Senin, 02 Juli 2012

MUNGKIN YANG TERBAIK Part4


KEESOKAN HARINYA………….
      Pagi harinya Zahra sangat merasa bersalah dengan semua sifatnya saat ini. Ia tidak pergi kuliah hari ini. Ia hanya terdiam dan termenung didalam kamar. Entah kenapa Zahra ingin sekali menulis surat kepada kekasihnya Jhonatan dan Geby. Dan sebelum menulis surat Zahra menulis semua perasaannya kepada buku diarynya.
      Setelah menulis surat tersebut Zahra bersiap-siap untuk menyiapkan semua perlengkapan yang akan ia gunakan nanti saat acara perpisahan yang akan diselenggarakan café milik Jhonatan. Setelah selesai menyiapkan semuanya Zahra berlatih dengan lagu yang akan dibawakannya nanti saat perpisahan. Dan adiknya ternyata masuk kekamarnya. Dan Robypun ikut berlatih dengan gitarnya.
      Setelah mereka telah siap dengan lagu yang akan dibawakannya Zahra menyuruh adiknya untuk siap-siap. Dan Zahrapun berdandan dengan sangat cantiknya. Saat itu Zahra menggunakan gaun warna putih, dan berdandan sangat sederhanya yang membuat ia sangat menarik. Zahra keluar dari kamarnya dan berteriak memanggil adiknya untuk memberitahukan sesuatu. Dan Roby pun berlari menuju kamar kakaknya.
            “Kenapa kak?” Tanya Roby
            “Lu sini dah sebentar gua mau ngasih tau lu” Kata Zahra
            “Apaan kak?” Tanya Roby bingung
            “Nih lu inget ya de, kalo gua pas ada dirumah sakit entah karena apa gua mohon lu ambil surat di laci meja rias gua ya de, tolong kasih ke Geby sama Jhonatan gua mohon sama lu, kasih surat ini gua mohon sama lu de” Kata Zahra memelas
            “Kak lu kok ngomong gitu sih kak, lu kenapa kak?” Tanya Roby sedih
            “Gak apa-apa kok adek ku sayang, ohh iya de kakak mau bilang makasih banyak ya de sama lu, makasih udah nemenin kakak. I love you de kakak bangga punya adek kaya lu” Kata Zahra sambil memeluk Roby
            “Adek juga bangga sama lu kak, love you too kak Zahra” Kata Roby sambil memeluk Zahra
      Setelah memberikan pesan kepada adiknya Zahra mengajak adiknya untuk cepat-cepat berangkat munuju Café. Zahra didalam mobil kembali terdiam, kembali menundukan kepala kembali bersedih dan menangis. Ia meratapi semua yang telah terjadi dimasa lalu. Roby kembali terhentak melihat kakaknya bersedih seperti itu. Zahra yang dulu ia kenal dengan ketegarannya, sekarang begitu rapuh. Didalam hati Roby berkata “KAK GUA GAK MAU LIAT LU KAYA GINI, KAK ZAHRA GUA MAU LIAT LU TEGAR GUA MAU LIAT LU SENYUM KAK BUKAN NANGIS. GUA TAU KAK PENGORBANAN LU SELAMA INI. GUA BANGGA PUNYA KAKAK KAYA LU KAK, MUNGKIN SEKARANG LU BERADA DITITIK RAPUH LU, TAPI GUA PENGEN LIAT LU SENYUM”
      Setelah sampai ditempat tujuan Zahra dan Roby masuk ke café tersebut. Zahra hanya terdiam saat melihat Jhonatan dan Geby yang sangat dekat. Zahra hanya tertunduk dan menganggap semuanya baik-baik saja. Zahra berjalan dengan sangat anggunnya. Ia duduk didekat Pak Dandi, dan menjauh dari Jhonatan dan Geby. Jhonatan merasa aneh dengan perubahan sikap kekasihnya. Dan akhirnya Jhonatan tidak tahan dengan sikap Zahra dan akhirnya Jhonatan memegang tangan Zahra dan mengajaknya keluar café.
            “Zahra kamu jujur kenapa sih kamu?” Tanya Jhonatan
            “Aku gak kenapa-kenapa kok” Kata Zahra dingin
            “Zahra aku mohon kamu jawab pertanyaan aku Ra, kamu kenapa?” Tanya Jhonatan
            “Tanya sama hati kamu sendiri Jo, maaf aku sibuk lagi males ngurus hal gak penting, dengerin aja lagu yang aku bawain nanti kamu bakal tau aku kenapa” Kata Zahra dengan dingin dan langsung pergi meninggalkan Jhonatan
      Setelah Zahra meninggalkan Jhonatan, Zahra menuju adiknya yang sedang duduk sendiri di teras café. Zahra sangat merasakan sakit yang amat dalam, tapi ia tahan air matanya, ia berusaha tegar dan tersenyum. Zahra pun mulai bersiap-siap untuk bernyayi. Zahra sangat berat meninggalkan café tersebut, tapi ini lah jalan yang harus ia lakukan agar luka hati ini tak terlalu dalam. Dan setelah siap Zahra naik keatas panggung dan mulai memainkan gitarnya..
            “Dan kau hadir merubah segalanya, Menjadi lebih indah, Kau bawa cintaku, Setinggi angkasa, Membuat ku merasa sempurna. Dan membuatku utuh, tuk menjalani hidup, Berdua denganmu selama-lamanya, Kau lah yang terbaik untuk ku.” Penggalan lagu yang dibawakan oleh Zahra
            “Waaaawwww Zahra suaranya bagus banget” Kata salah satu pengunjung
            “Makasih, ohh iya sekarang saya akan bernyanyi mengikuti perasaan yang saya rasakan saat ini. Dan mungkin 2 lagu yang akan saya bawakan ini adalah lagu terakhir yang bisa kalian dengar dari saya. Dengan berat hati saya mengundurkan diri dari café ini. Semoga kalian memaafkan saya jika selama ini saya belum bisa membuat kalian nyawan di café ini. Selamat mendengarkan lagu terakhir dari saya.”
            “Waaaa lagu terakhir?” Tanya Salah satu pengunjung
            Zahra hanya tersenyum dan mulai memainkan gitarnya
            “Semula ku tak yakin, Kau lakukan ini pada ku, meski dihati merasa, kau berubah saat kau mengenal dia
              *Bila cinta tak lagi untukku, bila hati tak lagi padaku, mengapa harus dia yang merebut dirimu, wooo ooo Bila aku tak baik untuk mu dan bila dia bahagia dirimu, aku kan pergi meski hati tak akan rela.
