KEESOKAN
HARINYA………….
Pagi harinya Zahra sangat merasa bersalah
dengan semua sifatnya saat ini. Ia tidak pergi kuliah hari ini. Ia hanya
terdiam dan termenung didalam kamar. Entah kenapa Zahra ingin sekali menulis
surat kepada kekasihnya Jhonatan dan Geby. Dan sebelum menulis surat Zahra
menulis semua perasaannya kepada buku diarynya.
Setelah menulis surat tersebut Zahra
bersiap-siap untuk menyiapkan semua perlengkapan yang akan ia gunakan nanti
saat acara perpisahan yang akan diselenggarakan café milik Jhonatan. Setelah selesai
menyiapkan semuanya Zahra berlatih dengan lagu yang akan dibawakannya nanti
saat perpisahan. Dan adiknya ternyata masuk kekamarnya. Dan Robypun ikut
berlatih dengan gitarnya.
Setelah mereka telah siap dengan lagu yang
akan dibawakannya Zahra menyuruh adiknya untuk siap-siap. Dan Zahrapun
berdandan dengan sangat cantiknya. Saat itu Zahra menggunakan gaun warna putih,
dan berdandan sangat sederhanya yang membuat ia sangat menarik. Zahra keluar
dari kamarnya dan berteriak memanggil adiknya untuk memberitahukan sesuatu. Dan
Roby pun berlari menuju kamar kakaknya.
“Kenapa kak?” Tanya Roby
“Lu sini dah sebentar gua mau ngasih
tau lu” Kata Zahra
“Apaan kak?” Tanya Roby bingung
“Nih
lu inget ya de, kalo gua pas ada dirumah sakit entah karena apa gua mohon lu
ambil surat di laci meja rias gua ya de, tolong kasih ke Geby sama Jhonatan gua
mohon sama lu, kasih surat ini gua mohon sama lu de” Kata Zahra memelas
“Kak
lu kok ngomong gitu sih kak, lu kenapa kak?” Tanya Roby sedih
“Gak
apa-apa kok adek ku sayang, ohh iya de kakak mau bilang makasih banyak ya de
sama lu, makasih udah nemenin kakak. I love you de kakak bangga punya adek kaya
lu” Kata Zahra sambil memeluk Roby
“Adek
juga bangga sama lu kak, love you too kak Zahra” Kata Roby sambil memeluk Zahra
Setelah memberikan pesan kepada adiknya
Zahra mengajak adiknya untuk cepat-cepat berangkat munuju Café. Zahra didalam
mobil kembali terdiam, kembali menundukan kepala kembali bersedih dan menangis.
Ia meratapi semua yang telah terjadi dimasa lalu. Roby kembali terhentak
melihat kakaknya bersedih seperti itu. Zahra yang dulu ia kenal dengan
ketegarannya, sekarang begitu rapuh. Didalam hati Roby berkata “KAK GUA GAK MAU
LIAT LU KAYA GINI, KAK ZAHRA GUA MAU LIAT LU TEGAR GUA MAU LIAT LU SENYUM KAK
BUKAN NANGIS. GUA TAU KAK PENGORBANAN LU SELAMA INI. GUA BANGGA PUNYA KAKAK
KAYA LU KAK, MUNGKIN SEKARANG LU BERADA DITITIK RAPUH LU, TAPI GUA PENGEN LIAT
LU SENYUM”
Setelah sampai ditempat tujuan Zahra dan
Roby masuk ke café tersebut. Zahra hanya terdiam saat melihat Jhonatan dan Geby
yang sangat dekat. Zahra hanya tertunduk dan menganggap semuanya baik-baik saja.
Zahra berjalan dengan sangat anggunnya. Ia duduk didekat Pak Dandi, dan menjauh
dari Jhonatan dan Geby. Jhonatan merasa aneh dengan perubahan sikap kekasihnya.
Dan akhirnya Jhonatan tidak tahan dengan sikap Zahra dan akhirnya Jhonatan
memegang tangan Zahra dan mengajaknya keluar café.
“Zahra kamu jujur kenapa sih kamu?”
