung keluar menuju balkon kelasnya. Tak disangka. Roni (pria yang Sasya suka sebulan yang lalu) membuat bentuk hati dan menuliskan "AKU SAYANG SAMA KAMU "

"Sasya gua sayang sama lo. Gua cinta banget sama lo. Lo tipe cewe gua banget. Lo selalu membawa kedamaian dimana lo berada. Sasya gua sayang sama lo. Please terima gua jadi pacar lo! Lo maukan jadi pacar gua?" Kata Roni dari tengah lapangan

*sasya hanya terdiam*

"Sasya please jawab. Lo gak kasian sama gua? Ini panas banget loh sumpah. Jawab Sasya" teriak Roni lagi
"Gua gak tau harus jawab apa! Gua bingung! Lo serius? Lo belum kenal gua!" Teriak Sasya
"Lo tinggal jawab iya atau engga Sya. Please" kata Roni
"Iyaa yaudah kita jalanin aja Ron" kata Sasya sambil tersenyum
"Lo nerima gua?" Kata Roni

*Sasya hanya mengangguk lalu masuk kedalam kelas*

Saat didalam kelas ternyata sudah ada Haikal. Haikal hanya tersenyum saat melihat orang yang ia sayang menjadi milik orang lain. Dengan gagahnya Haikal memeluk Sasya dan berkata

"Sahabat gua yang cantik. Selamat yaa udah punya pacar sekarang. Tetep ceria terus yaa jangan pernah sedih. Langgeng terus sama cowo lo" kata Haikal
"Aaaa Haikal makasih yaaa. Lo sahabat gua yang paling badai baiknya. Amin semoga gua langgeng doain gua yaa" kata Sasya
"Gua selalu doain lo kok Sya. Meskipun sakit, gua sayang sama lo. Tp lo harus jadi milik orang lain. Tapi kalo itu bisa buat lo seneng gua juga bakal seneng kok" kata Haikal dalam hati

Hari demi hari Sasya melaluinya bersama Roni. Waktu bersama Haikal sekarang sudah berkurang. Roni melarang Sasya terlalu dekat dengan Haikal. Dan Sasya menurutinya. Sedangkan Haikal? Haikal hanya berlapang dada untuk ini semua.

Suatu ketika, Haikal melihat Roni bermesraan dengan wanita lain. Haikal dengan sangat marah langsung meghajar Roni. Dan membentak Roni

"Apa maksud lo selingkuh? Apa maksud lo berduaan sama cewe lain?" Kata Haikal dengan menghajar Roni
"Woy selo aja bro. Gua pacaran sama Sasya cuma buat taruhan doang. Selaw bro. Sahabat lo itu terlalu polos cantik sih tp gampang dikibulin"
"PERSETAN... Lo cowo terbangsat yang pernah gua kenal. Lo nyakitin Sasya abis lo sekarang sama gua" kata Haikal dengan menendang perut Roni

Akhirnya terjadi perkelahian antara Roni dan Haikal. Pagi harinya saat disekolah Haikal menghampiri Sasya dan menceritakan semuanya. Tetapi saat melihat Sasya dikelas terlihat murung Haikal menjadi sedih dan enggan untuk menceritakan apa yang ia lihat.

"Lo kenapa Sya?" Kata Haikal
"Maksud lo apa mukulin Roni?" Kata Sasya sedih
"Gua...gua..." kata Haikal bingung
"Apa lo mau ngomong apa? Lo udah mukulin Roni. Mukulin pacar sahabat lo sendiri. Lo jahat Haikal. Lo jahat. Tau gitu lebih baik kita gak pernah kenal. Gua benci lo" kata Sasya dengan nada tinggi dan menjauh dari Haikal
"Lo boleh benci gua Sya. Asal lo tau. Cowo lo selingkuh dan cowo lo cuma jadiin lo bahan taruhan. Lo gak percaya sama gua? Silakan lo dateng ke cafe yang biasa kita datengin dulu sebelum lo berubah sifat sama gua" kata Haikal menahan marah lalu pergi