              #Terkadang ku menyesal mengapa ku kenalkan dia padamu” Zahra bernyanyi
            “Waaaa suaranya bikin nangis coy, gila dalem banget” Kata salah satu pengunjung
            Zahra pun lagi-lagi hanya tersenyum sambil menahan air matanya
            “Pergilah kekasihku, Bila itu yang kau mau, Namun mulai saat ini, Aku tak ingin mengenalmu lagi
              Segitu berartikah kekasihku dimatamu, Hingga kau lupa siapa aku, Aku sahabatmu yang selalu mempercayaimu
              *Aku terluka, Sungguh terluka, Tak percaya teganya engkau merebut kekasihku, aku terluka, Sungguh terluka, Tak percaya semudah itu kah arti persahabatan kita
              Inilah akhir persahabatan, Semoga kalian bahagia, uuuuuuua oooooo uuuuuu
            *Aku terluka, Sungguh terluka, Tak percaya Serendah itu kah aku dihargai, Aku terluka sungguh terluka, Tak percaya semudah itu kah arti persahabatan kita
              Tak percaya tapi inilah akhir persahabatan kita” Zahra bernyanyi
            “Waaawwwwwww gila bikin merinding coy suara lu Ra, gila sayang banget kalo lu ngundurin diri dari café ini sayang banget Ra” Kata salah satu pengunjung
            “Hahaha tapi ini saya lakukan demi perasaan saya. Masalah pribadi saya. Jadi sekian dari saya. Selamat berpisah” Kata Zahra dan lalu pergi meninggalkan panggung
      Setelah bernyanyi Zahra membereskan semua perlengkapan yang ia bawa. Roby membantu Zahra membawa semua perlengkapan Zahra kedalam mobil. Zahrapun menyuruh Roby untuk makan malam terlebih dahulu. Roby pun langsung menuruti kata kakaknya. Dan Zahra pun menunggu adiknya di teras depan café. Tak disangka ternyata Jhonatan dan Geby menghampiri Zahra yang sedang duduk sendiri. Saat dihampiri Jhonatan dan Geby, Zahra sibuk dengan Hpnya. Dan tidak memperdulikan kedatangan mereka berdua. Zahra hanya melihat mereka sekilas. Melihat dengan tatapan dingin. Dan akhirnya Geby memulai pembicaraan mereka yang mengakibatkan suasana semakin panas.
            “Zahra kamu kenapa Ra?” Tanya Geby murung
            “Gak apa-apa kok” Kata Zahra dingin
            “Ra aku minta maaf aku salah Ra” Kata Geby sedih
            “Gak ada yang perlu di maafin” Kata Zahra sinis
            “Ra aku tau lagu kamu nyindir aku, aku minta maaf Ra aku ngaku salah” Kata Geby sedih
            “Hah? Apaan gak jelas deh” Kata Zahra sini
            “Zahra aku sama Geby minta maaf sama kamu, aku ngaku aku salah Ra maafin aku udah nyakitin hati kamu” Kata Jhonatan memelas
            “Hah? Baru sadar kalian? Kemana aja? Tidur selama ini? Haa, sekarang mah gak ada yang harus di maafin, udah basi, klasik banget tau gak sih” Kata Zahra dingin
            “Zahra kamu tuh kenapa sih? Hah? Aku sama Geby baik-baik kesini minta maaf tapi kamu kaya gini? Ini Ra yang gak aku suka dari kamu, kamu tertutup gak kaya Geby yang terbuka kalo ada masalah” Kata Jhonatan sedih
            “Hah? Lu beda-bedain gua? Setiap manusia gak ada yang sempurna, kalo lu melihat sosok kesempurnaan itu didiri Geby ambil Geby putus gua sekarang” Kata Zahra sambil menahan air matanya
            “Zahra dengerin aku dong, aku minta maaf” Kata Geby sambil menangis
            “LU GAK USAH IKUT CAMPUR MASALAH GUA, LU ITU BUKAN SAHABAT GUA, SAHABAT GAK KAYA GINI NUSUK DARI BELAKANG, LU KALO SUKA SAMA COWO GUA BILANG JANGAN KAYA GINI, NUSUK TAU GAK SIH LU HAH? DAN BUAT LU JO MAKASIH LUKA YANG LU KASIH KE GUA, SAKIT JO, SAKIT HATI GUA LU MESRA-MESRAAN SAMA SAHABAT GUA PADAHAL SETATUS LU MASIH PACARAN SAMA GUA” Kata Zahra sambil menangis
            “Tapi Ra…” Kata Geby sambil memegang tangan Geby
            “GAK USAH PEGANG TANGAN GUA LAGI GEB, GUA MUAK SAMA LU GUA MUAK, GUA BENCI LU GEB, GUA BENCI LU, ASAL LU TAU SEBELUM LU JADIAN SAMA KEVIN KEVIN ITU NEMBAK GUA DULUAN, SEBELUM NEMBAK  LU GEB, TAPI GUA TAU LU SUKA SAMA KEVIN, JADI GUA RELAIN KEVIN JADIAN SAMA LU, MESKIPUN SAKIT GEB HATI GUA,  GUA KORBAIN PERASAAN GUA GEB, PERASAAN SUKA GUA SAMA KEVIN, GUA RELAIN GEB BUAT LU, TAPI APA? LU GINI BALESANNYA? SAKIT GEB SAKIT, LU KAYA GAK NGANGGEP GUA SAHABAT LU GEB” Kata Zahra sambil membentak Geby dan menangis
            Jhonatan pun geram dan hampir menampar Zahra, tapi Zahra membentak Jhonatan
            “TAMPAR GUA JO, TAMPAR. SILAKAN LU TAMPAR GUA, DAN JO GUA MINTA PUTUS DARI LU, GUA UDAH SAKIT HATI DENGAN SIKAP LU JO, GUA MINTA PUTUS” Kata Zahra sambil menangis dan berlari menjauh dari Jhonatan dan Geby
      Saat Zahra berlari ternyata Jhonatan mengejar Zahra, dan Zahra menyadari itu. Zahrapun berlari makin cepat menuju jalan raya. Zahra sangat sedih dan Zahra sangat hancur saat itu. Zahra sangat Muak dengan perbuatan Jhonatan dan Geby sakit hatinya luka hatinya tak bisa terobati lagi.  Zahra berlari sangat cepat dan Zahra tak melihat jalan raya yang sedang ramai, Zahra pun terus berlari dan naas saat Zahra berlari menuju jalan raya ada sebuah mobil sedan yang menabraknya yang mengakibatkan kejadian yang amat fatal.
      Jhonatan terhenti sejenak dan langsung berlari menuju Zahra yang sedang lemah tertidur di aspal yang panas. Jhonatan langsung mengendong Zahra kedalam mobilnya. Roby yang melihat kakaknya yang sudah berlumuran darah hanya bisa terdiam dan menangis. Tak menyangka ini terjadi kepada kakak yang ia sayangi. Sungguh Roby langsung memeluk kakaknya.