Tanya Jhonatan
“Aku gak kenapa-kenapa kok” Kata
Zahra dingin
“Zahra aku mohon kamu jawab
pertanyaan aku Ra, kamu kenapa?” Tanya Jhonatan
“Tanya
sama hati kamu sendiri Jo, maaf aku sibuk lagi males ngurus hal gak penting,
dengerin aja lagu yang aku bawain nanti kamu bakal tau aku kenapa” Kata Zahra
dengan dingin dan langsung pergi meninggalkan Jhonatan
Setelah Zahra meninggalkan Jhonatan, Zahra
menuju adiknya yang sedang duduk sendiri di teras café. Zahra sangat merasakan
sakit yang amat dalam, tapi ia tahan air matanya, ia berusaha tegar dan
tersenyum. Zahra pun mulai bersiap-siap untuk bernyayi. Zahra sangat berat
meninggalkan café tersebut, tapi ini lah jalan yang harus ia lakukan agar luka
hati ini tak terlalu dalam. Dan setelah siap Zahra naik keatas panggung dan
mulai memainkan gitarnya..
“Dan
kau hadir merubah segalanya, Menjadi lebih indah, Kau bawa cintaku, Setinggi
angkasa, Membuat ku merasa sempurna. Dan membuatku utuh, tuk menjalani hidup,
Berdua denganmu selama-lamanya, Kau lah yang terbaik untuk ku.” Penggalan lagu
yang dibawakan oleh Zahra
“Waaaawwww
Zahra suaranya bagus banget” Kata salah satu pengunjung
“Makasih,
ohh iya sekarang saya akan bernyanyi mengikuti perasaan yang saya rasakan saat
ini. Dan mungkin 2 lagu yang akan saya bawakan ini adalah lagu terakhir yang
bisa kalian dengar dari saya. Dengan berat hati saya mengundurkan diri dari
café ini. Semoga kalian memaafkan saya jika selama ini saya belum bisa membuat
kalian nyawan di café ini. Selamat mendengarkan lagu terakhir dari saya.”
“Waaaa
lagu terakhir?” Tanya Salah satu pengunjung
Zahra
hanya tersenyum dan mulai memainkan gitarnya
“Semula
ku tak yakin, Kau lakukan ini pada ku, meski dihati merasa, kau berubah saat
kau mengenal dia
*Bila
cinta tak lagi untukku, bila hati tak lagi padaku, mengapa harus dia yang
merebut dirimu, wooo ooo Bila aku tak baik untuk mu dan bila dia bahagia
dirimu, aku kan pergi meski hati tak akan rela.
#Terkadang
ku menyesal mengapa ku kenalkan dia padamu” Zahra bernyanyi
“Waaaa
suaranya bikin nangis coy, gila dalem banget” Kata salah satu pengunjung
Zahra
pun lagi-lagi hanya tersenyum sambil menahan air matanya
“Pergilah
kekasihku, Bila itu yang kau mau, Namun mulai saat ini, Aku tak ingin mengenalmu
lagi
Segitu
berartikah kekasihku dimatamu, Hingga kau lupa siapa aku, Aku sahabatmu yang
selalu mempercayaimu
*Aku
terluka, Sungguh terluka, Tak percaya teganya engkau merebut kekasihku, aku
terluka, Sungguh terluka, Tak percaya semudah itu kah arti persahabatan kita
Inilah
akhir persahabatan, Semoga kalian bahagia, uuuuuuua oooooo uuuuuu
*Aku
terluka, Sungguh terluka, Tak percaya Serendah itu kah aku dihargai, Aku
terluka sungguh terluka, Tak percaya semudah itu kah arti persahabatan kita
Tak percaya tapi inilah akhir persahabatan
kita” Zahra bernyanyi
“Waaawwwwwww
gila bikin merinding coy suara lu Ra, gila sayang banget kalo lu ngundurin diri
dari café ini sayang banget Ra” Kata salah satu pengunjung
“Hahaha
tapi ini saya lakukan demi perasaan saya. Masalah pribadi saya. Jadi sekian
dari saya. Selamat berpisah” Kata Zahra dan lalu pergi meninggalkan panggung
Setelah bernyanyi Zahra membereskan semua
perlengkapan yang ia bawa. Roby membantu Zahra membawa semua perlengkapan Zahra
kedalam mobil. Zahrapun menyuruh Roby untuk makan malam terlebih dahulu. Roby
pun langsung menuruti kata kakaknya. Dan Zahra pun menunggu adiknya di teras
depan café. Tak disangka ternyata Jhonatan dan Geby menghampiri Zahra yang
sedang duduk sendiri. Saat dihampiri Jhonatan dan Geby, Zahra sibuk dengan
Hpnya. Dan tidak memperdulikan kedatangan mereka berdua. Zahra hanya melihat
mereka sekilas. Melihat dengan tatapan dingin. Dan akhirnya Geby memulai
pembicaraan mereka yang mengakibatkan suasana semakin panas.
