Kamis, 05 September 2013

Kisah Cinta!!!!

            “Kadang gua bingung sama apa yang gua rasain. Entahlah gua gak tau apa perasaan itu. Gua sayang sama dia.Ya tapi dia selalu gak pedulin sama apa yang gua rasain. Sakit sih tapi yaudahlah ya namanya juga jalanin hubungan yang satu sama lain harus saling peka.” Kata Kimi dalam hati
            Saat itu Kimi menangis dalam kamarnya. Ia selalu memikirkan kekasihnya yang sibuk dengan dunianya. Kimi memcoba mengerti dengan apa yang dilakukan oleh kekasihnya, tapi apa daya setiap Kimi mencoba mengerti hanya ada kecurigaan didalam pikirannya. Kimi tak bisa berbuat apa-apa kecuali menangis, Kimi bingung harus berbuat apa.
            Pagi harinya Kimi menjalani aktifitasnya seperti biasa. Setiap detik ia selalu melihat Hpnya untuk mencari tau kabar dari kekasihnya. Ya itulah kebiasaan Kimi. Saat sedang melakukan aktifitas Ia tak pernah jauh dari Hpnya. Sempat ditegur oleh mamanya tapi Kimi tetap tidak peduli. Kimi cuma ingin kekasihnya peka kalau Kimi butuh perhatian.
            Saat di sekolah Kimi melihat Jery (Kekasih Kimi). Ya seperti biasa mereka hanya saling pandang dan memberikan senyum. Mereka tak pernah saling berdekatan bila banyak orang yang melihat. Awalnya Kimi memahami itu semua, tapi lama kelamaan Kimi merasa bosan dengan itu semua. Saat dikantin Kimi menghampiri Jery yang sedang duduk bersama teman-temannya.
                      “Misi gua pinjem Jerynya sebentar ya!”  Kata Kimi sambil menarik tangan Jery
                      “Kenapa Kim?” Kata Jery bingung
                      “Udah ayo ikut dulu bentar” Kata Kimi menahan airmatanya
                      “Udahlah Jer pergi dulu dah kita nungguin lo kok” Kata Thomas teman Jery
            Akhirnya Jery pun mau mengikuti Kimi. Kimi berjalan kehalaman belakang sekolahnya. Disana ada pohon rindang dengan pemandangan yang sangat indah. Disanalah Kimi menerima Jery sebagai pacarnya dan menirima semua apa yang diungkapkan Jery kepada dirinya. Kimi enggan menatap wajah Jery dan membuat Jery sangat bingung dan akhirnya Jery bertanya.
                      “Kamu kenapa Kimi?” Tanya Jery lembut
                      “Jer kamu gak cape sama hubungan ini? Aku ngerasa kaya gak pacaran didepan temen-temen     kamu. Aku ngerasa sendiri Jer, aku ngerasa gak punya pacar. Kamu sibuk, aku sabar. Aku kangen Jery, aku kangen kamu” Kata Kimi menahan tangis
                    "Kimi kamu kalo ngomong liat muka aku dong, liat mata aku. Liat Kimi liat” Kata Jery
                 “Apa dengan aku ngeliat mata kamu, kamu bisa rasain apa yang aku rasain Jer? Apa kamu ngerti dengan apa yang aku rasain sekarang?” Kata Kimi dengan tersedu-sedu
                    “Kimi tolong ngerti aku Kimi” Kata Jery dengan memeluk Kimi
                    “Aku udah ngerti kamu Jer, udah ngerti kamu” Kata Kimi sambil menangis
                  “Kamu jangan nangis Kimi, aku gak ninggalin kamu. Aku selalu ada buat kamu. Maafin aku aku sibuk dengan duniaku. Maafin aku gak ngertiin perasaan kamu. Tapi aku sayang kamu Kimi. Kamu jangan nangis ya, kita balik lagi ke kantin. Aku ada urusan” Kata Jery sambil menghapus air mata Kimi
                    “Iya Jer aku gak sedih kok” Kata  Kimi sambil tersenyum
                    “Jery apa mencintai kamu harus sesakit ini? Apa harus seperih ini Jer?” Kata Kimi dalam hati
            Sehabis berbicara Kimi kembali ke kelasnya. Kimi selalu bertanya-tanya dalam hatinya “APA HANYA AKU YANG ADA DI HATI KAMU JER?”. Kimi sangat sedih jika mengingat kesibukan Jery yang terkadang tidak memperdulikan perasaannya. Ingin rasanya Kimi menangis, tapi percuma Jery juga tak akan mengerti dengan apa yang ia rasakan.