      Mobil Jhonatan melaju menuju rumah sakit terdekat. Dan Zahra langsung dibawa kerumah sakit. Keluarga Zahra langsung dihubungi oleh Roby. Roby sangat sedih melihat kakaknya seperti itu. Roby menangis melihat kakaknya sedang tak berdaya. Roby marah dengan perbuatan Geby dan Jhonatan. Roby pun mulai berbicara
            “Ini kan yang kalian mau? Kakak gua sekarat dirumah sakit, keinginan kalian tercapai” Kata Roby sinis
            “Maksud lu apaan?” Kata Jhonatan
            “Udah gak usah belaga bego, gua mau pulang mau ngambil sesuatu dari kakak gua buat lu berdua” Kata Roby sinis
      Setelah berbicara seperti itu Roby langsung mengambil mobilnya dan melaju menuju rumahnya. Hati Roby sangat sedih melihat kakaknya seperti itu, kakaknya sedang melawan maut. Selama perjalanan Roby terus berdoa agar kakaknya selamat. Tak lama Roby sampai dirumah, ia langsung menuju kamar kakaknya dan mengambil surat dan buku diary kakaknya yang terletak didalam laci meja kakaknya. Setelah itu Roby langsung menuju rumah sakit kembali.
      Sekitar satu jam Roby sampai dirumah sakit. Ia langsung memberikan surat tersebut kepada Geby dan Jhonatan, tapi Roby bukan hanya memberi surat kepada Jhonatan tetapi juga buku diary kakaknya. Sungguh Roby memberikan surat dan diary tersebut sambil meneteskan air mata. Roby duduk menyendiri sambil memandangi foto kakaknya yang sedang tersenyum manis, dan air mata semakin deras.
      Setelah mendapatkan surat dan buku diary, Jhonatan mengajak Geby untuk membaca bersama buku diary milik Zahra. Jhonatan sungguh takut membaca buku diary milik Zahra. Jhonatan pun tak disangka ikut menangis saat ada foto dirinya dan Zahra terpajang dihalaman pertama buku diarynya. Hati Jhonatan bagaikan teriris saat melihat foto tersebut. Dan akhirnya Jhonatan dan Geby membaca lembar pertama
            “Dear diary…..
              Mungkin ini adalah hari terpahit ku. Tapi ini semua salah ku. Dan aku pantas mendapatkannya. Dia bukan milik ku seutuhnya. Dia milik sahabatku, sahabat baik ku. Ini semua salahku,semua ini seluruhnya salahku. Aku yang bermain api dibelakang sahabat baikku itu. Tak pantas hal ini aku lakukan, dan aku memutuskan untuk menjauhi kekasih sahabatku itu, tapi hati ini tak rela, hati ini tak sanggup, dan tapi semua itu harus aku lakukan, agar dia sahabatku tidak tersakiti, cukup hanya aku yang merasakan semua rasa sakit hati ini. :”(“
            Setelah itu membuka lembar kedua
            “Dear Diary…….
              Diary apakah aku harus terus mengalah demi kebaikan sahabatku Geby? Diary apakah keputusan yang ku ambil saat itu adalah salah? Diary aku jujur aku sangat sayang kepada kekasih sahabat ku. Aku tau diary ini semua salah, ini semua tak mungkin untuk diteruskan. Aku sudah memutuskan untuk menjauhi pria yang aku sayang diry. Itu semua pedih, sakit…. Sakit yang amat sangat, tapi semua itu aku lakukan demi sahabatku Geby….”
            Setelah itu membuka lembar ketiga
            “Dear diary……
              Hari ini aku bahagia sekali. Aku bisa melupakan Kevin. Aku bisa melupakan kenanganku bersama Kevin. Kini aku mulai membuka lembar baru diary. Kini adalah yang mengisi hari-hariku. Meskipun baru pertama kali aku mengenalnya. Dia Jo diary, namanya sih Jhonatan, tapi aku disuruhnya manggil dia Jo. Ya aku sih menurut saja. Ooohhh iya diary aku salah gak sih diary kalo aku mengharap lebih? Hmmm tapi aku gak mau terlalu berangan tinggi takut aku jatuh diary”
            Setelah itu membaca lembar keempat
            “Dear diary………
              Aku mau cerita nih diary. Waktu itu tepatnya 2 minggu yang lalu, yaaaa gitu diary Geby ada masalah, Geby putus sama pacarnya. Yaaaa pacarnya Kevin, Kevin pria yang pernah aku suka diary :”(, Tapi yaa sekarang aku udah ada Jhonatan, jadi aku harus lupain semuanya. Dan kembali ke hati Jhonatan. Ohhh iya Jhonatan 2 minggu ini berubah diary, dia jadi cuek banget sama aku, aku gak tau dia kenapa diary, aku gak tau kenapa dia bisa berubah kaya gini. Aku mau Jhonatan yang dulu diary aku Cuma mau Jhonatan berubah”
            Setelah itu membaca lembar kelima
            “Dear diary…………..
              Kenapa ini semua terjadi kepada ku ya diary? Kenapa diary? Kenapa? Apa mungkin aku mendapatkan KARMA dimasa lalu ku? Diary tapi kenapa saat aku sudah sangat nyama sama Jhonatan? Diary sakit ya rupanya diperlakukan seperti ini, tapikan waktu dulu aku hanya sebentar dengan Kevin hanya satu minggu aku melakukan perselingkuhan ini. Diray mungkin aku salah selama ini, mungkin aku yang salah karena dulu aku bermain api dibelakang Geby, dan sekarang KARMA membalasnya. Tapi aku sangat sakit hati diary dengan perbuatan Geby dan Jhonatan”
            Setelah itu membaca lembar keenam
            “Dear diary….
              Aku merasa sangat sangat sangat bersalah dengan semua sikap ku kepada orang-orang yang aku sayang. Tapi ini aku lakukan karena aku sangat kecewa, sangat sangat sangat kecewa dengan tingkah kedua orang yang aku sayang. Hati ini selalu menangis jika mengingat kejadian itu, menangis terus menerus mengangis diary. Aku merasa hancur saat ingat kejadian itu. Tapi sekarang aku mengikhlaskan semuanya diary. Aku akan tersenyum meskipun hati ku menangis jika mengingat itu. Aku relakan semua kebahagiaan ku diary buat arti sebuah PERSAHABATAN yang sangat aku junjung tinggi”
      Setelah membaca lembar terakhir Geby menangis, ia merasakan sakit yang dirasakan Zahra selama ini, Zahra yang selalu mengalah demi kebahagiaan dirinya. Tapi Ia hanya membalas kebaikan itu dengan kejahatan. Geby sangat merasa bersalah kepada Zahra, ia ingin meminta maaf kepada Zahra. Geby amat merasa berdosa, telah mengecewakan Zahra. Sungguh air mata Geby adalah air mata penyesalan.