“Zahra kamu kenapa Ra?” Tanya Geby
murung
“Gak apa-apa kok” Kata Zahra dingin
“Ra aku minta maaf aku salah Ra”
Kata Geby sedih
“Gak ada yang perlu di maafin” Kata
Zahra sinis
“Ra
aku tau lagu kamu nyindir aku, aku minta maaf Ra aku ngaku salah” Kata Geby
sedih
“Hah?
Apaan gak jelas deh” Kata Zahra sini
“Zahra
aku sama Geby minta maaf sama kamu, aku ngaku aku salah Ra maafin aku udah
nyakitin hati kamu” Kata Jhonatan memelas
“Hah?
Baru sadar kalian? Kemana aja? Tidur selama ini? Haa, sekarang mah gak ada yang
harus di maafin, udah basi, klasik banget tau gak sih” Kata Zahra dingin
“Zahra
kamu tuh kenapa sih? Hah? Aku sama Geby baik-baik kesini minta maaf tapi kamu
kaya gini? Ini Ra yang gak aku suka dari kamu, kamu tertutup gak kaya Geby yang
terbuka kalo ada masalah” Kata Jhonatan sedih
“Hah?
Lu beda-bedain gua? Setiap manusia gak ada yang sempurna, kalo lu melihat sosok
kesempurnaan itu didiri Geby ambil Geby putus gua sekarang” Kata Zahra sambil
menahan air matanya
“Zahra
dengerin aku dong, aku minta maaf” Kata Geby sambil menangis
“LU
GAK USAH IKUT CAMPUR MASALAH GUA, LU ITU BUKAN SAHABAT GUA, SAHABAT GAK KAYA
GINI NUSUK DARI BELAKANG, LU KALO SUKA SAMA COWO GUA BILANG JANGAN KAYA GINI,
NUSUK TAU GAK SIH LU HAH? DAN BUAT LU JO MAKASIH LUKA YANG LU KASIH KE GUA,
SAKIT JO, SAKIT HATI GUA LU MESRA-MESRAAN SAMA SAHABAT GUA PADAHAL SETATUS LU
MASIH PACARAN SAMA GUA” Kata Zahra sambil menangis
“Tapi
Ra…” Kata Geby sambil memegang tangan Geby
“GAK
USAH PEGANG TANGAN GUA LAGI GEB, GUA MUAK SAMA LU GUA MUAK, GUA BENCI LU GEB,
GUA BENCI LU, ASAL LU TAU SEBELUM LU JADIAN SAMA KEVIN KEVIN ITU NEMBAK GUA
DULUAN, SEBELUM NEMBAK LU GEB, TAPI GUA
TAU LU SUKA SAMA KEVIN, JADI GUA RELAIN KEVIN JADIAN SAMA LU, MESKIPUN SAKIT
GEB HATI GUA, GUA KORBAIN PERASAAN GUA
GEB, PERASAAN SUKA GUA SAMA KEVIN, GUA RELAIN GEB BUAT LU, TAPI APA? LU GINI
BALESANNYA? SAKIT GEB SAKIT, LU KAYA GAK NGANGGEP GUA SAHABAT LU GEB” Kata
Zahra sambil membentak Geby dan menangis
Jhonatan
pun geram dan hampir menampar Zahra, tapi Zahra membentak Jhonatan
“TAMPAR
GUA JO, TAMPAR. SILAKAN LU TAMPAR GUA, DAN JO GUA MINTA PUTUS DARI LU, GUA UDAH
SAKIT HATI DENGAN SIKAP LU JO, GUA MINTA PUTUS” Kata Zahra sambil menangis dan
berlari menjauh dari Jhonatan dan Geby
Saat Zahra berlari ternyata Jhonatan
mengejar Zahra, dan Zahra menyadari itu. Zahrapun berlari makin cepat menuju
jalan raya. Zahra sangat sedih dan Zahra sangat hancur saat itu. Zahra sangat
Muak dengan perbuatan Jhonatan dan Geby sakit hatinya luka hatinya tak bisa terobati
lagi. Zahra berlari sangat cepat dan
Zahra tak melihat jalan raya yang sedang ramai, Zahra pun terus berlari dan
naas saat Zahra berlari menuju jalan raya ada sebuah mobil sedan yang
menabraknya yang mengakibatkan kejadian yang amat fatal.