            Jam demi jam Kimi lalu dikelas dengan mendengarkan materi pelajaran. Kimi sangat serius dengan mata pelajaran yang disampaikan oleh gurunya. Tak terasa bel pulang sekolah pun berbunyi. Kimi langsung mengambil Hpnya ternyata ada sms dari Jery yang berisi “Maaf ya yang kayanya kita gak bisa pualng bareng aku ada urusan. Love You”. Kimi rasanya ingin marah, tapi apa daya Kimi hanya bisa terdiam membacanya. Kimi langsung menaruh Hpnya kedalam tas dan buru-buru keluar kelas. Saat baru sampai didepan pintu Kimi dikagetkan dengan keberadaan Johan. Johan adalah pria yang menyukai Kimi, tapi Kimi hanya menganggap Johan sebagai sahabat.
                      “Kimi pulang bareng yo?” Kata Johan
                      “Gua gak bisa Han. Gua pulang sendiri aja, gua gak enak sama Jery kalo gua pulang bareng lo” Kata Kimi sambil tersenyum
                      “Jadi lo nolak ajakan sahabat lo sendiri?” Kata Johan
                      “Hah? Bukan gitu, gua udah punya pacar, gua gak bisa aja kalo gua pulang bareng orang lain. Maaf ya gua gak bisa” Kata Kimi
                      “Kim, kali ini aja lo mau pulang bareng gua” Kata Johan
                      “Hmm, gua tetep gak bisa. Gua ngangkot aja ya” Kata Kimi
                      “Kim gua mohon” Kata Johan dengan muka sedih
                      “Gua gak bisa. Ohh iya gua cabut duluan ya takut kesorean. Bye Han” Kata Kimi sambil berlalu
            Kimi berlari menuju gerbang. Ia sendirian menunggu angkot. Hampir 30 menit ia menunggu. Dan akhirnya Kimi mendapatkan angkot. Setelah sampai dirumah, ia langsung memeluk mamanya, dan akhirnya airmatanya tumpah didalam pelukan mamanya.
                      “Ma, Kimi salah apa sih ma? Kimi salah apa?” Kata Kimi sambil menangis
                      “Loh kamu kenapa de kok nangis?” Kata Mama dengan penasaran
                      “Kimi salah apa sih ma? Kimi kurang sabar apa? Kimi harus gimana lagi sih ma?” Kata Kimi sambil terisak
                      “Kamu kenapa? Cerita sama mama dari awal jangan setengah-setengah gitu” Kata Mama dengan menenangkan Kimi
                      “Ma, Kimi sayang sama Jery, tapi Jery sibuk ma sama dunianya! Gak pernah ada waktu buat Kimi ma! Kimi udah sabar tapi lama kelamaan Kimi cape ma!” Kata Kimi dengan air mata
                      “Kimi ini cobaan dalam hubungan kamu. Ya yang penting kamu ngertiin dia, kamu diem aja dikala dia sibuk. Semua orang punya kesibuka masing-masing. Semua orang punya kegiatan masing-masing. Gak semua orang punya kesibukan yang sama. Dalam pacaran itu kita harus mengerti dan memahami satu sama lain” Kata Mama sambil mengapus air mata Kimi
                      “Apa Kimi yang salah ya ma gak ngertiin Jery?” Kata Kimi
                      “Kimi gak salah kok, Kimi Cuma belum bisa ngertiin keadaan Jery. Pasti Kimi ngerasa ada yang beda dengan Jery semenjak kamu sama Jery pacaran? Mama tau kok mama pernah muda. Ya tapi Kimi harus buang rasa yang kaya gitu. Kimi harus bisa mikir kalo Jery itu tulus sama Kimi. Sekarang kamu mandi ganti baju, terus bantu mama masak buat makan malam” Kata Mama sambil menenangkan Kimi
                      “Yaudah ma, Kimi kekamar ya ma. Makasih udah nenangin Kimi. Kimi sayang sama mama” Kata Kimi sambil memeluk mamanya
            Kimi lagi-lagi melihat Hpnya ternyata tidak ada pesan dari Jery yang ada pesan dari Johan. Kimi tidak peduli dengan pesan dari Johan. Yang Kimi butuhkan hanya kabar dari Jery kekasihnya.  Kimi sungguh sedih dengan keadaan seperti ini. Kimi sayang Jery, tapi apakah Jery sayang Kimi? Haya waktu yang bisa menjawab semuanya. Sehabis melihat Hp Kimi lekas mandi dan membantu ibunya.