      Begitu pula dengan Jhonatan ia menangis saat tau perasaan Geby yang ia curahkan kepada buku diarynya. Tak menyangka ia telah menyakiti orang yang begitu baik. Sungguh Jhonatan sangat menyesal telah menyakiti hati Zahra yang sudah amat rapuh. Jhonatan menangis sejadijadinya. Sungguh sangat menyesal saat itu. Dan Jhonatan hanya berharap Zahra sadar hari itu juga. Dan Jhonatan akan meminta minta maaf dengan tulus kepada Zahra.
      Dan setelah itu Jhonata dan Geby berjalan ketempat yang berbeda. Masing-masing membaca surat yang dibuat oleh Zahra kepada mereka. Jhonatan memilih di koridor yang gelap dan sunyi untuk membaca surat tersebut, dan Geby memilih taman rumah sakit untuk membaca surat tersebut. Hanya air mata yang menemani mereka saat membaca surat tersebut.
            “Dear Jhonatan Si Pangeran Soang :D”
              Hai sayang maaf ya beberapa minggu ini aku bersikap dingin sama kamu. Tapi aku melakukan ini ada alasannya Jo, waktu itu 2 minggu loh Jo setelah kamu kenal sahabatku Geby, Iya aku tau dia lebih cantik dari pada aku, dan mungkin kamu menyukainya atau mungkin menyayanginya Jo. Ohh iya 2 minggu setelah kamu mengenal Geby sikap kamu ke aku berubah Jo, kamu bersikap dingin, cuek, dll. Aku bingung Jo kenapa kamu bisa berubah kaya gitu. Aku bener-bener gak tau Jo, makannya saat itu aku pergi ke café kamu, dan aku dapet kabar kalo kamu 2 minggu itu jalan terus sama Geby, dan kamu tau gak sih Jo perasaan aku saat itu? Apa kamu tau Jo? Hah? Aku rasa sih gak tau Jo. Sakit Jo hati aku sakit banget. Dan kamu tau Jo aku saat itu mergokin kamu Jo lagi mesra-mesraan sama Geby Jo, aku nangis Jo liat tingkah kamu. Aku tuh hancur Jo, tapi kamu gak peduliin aku Jo, Seharusnya kamu jujur Jo kalo kamu sudah tidak mencintai aku, aku akan merelakan kamu Jo. Ohh iya Jo, aku bahagia Jo kamu bisa jadian dibelakang aku sama Geby. Love you Jo:”)”
      Jhonatan pun menangis saat membaca surat tersebut. Tak menyangka segitu jahatnya kah dirinya. Sungguh Jhonatan merasa sangat bersalah kepada Zahra. Jhonatan telah mengecewakan orang yang telah menyayanginya sepenuh hati. Jhonatan hanya bisa berdoa agar Zahra cepat sadar dan selamat dari maut.
            “Dear Geby Si Imut Sahabatku :D
              Hai Geby si cewe imut, makasih ya selama ini kamu udah jadi sahabat aku sahabat baik aku. Ohh iya Geb makasih ya udah buat luka dihati aku, karna kamu udah ngerebut kekasih aku. Ohh iya Jhonatan itu sebetulnya pacar aku loh. Hehehehe, ehmmm tapi sekarang udah kamu rebut cantik :). Hehehehe gak apa-apa kok sekarang aku udah bisa nerima semuanya. Ohh iya aku belum cerita ya, Sebelum jadian sama kamu Kevin itu nembak aku tapi aku tolak geb, aku tau kamu suka sama Kevin, jadinya aku tolak Kevin buat jadi pacar aku, padahal jujur aku tuh suka banget sama Kevin dan sempet TTMan saat kamu udah jadian sama Kevin, tapi itu gak sampe jadian Geb, aku masih hargain perasaan kamu Geb karena kamu sahabat aku :”) sahabat terbaikku Geb :”). Aku gak mau buat kamu nangis Geb makannya aku menjauh dari Kevin, dan memilih kesibukan yang lain. Maaf ya Geby aku harus jujur sama kamu, hehehehe :”) Geby aku ikhlas kok sekarang kamu jadian sama Jhonatan. Semoga cinta kalian abadi ya dan bahagia tanpa harus ada aku lagi. Love You Geby :)”
      Geby pun menangis saat membaca surat dari Zahra, sungguh ia merasakan sakitnya hati Zahra saat merelakan semuanya direbut oleh Geby. Sungguh Geby merasa tak layak menjadi sahabat Zahra yang berhati malaikat. Yang selalu mengalah demi sahabat. Geby merasa sahabat paling buruk, ia tak layak untuk bertemu lagi dengan Zahra yang telah begitu baik kepadanya.
12 JAM KEMUDIAN
      12 Jam pun berlalu. Zahra pun juga belum siuman dari komanya. Seluruh keluarga cemas menunggu keadaan Zahra saat itu. Hanya doa dan air mata yang mereka tunjukan. Sungguh suasana haru menyelimuti benak mereka samua. Roby yang baru dekat dengan kakaknya merasa sangat kehilangan, ingin kakaknya cepat bangun dari koma. Roby terus menerus memanjatkan doa untuk kakaknya. Roby ingin melihat senyum dari kakaknya kembali.
      Sekitar 2jam Zahra pun siuman. Keluargapun ingin segera melihat Zahra kembali. Tetapi hanya 2 orang saja yang boleh masuk, dan itu harus bergantian, tidak boleh bersamaan. Pertama yang masuk adalah ayah dan ibu Zahra. Sungguh Ibu Zahra hanya bisa menangis dengan keadaan Zahra. Dan Zahra pun mulai berbicara.