Jhonatan terhenti sejenak dan langsung
berlari menuju Zahra yang sedang lemah tertidur di aspal yang panas. Jhonatan
langsung mengendong Zahra kedalam mobilnya. Roby yang melihat kakaknya yang
sudah berlumuran darah hanya bisa terdiam dan menangis. Tak menyangka ini
terjadi kepada kakak yang ia sayangi. Sungguh Roby langsung memeluk kakaknya.
Mobil Jhonatan melaju menuju rumah sakit
terdekat. Dan Zahra langsung dibawa kerumah sakit. Keluarga Zahra langsung
dihubungi oleh Roby. Roby sangat sedih melihat kakaknya seperti itu. Roby
menangis melihat kakaknya sedang tak berdaya. Roby marah dengan perbuatan Geby
dan Jhonatan. Roby pun mulai berbicara
“Ini
kan yang kalian mau? Kakak gua sekarat dirumah sakit, keinginan kalian
tercapai” Kata Roby sinis
“Maksud
lu apaan?” Kata Jhonatan
“Udah
gak usah belaga bego, gua mau pulang mau ngambil sesuatu dari kakak gua buat lu
berdua” Kata Roby sinis
Setelah berbicara seperti itu Roby
langsung mengambil mobilnya dan melaju menuju rumahnya. Hati Roby sangat sedih
melihat kakaknya seperti itu, kakaknya sedang melawan maut. Selama perjalanan
Roby terus berdoa agar kakaknya selamat. Tak lama Roby sampai dirumah, ia
langsung menuju kamar kakaknya dan mengambil surat dan buku diary kakaknya yang
terletak didalam laci meja kakaknya. Setelah itu Roby langsung menuju rumah
sakit kembali.
Sekitar satu jam Roby sampai dirumah
sakit. Ia langsung memberikan surat tersebut kepada Geby dan Jhonatan, tapi
Roby bukan hanya memberi surat kepada Jhonatan tetapi juga buku diary kakaknya.
Sungguh Roby memberikan surat dan diary tersebut sambil meneteskan air mata.
Roby duduk menyendiri sambil memandangi foto kakaknya yang sedang tersenyum
manis, dan air mata semakin deras.
Setelah mendapatkan surat dan buku diary,
Jhonatan mengajak Geby untuk membaca bersama buku diary milik Zahra. Jhonatan
sungguh takut membaca buku diary milik Zahra. Jhonatan pun tak disangka ikut
menangis saat ada foto dirinya dan Zahra terpajang dihalaman pertama buku
diarynya. Hati Jhonatan bagaikan teriris saat melihat foto tersebut. Dan
akhirnya Jhonatan dan Geby membaca lembar pertama
“Dear diary…..
Mungkin ini adalah hari terpahit
ku. Tapi ini semua salah ku. Dan aku pantas mendapatkannya. Dia bukan milik ku
seutuhnya. Dia milik sahabatku, sahabat baik ku. Ini semua salahku,semua ini
seluruhnya salahku. Aku yang bermain api dibelakang sahabat baikku itu. Tak
pantas hal ini aku lakukan, dan aku memutuskan untuk menjauhi kekasih sahabatku
itu, tapi hati ini tak rela, hati ini tak sanggup, dan tapi semua itu harus aku
lakukan, agar dia sahabatku tidak tersakiti, cukup hanya aku yang merasakan
semua rasa sakit hati ini. :”(“
Setelah itu membuka lembar kedua
“Dear Diary…….
Diary
apakah aku harus terus mengalah demi kebaikan sahabatku Geby? Diary apakah
keputusan yang ku ambil saat itu adalah salah? Diary aku jujur aku sangat
sayang kepada kekasih sahabat ku. Aku tau diary ini semua salah, ini semua tak
mungkin untuk diteruskan. Aku sudah memutuskan untuk menjauhi pria yang aku
sayang diry. Itu semua pedih, sakit…. Sakit yang amat sangat, tapi semua itu
aku lakukan demi sahabatku Geby….”