            Akhirnya makan malam pun tiba. Seluruh keluarga sudah berkumpul dimeja makan. Kimi berusaha untuk tersenyum didepan kakak dan ayahnya. Cukup Ibunya saja yang melihat ia menangis. Ia tak ingin keluarganya ikut sedih dan kasihan kepada dirinya. Kimi tampak riang saat makan malam. Setelah makan malam Kimi kembai kekamar. Dan lagi-lagi yang ia lakukan hanya melihat Hp dan mengecek kabar Jery. Tapi apa daya kabar dari Jery tak kunjung datang. Kimi sangat kecewa dengan semua itu. Kimi ingin marah, tapi ia juga berpikir apakah dengan dia marah semua bakal berubah? Dan lagi-lagi kimi hanya menahan semuanya.
            Saat jam sudah menunjukan pukul 11 malam masih juga belum ada kabar dari Jery. Kimi lelah menunggu kabar dari Jery dan akhirnya Kimi hanya bisa mehanan kesal. Dan tiba-tiba ada pesan masuk di Hpnya Kimi, ternyata itu dari Johan. Sungguh Kimi merasa bersalah dengan tindakan cueknya kepada sahabat sendiri. Akhirnya malam itu Kimi merespon pesan dari sahabatnya.
                      “Kim, udah tidur belom?” Pesan dari Johan
                      “Belom nih Jo. Kenapa?” Balas Kimi
                      “Ehmmm lo lg mikirin Jery ya?” Tanya Johan
                      “Hmm iya, diakan pacar gua. Gua harus nunggu dia sampai dia ngabarin gua” Balas Kimi
                      “Lo tidur gih udah malem, besok kan bisa lo omongin disekolah” Kata Jery
                      “Hmmm iya deh gua tidur. Makasih ya udah nemenin gua” Balas Kimi
                      “Oke sama-sama Kimi, Good night and have a nice dream ya Kimi” Kata Johan
                      “Oke night too Jo” Balas Kimi
            Setelah itu Kimi tak kunjung tidur yang hanya dipikirannya hanya Jery, Jery, dan Jery. Kimi geregetan dengan menunggu kabar Jery yang tak kunjung datang. Kimi hanya bisa menangis malam itu akhirnya Kimi mengirimkan pesan suara kepada Jery.
                      “Jery segitu sibuknya kamu ? Aku nungguin kabar kamu sampai jam segini, tapi kamu juga gak ada kabar.” Kata Kimi sambil menangis
            Setelah itu Kimi mengambil buku diarynya yang sudah lama ia tak pakai. Kimi langsung mengambil pulpen dan menulis semua apa yang ia rasakan. Saat tangan indah itu menulis sebuah kata dalam kertas putih nan suci, air mata Kimi mengalir embasihi kedua pipinya. Air mata itu lama kelamaan semakin deras. Kimi tak tahan dengan semuanya. Kimi tak tahu harus mencurahkan semua perasaannya kepada siapa.
                      “ Dear Diary…..
                                Aku gak tau harus bilang ini kesiapa. Aku mau bilang ke Jery kalo aku “AKU KANGEN DIA YANG DULU” Diary aku sayang dia aku takut buat kehilangan dia. Diary apa gak cukup setiap hari aku ngeluarin air mata buat Jery? Aku kadang bingung dengan perasaan dia ke aku. Aku takut hanya sebagai mainan buat dia. Aku sayang dia aku taku dia gak sayang aku diary. Aku kangen dia kangen awal pertama kali kenal dengan dia”
            Setelah itu Kimi langsung menutup buku diarynya dan menaruhnya diatas meja belajarnya. Kimi lagi-lagi melihat Hpnya dan hasilnya nihil tidak ada kabar dari Jery. Jam sudah menunjuakan pukul 12 malam. Kimi masih terjaga untuk menunggu kabar Jery yang tak kunjung datang. Kimi lelah dengan semua itu. Ia merasa wanita paling bodoh saat itu. Kimi lagi-lagi menangis. Dan tanpa pikir panjang Kimi menulis sebuah pesan kepada Jery.
                      “Jery, kadang aku cape nunggu kabar kamu. Aku tau kamu ngeliat pesan aku. Tapi kamu gak bales pesan aku Jer. Aku tau kok semuanya aku tau. Aku tau kamu sibuk aku tau Jer. Tapi kamu gak ada waktu sedikit aja buat aku Jer? Gak ada waktu? Kadang aku mikir Jer aku siapa kamu? Kadang aku juga mikir jer perasaan kamu ke aku? Kayanya percuma ya aku ngirim pesan panjang lebar kamu juga gak bakal bales pesan aku Jer. Percuma sumuanya Jer  percuma. Aku cewe bodoh yang nungguin kabar pacarnya sampe jam 12 malem jer. Aku tidur Jer. Malam” Pesan dari Kimi
            Pagi harinya Kimi berangkat sekolah tanpa sarapan terlebih dahulu. Ia berangkat menggunakan taxi menuju sekolahnya. Ia tidak ingin keluarganya tahu kalau dia sedang menangis. Ia ingin cepat-cepat sampai sekolah untuk menghilakan mata sembabnya. Setelah sampai sekolah Kimi langsung berlari menuju kantin untuk member air dingin. Dan penjual minuman tersebut bertanya.