            “Ma Pa maafin Zahra ya selama ini Cuma nyusahin mama sama papa, bukan maksud Zahra ma pa ngerepotin kalian. Sekali lagi maafin Zahra ya Ma Pa. Zahra sayang sama kalian” Kata Zahra dengan suara pelan, terbata-bata dan sambil menangis
            “Iya sayang mama sama papa maafin kamu kok, kamu yang kuat ya sayang, kamu harus kuat, kamu harus sembuh sayang mama sedih liat kamu begini” Kata Ibu Zahra sambil menangis dan mencium kening Zahra
            “Zahra harus kuat, Zahra harus kuat, papa sama mama doain Zahra, Zahra jangan merasa sendiri ya nak” Kata Ayah Zahra sambil mencium kening Zahra
            Setelah itu orang tua Zahra keluar dan digantikan oleh Roby
            “Roby sayang maafin kakak ya belum bisa banggain kamu, maafin udah ngerepotin kamu de, maafin kakak ya de, kakak sayang sama kamu” Kata Zahra sangat lirih dan mengeluarkan air mata
            “Kakak harus kuat Roby pengen kakak senyum, pengen denger kakak nyanyi, kakak harus sembuh ya, kakak bisa kok ngelewatin ini, Roby selalu doain kakak. Roby sayang kakak” Kata Roby sambil tersenyum dan menghapus air mata Zahra
            Setelah Roby keluar Jhonatan dan Geby pun masuk
            “Geby hy manis maafin aku ya waktu itu bentak kamu, gak maksud kok bentak kamu, aku lagi rapuh waktu itu, yang peduli Cuma ade aku doang Roby, jadinya kau merasa sendiri Geby, maafin aku ya. Aku sayang kamu Geby, aku gak mau persahabatan kita berakhir” Kata Zahra dengan suara lirih dan menangis
            “Seharusnya aku Ra yang minta maaf bukan kamu Ra. Maafin aku ya Ra udah buat hati kamu sakit, aku gak maksud Ra, maafin aku Ra udah rebut kebahagiaan kamu dua kali, maaf Ra maaf banget. Aku juga sayang kamu Ra, aku juga gak mau persahabatan kita berakhir” Kata Geby sambil menangis
            Zahra pun hanya tersenyum sambil menganggukan kepala, lalu berbicara dengan Jo
            “Jhonatan si pangeran soang, maafin aku ya belum bisa jadi yang terbaik, belum bisa jadi yang sempurna maafin aku Jo cuma nyusahin kamu Jo, maafin aku udah egois sama kamu Jo, tapi jujur aku sayang sama kamu Jo, maafin aku waktu itu udah bentak kamu Jo, gak maksud Jo aku bentak kamu kaya gitu” Kata Zahra Lirih dan menangis
            “Ra aku yang harusnya minta maaf Ra, harusnya aku ngertiin kamu, bukan nyakitin kamu kaya gini Ra, maafin aku Ra, maaf Ra Maaf banget Ra, aku pengen kamu ada disisi aku, aku mau kamu nemenin aku Ra, aku mau kaya dulu Ra, aku mau kamu kuat Ra aku mau kamu sembuh. Aku sayang kamu ra” Kata Jhonatan sambil menangis dan memeluk Zahra
            Zahra hanya tersenyum dan melepas pelukan Jhonatan
            “Kalian gak usah minta maaf aku udah maafin kok, ohh iya kalian udah bacakan surat aku? Aku bahagia kalo kalian bahagia, aku relain kalian kok buat menjadi pasangan kekasih. Aku mau ngeliat senyum dari kalian. Aku mau kalian pacaran. Dan saling mengasih dan saling percaya. Aku seneng kalo ngeliat orang disekeliling aku tersenyum, meskipun aku sakit.” Kata Zahra sambil menyatukan tangan Jhonatan dan Geby
      Setelah menyatukan tangan Jhonatan dan Geby, ternyata Zahra menutup matanya dan ternyata detak jantungnya melemah. Jhonatan langsung berteriak memanggil dokter. Dan akhirnya dokter pun memeriksa Zahra. Sekitar 1 jam ternyata nyawa Zahra telah tiada. Zahra Sadar dari koma hanya untuk meminta maaf kepada orang-orang yang ia kasihi.
      Setelah mengetahui Zahra tidak bisa tertolong seluruh keluarga sangat kaget dan berteriak histeris. Terutama ibu Zahra yang masih tak menyangka jika Zahra telah tiada. Roby hanya duduk lemas seperti mayat hidup menyadari kakaknya telah tiada. Hati Roby begitu hancur. Tak menyangka ini semua akan terjadi. Kakak yang ia sayang kini telah benar-benar tiada.
      Geby yang mendengar kabar tersebut hanya bisa menangis dan terus menangis. Ia tak menyangka Zahra akan meninggalkan dia, setelah mengucapkan kata-kata terakhirnya. Geby masih tak menyangka semua ini akan terjadi, kejadian itu begitu cepat bagi Geby. Dan Jhonatan hanya terbujur kaku sambil melihat Jasad Zahra yang sedang tertidur pulas. Jhonatan hanya bisa menangis dan merasa bersalah dengan apa yang ia perbuat.
      Dan setelah itu semua bergegas membawa Zahra kerumah duka, sungguh seluruh kerabat dekat Zahra merasakan duka yang amat dalam. Semua merasa terpukul dengan meninggalnya Zahra yang sangat teragis. Setelah sampai di rumah duka Jasad Zahra dimandikan dan dipakaikan kain kafan.
      Setelah itu Jhonatan melihat wajah kekasihnya untuk terakhirkalinya. Sungguh Zahra sangat cantik, ia memberikan senyuman tipis, dan wajahnya yang cerah. Hati Jhonatan menjadi tenang, meskipun air mata mengalir dari kedua pipinya. Jhonatan hanya tersenyum untuk membuat Zahra bahagia dialam sana.
      Setelah itu jasad Zahra di solatkan Jhonatan dan Roby ikut menyolatkan jasad Zahra. Sungguh saat itu banyak yang mendoakan Zahra agar tenang dialam sana. Agar Zahra pergi dengan tenang tanpa memikirkan orang yang ia tinggalkan. Setelah disolatkan Jasad Zahra dimakamkan. Suasana yang tercipta begitu mengharukan. Setelah dimakamkan semua kerabat mengirim doa kepada Zahra. Dan tersisa hanya Jhonatan yang masih bersedih. Jonatan berkata..
            “MUNGKIN AKU UDAH SALAH NYAKITIN ORANG SEBAIK KAMU, SESUNGGUHNYA AKU TIDAK IKHLAS ATAS KEPERGIANMU, AKU MENCOBA UNTUK IKHLAS AGAR KAU TENANG DIALAM SANA. AKU TAK AKAN PERNAH LUPA KASIH SAYANGMU TERHADAPKU. AKU MENGANGGAPMU KEKASIH SEJATIKU CINTA ABADIKU. AKU AKAN SELALU MENDOAKANMU DI SETIAP PERJALAN HIDUPKU. CINTA YANG AKU PUNYA UNTUKMU ADALAH CINTA YANG ABADI TAK AKAN PERNAH BISA TERHALANG OLEH WAKTU. MUNGKIN YANG TERBAIK, KAMU HARUS PERGI MENINGGALKANKU, AGAR KAMU KEKAL ABADI DIDALAM HATIKU”

MUNGKIN YANG TERBAIK Part3


4 BULAN KEMUDIAN
      Hubungan Zahra dan Jhonatan terjadi selama 4 bulan. Mereka sangat menikmati masa-masa mereka berpacaran. Entah kenapa mereka merasakan kenyamanan yang sangat mendalam. Zahra selalu ditemani oleh Jhonata saat Zahra pergi. Tapi terkadang Jhonatan hanya mengantarkan Zahra saat Zahra kuliah, karena kesibukan Jhonatan di kantornya. Zahra sangat mengerti kesibukan Jhonatan, dan begitu pula sebaliknya Jhonatan juga mengerti keadaan Zahra.