Malam harinya Sasya pergi menuju cafe yang biasa ia kunjungi bersama Haikal. Baru masuk kedalam cafe tersebut ia melihat pandangan yang amat menyakitkan buat dirinya. Ternyata benar orang yang ia sayang ternyata sedang bermesraan dengan wanita lain. Sungguh hatinya sangat sakit saat itu. Tanpa pikir panjang ia berjalan mendekati Roni dan berkata

"Ron" tegur Sasya dengan halus
*Roni menengok kebelakang lalu kaget*
"Sya ini gak kaya yang kamu liat kok. Aku...akuu.. aku...." kata Roni
"Udah cukup kok Ron udah cukup. Kita putus. Aku nyesel kenal sama kamu. Aku nyesel. Andai kita gak pernah kenal. Andai kita gak pernah pacaran. Andai kita gak pernah kenal aku gak bakal sesakit ini. Kita putus" kata Sasya
"Please denger aku dulu Sya, aku mohon denger dulu" kata Roni memohon
"Lo mau ngomong apa lagi sama gua? Gak penting ahhh nanggepin lo yang gak hargain gua Ron. Lo jahat Ron lo jahat" kata Sasya sambil berlalu

Diperjalanan saat ingin pulang Sasya menelpon Haikal. Tapi telfonnya tidak diangkat. Sasya sangat sedih atas kejadian ini semua. Ia telah kehilangan sahabat demi orang yang ia sayang. Sungguh hati Sasya sangat kecewa dengan ini semua. Hatinya sakit, tak terasa air mata membasahi pipinya. Saat sampai dirumah ia menghapus air matanya dan berlari menuju kamarnya.

Saat dikamar ia hanya menangis. Dan tak lama Hpnya berdering. Roni mencoba menghubungi Sasya tapi Sasya menghiraukan semuanya. Hampir 10 kali Roni menelpon Sasya. Sungguh Sasya belum bisa terima atas kejadian ini. Akhirnya Sasya tidur dan berharap SEMUA ITU HANYA MIMPI.

Pagi harinya Sasya sudah siap untul pergi kesekolah. Ia kelihatan sangat pucat saat itu. Mamanya sangat khawatir dengan keadaanya. Tapi Sasya mencoba memberi mamanya pengertia kalau dirinya baik-baik saja. Meskipun begitu mamanya tetap tidak yakin. Dan akhirnya mamanya menelpon Haikal untuk menjemput Sasya.

"Halo, Haikal" kata Mama Sasya lewat telpon
"Halo tante iya ada apa tante?" Kata Haikal
"Ini loh Kal, kamu lagi dimana? Udah berangkat kesekolah belum?" Tanya Mama Sasya lagi
"Lagi dirumah tante. Belum berangkat kok tante. Kenapa yaa?" Tanya Haikal
"Waah kebetulan. Kamu keberatan gak kalo tante minta tolong kamu jemput Sasya dirumah? Sasya lagi sakit nih jemput yaa tante gak tega nih kal" Tanya Mama Sasya
"Ohh gitu yauda Tante Haikal nanti jemput Sasya 15menit lagi Haikal sampe ya Tan" Jawab Haikal
"Yaudah hati-hati kamu yaa Kal, Tante makasih banyak coba km jadi pacar Sasya Kal tante bakal seneng. Duuhh Tante jadi ngawur gini hiraukan ya Kal. Yaudah makasih udah mau jemput Sasya" Kata Mama Sasya
"Iya Tante sama-sama ya" Jawab Haikal

Akhirnya telpon pun terputus. Setelah telpon terputus Haikal langsung berangkat menuju rumah Sasya. Didalam hatinya ia sangat khawatir dengan keadaan Sasya. Ia takut terjadi sesuatu terhadap Sasya.

15 Menit kemudian Haikal sampai dan Sasya sudah menunggu didepan gerbang. Sasya menyambut Haikal dengan mata sembab muka pucat dan tersenyum penuh kesedihan. Haikal sangat khawatir dengan keadaan Sasya. Dan akhirnya Haikal menyuruh Sasya naik kemotornya.

Diperjalanan Sasya hanya menangis. Ia merasa bersalah kepada Haikal merasa berdosa telah memarahi sahabatnya. Sungguh kecewa hati Sasya saat itu. Ia lebih percaya terhadap Roni dibandingkan kepada Haikal. Bulir-bulir air mata jatuh membasahi kedua pipi Sasya. Begitu rapuhkah ia saat ini?