                      “Loh kok kamu tumben Kim gak bareng Jery?” Tanya penjual minuman
                      “Gak pak saya mau ngerjain tugas jadi berangkat sendiri. Oh iya saya beli air mineral dingin ya pak satu” Kata Kimi
                      “Nih Kim arinya. Oh iya mata kamu kenapa? Abis nangis ya?” Tanya penjual minuman dengan penasaran
                      “Hah gak nangis kok pak, saya kurang tidur. Oh iya makasih ya pak airnya saya kekelas duluan. Permisi pak” Kata Kimi dengan tersenyum
                      *Saat Kimi sudah menghilang dari kantin Jery pun datang
                      “Pak beli teh kotak satu ya” Kata Jery
                      “Nih Jer teh kotaknya, ohh iya kok sendirian?” Tanya penjual minuman
                      “Makasih pak. Kimi udah berangkat duluan kata mamanya tadi” Kata Jery
                      “Iya juga tadi Kimi kesini, kayanya dia abis nangis Jer” Kata penjual minuman
                      “Lah serius pak? Yaudah saya nyusul Kimi dulu ya pak. Permisi” Kata Jery
            Jery pun berlari menuju kelas Kimi. Jery melihat Kimi sedang duduk sendirian sambil membaca novel. Jery enggan untuk menghampiri Kimi, dan Jery melihat Hpnya yang dari semalam ia tinggal dalam tas. Jery mendapatkan banyak pesan dari Kimi. Jery merasa sangat bersalah atas kelalaiannya. Akhirnya Jery menghampiri Kimi dan membawanya ke belakang sekolah. Kimi hanya mengikuti Jery dari belakang tanpa ada mimik muka yang bahagia.
                      “Maafin aku semalem ya!” Kata Jery
                      “Udah biasa kok, udah ya aku mau ke kelas sebentar lagi bel masuk” Kata Kimi sinis
                      “Sebentar lagi kek, aku mau ngomong!” Kata Jery sambil memegang tangan Kimi
                      “Udah cukup, aku tau kamu sibuk. Udah ahhh males bahas ini aku cape” Kata Kimi kesal
                      “Sabar kek Kimi aku mau jelasin” Kata Jery dengan nada tinggi
                      “Kamu marah? Gak pantes kamu marah Jer, yang pantes marah itu aku. Aku cape kamu diemin aku cape sama sifat kamu yang sibuk” Kata Kimi sambil berlalu
            Kimi menangis menuju kelasnya. Saat diperjalanan menuju kelas Kimi berpapasan dengan Johan, tapi Kimi terus berlari menuju kelasnya. Kimi sedih sekali saat itu, ia ingin melupakan semuanya, Kimi ingin tenang tanpa harus ada rasa sedih sedikit pun. Akhirnya bel masuk pun berbunyi. Dan Kimi kembali serius dalam mengikuti pelajaran.
            Saat istirahat pun tiba, Kimi melihat Hpnya ada beberapa pesan, tapi ia enggan untuk membuka semua pesan tersebut. Kimi ingin menyendiri untuk saat itu. Kimi ingin berada dikelas saja saat jam istirahat tersebut, tapi rasa lapar dan haus pun menyerang Kimi. Dan mau tidak mau Kimi berjalan menuju kantin. Seperti biasa Kimi melihat Jery dikantin. Yang biasanya Kimi senyum kini hanya menatap lalu membuang muka. Kimi enggan untuk melihat wajah Jery masih sakit hatinya atas prilaku Jery kepada dirinya.
            Setelah membeli makan dan minum Kimi duduk disaung yang disediakan oleh sekolahnya. Saat sedang menikmati makanan yang ia beli Jery menghampiri dan memberi senyum kepada Kimi. Jery lalu berbicara kepada Kimi.