      Saat itu pagi hari, dengan matahari yang sangat terik. Zahra sedang berada dikantin menikmati segelas jus jeruk yang telah ia pesan. Saat sedang menikmati jes jeruk yang ia pesan, Hpnya berdering dan ia buru-buru melihatnya. Ternyata pesan tersebut dari Geby yang menanyakan keberadaannya dimana. Dan buru-buru Zahra membalasnya. Tak lama Geby datang menghampirinya dan memberikan kabar buruk kepada Zahra. Geby memberi tuhukan kabar tersebut dengan menangis, dan membuat Zahra menjadi merasa bersalah.
            “Zaaaahhhhhhhhrrrrraaaaa” Kata Geby sambil menangis
            “Kenapa Geby? Kok kamu nangis?” Tanya Zahra sambil memeluk Geby
            “Zahra aku, aku, aku……” Kata Geby terbata-bata
            “Iya kamu kenapa Ra?” Tanya Zahra sambil menenangkan Geby
            “Aku putus Ra sama Kevin, aaaaaa Zahra aku masih sayang sama Kevin” Kata Geby sambil memeluk Zahra
            “Loh kok bisa sih Geby kamu putus? Apa alasannya kamu putus sama Kevin?” Tanya Zahra
            “Aku.. Aku.. Aku juga gak tau Ra masalahnya apa, tiba-tiba dia bilang putus ke aku Ra, Aaaaaa Zahra masih gak rela buat putus” Kata Geby
            “Udah ahhh jangan nagis lagi Gebynya. Geby harus rela buat ngelepas Kevin. Aku tau kok emang berat buat lupain Kevin bagi kamu Geby, apa lagi kamu udah 2 tahun pacaran sama dia. Tapi perlahan kamu pasti bisa kok lupain Kevin. Geby yang sabar ya, inget aja ada KARMA kok yang bales” Kata Zahra sambil menghapus air mata Geby
      Setelah kejadian itu Zahra menjadi merasa bersalah kepada Geby. Baru pertama kali ia melihat Geby sedih seperti ini. Zahra sangat tak tega dengan keadaan Geby saat ini. Zahra mengerti keadaan Geby saat ini, tapi saat ini Zahra bingung harus berbuat apa. Zahra saat itu benar-benar bingung dengan apa yang harus ia perbuat saat itu. Zahra ingin membuat Geby tersenyum dan akhirnya Zahra mengajak Geby untuk pergi ke café milik Jhonatan. Kebetulan ia tidak sedang bertugas untuk bernyanyi, oleh karna itulah Zahra bisa puas menemani Geby.
      Sore harinya Zahra menjumput Geby dirumahnya dan mengajaknya jalan-jalan. Dan setelah Geby siap, mereka berdua langsung menuju ke café. Di dalam mobil Geby hanya menundukan kepala dan menangis. Zahra sangat prihatin dengan keadaan Geby yang sekarang. Zahra hanya bisa menggelengkan kepalanya saat melihat keadaan Geby. Dan saat berada di parkiran café, Zahra turun terlebih dahulu dari mobil lalu masuk kedalam café untuk berbicara sebentar dengan Jhonatan. Dan Jhonatan mengiyakan keinginan kekasihnya itu.
      Dan setelah berbicara dengan Jhonatan Zahra keluar dari café dan mengajak Geby untuk keluar dari mobil, dan mengajaknya kedalam café untuk makan malam. Geby pun menuruti keinginan Zahra. Dan saat mereka berdua terlah duduk dimeja yang Zahra pesan. Dan saat mereka sedang duduk mata Zahra melihat menu makanan, sedangkan mata Geby tertuju pada sosok pria tampan yang sedang berdiri berbicara dengan Kariyawannya. Geby pun bertanya kepada Zahra. Dan Zahra pun mengenalkannya kepada Geby
            “Geby ini Jhonatan, Jhonatan ini Geby” Kata Zahra sambil tersenyum
            “Geby” Kata Geby sambil tersenyum
            “Jhonatan, panggil aja saya Jo” Kata Jhonatan sambil tersenyum
            “Ohhh iya salam kenal ya Jo” Kata Geby sambil tersenyum
            “Ohh iya salam kenal juga ya, ohh iya saya harus balik kerja dulu” Kata Jhonatan
      Setelah Geby dan Jhonatan berkenalan, raut wajah Geby menjadi berubah, yang tadinya cemberut, kesal, sedih, kini menjadi raut wajah yang begitu bahagia. Zahra merasa bahagia sahabatnya kembali tersenyum. Dan sebetulnya dari sinilah masalah baru muncul yang mengakibatkan masalah yang sangat besar……
2 minggu kemudian
      Detik berganti menit, menit berganti jam, jam berganti hari, hari pun berganti minggu, minggu perminggu di bulan ini terasa amat berat bagi Zahra. Cobaan didalam hubungannya terasa amat sangat berat. Jhonatan 2minggu ini tidak ada kabar, dan sekalinya ada kabar hanya menanyakan kabar Zahra, dan setelah tau kabar Zahra Jhonatan pun tak ada kabar lagi. Sungguh sepi hari-hari Zahra 2 minggu ini. Jhonatan tak pernah menemaninya lagi. Zahra sagat merasakan perubahan di dalam diri Jhonatan.
      Malam harinya Zahra mengurung diri dikamar. Ia menunggu kabar dari Jhonatan yang tak kunjung datang menghampirinya. Zahra sangat khawatir dengan Jhonatan. Jhonatan kini berubah entah apa yang membuat Jhonatan berubah seperti ini. Zahra pun bingung harus berbuat dan bertindak apa. Dan akhirnya ia mengambil buku diarynya dan bercerita…
      Setelah menulis diary Zahra terlelap tidur dan terbangun tepat jam 12 malam. Ia langsung melihat Hpnya dan tetap tidak ada pesan dari Jhonatan. Sungguh Zahra merasakan hal yang aneh terhadap Jhonatan, tapi ia juga merasa aneh terhadap Geby yang selalu menjauh dari dirinya 2 minggu ini. Zahra merasa curiga dengan mereka berdua, tapi ia tetap berfikiran yang positif agar tak ada yang salah sangka.
      Esok harinya Zahra ke café milik Jhonatan, dan saat sampai disana tak ada sosok Jhonatan disana, dan akhirnya Zahra bertanya kepada teman dekat Jhonatan yang kebetulan ada disana, tapi temannya tersebut juga tak tau Jhonatan dimana. Zahra mencoba menelpon Jhonatan tapi telpon Zahra dimatikan oleh Jhonatan. Zahra merasakan sangat kecewa dengan sikap Jhonatan yang sangat dingin kepadanya. Dan tiba-tiba seorang kariyawan menghampirinya.
            “Misi mbak, mbak itu bukannya pacarnya Pak Jo ya?” Tanya kariyawan tersebut
            “Iya saya pacarnya Pak Jo, kenpa?” Kata Zahra sambil tersenyu
            “Tapi mbak jangan bilang kalo saya ya yang ngasih tau keberadaannya Pak Jo, tadi saya denger pembicaraan Pak Jo mbak dari cewe, dia lagi janjian mbak di restaurant deket taman kota, dan orang itu kayanya temennya mbak deh yang waktu itu dateng berdua sama mbak makan disini, soalnya 2 minggu ini Pak Jo sering jalan sama cewe itu. Maaf ya mbak saya bilang kaya gini, soalnya saya kasian sama mbak, terus saya mau cerita tapi mbak udah jarang nyanyi disini” Kata kariyawan tersebut
            “Iya gak apa-apa kok saya juga gak bakal bilang sama Pak Jo, makasih ya udah kasih tau saya keberadaan Pak Jo dan semuanya, makasih banget saya sama kamu, gak bakal saya lupain kebaikan kamu, saya pergi duluan ya, sekali lagi makasih loh” Kata Zahra sambil tersenyum menahan tangis
      Setelah tau keberadaan Jhonatan Zahra langsung pergi menuju restaurant yang disampaikan kariyawan tersebut. Zahra mengendarai mobilnya dengan sangat cepat, ia ingin cepat-cepat sampai di restaurant tersebut. Zahra ingin sekali sampai disana dengan tepat waktu. Zahra hamper menangis didalam mobil, tapi ia tetap berpikiran kalau tidak terjadi apa-apa. Setelah sampai Zahra langsung menuju area parkir, untuk memparkir mobilnya.
      Setelah itu Zahra langusung berlari menuju restaurant. Saat didalam restaurant Zahra terhentak, melihat tingkah Jhonatan dan Geby bermesraan. Zahra hanya terdiam saat itu, ia langsung mengambil Hpnya untuk mengambil foto kemesraan Jhonatan dan Geby. Sungguh hati Zahra sangat sakit dengan perbuatan 2 orang yang ia sayangi tersebut. Setelah berhasil mengambil foto mereka Zahra langsung keluar menuju area parkir, setelah itu ia langsung mengendarai mobilnya dengan sangat cepat.
      Setelah sampai dirumah ia langsung berlari menuju kamarnya. Zahra langsung mengunci pintu kamarnya. Zahra pun menangis setelah menahan air matanya sedari tadi. Sungguh sakit hati Zahra dengan sikap yang ditunjukan Geby dan Jhonatan. Sungguh Zahra tak menyangka ini semua terjadi kepada dirinya. Zahra hanya bisa menangis untuk saat itu. Zahra sungguh sakit hati dan hanya bisa menangisi semua yang telah terjadi. Zahra langsung mengambil buku diarynya dan menulis sesuatu didalamnya.
      Setelah menulis diary, Zahra pun kembali terdiam, kembali termenung, kembali bersedih. Zahra sangat sakit hati kepada Geby dan Jhonatan. Zahra tak menyangka ini semua akan terjadi sungguh sakit hati Zahra. Semalaman Zahra hanya menangis dan tak pernah keluar dari kamar. Zahra satu hari ini tidak pernah keluar dari kamar. Ia hanya mengurung diri dikamar. Dan Zahra keluar kamar jika ia ingin berangkat kuliah sehabis itu ia langsung mengunci diri dikamar.
3 MINGGU BERIKUTNYA
      3 minggu berlalu, Zahra menjadi orang yang sangat tertutup, dingin, dan jutek. Zahra sangat menutup diri dari orang lain saat itu. Zahra hanya bicara seperlunya dan sehabis itu ia kembali terdiam membisu. Zahra masih merasakan kekecewaan yang amat mendalam dalam dirinya. Zahra masih tak menyangka apa yang terjadi pada dirinya saat ini.
      Saat berada dikantin kampus ia dihampiri oleh Geby. Zahra hanya memberikan senyum simpul kepada Geby. Geby pun merasa aneh dan mencoba bertanya kepada Zahra, tapi Zahra hanya terdiam. Zahra hanya terdiam dan bersikap dingin. Geby merasa aneh dengan perubahan sikap Zahra yang sangat derastis seperti ini. Geby merasa ada yang aneh dengan perubahan sikap Zahra saai tu. Geby akhirnya memulai pembicaraan kepada Zahra.
            “Zahra kamu kenapa?” Tanya Geby
            “Hah? Gua baik-baik aja kok” Kata Zahra dengan dingin
            “Kok kamu gini sih Ra?” Tanya Geby lagi
            “Gini gimana? Gua biasa aja kali” Kata Zahra dengan sangat dingin
            “Aku kaya ngerasa beda sama kamu Ra” Keluh Geby
            “Udah ngomongnya? Kalo udah gua mau pergi nih!” Kata Zahra dingin
            “Ra kamu kenapa jujur Ra?” Tanya Geby
            “Cepat atau lambat lu tau kenapa gua gini” Kata Zahra dengan dingin lalu pergi
      Setelah meninggalkan Geby sendirian dikantin, Zahra berlari menuju taman kampus. Ia kembali menyendiri di taman tersebut, terdiam tanpa melakukan apapun. Zahra duduk memandang danau yang indah. Zahra menangis ditaman tersebut. Sungguh hati Zahra masih sakit jika melihat wajah Geby. Dulu ia sangat sayang kepada Geby, tapi semenjak kejadian itu rasa sayang sebagai sahabat lama kelamaan makin memudar.
      Setelah menenangkan diri Zahra menelpon adiknya. Setelah berbicara panjang lebar lewat telpon akhirnya Zahra mengajak adiknya ketemuan. Roby akhirnya menjemput Zahra dikampus. Roby merasa kasihan melihat keadaan kakaknya yang sekarang, sungguh Roby tak tega, tapi ia tak tau harus berbuat apa. Roby hanya terdiam saat didalam mobil. Zahra pun tertunduk sambil menangis. Sungguh banyangan itu masih ada. Bayangan Geby dan Jhonatan bermesraan. Zahra mengajak adiknya ke restaurant yang sering mereka kunjungi.
      Setelah sampai Zahra langsung turun dari mobil dan masuk kedalam restaurant tersebut. Zahra memilih meja paling pojok dan mendapatkan pemandangan yang romantis. Sungguh tak disangka oleh Roby setelah memilih meja dan duduk kakaknya kembali meneteskan air mata. Tak lama Zahra pun menghapus air matanya dan lalu memesan makanan. Dan saat menunggu makanan yang mereka pesan siap Zahra mulai berbicara.