Saat sampai disekolah ia langsung berjalan meninggalkan Haikal. Sasya mengambil telpon genggamnya lalu menelpon mamanya. Ia meminta mamanya menyiapkan untuk ulangtahunnya minggudepan. Ia sudah menyiapkan undangannya meskipun hanya tulisan tangannya disaat ia sedang sedih ia membuat undangan ulangtahunnya.

Jam demi jam Sasya lewati dengan tegar selama disekolah. Saat jam istirahat ia membagikan undangan ulangtahunnya kepada teman-temannya dikelas. Lalu ia berjalan menyusuri setiap kelas untuk memberikan undangan. Tinggal tersisa Roni. Sasya sebetulnya muak memberikan undangan ini kepada Roni. Tapi apa boleh buat undangan untuk Roni telah ia siapkan. Sasya mencari Roni kesana kemari tetapi Roni juga tidak ada. Dan akhirnya ia berjalan menuju kantin. Dan benar ternyata Roni ada disana. Sasya pun memberikan undangan tersebut tanpa mengucapkan sepatah katapun kepada Roni. Ketika ingin pergi meninggalkan Roni, tangan Sasya dipegang oleh Roni

"Aku minta maaf" kata Roni
"Basi" jawab Sasya ketus
"Aku serius Sya, aku minta maaf" kata Roni dengan nada bersalah
"Lepasin tangan gua. Jangan pernah lo nyentuh gua lagi" Kata Sasya dengan sinis

Semenjak itu hubungan Sasya dengan Roni semakin jauh. Roni merasa bersalah kepada Sasya. Roni pun punya rencana saat ulangtahun Sasya. Apakah rencana tersebut? Apakah rencana itu berhasil? Apa hanya membuat hubungan mereka semakin jauh?.......

BERSAMBUNG

Sabtu, 16 November 2013

Kisah Cinta (part2)

Setelah menunjukan foto tersebut kimi langsung berlari kekelasnya dengan air mata yg menghiasi pipinya. Saat berlari menuju kelas, Kimi melihat Lena yang berjalan kearahnya. Kimi langsung menghapus air matanya agar Lena tidak tau keadaannya yang sebenaranya.

"Kim! Lo baru dateng?" Sapa Lena
"Iya nih baru aja sampe" kata Kimi sambil tersenyum
"Lo bareng jery? Ehh btw cpt kekelas yuk gua cape nih" ajak Lena
"Kagak, gua bareng Johan. Ydh yuk kekelas pelajaran Pak Topo males gua kalo telat. Bisa digantung entar kalo telat" kata Kimi sambil tersenyum lebar
"Lah digantung dimana? Pohon gede deket parkiran? Hahaha" kata Lena sambil tertawa
"Kagak tau Len. Itu mending dipohon gede diparkiran. Lah ini dipohon toge! Keren kagak? Hahahha" kata Kimi sambil tertawa lepas
"Lo sakit ya Kim? Waahh obat lo abis yaa? Tar gua beliin boraks buat lo! Hahahahha" kata Lena sambil menertawakan Kimi
"Kutil aja lo Len. Serba salah ahh gua. Galau salah, seneng salah. Lo tuh temen macam apa? Macam banci ditaman lawang lo ahh len! Hahahaha canda lena sayang! Lo temen paling baik" kata Kimi dengan senyum manisnya
"Yaelah gua banci lo germonya ya len? Hahaha lawak lo ahh gara-gaa Jery nih otak lo somplak sebelah! Hahaha bahagia banget Kim bisa liat lo senyum gini" kata Lena sambil memeluk Kimi
*Kimi hanya tersenyum dan memeluk Lena kembali*
"Gua lebih bahagia kalo lo senyum len itu bisa ngurangin beban gua. Lo harus liat gua senyum terus biar lo gak tau rasa sakitnya jd gua. Lo gak boleh tau. Biar gua yg ngerasain semuanya Len" kata Kimi dalam hati

Setelah perbincangan usai. Mereka langsung berlari menuju kelas. Dan tak lama Pak Topo datang dengan wajah menyeramkannya. Kimi woles dengan semua keadaan. Ia membuang semua perasaannya kepada Jery saat itu. Saat Pak Topo menjelaskan materi Kimi begitu serius dan melupakan semuanya.