                      “Aku sayang kamu Kimi. Jujur aku kangen senyum kamu” Kata Jery sambil berlalu
            Setelah Jery mengucapkan kata tersebut Kimi hanya senyum simpul lalu kembali ke muka datarnya. Ya memang Kimi orangnya cuek, tapi sekalinya sayang akan sayang banget kepada orang tersebut. Kimi kembali melanjutkan makan setelah itu Kimi kembali menuju kelasnya. Dan tak lama bel masuk berbunyi. Kimi kembali melupakan masalahnya kepada Jery. Dan fokus dengan pelajaran.
            Dan bel pulang berbunyi, Kimi langsung bergegas pulang. Ia tak lagi melihat Hpnya, cukup muak untuk hari ini. Kimi bosan dengan keadaan ini. Kimi ingin tenang, Kimi ingin hari-harinya biasa saja seperti dulu. Tanpa derai air mata, tanpa kesedihan yang berlarut-larut. Kimi sangat kecewa dengan keadaan sekarang. Saat berjalan menuju gerbang sekolah ternyata Jery sudah menunggunya disana. Kimi langsung berlalu meninggalkan Jery, tapi Jery langsung menarik tangan Kimi lalu menyuruhnya naik, tapi Kimi tidak mau dan akhirnya menimbulkan pertengkaran kecil.
                      “Aku bilang naik!” Kata Jery
                      “Aku bilang gak mau Jer” Bentak Kimi
                      “Sekali lagi aku bilang sama kamu Kimi, NAIK!!” Kata Jery sambil menahan amarah
                      “Aku gak mau, mau pulang ngangkot aja” Kata Kimi ketus
                      “KIMI AKU UDAH NAHAN MARAH SAMA KAMU. AKU MINTA KAMU NAIK KIMI!!” Kata Jery dengan nada tinggi
                      “JERY APA HAK KAMU BUAT MARAH? HAH? UDAH AKU NGANGKOT AJA” Bentak Kimi
                      *Jery pun menampar Kimi
                      “Maafin aku Kim, aku gak sengaja” Kata Jery dengan panik
                      “Gak apa-apa kok aku baik-baik aja, makasih tamparannya!” Kata Kimi menahan tangis
                      “Aku anter pulang ya Kim?” Kata Jery sedih
                      “Aku ngangkot aja ya. Makasih ya!” Kata Kimi sambil memengang pipinya lalu pergi
            Didalam angkot Kimi menangis sepanjang jalan dan untungnya angkot yang ia tumpangi sedang sepi. Kimi menangis penuh sesak dihatinya. Ia membuka Hpnya untuk mengecek semua pesan yang masuk. Kimi meembuka Hpnya dan ternyata ada pesan dari Jery dan Johan. Lalu ia membacanya satu persatu. Ada pesan yang membuat ia sangat sakit dari Jery.
                      “Kimi maafin aku ya. Aku gak bawa Hp, Hpnya ketinggalan hehehe. Ydah kamu tidur sana aku baru pulang nih jam 2an hahaha. Maafin aku ya gak ngabarin, tadi sibuk ngurusin kerjaan ehhh terus disms sama Rio buat kerumahnya ydah aku kerumah dia ehh pas aku mau ngabarin aku lupa Hpnya ketinggalan. Maafin aku ya hahaha maafin. Gak ada niat buat ninggalin kamu” Kata Jery
                      “Yaampun Jery segitu mudah kamu minta maaf? Aku nungguin kamu Jer dari pulang sekolah sampe jam 12. Kamu semudah itu minta maaf. Sakit kamu giniin Jer” Kata Kimi dalam hati
            Setelah sampai dirumah ia menghapus airmatanya dan kembali seperti Kimi yang dulu yang ceria dan selalu tersenyum. Ia tak ingin membuat mamanya sedih dan khawatir dengan dirinya. Ia kembali memakan apa yang mamanya telah buat, bercanda, dan tersenyum bersama. Kimi ingin membuat mamanya tersenyum bukan membuat mamanya sedih. Dan tak lama Kimi kembali kekamarnya. Dan mengambil buku diarynya.
                      “Dear Diary….
                                Haah gak nyangka hari ini tuh kayanya nyesek banget. Mau nangis tapi gak mau buat mama sedih. Diary pulang sekolah tadi aku berantem sama Jery, dan Jery member hadiah yang gak pernah aku dapet dari siapapun. Hadiah itu mungkin perdana buat aku. Hadiah itu “TAMPARAN” sakit loh ditampar apa lagi ditampar cowo yang tenanganya kenceng. Untung tadi rambut aku gerai kalo gak mungkin bekas tamparannya kelihatan mama. Hadiah itu msh bekas sampai sekarang. Sakitnya pun juga sama masih terasa banget.”