Setelah itu membuka lembar ketiga
“Dear diary……
Hari ini aku
bahagia sekali. Aku bisa melupakan Kevin. Aku bisa melupakan kenanganku bersama
Kevin. Kini aku mulai membuka lembar baru diary. Kini adalah yang mengisi
hari-hariku. Meskipun baru pertama kali aku mengenalnya. Dia Jo diary, namanya
sih Jhonatan, tapi aku disuruhnya manggil dia Jo. Ya aku sih menurut saja.
Ooohhh iya diary aku salah gak sih diary kalo aku mengharap lebih? Hmmm tapi
aku gak mau terlalu berangan tinggi takut aku jatuh diary”
Setelah itu membaca lembar keempat
“Dear diary………
Aku mau cerita nih diary. Waktu itu tepatnya
2 minggu yang lalu, yaaaa gitu diary Geby ada masalah, Geby putus sama pacarnya.
Yaaaa pacarnya Kevin, Kevin pria yang pernah aku suka diary :”(, Tapi yaa
sekarang aku udah ada Jhonatan, jadi aku harus lupain semuanya. Dan kembali ke
hati Jhonatan. Ohhh iya Jhonatan 2 minggu ini berubah diary, dia jadi cuek
banget sama aku, aku gak tau dia kenapa diary, aku gak tau kenapa dia bisa
berubah kaya gini. Aku mau Jhonatan yang dulu diary aku Cuma mau Jhonatan
berubah”
Setelah
itu membaca lembar kelima
“Dear diary…………..
Kenapa ini
semua terjadi kepada ku ya diary? Kenapa diary? Kenapa? Apa mungkin aku
mendapatkan KARMA dimasa lalu ku? Diary tapi kenapa saat aku sudah sangat nyama
sama Jhonatan? Diary sakit ya rupanya diperlakukan seperti ini, tapikan waktu
dulu aku hanya sebentar dengan Kevin hanya satu minggu aku melakukan perselingkuhan
ini. Diray mungkin aku salah selama ini, mungkin aku yang salah karena dulu aku
bermain api dibelakang Geby, dan sekarang KARMA membalasnya. Tapi aku sangat
sakit hati diary dengan perbuatan Geby dan Jhonatan”
Setelah
itu membaca lembar keenam
“Dear
diary….
Aku
merasa sangat sangat sangat bersalah dengan semua sikap ku kepada orang-orang
yang aku sayang. Tapi ini aku lakukan karena aku sangat kecewa, sangat sangat
sangat kecewa dengan tingkah kedua orang yang aku sayang. Hati ini selalu menangis
jika mengingat kejadian itu, menangis terus menerus mengangis diary. Aku merasa
hancur saat ingat kejadian itu. Tapi sekarang aku mengikhlaskan semuanya diary.
Aku akan tersenyum meskipun hati ku menangis jika mengingat itu. Aku relakan
semua kebahagiaan ku diary buat arti sebuah PERSAHABATAN yang sangat aku
junjung tinggi”
Setelah membaca lembar terakhir Geby
menangis, ia merasakan sakit yang dirasakan Zahra selama ini, Zahra yang selalu
mengalah demi kebahagiaan dirinya. Tapi Ia hanya membalas kebaikan itu dengan
kejahatan. Geby sangat merasa bersalah kepada Zahra, ia ingin meminta maaf
kepada Zahra. Geby amat merasa berdosa, telah mengecewakan Zahra. Sungguh air
mata Geby adalah air mata penyesalan.
Begitu pula dengan Jhonatan ia menangis
saat tau perasaan Geby yang ia curahkan kepada buku diarynya. Tak menyangka ia
telah menyakiti orang yang begitu baik. Sungguh Jhonatan sangat menyesal telah
menyakiti hati Zahra yang sudah amat rapuh. Jhonatan menangis sejadijadinya.
Sungguh sangat menyesal saat itu. Dan Jhonatan hanya berharap Zahra sadar hari
itu juga. Dan Jhonatan akan meminta minta maaf dengan tulus kepada Zahra.