Jam demi jam berlaru. Saat sedang serius belajar, Kimi kembali kepo dengan wanita yang ada di avatar Jery. Akhirnya pikiran Kimi bercabang kembali. Materi yang disampaikan oleh gurunya tak ada yang ia dengar. Saat sedang membuka twitter Jery tangan Kimi berubah menjadi dingin dan hati terasa sesak. Saat melihat avatar Jery yang dirangkul oleh seorang wanita hati Kimi begitu sakit. Kimi kembali menangis.

Bel istirahatpun berbunyi. Kimi langsung pergi kekantin. Ia langsung berlari menuju bapak penjual minuman. Saat dijalan menuju kantin, Kimi melihat Jery bersama teman-temannya. Jery tersenyum kepadanya, tp Kimi hanya membuang muka dan bersikap datar, seolah diatara mereka tidak ada apa-apa.

"Pak saya beli aqua yaa satu" kata Kimi sambil tersenyum
"Nih neng Kimi aquanya. Tumben Kimi gak berduaan sama Jery?" tanya penjual minuman
"Jerynya lagi sibuk Pak. Dia mana ada waktu buat saya? Sayakan cuma sampah dihidup dia!" Kata Kimi sambil tersenyum
"Neng kok ngomongnya gitu cerita sama Bapak sini" kata penjual minuman dengan lembut
"Gak apa-apa kok Pak. Ohh iya kalo Jery nanti nanya saya kenapa tolong bilang ke dia ya Pak. Kalo punya hati dijaga. Gak malu sama celana? Apa perlu ganti rok? Jangan suka nyakitin perasaan cewe. Udah Pak itu aja. Makasih ya Pak" kata Kimi sambil tersenyum manis

*tak lama Jery membeli minuman*

"Pak beli cocacola satu dong" kata Jery
"Ini Jer cocacolanya. Oh iya Jer, td situ dapet pesen dari Kimi" kata penjual minuman
"Pesen apaan dah?" Kata Jery
"Kata Kimi, kalo punya hati dijaga. Gak malu sama celana? Apa perlu ganti rok? Jangan suka nyakitin perasaan cewe." Kata penjual minuman

*Jery hanya terdiam*

"Kok lo didiemin makin lama makin kurang ajar Kimi. Gak bisa didiemin lo Kim! Liat nanti pulang sekolah" kata Jery dalam hati

Bel masukpun berbunyi. Keadaan sekolah kembali sunyi. Jam demi jam pun berlalu. Akhirnya bel pulang berbunyi. Kimi bergegas membereskan semua buku-buku pelajarannya. Saat semua beres Kimi bergegas menuju pintu kelasnya. Saat hendak keluar kelas Kimi dikejutkan dengan kehadiran Jery dengan muka yang sangat marah.

"Lo ikut gua sekarang!" Kata Jert dengan nada kasar
"Lo mau apa lagi? Mau nyakitin gua lagi?" Kata Kimi dengan sinis

Jery tidak menghiraukan omongan Kimi, malahan Jery menarik tangan Kimi. Kimi diseret layaknya anak kecil yang disuruh pulang oleh orang tuanya. Tangan Kimi begitu sakit dengan genggaman Jery yang sangat keras dan kencang. Akhirnya Kimi melawan Jery ditengah lapangan basket

"Lo anggep gua apa sih? Lo nganggep gua anjing lo seret-seret kaya gini? Lo mau apa? Kurang cukup lo nyakitin gua? Mau nyakitin apa lg" kata Kimi dengan nada tinggi
"Lo ikut gua sekarang!" Kata Jery dengan kasar
"Mau ngapain lagi sih? Mau nyakitin gua lagi? Mau diemin gua lagi? Satu yang harus lo inget lo catet diotak lo GANTI CELANA LO JADI ROK KALO KELAKUAN LO KAYA BANCI" kata Kimi dengan kesal