            “De gua jahat ya?” Tanya Zahra sambil menunduk
            “Lah lu kenapa kak tiba-tiba ngomong gitu?” Kata Roby bingung
            “Gak de, gua ngerasa gua dapet karma sekarang!” Kata Zahra sedih
            “Lah kenapa kak? Lu jarang cerita lagi sama gua, mana gua tau kaka pa masalah lu? Gua Cuma baca doang dari tweet tweet lu yang galau, tapi lu setiap gua tanya kenapa pasti lu jawab gak apa-apa, kak cerita sama gua” Kata Roby
            “Lu tau Jhonatan kan de? Cowo gua? Lu tau kan, dia selingkuhin gua de, dan selingkuhnya itu sama Geby de” Kata Zahra sambil menangis
            “Kak jadi lu diselingkuhin? Lu yakin?” Tanya Roby kaget
            “Yakin de, lu liat aja di hp gua, terus lu buka galeri dan lu liat disitu ada foto Jo sama Geby” Kata Zahra sambil menangis
            “Kakak sabar ya, jangan nangis terus gua gak tega kak liat lu begini, kakak yang kuat ya ini cobaan kak buat lu, dan ini pelajaran buat lu. Lu ngerasain kak jadi Geby meskipun Geby gak pernah sadar perlakuan lu sama dia kak, kak gua ngerti kok kaka pa yang lu rasain, tapi lu juga jangan nangis terus kak, lu jangan dingin sama orang disekitar lu” Kata Roby sambil memeluk Zahra
            “Tapi de, gua gak pernah ngambil cowonya Geby sama kaya gini de, lu bayangin dong perasaan gua sakit de sakit. Gua tau gua salah tapi kan juga jangan Jo de” Kata Zahra sambil menangis dibahu adiknya
            “Yang sabar ya kak ini cobaan buat lu, lu harus tegar kak, lu harus kuat jangan lemah, lu pasti bisa kok kak tersenyum meskipun hati lu menangis. Kakak yang gua kenal gak kaya gini kak, Kakak yang gua kenal tegar, sabar, bijak, gak pernah bersikap dingin kak, gua maul u berubah kaya dulu.” Kata Roby sambil menghapus air mata Zahra
      Tak lama makanan yang mereka pesan sudah siap untuk disantap. Dan akhirnya mereka menyantap makanan yang telah mereka pesan. Roby masih melihat air mata mengalir dari ke dua mata kakaknya. Sungguh baru kali ini Roby melihat kakaknya menangis dan sedih seperti ini. Roby ingin melihat kakaknya kembali tersenyum seperti dahulu, penuh canda dan tawa, bukan penuh kesedihan seperti ini.
      Setelah menyantap makanan mereka, mereka memutuskan untuk pulang. Dalam perjalanan menuju rumah, lagi-lagi Zahra tertunduk sambil menangis. Roby pun bingung harus berbuat apa, ia tak bisa banyak berbicara. Setelah sampai dirumah Zahra langsung masuk kedalam kamar dan menguncinya. Zahra berpikir dan memutuskan mengundurkan diri dari café milik Jhonatan. Ia tak sanggup melihat wajah Jhonatan lagi. Luka hatinya masih sulit untuk diobati.
      Pagi harinya Zahra kuliah seperti biasa. Setiap ada Geby Zahra selalu menghindar ia tak ingin luka hatinya lama sembuh dan selamanya akan membenci Geby, ia tak ingin perpecahan menimpa persahabatan yang telah mereka jalin selama mereka masih kecil. Zahra akan mengalah demi kebahagiaan Geby, meskipun itu merenggut kebahagiaannya. Zahra akan mencoba mengikhlaskan semuanya demi persahabatan.
      Sore harinya Zahra pergi ke café untuk mengundurkan diri. Dan ternyata disitu ada Jhonatan. Zahra masih bersikap dingin kepada kekasihnya. Zahra sangat sakit melihat senyum yang terpancar dari wajah Jhonatan. Mata Zahra tetap tertuju kedepan tanpa menghiraukan Jhonatan yang berada disampingnya.
            “Maaf Pak Dandi, saya mau mengundurkan diri dari café ini” Kata Zahra
            “Kamu serius Zahra?” Tanya Pak Dandi
            “Saya serius Pak, saya akan tampil disini besok sore abis itu saya tidak akan pernah tampil disini lagi Pak. Maaf Pak selama saya bekerja disini saya kurang memuaskan Bapak” Kata Zahra
            “Jujur saya sangat kecewa dengan keputusan kamu yang mengundurkan diri, tapi itu hak kamu Ra, kamu berhak untuk mengundurkan diri kapan saja. Saya sangat puas dengan kinerja kamu saat ini Ra” Kata Pak Dandi
      Setelah mengundurkan diri Zahra meminta izin untuk pulang. Tapi Pak Dandi menyuruhnya menunggu sebentar. Pak Dandi berjalan menuju ruangannya, dan mengambil sebuah gitar kesayangannya. Lalu Pak Dandi memberikannya kepada Zahra yang telah berjasa untuk kemajuan café tersebut. Zahra terharu dengan perbuatan Pak Dandi, setalah itu ia langsung mengucapkan terima kasih dan lalu pergi. Saat ingin berjalan keluar ternyata ia dijegat oleh Jhonatan.
            “Ra aku mau ngomong” Kata Jhonatan sambil memegang tangan Zahra
            “Gak ada yang harus diomongin lagi” Kata Zahra sambil melepas tangan Jhonatan lalu pergi
      Setelah itu Zahra langsung berlari menuju mobilnya dan pergi pulang. Diperjalanan Zahra hanya bisa terdiam dan termenung. Ia benar-benar muak dengan semuanya. Zahra ingin cepat-cepat hari esok agar ia terlepas dari baying-bayang Jhonatan. Zahra sangat terluka dengan semuanya. Saat itu Zahra kembali menagis didalam mobilnya. Entah kenapa dia sangat rapuh, ia merasa jika ia yang sekarang buka ia yang dulu. Zahra sangat merasakan perbedaan itu.
      Saat setelah sampai dirumah, Zahra hanya bisa terdiam dan menatap langit dari balkon kamarnya. Lagi-lagi ia menangis dan berkata dalam hati “JIK A MEMANG AKU HARUS HANCUR DEMI KEBAHAGIAN SAHABATKU, AKU RELA HARUS HANCUR DEMI PERSAHABATANKU, DAN SEMOGA JALAN INI JALAN YANG TERBAIK UNTUK AKU, KAMU, DAN DIA. SEMOGA KALIAN BAHAGIA AKU AKAN TERSENYUM BUAT KALIAN MESKIPUN HATIKU MENANGIS DAN MENJERIT PERIH, TAPI SEMUA ITU AKAN KU TAHAN KARENA AKU TAK PERNAH SENDIRI MENGHADAPI SEMUA MASALAH INI”
BERSAMBUNG…………