            Dan tak lama mamanya mengetuk pintu kamarnya. Lalu Kimi membuka pintu. Ternyata mamanya tau Kimi sedang ada masalah. Mamanya mencoba mengerti posisi Kimi saat itu. Kimi sangat senang mempunyai mama seperti itu yang selalu mengerti perasaanya dan selalu membuatnya bangkit dari rasa sakit yang telah orang lain buat kepadanya. Dan tak lama bel rumahnya berbunyi, Kimi langsung berlari untuk membukakan pintu. Dan saat ia buka ternyata itu Jery
                      “Hy Kimi” Kata Jery merasa bersalah
                      “Hy Jer” Kata Kimi ketus
                      “Aku mau ngajak kamu keluar. Kamu mau?” Kata Jery dengan takut
                      “Gak bisa, aku mau dirumah. Kamu urusin aja kesibukan kamu” Kata Kimi dengan sinis
                      “Aku mohon Kim, sebentar aja gak lama” Kata Jery memohon
                      *Kimi menengok kebelakang untuk bertanya kepada mamanya dan mamanya mengangguk
                      “Yaudah sebentar mau ganti baju. Tunggu bentar ya” Kata Kimi datar
                      “Gak usah ganti baju Kim, langsung jalan aja” Kata Jery dengan senang
                      “Ohh yaudah. Bentar aku izin mama dulu.” Kata Kimi lalu menghampiri mamanya
                      “Ma Kimi pergi dulu ya” Kata Kimi sambil mencium tangan mamanya
                      “Iya kamu hati-hati ya” Kata Mama
            Setelah itu mereka jalan berdua. Kimi yang biasanya memeluk Jery saat sedang berkendara, tapi kini lain kimi bersikap acuh dan tak peduli dengan semuanya. Yang ia inginkan hanya terbebas dari perasaan ini. Kimi yang biasanya mengajak Jery berbicara sekarang hanya diam tak mengeluarkan suara apapun. Hati Kimi masih sakit masih pedih dengan perilaku Jery tadi. Dan tak lama sampai di tempat tujuan. Kimi pun turun.
                      “Aku mau ngomong sama kamu Kim” Kata Jery
                      “Mau ngomong apa?” Kata Kimi datar
                      “Maafin aku udah nampar kamu” Kata Jery sambil berlutut
                      “Udahlah biasa aja” Kata Kimi masih tetap datar
                      “Kimi aku serius! Aku mohon maafin aku?” Kata Jery sedih
                      “Apa dengan aku maafin kamu rasa sakit yang aku dapet bisa ilang?” Kata Kimi menahan air matanya
                      “Kimi tolong jangan siksa aku dengan kamu ngomong gitu! Kimi aku mohon maafin aku, aku tau aku salah sama kamu udah nyakitin fisik dan batin kamu, maafin aku Kimi” Kata Jery sambil memegang tangan Kimi
                      “Kamu kesiksa sama omongan aku? Jer batin aku kesiksa kamu giniin. Ditambah tadi kamu nampar aku? Jer hati kamu kemana? Aku selalu nunggu kamu disaat kamu gak ada kabar, disaat kamu sibuk Jer. Aku sayang kamu Jer, tapi kenapa rasa sayang itu harus dibayar dengan rasa sakit Jer kenapa? Apa kamu bisa jawab Jer?” Kata Kimi sambil meneteskan air mata
                      “Maafin aku Kimi, maafin aku udah ada salah sama kamu” Kata Jery memeluk Kimi
                      “Udahlah Jer, gak apa-apa mungkin aku yang kurang ngerti kamu, belom bisa adaptasi dengan dunia kamu. Aku yang salah Jer. Secara gak langsung aku nuntut kamu buat selalu ada buat aku. Maafin aku ya Jer” Kata Kimi sambil memeluk jery
            Setelah itu mereka kembali akur. Setelah kejadian itu Jery mulai berubah. Kini Jery selalu menyempatkan waktu untuk Kimi walau sebentar. Jery selalu memberi kabar ditengah kesibukannya. Kimi sangat senang dengan perubahan Jery. Dan Kimi makin sayang kepada Jery berkat perubahan Jery yang telah ditunjukan kepada Kimi.
            Tak lama setelah kejadian itu. Jery kembali keawal, seperti dahulu.  Jery kembali sibuk dengan dunianya. Ya Kimi kembali dengan aktifitas seperti biasa saat Jery dengan kesibukannya. Kimi hanya bisa bersabar dan terus bersabar. Satu bulan telah Kimi lewati dengan suasanya cuek yang Jery ciptakan. Entah kenapa hati Kimi merasa ada sesuatu yang mengganjal hatinya. Entah itu apa Kimi merasa hatinya sangat sesak.
            Suat hari saat hari libur sekolah Kimi sedang asik berbincang bersama Ibunya. Tiba-tiba Kimi berfikiran untuk membuka “TWITTER” untung berkepo ria. Yaa kepo tentang Jery pacarnya. Kimi penasaran dengan geng yang dibuat oleh pacarnya diluar sekolah. Kimi mencari tahu sendiri, karena tak ada gunyanya juga ia bertanya kepada Jery, Jawaban Jery hanya satu dan klasik “Mereka itu temen main aku”. Yaa Kimi langsung membuka profil mereka satu persatu. Kimi merasa ada yang aneh. Geng tersebut terdiri dari 3 cowo dan 3 cewe. Yaaaa sungguh ada tanda tanya besar dihati Kimi. Saat membuka satu persatu profilnya ternyata ada  4 orang yang berpasangan. Kimi menjadi tambah bingung.
            Malam harinya Kimi kembali mencari tahu dengan semuanya. Kimi hanya dia saat itu kepada Jery. Ia hanya berdoa semoga ditunjukan jalan keluar dari tanda tanya besar dihatinya selama ini. Hari demi hari Kimi lewati dengan kegelisahan. Sampai terkadang Jery atau Johan ada dihadapannya pun Kimi tak melihat. Kimi masih merasa ganjal dihatinya.
            Suatu hari Kimi sedang asik twitteran. Kimi iseng membuka profil Jery. Dan apa yang dia dapat? Jery merubah ava twitternya bersama cewe lain. Tak terasa airmata mengalir dari kedua bola matanya. Kimi bingung harus berbuat apa. Kimi langsung mencari tau siapa wanita tersebut. Dan setelah mencari tahu ternyata cewe tersebut adalah anggota dari geng yang dimiliki oleh Jery. Sungguh kacau hati Kimi saat itu. Kimi langsung mengambil Hpnya dan mengirim pesan kepada sahabt baiknya
                      “Len, gua galau. Gua sakit Len gua sakit” Kata Kimi
                      “Lo kenapa sih Kim, tiba-tiba chat kaya gini? Lo kenapa?” Kata Leni
                      “Telpon gua len please gua mohon, telpon gua!! Gua butuh lo!” Kata Kimi
                      “Ohhh yaudah gua telpon” Kata Leni
                      *Perbincangan lewat telpon
                      “Hallo Kim lo kenapa?” Kata Leni panic
                      “Len gua ancur banget, lo buka twiter Jery deh gua mohon lo buka. Lo bakal tau! Sakit Len sakit gua len. Gua itu sebetulnya siapa jery sih? Gua kesel Len gua sakit” Kata Kimi sambil menangis
                      “Yaampun lo kenapa lagi sama Jery? Lo kenapa? Cerita sini, gua mohon lo jangan sedih Kim!” Kata Leni makin panic
                      “Len gua liat avanya Jery sama cewe Len, Jery dirangkul sama cewe itu. Leni gua salah apa sih sampe Jery kaya gini sama gua? Kenapa sih Len kenapa?” Kata Kimi sambil bersedih
                      “Laah lo serius Kim? Lo gak salah liat serius?” Kata Leni dengan kagetnya
                      “Ngapain sih gua boong, buat apa boong? Ini masalah hati Len gua gak mungkin boong” Kata Kimi sambil menangisis
                      ”Yah siapa tau aja lo boong. Kan mana gua tau kirain gua gitu lo boong. Ya udah sekarang enaknya gimana? Lo masih mau bertahan sama Jery apa lo udahin semuanya? Lo gak mikir apa kesehatan lo Kim? Lo tuh egois banget sama tubuh lo sendiri tau gak?” Bentak Lena
                      “Huuuh gua mau udahin hidup gua Len. Gua cape Len gua cape! Gua gak sanggup! Gua kurang sabar apa lagi sama Jery? Gua kurang apa? Selama ini gua sabar sama dia? Gua sedih banget diginiin sama dia!” Kata Kimi makin deras menangis
                      “Udah jangan nangis Kim, udah ahhh lo jangan nangis lagi udah gak ada gunanya lo nangis. Lo coba pikir deh. Apa dengan lo nangis masalah selesai? Apa lo nangis Jery juga nangis? Lo mikir Kim lo mikir jangan kaya gini. Cowo banyak Kim!!” Bentak Lena
                      “Gua sayang dia Len, Gua sayang dia. Tapi gua bingung harus apa Len buat saat ini gua bingung gua gak ngerti sama semua ini. Apa gua disuruh sabar lagi? Disuruh sabar untuk kesekian kalinya? Mungkin ini ya nasib hidup gua disuruh sabar” Kata Kimi menahan tangis
                      “Udahlah lo juga ada Johan Kim. Dia lebih care sama lo ketimbang Jery? Lo mikir Kim seharusnya jangan kaya gini!” Kata Lena menenangkan
                      “Len apa mencintai Jery harus sesakit ini. Harus separah ini? Apa harus gua korbanin air mata gua lagi? Yaampun Len kurang sabar apa gua selama ini!” Kata Kimi dengan terisak
                      “Yaudah lo sekarang tidur. Kasian tubuh lo Kim! Jangan siksa diri lo Kim gua mohon jangn siksa diri lo dengan lo kaya gini!” Kata Lena dengan sedih
                      “Iya gua tidur kok Len makasih ya” Kata Kimi
            Pagi harinya Kimi merasa kurang enak badan. Seperti biasa jam 4 pagi ia telah bangun. Ia merasa badannya sangat lemas. Tak lama terdengar suara langkah kaki mendekati kamarnya. Kimi merasa takut. Semakin lama langkah itu semakin mendekat. Dan semakin lama semakin mendekat, laluuuuuuu…… suara itu menghilang. Saat suara langkah kaki menghilang. Kimi merasa ada seseorang didalam kamarnya. Dan tak lama pintu kamarnya pun diketuk, membuat Kimi menjadi semakin takut. Dan tak lama setelah itu pintu kamarnya terbuka. Ternyata itu adalah mamanya.
                      “De, udah bangun?” Kata Mama Kimi
                      “Yaampun ma nakut-nakutin aja. Udah bangun kok ma” Kata Kimi lemas
                      “De kamu sakit?” Tanya Mamanya
                      “Gak kok ma” Jawab Kimi sambil menyalakan lampu tidurnya
                      “Jangan bohongin mama Kimi” Kata Mama dengan cemas
                      “Ma Kimi beneran kok Kimi gak apa-apa” Kata Kimi dengan tersenyum
                      “Kimi kamu serius” Kata Mama sambil menghampiri Kimi
                      “Ma beneran koko” Kata Kimi tersenyum
                      “Gak apa-apa gimana sih De badan kamu panas gini! Kamu gak usah masuk aja, nanti mama buatin surat izin buat kamu” Kata mama dengan cemas
                      “Gak usah ma Kimi masuk aja. Kimi gak apa-apa kok Kimi gak mau ketinggalan pelajaran” Kata Kimi
                      “Kamu serius?” Tanya Mama dengan serius
                      “Iya ma Kimi serius kok. Kimi gak boong!” Kata Kimi menyakinkan mamanya
            Akhirnya Mamanya pun mengizinkan Kimi sekolah. Kimi bingung untuk berangkat sekolah. Ia sedang malas bertemu dengan Jery. Ia ingin cepat sampe sekolah. Kimi bener-benar kecewa dengan semuanya. Akhirnya Kimi memutuskan untuk berangkat sekolah bersama Johan. Ini puncak dari masalah Kimi dengan Jery.
            Saat diparkiran Jery melihat Kimi berboncengan dengan dengan Johan. Setelah Kimi turun dari motor lalu berjalan menuju kelasnya. Tiba-tiba Jery menarik tangan Kimi dengan kencangnya, lalu menariknya kehalaman belakang sekolah. Disanalah mereka bertengkar hebat.
                      “Kamu kenapa bareng Johan?” Bentak Jery
                      “Apa peduli kamu? Apa peduli kamu tentang aku? Apa kamu mikirin aku Jer? Aku bukan cewe bodoh Jer.” Kata Kimi sambil menahan tangis
                      “Apa maksud kamu berangkat bareng sama Johan? Apa maksud kamu? Kamu anggep aku apa Kimi?” Bentak Jery
                      “Kamu gak salah nanya kaya gitu sama aku? Kamu gak salah Jer? Bukanya aku yang seharusnya tanya itu ke kamu Jer?” Kata Kimi dengan nada setengah
                      “Maksud kamu apa sih? Kamu yang jelas dong!” Kata Jery dengan membentak
                      “Apa kurang cukup dengan foto ini?” Kata Kimi sambil menunjukan foto di Hpnya
            Akhirnya Jery hanya terdiam saat Kimi menunjukan foto tersebut. Dan Akhirnya Kimi kembali ke kelasnya dengan rasa sakit yang amat mendalam. Setelah itu apa yang Kimi lakukan? Apa ia meminta putus apa terus bertahan dengan Jery?.........
Bersambung……