*Jery hendak menampar Kimi, dengan sigap Kimi menaham tangan Jery*

"Situ mau nampar saya lagi? Silakan tampar saya didepan temen-temen anda! Dan asal anda tau. Avatar anda sudah cukup membuat saya gerah! Anda berani nampar saya lagi? Situ berani sama saya? Jangan mentang-mentang anda cowo saya takut sama anda!"  Kata Kimi dengan kasar
"Weess gede yaa omongan cewe gua satu ini. Apa bukti lo? Avatar gua yang mana? Jangan asal boong!" Kata Jery dengan sinis
"Cape yaa ngomong sama manusia kaya lo. Untung cuma satu!" Kata Kimi sambil berlalu

*Jery pun mengejar Kimi*

"Aku mau anter kamu pulang" kata Jery lembut
"Gak usah udah basi Jer, pulang duluan" kata Kimi dengan lembut
"Please naik kemotor" kata jery sambil menuntun Kimi naik kemotornya

Diperjalanan suasanya menjadi dingin. Suasana menjadi sangat tidak enak. Tiba-tiba Jery membuka pembicaraan. Jery menjelaskan semuanya kepada Kimi kalau wanita yang diavatarnya itu adalah sodaranya. Kimi sempat tidak percaya dengan semua itu. Tapi demi hubungan mereka Kimi akhirnya percaya dengan Jery.

Saat sampai dirumah Kimi langsung mengambil buku diarynya ia menulis apa yang ia rasakan saat itu. Saat menulis buku diarynya ia kembali meneteskan airmata. Ia menangis lagi saat mengingat avatar dan kejadian disekolah.

"Dear Diary....

Hari ini aku bete disekolah. Pelajarannya sih enak semua, tp pas pelajaran aku rada gak konsen gara-gara ngeliat avanya Jery yang dirangkul cewe. Pedih bgt rasanya. Aku sakit banget ngeliatnya. Aku aja gak pernah ngerangkul dia. Kenapa orang lain begitu? Huaaaa sedih. Terus tadi aku berantem sama dia dilapangan sekolah. Dan itu aku malu dan aku nahan nangis disana. Diary apa ini jalan Tuhan agar aku menjadi manusia yang lebih baik?"

SEMINGGU KEMUDIAN

Kimi sudah tak percaya dengan apa yang dilakukan oleh Jery. Akhirnya ia mencari tahu sendiri atas semuanya. Akhirnya semua terungkap. Semua terbongkar. Wanita difoto tersebut bukan sodara jery tetapi kekasih Jery. Hubungan mereka hampir menginjak 5bulan. Kimi sangat sedih dan sangat terpukul. Dan mereka akhirnya putus.

"Aku tau kok kamu udah punya paar sebelum aku. Aku tau kok :") aku sabar aku ikhlas. Mungkin aku emang bukan yang terbaik. Aku gan pantes sama kamu. Aku gak secantik dia. Aku sadar diri kok. Aku ngalah :") aku mundur demi kebahagiaan kamu. Semoga kamu bahagia yaa. Langgeng terus sama pacarnya. Maaf telah menggores kisah cinta kamu sama pacarmu. Aku pergi."

Saat disekolah Kimi seperti mayat hidup. Raga terlihat, tapi jiwa? Jiwanya melayang pergi bebas. Ibaratkan burung yang terbang mencari makan. Johan melihat kondisi Kimi tidak tega. Akhirnya Johan menghubungin pacar jery yg 5bulan.

Saat itu johan tau posisi Kimi telah putus. Akhirnya Johan mengatakan apa yang ia rasakan kepada Kimi. Johan tak mengarapakan Kimi untuk jadi pacarnya. Johan hanya berharap bisa terus bersama Kimi selamanya.

Permasalahan semakin panjang. Wanita tersebut mengajak Kimi bertemu. Saat hendak bertemu Jery melarang Kimi untuk bertemu dengan wanita tersebut. Tapi Kimi tetap bersikeras untuk bertemu dengan wanita tersebut.

Mereka bertemu tepat 1hari sebelum Kimi ulangtahun. Sungguh Kimi sangaat perih waktu itu. 1hari sebelum bertemu dengan wanita tersebut Kimi menulis sebuah surat yang ditujukan kepada Jery dan johan.

Akhirnya hari-hari yang ditunggu-tunggu datang. Kimi bertemu dengan wanita tersebut. Kimi menjelaskan semua kejadian yang terjadi. Dari awal kenal dengan Jery dan akhirnya jadian. Didepan wanita tersebut Kimi menahan air matanya, Kimi berusaha tegar dan ikhlas.