Dan setelah itu Jhonata dan Geby berjalan
ketempat yang berbeda. Masing-masing membaca surat yang dibuat oleh Zahra
kepada mereka. Jhonatan memilih di koridor yang gelap dan sunyi untuk membaca
surat tersebut, dan Geby memilih taman rumah sakit untuk membaca surat
tersebut. Hanya air mata yang menemani mereka saat membaca surat tersebut.
“Dear
Jhonatan Si Pangeran Soang :D”
Hai
sayang maaf ya beberapa minggu ini aku bersikap dingin sama kamu. Tapi aku
melakukan ini ada alasannya Jo, waktu itu 2 minggu loh Jo setelah kamu kenal
sahabatku Geby, Iya aku tau dia lebih cantik dari pada aku, dan mungkin kamu
menyukainya atau mungkin menyayanginya Jo. Ohh iya 2 minggu setelah kamu
mengenal Geby sikap kamu ke aku berubah Jo, kamu bersikap dingin, cuek, dll.
Aku bingung Jo kenapa kamu bisa berubah kaya gitu. Aku bener-bener gak tau Jo,
makannya saat itu aku pergi ke café kamu, dan aku dapet kabar kalo kamu 2
minggu itu jalan terus sama Geby, dan kamu tau gak sih Jo perasaan aku saat
itu? Apa kamu tau Jo? Hah? Aku rasa sih gak tau Jo. Sakit Jo hati aku sakit
banget. Dan kamu tau Jo aku saat itu mergokin kamu Jo lagi mesra-mesraan sama
Geby Jo, aku nangis Jo liat tingkah kamu. Aku tuh hancur Jo, tapi kamu gak
peduliin aku Jo, Seharusnya kamu jujur Jo kalo kamu sudah tidak mencintai aku,
aku akan merelakan kamu Jo. Ohh iya Jo, aku bahagia Jo kamu bisa jadian
dibelakang aku sama Geby. Love you Jo:”)”
Jhonatan pun menangis saat membaca surat
tersebut. Tak menyangka segitu jahatnya kah dirinya. Sungguh Jhonatan merasa
sangat bersalah kepada Zahra. Jhonatan telah mengecewakan orang yang telah
menyayanginya sepenuh hati. Jhonatan hanya bisa berdoa agar Zahra cepat sadar
dan selamat dari maut.
“Dear Geby Si Imut Sahabatku :D
Hai
Geby si cewe imut, makasih ya selama ini kamu udah jadi sahabat aku sahabat
baik aku. Ohh iya Geb makasih ya udah buat luka dihati aku, karna kamu udah
ngerebut kekasih aku. Ohh iya Jhonatan itu sebetulnya pacar aku loh. Hehehehe,
ehmmm tapi sekarang udah kamu rebut cantik :). Hehehehe gak apa-apa kok
sekarang aku udah bisa nerima semuanya. Ohh iya aku belum cerita ya, Sebelum
jadian sama kamu Kevin itu nembak aku tapi aku tolak geb, aku tau kamu suka
sama Kevin, jadinya aku tolak Kevin buat jadi pacar aku, padahal jujur aku tuh
suka banget sama Kevin dan sempet TTMan saat kamu udah jadian sama Kevin, tapi
itu gak sampe jadian Geb, aku masih hargain perasaan kamu Geb karena kamu
sahabat aku :”) sahabat terbaikku Geb :”). Aku gak mau buat kamu nangis Geb
makannya aku menjauh dari Kevin, dan memilih kesibukan yang lain. Maaf ya Geby
aku harus jujur sama kamu, hehehehe :”) Geby aku ikhlas kok sekarang kamu
jadian sama Jhonatan. Semoga cinta kalian abadi ya dan bahagia tanpa harus ada
aku lagi. Love You Geby :)”
Geby pun menangis saat membaca surat dari
Zahra, sungguh ia merasakan sakitnya hati Zahra saat merelakan semuanya direbut
oleh Geby. Sungguh Geby merasa tak layak menjadi sahabat Zahra yang berhati
malaikat. Yang selalu mengalah demi sahabat. Geby merasa sahabat paling buruk,
ia tak layak untuk bertemu lagi dengan Zahra yang telah begitu baik kepadanya.