Akhirnya setelah selesai masalahnya, Johan tersenyum dan berkata "Hati-hati ya dijalan jangan ngebut, masalah udah selesai, jangan dipikirin lagi ya. Love you" Kimi hanya tersenyum. Dan langsung membawa motornya dengan kecepatan yang sangat tinggi.

Baru ingin menyebrang nasip sial menimpa Kimi. Tambarakan menimpa dirinya. Johan yang mendengar suara tabrakan tersebut dengan cepat menuju tempat kejadian. Johan sangat panik melihat kondisi Kimi yang sudah berlumuran darah. Kimi hanya tersenyum dan berkata sambil menahan sakit.

"Johan makasih yaa.... aaa... aku sayang sama kamu. Maafin kesalahan aku yang udahn nyampakin kamu... aaaahh.. maafin aku yaaa.. adduuhh. Tolong ambil surat dijok motor aku itu... itu ada surat buat kamu sama buat Jery... Maa...maaa..maafin aku yaa" kata kimi sambil tersenyum

Johan langsung membawa Kimi kerumah sakit terdekat. Saat menunggu dirumah sakit. Kakak Kimi memberikan sebuah buku diarynya kepada Jery. Jery membaca buku diary tersebut. Tak terasa air matanya membasahi pipinya. Perasaan bersalah menghantui dirinya. Setelah membaca buku tersebut Jery membaca surat yang dibuat oleh Kimi

"Hey jery, mungkin kamu baca surat ini aku lg kondisi koma :") hehehe bercanda deng. Aku tau kok kamu udah punya pacar sebelum aku. Aku udah tau kok Jer. Aku ikhals banget. Meskipun sakit tp aku bisa apa? Aku gak bisa berbuat apa2 jer. Yang aku bisa cuma nangis nangis dan nangis. Tapi aku sadar nangis gak nyelesein masalah. Aku berdoa sama Allah aja. Itu udah tenang dan buat aku ikhlas. Kamu langgeng ya sama pacar kamu. Jaga dia baik-baik. Jangan selingkuh lagi. Cukup aku yang ngerasain. Jangan orang lain. Bahagia yaa" setalah membaca surat tersebut jeru hanya bisa menyesal dan terus menyesal

Dan akhirnya Johan membaca surat tersebut

"Hai calon pacar :"), hahaha lawak yaa. Mungkin kamu baca surat ini aku lagi tertidur lelap dengan cantik dikasur :") aku sebenernya sayang sama kamu udah lama. Tapi waktu itu kondisi aku lagi pacaran. Tapi kamu selalu ada buat aku. Merasa bersalah telah campakin kamu. Sayang sama kamu. Meskipun itu telat. Semoga kisah cinta kita abadi disurga yaaa kalo kenyataanya kisah cinta kita gak bisa abadi didunia nyata. Samapi bertemu disurga nanti Johan. Aku tunggu kamu disurga yaa. Heheh bercanda kok kisah kita bakal abadi didunia nyata. Love you more yaa" Johan menangis bahagia membaca surat tersebut

Tak lama Kimi pun sadar dari komanya. Semua menangis terharu. Kimi tersenyum dan berkata "maafin kesalahan Kimi yaa" saat Jery mendekat Kimi hanya bilang

"Bahagia yaa sama pacar kamu yang sekarang. Doa aku menghampirimu" kata Kimi sambil tersenyim

Lalu Johan menghampirinya

"Hai manusia alay..  aduh sakit... bahagia yaa didunia kalo aku gak ada nanti. Macem-macem gua.. aahh.. gua tampol lo dr surga..  uuh sakit.. ohh iya kisah cinta kita abadi yaa disurga. Saaaa....saaa....Sayang lo johan"

Setelah berkata kepada Johan akhirnya Kimi mengakhiri hidupnya dengan senyum menghiasi bibirnya. Semua menangis sangat histeris atas kepergian Kimi. Akhirnya Kimi pergi dengan tenang. Satu persatu org terdekat Kimi mengucapkan doa. Dan tersisa hanya Johan

"Kimi aku tau kamu ngeliat aku. Kamu bahagia yaa di rumah Allah. Kamu bahagia yaa di surga. Tunggu aku yaa di surga. Aku bakal nyusulin kamu. Kisah cinta kita abadi disurga nanti ya Kimi. Sayang kamu malaikat tak bersayap"

Rabu, 13 November 2013

Misteri tak terlupakan

Malam nan indah disinari bulan purnama, cahaya bulan memantulkan bayang-bayang pohon kelapa ditepi pantai, angin semilir bertiup, dari kejauhan tampak titik-titik cahaya dari lampu kapal nelayan.

Sinta sedang duduk diatas pasir sambil menunggu temennya datang. Saat sedang menunggu, ia menikmati suasana malam saat itu. Beberapa saat kemudian ia mendengar suara yang memanggil namanya. Suara itu sangat pelan. Suara itu samar-samar terdengar dikupingnya. Dia sangat penasaran dengan suara itu, tetapi dia mencoba untuk menghiraukan dan tidak memperdulikannya. Sat ia mencoba untuk tenang, suara itu terdengar kembali. Suara itu semakin keras, berbeda dengan yang tadi. Ia mulai takut, bulu kuduk mulai berdiri, ditambah kondisi pantai yang sangat sepi. Semakin lama suara itu semakin keras disertai dengan suara orang tertawa. Pikirannya mulai kacau, ia memikirkan hal yang gaib. Ingin rasanya ia pergi, tetapi hatinya  berkata lain. Dengan rasa takut bercampur dengan rasa penasaran ia mengikuti suara tersebut. Ia berjalan sangat perlahan sambil mengikuti suara yang memanghil namanya. Setelah mengikuti suara tersebut cukup lama, suara tersebut berhenti tepat didepan pohon besar yang tumbuh ditepi pantai. Sinta semakin takut. Ia menyesal telah mengikuti suara tersebut. Perasaan sinta semakin takut. Saat ia hendak pergi meninggalkan pohon tersebut terdengar suara lagi memanggil namanya. Tanpa pikri panjang lagi ia langsung berlari menjauhi pohon tersebut, ia tak berani untuk menengok kebelakang. Ia terus berlari dengan rasa takut menyelimuti dirinya.

Setelah jauh berlari akhirnya rasa lelah menghampirinta. Akhirnya ia beristirahat dibawah pohon kelapa. Saat sedang beristirahat ia dikejutkab dengan suara-suara bising entah darimana. Tak lama suara itupun hilang. Sinta pun sudah sedikit tenang. Saat hendak pulang kerumah, ia dikejutkan oleh seseorang pria bertopeng seram yang membuatnya takut dan berteriak histeris. Tanpa pikir panjang ia langsung berlari menjauhi orang tersebut. Saat berlari ia menelpon temannya, tapi naas nomer temannya tersebut tidal bisa dihubungi. Saat sedang berlari sinta terjatuh dan merasa kesakitan. Ia sudah tak sanggup untik berdiri. Disaat ia sudah sangat lelah orang misterius itu datang kembali. Sinta kembali ketakutan. Dengan rasa takut sinta berkata

"Kamu mau apa?"
*tetapi pria itu haya diam sambil menepuk tangannya*

Setelah pria itu menepuk tangannya tepat diposisi sinta jatuh terdapat lampu-lampu yang dihiasi menyerupai bentuk hati. Sinta sangat bingung dengan semua ini. Hatinya bertanya-tanya. Tak lama pria misterius tersebut membuka topengnya. Sinta kaget ternyata lria dibalik topeng tersebut adalah Roni. Pria yang ia sukai sejak lama. Akhirnya Roni mendekati dirinya. Untuk membantu Sinta berdiri. Untuk membanti Sinta berdiri. Sinta kaget dan hanya terdiam. Tanpa diduga-duga Roni berlutut sambil berkata.

"Sinta sudah lama aku suka sama kamu. Maafin aku udah buat kamu takut seperti ini. Ini udah aku rencanain sama temen-temen aku cuma buat ngomong satu sama kamu. Maukah kamu menjadi pacar aku?"

Sinta hanya terdiam. Saat itu tiba-tiba teman-temannya mendekati lampu tersebut dan berteriak agar Sinta menerima Roni. Akhirnya Sinta menerima Roni menjadi kekasihnya. Sungguh pengalaman yang tidak terlupakan oleh Sinta.