12 JAM KEMUDIAN
12 Jam pun berlalu. Zahra pun juga belum
siuman dari komanya. Seluruh keluarga cemas menunggu keadaan Zahra saat itu.
Hanya doa dan air mata yang mereka tunjukan. Sungguh suasana haru menyelimuti
benak mereka samua. Roby yang baru dekat dengan kakaknya merasa sangat
kehilangan, ingin kakaknya cepat bangun dari koma. Roby terus menerus
memanjatkan doa untuk kakaknya. Roby ingin melihat senyum dari kakaknya kembali.
Sekitar 2jam Zahra pun siuman. Keluargapun
ingin segera melihat Zahra kembali. Tetapi hanya 2 orang saja yang boleh masuk,
dan itu harus bergantian, tidak boleh bersamaan. Pertama yang masuk adalah ayah
dan ibu Zahra. Sungguh Ibu Zahra hanya bisa menangis dengan keadaan Zahra. Dan
Zahra pun mulai berbicara.
“Ma
Pa maafin Zahra ya selama ini Cuma nyusahin mama sama papa, bukan maksud Zahra
ma pa ngerepotin kalian. Sekali lagi maafin Zahra ya Ma Pa. Zahra sayang sama
kalian” Kata Zahra dengan suara pelan, terbata-bata dan sambil menangis
“Iya
sayang mama sama papa maafin kamu kok, kamu yang kuat ya sayang, kamu harus
kuat, kamu harus sembuh sayang mama sedih liat kamu begini” Kata Ibu Zahra
sambil menangis dan mencium kening Zahra
“Zahra
harus kuat, Zahra harus kuat, papa sama mama doain Zahra, Zahra jangan merasa
sendiri ya nak” Kata Ayah Zahra sambil mencium kening Zahra
Setelah
itu orang tua Zahra keluar dan digantikan oleh Roby
“Roby
sayang maafin kakak ya belum bisa banggain kamu, maafin udah ngerepotin kamu
de, maafin kakak ya de, kakak sayang sama kamu” Kata Zahra sangat lirih dan
mengeluarkan air mata
“Kakak harus kuat Roby pengen kakak
senyum, pengen denger kakak nyanyi, kakak harus sembuh ya, kakak bisa kok
ngelewatin ini, Roby selalu doain kakak. Roby sayang kakak” Kata Roby sambil
tersenyum dan menghapus air mata Zahra
Setelah
Roby keluar Jhonatan dan Geby pun masuk
“Geby
hy manis maafin aku ya waktu itu bentak kamu, gak maksud kok bentak kamu, aku
lagi rapuh waktu itu, yang peduli Cuma ade aku doang Roby, jadinya kau merasa
sendiri Geby, maafin aku ya. Aku sayang kamu Geby, aku gak mau persahabatan
kita berakhir” Kata Zahra dengan suara lirih dan menangis
“Seharusnya
aku Ra yang minta maaf bukan kamu Ra. Maafin aku ya Ra udah buat hati kamu
sakit, aku gak maksud Ra, maafin aku Ra udah rebut kebahagiaan kamu dua kali,
maaf Ra maaf banget. Aku juga sayang kamu Ra, aku juga gak mau persahabatan
kita berakhir” Kata Geby sambil menangis
Zahra
pun hanya tersenyum sambil menganggukan kepala, lalu berbicara dengan Jo
“Jhonatan
si pangeran soang, maafin aku ya belum bisa jadi yang terbaik, belum bisa jadi
yang sempurna maafin aku Jo cuma nyusahin kamu Jo, maafin aku udah egois sama
kamu Jo, tapi jujur aku sayang sama kamu Jo, maafin aku waktu itu udah bentak
kamu Jo, gak maksud Jo aku bentak kamu kaya gitu” Kata Zahra Lirih dan menangis
“Ra
aku yang harusnya minta maaf Ra, harusnya aku ngertiin kamu, bukan nyakitin
kamu kaya gini Ra, maafin aku Ra, maaf Ra Maaf banget Ra, aku pengen kamu ada
disisi aku, aku mau kamu nemenin aku Ra, aku mau kaya dulu Ra, aku mau kamu
kuat Ra aku mau kamu sembuh. Aku sayang kamu ra” Kata Jhonatan sambil menangis
dan memeluk Zahra
Zahra
hanya tersenyum dan melepas pelukan Jhonatan
“Kalian
gak usah minta maaf aku udah maafin kok, ohh iya kalian udah bacakan surat aku?
Aku bahagia kalo kalian bahagia, aku relain kalian kok buat menjadi pasangan
kekasih. Aku mau ngeliat senyum dari kalian. Aku mau kalian pacaran. Dan saling
mengasih dan saling percaya. Aku seneng kalo ngeliat orang disekeliling aku
tersenyum, meskipun aku sakit.” Kata Zahra sambil menyatukan tangan Jhonatan
dan Geby
Setelah menyatukan tangan Jhonatan dan
Geby, ternyata Zahra menutup matanya dan ternyata detak jantungnya melemah.
Jhonatan langsung berteriak memanggil dokter. Dan akhirnya dokter pun memeriksa
Zahra. Sekitar 1 jam ternyata nyawa Zahra telah tiada. Zahra Sadar dari koma
hanya untuk meminta maaf kepada orang-orang yang ia kasihi.
Setelah mengetahui Zahra tidak bisa
tertolong seluruh keluarga sangat kaget dan berteriak histeris. Terutama ibu Zahra
yang masih tak menyangka jika Zahra telah tiada. Roby hanya duduk lemas seperti
mayat hidup menyadari kakaknya telah tiada. Hati Roby begitu hancur. Tak
menyangka ini semua akan terjadi. Kakak yang ia sayang kini telah benar-benar
tiada.
Geby yang mendengar kabar tersebut hanya
bisa menangis dan terus menangis. Ia tak menyangka Zahra akan meninggalkan dia,
setelah mengucapkan kata-kata terakhirnya. Geby masih tak menyangka semua ini
akan terjadi, kejadian itu begitu cepat bagi Geby. Dan Jhonatan hanya terbujur
kaku sambil melihat Jasad Zahra yang sedang tertidur pulas. Jhonatan hanya bisa
menangis dan merasa bersalah dengan apa yang ia perbuat.
Dan setelah itu semua bergegas membawa
Zahra kerumah duka, sungguh seluruh kerabat dekat Zahra merasakan duka yang
amat dalam. Semua merasa terpukul dengan meninggalnya Zahra yang sangat teragis.
Setelah sampai di rumah duka Jasad Zahra dimandikan dan dipakaikan kain kafan.
Setelah itu Jhonatan melihat wajah
kekasihnya untuk terakhirkalinya. Sungguh Zahra sangat cantik, ia memberikan
senyuman tipis, dan wajahnya yang cerah. Hati Jhonatan menjadi tenang, meskipun
air mata mengalir dari kedua pipinya. Jhonatan hanya tersenyum untuk membuat
Zahra bahagia dialam sana.
Setelah itu jasad Zahra di solatkan
Jhonatan dan Roby ikut menyolatkan jasad Zahra. Sungguh saat itu banyak yang
mendoakan Zahra agar tenang dialam sana. Agar Zahra pergi dengan tenang tanpa
memikirkan orang yang ia tinggalkan. Setelah disolatkan Jasad Zahra dimakamkan.
Suasana yang tercipta begitu mengharukan. Setelah dimakamkan semua kerabat
mengirim doa kepada Zahra. Dan tersisa hanya Jhonatan yang masih bersedih. Jonatan
berkata..
“MUNGKIN
AKU UDAH SALAH NYAKITIN ORANG SEBAIK KAMU, SESUNGGUHNYA AKU TIDAK IKHLAS ATAS
KEPERGIANMU, AKU MENCOBA UNTUK IKHLAS AGAR KAU TENANG DIALAM SANA. AKU TAK AKAN
PERNAH LUPA KASIH SAYANGMU TERHADAPKU. AKU MENGANGGAPMU KEKASIH SEJATIKU CINTA
ABADIKU. AKU AKAN SELALU MENDOAKANMU DI SETIAP PERJALAN HIDUPKU. CINTA YANG AKU
PUNYA UNTUKMU ADALAH CINTA YANG ABADI TAK AKAN PERNAH BISA TERHALANG OLEH
WAKTU. MUNGKIN YANG TERBAIK, KAMU HARUS PERGI MENINGGALKANKU, AGAR KAMU KEKAL
ABADI DIDALAM HATIKU”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar