Saat hubungan mereka
menginjak 7bulan mereka sedang benar-benar diuji. Yang membuat satu sama
lainnya menyerah. Sungguh banyak godaan dalam hubungan mereka.Entah dari mana asal
muasalnya hubungan mereka bisa serumit ini. Sungguh satu sama lain hamper putus
asa. Mei hampir sudah tak kuat menghadapi ego masing-masing.
Rama yang dulu ramah sekarang menjadi sedikit kasar. Sungguh
entah apa yang membuat Rama seperti itu. Saat berdua bersama Mei pun Rama
seperti tak menganggap Mei ada disampingnya. Sungguh Mei lelah menghadapi sikap
Rama yang seperti itu.Tapi Mei tetap bertahan, karena rasa sayangnya terhadap
Rama begitu besar.
Saat berada dirumah kepala Mei menjadi pusing.Entah kenapa
tiba-tiba rasa sakit itu muncul lagi. Sakitnya seperti yang ia rasakan pada
umur 16thn. Sungguh Mei sangat merasakan sakit.Ia menangis hanya bisa menangis.
Sambil menangis ia mencari obat pereda rasa sakit. Setelah menemukannya Mei
langsung meminumnya.Dan berkisar 30menit rasa sakit itu pun reda.Mei pun
tertidur.
Saat terbangun Mei langsung mengambil buku diarynya.Dan
menulis apa yang ia rasakan saat ini. Setelah menulis keluh kesahnya ia
mengambil gitarnya dan memainkan sebuah lagu. Sungguh lagu yang membuat hatinya
tenang.Saat asik memetik gitar Hp Mei pun berbunyi. Saat ia periksa ternyata
SMS dari Rama “Aku ada urusan dikampus. Pulang Malem maaf ya.J”.
Mei pun segera menutup pesan tersebut.
Entah ada pikiran apa Mei ingin ke Taman Kota. Saat itu ia
pula ia berganti baju dan buru-buru ke Taman kota. Saat ingin pergi ke Taman
Kota Mei hanya membawa gitar kesayangannya dan laptopnya.Ia merasa ingin
membuat pikirannya segar kembali. Saat diperjalanan Mei bersenandung dangat
merdu.Saat sudah sampai di Taman Kota Mei buru-buru memparkirakan mobilnya.
Saat sudah memparkirkan mobilnya Mei langsung masuk ke Taman
Kota.Ia mencari-cari tempat yang indah menurut dirinya. Akhirnya dia memutuskan
untuk duduk direrumputan dipinggiran danau yang indah. Saat ia sedang
melantunkan lagu yang indah ia melihat kearah kanan ternyata disana terlihat
Rama bersama wanita lain sedang bermesraan. Sungguh sakit hati Mei saat itu.Ia
mengambil Hpnya dan memotret sikap Rama waktu itu. Sehabis itu Mei pun
buru-buru pulang dan mematikan Hpnya.
Saat sampai dirumah Mei hanya menangis. Sungguh pria yang
selama ini ia anggap baik ternyata menyakiti hatinya. Mei hanya bisa menyesal
untuk saat ini.Sunggu Mei sangat sakit hati atas perbuatan Rama saat itu.Mei
ingin menghindari Rama untuk saat ini.Rama sungguh membuat rasa kecewa yang
mendalam dihatinya.Mei langsung mengambil buku diarynya dan mencurahkan
semuanya.
Keesokan harinya Mei berangkat kekampus seperti
biasa.Sungguh hatinya masih sakit hingga kini.Mei ingin membuang semuanya.Mei
ingin mencoba memaafkan semuanya.Tapi entah kenapa Mei merasa berat untuk
memaafkan kesalahan yang dibuat Rama.Saat sedang berjalan dikoridor kampus Mei
melihat Rama.Tapi Mei tidak menyapanya Mei terus berjalan tanpa menghiraukan
Rama.Mei pergi menuju kantin.
Saat dikantin Mei duduk sendirian sambil menikmati suasana
halaman kampus. Mei menikmati semangkuk bakso deh es the manis. Sungguh Mei
hanya terdiam saat itu. Mei hanya berfikiran apa ada yang salah dalam dirinya
hingga Rama berpaling? Pikiran Mei sangat kacau waktu itu.Mei hanya terdiam dan
termenung.Dan tiba-tiba Rama menghampiri dirinya.
“Hy yang kok kamu sendirian?” Kata Rama
mesra
“Hah?? Gak apa-apa kok!” Kata Mei datar
“Kamu kenapa yang?” Kata Rama
“Aku?Kenapa aku?Gak apa-apa kok!” Kata
Mei amat datar
“Kamu sakit?” Kata Rama
“Hah? Enggak kok!” Kata Mei datar
“Kamu kenapa?” Kata Rama
“Hemm liat Hp aku aja nih, pasti kamu
tau kenapa aku” Kata Mei datar
“Mana sini aku liat” Kata Rama
“Nih liat aja” Kata Mei sinis
“Yang mana sih Mei?” Kata Rama sambil
melihat Hp Mei
“Buka galeri deh tar buka foto pertama”
Kata Mei datar
“Ohh iya bentar” Kata Rama
“Udah diliatkan?Terus tau kan aku
begini kenapa?” Kata Mei sinis
“Mei maafin aku” Kata Rama dengan nada bersalah
“Hah udah biasa kok aku Ram gak perlu
minta maaf” Kata Mei
“Mei maaf” Kata Rama
“Hah bosen Ram sama kata-kata itu.
Misalnya udah jenuh gak usah deh pake bohong segala” Kata Mei dengan menyindir
“Mei maaf ya Mei maafin aku?” Kata Rama
“Udah ya Ram akhirin aja semuanya” Kata
Mei dengan sedih
“Mei kamu serius?” Kata Rama
“Ia aku serius! Maaf” Kata Mei
“Tapi Mei aku masih sayang kamu!” Kata
Rama
“ Aku juga masih sayang, tapi buat apa
dipertahanin kalo udah ada perselingkuhan dibaliknya?” Kata Mei sambil menutupi
rasa sedihnya
“Maaf banget Mei” Kata Rama
“Udah cukup Ram, harus diakhirin
sekarang” Kata Mei sambil berlalu
Sehabis memutuskan tali cintanya Mei langsung pergi menuju
Tama Kota.Ia mengenang semua yang pernah terjadi. Setelah sampai di Taman Kota
Mei hanya terdiam dan menagis. Mei melihat Foto yang kemarin Ia ambil. Ia sakit
sekali melihat itu. Mei memperhatikan foto tersebut, Ternyata wanita yang ada
difoto tersebut adalah sahabat terbaiknya. KAMILA…. Ya Kamila sahabat baiknya
ternyata menusuknya dari belakang.
Setelah puas menangis di Taman Kota Mei pulang kerumah. Saat
diperjalanan Ia ingat kalau ada janji dengan kakaknya. Untuk membicarakan
kelanjutan pemeriksaan terhadap penyakitnya.Mei putar arah dan langsung menuju
tempat yang ditentukan mereka.
Setelah sampai ditempatnya.Mei dan Lucky ngobrol panjang
lebar. Ternyata saat melihat hasil test kemarin ternyata stadiumnya bertambah.
Mei sungguh sakit.Tambah sakit. Pertama ia putus dengan Rama dan sekarang Mei
tau stadiumnya bertambah? Mimpi apa Mei semalam? Sungguh sangat hancur Mei saat
itu.Pikirannya sangat kacau.Sungguh jika tak ada kakanya didepannya mungkin
airmatanya sudah keluar dari tadi.
Setelah berbicara panjang lebar.Mei pun pamit pulang.Saat
diperjalanan pulang Mei mendapat pesan kalau dia diundang mengisi acara
kampus.Yang diselenggarakan satu minggu lagi.Panitia berharap Mei bisa mengisi
acara tersebut sebagai pembukaan.Mei antara mau dan tidak.Mei cukup sakit untuk
menerima tawaran tersebut.Tapi demi professionallitas Mei terima tawaran
tersebut.
Saat sampai dirumah Mei mengambil buku diarinya.Dan menulis
semua yang dirasakan.Sungguh saat itu pula kepala Mei kembali sakit.Sakit yang
teramat sakit.Sungguh Mei sudah tidak bisa melawan semuanya.Mei sangat
merasakan pusing.Mei merasakan dirinya sangat lemah.Sungguh Mei merasa tak
berdaya lagi.Sehabis menulis diary Mei langsung beristirahat.
Keesokan harinya Mei tidak masuk kuliah. Sungguh ia tak
sangguh untuk berdiri. Sungguh lemah kakinya untuk menapaknan diri.Mei merasa
tak punya semangat hidup.Mei merasa orang yang paling tersiksa.Mei merasa
paling lemah.Mei merasa paling hancur.Sungguh seharian Mei hanya menangis dan
tidak keluar dari kamarnya.Orang tuanya pun bingung, kenapa Mei seperti itu.
Malam harinya orang tua Mei menyuruh Lucky untuk kerumah dan
membujuk Mei keluar dari kamar. Semalaman Mei hanya menangis, sungguh ia tak
menyangka Rama akan buat sekejam itu dan Kamila. Kamila yang ia sudah anggap
saudara, tapi merebut kekasihnya? Sungguh tega. Mei sangat sakit akan
perbuatan. Mei kembali mengambil buku diarynya. Dan menulis semua yang ia
rasakan saat ini.
Tak lama setelah itu terdengar suara mobil memasuki halaman
rumah. Sungguh orang tua Mei pun senang atas kedatangan Lucky. Sungguh yang
bisa diharapkan satu-satunya kini hanya Lucky.Tapi apakah Mei masih seperti
dulu?Seperti waktu SMA? Saat umurnya 16 tahun?.Saat Lucky masuk kedalam rumah,
lucky langsung menuju kamar Mei dan mencoba membujuk Mei membuka pintu.Lebih
dari 20menit Lucky membujuk Mei agar Mei membukakan pintu kamarnya.
Setelah Lucky susah payah membujuk, akhirnya Mei membuka
pintunya dengan mata yang amat sembab. Mei menyuruh kakaknya masuk kedalam
kamar.Lalu Mei kembali mengunci pintunya.Saat itu Mei menjauh dari
kakaknya.Kakanya duduk dikursi yang ada dibalkon kamar Mei.Dan Mei duduk
dilantai balkon sambil menikamati pemandangan.Suasana yang tercipta hanya
hening dan sunyi.Mereka berdua sama-sama memilih diam. Tak ada yang memulai
pertanyaan.Tapi tak lama Lucky berbicara.
“Kamu kenapa Mei?” Kata Lucky
“Hah? Gak apa-apa kok kak!” Kata Mei
menahan sedih
“Kamu jangan bohong.Kalo gak apa-apa
kenapa mata kamu sampe bengkak gitu?” Kata Lucky penasaran
“Emang kakak mau tau banget? Kak
ngertiin Mei dong! Mei udah dewasa. Umur Mei udah 21 tahun kak! Sekarang Mei
mau sendiri!” Kata Mei sambil mengeluarkan air mata
“Mei” Kata Lucky sambil memeluk Mei
“Kak :(” Kata Mei sambil
menangis
“Kenapa kamu de?Cerita makannya sama
kakak!” Kata Lucky
“Gak apa-apa kok kak tinggalin Mei
sendiri dulu ya kak.Mei pengen sendiri dulu untuk saat ini” Kata Mei sambil
melepas pelukan Lucky.
“Ya udah deh kalo gak mau cerita
mungkin belum saatnya.Kalo ada apa-apa bilang kak ya. Kakak ada dibawah” Kata
Lucky
Sungguh Mei tidak bisa membendung lagi airmatanya.Tak ada
yang bisa menghiburnya saat ini.Airmatanya pun jatuh menetesi pipinya.Sungguh
Mei sangat hancur saat ini. Rama yang ia idam-idamkan sejak SMA membuatnya
hancur saat ini? Sungguh Mei sangat sakit hati atas sikap Rama sungguh Mei
ingin melupakan Rama untuk selamanya.Mei benci Rama.
Keesokan harinya Mei pergi kekampus dengan mata yang masih
bengkak. Teman sekampusnya pun menyadari apa yang terjadi. Terutama Alex. Alex
yang pertama kali tau keadaan Mei yang sedang kacau.Ingin rasanya Alex
menenangkan Mei, tapi Alex mengurungkan niatnya.Alex ingin membiarkan Mei
sendiri terlebih dahulu. Alex ingin melihat Mei tersenyum seperti dulu, tapi untuk
saat ini tidak akan bisa Mei tersenyum.
Mei berjalan menuju halaman kampus.Terus berjalan untuk
menemukan tempat yang yang tepat untuk menenangkan diri. Akhirnya ia menemukan
tempat tersebut. Tepatnya dibelakang kampus.Ia duduk dan menikamati pemandangan
disana. Ia mengambil gitar dan mulai memetik gitar tersebut. Sungguh Mei sangat
menghayati lagu yang ia mainkan. Sungguh Mei sangat sakit hati dengan semua
yang terjadi sekarang terhadap dirinya.Apa dulu Mei melakukan kesalahan?
SEMINGGU
KEMUDIAN
Akhirnya acara yang ditunggupun telah tiba. Acara kampus pun
akan diselenggarakan beberapa hari lagi. Mei tak menyangka ia harus bekerja
sama dengan Rama. Sungguh ia muak melihat muka Mei saat ini. Apa lagi terhadap
Kamila. Sungguh saat Mei dan Kamila bertatapan, Mei sangat sinis menatap wajah
Kamila.Disitu Kamila telah merasa sangat bersalah.
Akhirnya acara dimulai.Pertama dibuka dengan tarian
tradisional.Saat acara tari tradisional dimulai, Mei bersiap-siap dari kostum
hingga make-up.Sungguh Mei ingin menutupi kesedihannya dari semua orang.Mei
ingin tampil sebagai orang yang kuat meski hatinya sedang hancur.Ia memotivasi
dirinya sendiri agar kuat dalam acara ini. Saat tarian tradisional selesai Mei
dipanggil untuk mengisi acara selanjutnya.Dengan santai Mei naik keatas
panggung, dan memakai gitarnya.Dan Mei langsung memainkan sebuah lagu.
“Tiba saat mengerti jerit suara hati,
yang letih meski mencoba melagukan rasa yang ada. Mohon tinggal sejenak
lupakanlah waktu, temani air mataku teteskan lara merajut asa, menjalin mimpi
edapkan sepi-sepi.
Cintakan membawamu kembali disini
menuai rindu membasuh perih bawa serta dirimu, dirimu yang dulu mencintaiku apa
adanya.
Saat dusta mengalir jujurkanlah hati,
kenangan batin jiwamu, kenangan cinta seperti dulu saat bersama, tak ada
keraguan.
Cinta, kan membawa kembali seperti yang
dulu, suasana, yang dulu, hatiku, yang dulu, bersama jiwaku dirimu yang ku
tunggu-tunggu perihnya hatiku tuk melawan semua waktuku, damaikan, semua rasa,
indahkan, segenap asa, membawa, jauh lara, senyuman canda tawa kau bawa dirimu
padaku. We’re gonna be together me and you.
Cintakan membawamu kembali disini
menuai rindu membasuh perih bawa serta dirimu, dirimu yang dulu mencintaiku apa
adanya.
Tiba saat mengerti jerit suara hati
yang letih meski mencoba melagukan sesal yang ada, namun tinggal sejenak
lupakanlah waktu temani air mataku teteskan laraku
Cintakan membawamu kembali disini
menuai rindu membasuh perih bawa serta dirimu, dirimu yang dulu mencintaiku apa
adanya.
Makasih sekian yang bisa saya tampilkan
kelaian.” Kata Mei sambil tersenyum lalu pergi
Setelah tampil Mei buru-buru pergi.Tapi Rama menghadangnya.
Sungguh Mei sangat marah, tapi tetap ia tahan. Rama menggengam tangannya
sungguh saat itu sebetulnya Mei ingin menepis tangan Rama tapi itu sudah
terlambat.Rama sudah menggenggam tangan Mei dengan erat.Mei sangat marah dan
ternyata disitu juga sudah ada Kamila, yang membuat tambah panas dan muak.
“Dengerin aku dulu” Kata Rama
“apaan sih? Ihhhh gak usah sok kenal
deh ya!” Kata Mei sinis
“Mei aku minta maaf!” Kata Rama
“Apaan sih urusin dulu tuh KAMILA” Kata
Mei sinis
“Mei?” Kata Rama
“Apaan sih Ram? Kita udah putus! Udah
lah urusin aja KAMILA sekarang gak usah peduliin gua!” Kata Mei sinis
“Mei? Denger dulu” Kata Rama
“Gak ada yang harus didengerin lagi kok
Ram, aku udah tau semuanya.Aku udah tau kalian udah tunangankan sebelum kamu
nembak aku?Kalian bohongkan? Kamu Ram, sebetulnya kamu tuh Cuma mainin aku kan?
Cuma pengen buat aku sedih kan? Kamu Mil, kamu cerita sama Rama kalo aku
sukakan sama Rama? Terus kamu pura-pura ikhlaskan kalo Rama jadian sama aku?
Tapi lama-lama kamu juga gak betahkan? Hey kalian berdua itu GILA tau gak.
Sebetulnya Ram kalo kamu gak sayang sama aku, yaudah gak usah kamu ngungkapin
rasa cinta yang palsu sama aku. Dan kamu Kamila, jangan sok ikhlas deh ya kalo
sebetulnya kamu gak ikhlas” Kata Mei dengan kesal
“Mei? Maaf aku udah salah” Kata Kamila
“Hah gak usah minta maaf udah basi”
Kata Mei
“Maafin kita berdua Mei” Kata Rama
sedih
“Hahahahaha, udah nikah aja gih kalian
aku restuin kok kalian” Kata Mei
“Mei?” Kata Kamila
“Udah aku cape, aku malu, aku muak”
Kata Mei sambil berlalu
Mei berlari menuju mobilnya.Mei terus berlari sambil
menangis.Saat sampai dimobilpun Mei masih menangis.Sungguh airmatanya tak bisa
berhenti.Sungguh sakit untuk menerima kenyataan.Mei sungguh sangat sulit
menerima semuanya.Kamila telah melukai hatinya.Dan begitu pula juga
Rama.Sungguh kali ini Mei membenci semuanya.
Karena kejadian itu Mei berubah sifat menjadi
pendiam.Sungguh rasa sakit itu membuat Mei mempunyai kepribadian yang baru.
Yang membuat teman sekampusnya merasa
aneh. Mei yang dulu suka didekati siapa saja, tapi sekarang ia tak mau didekati
oleh siapapun.Ia menjadi pribadi yang suka menyendiri. Tak seperti dulu.Yang
suka bergaul siapa saja tapi kini?Apa yang terjadi? Mei berubah sangat drastis.
Saat pulang kuliah Mei masuk kekamar dan mengambil buku
diarynya.Sungguh Mei sangat merasa lemah hari ini. Jam ini. Menit ini.Dan detik
ini.Mei merasakan lemah diseluruh tubuhnya. Sungguh Mei sangat lemah, tak kuat
ia mengangkat tubuhnya sendiri. Ia hanya bisa terbaring lemah. Dan ia
mendapatkan pesan dari rama yang berisi “Mei, aku tau aku salah. Aku tau aku
udah buat kamu kecewa, aku sadar semuanya Mei. Aku sayang sama kamu Mei. Saat
kamu melihat aku ditaman kota itu, sesungguhnya aku udah putus sama Kamila. Dan
undangan yang kamu terima itu hanyalah undangan palsu.Kamila masih tidak terima
dengan berakhirnya hubungan antara aku dan dia. Jujur Mei aku dulu tidak
mencintaimu, memang Mei semua yang kamu katakana itu benar Mei. Tapi semenjak
hubungan kita menjelang 6bulan aku udah sayang banget sama kamu. Tapi semenjak
hubungan kira mau 7bulan Kamila mulai plin-plan Mei.Aku bingung dan aku gak
bisa buat apa-apa.Maaf ya Mei.Jujur aku masih sayang kamu.FORVER MEI.”
Malam di hari berikutnya ternyata Rama datang kerumah.Mei
tidak enak kepada Rama karena Rama sudah jauh-jauh datang kerumahnya.Mei mandi
terlebih dahulu dan berganti pakaian.Sebetulnya Mei merasa tidak enak badan.
Sebelum ia turun, Mei menulis di diarynya dan menulis sebuah surat untuk Rama.
Sehabis menulis surat Mei langsung menuju ke ruang tamu.
Tapi saat menuruni tangga Mei sudah merasa tidak kuat.Mei merasa sangat lemah,
mata sudah berkunang-kunang, dan kepala begitu pusing.Saat menuruni tangga
ternyata Mei terjatuh dari tangga.Mei sudah tidak kuat karna terlalu merasa
pusing.Dengan sepontan Rama berlari menuju tangga.Rama kaget dan buru-buru
membawa Mei kerumah sakit dengan didampingi Lucky dan mama Mei.
Saat dirumah sakit Mei langsung dilarikan ke ruang
UGD.Sungguh seluruh keluarga dibuat cemas.Sungguh semua takut terjadi apa-apa
kepada Mei. Sungguh hanya doa dan airmata yang ada diruangan tersebut. Mama Mei
pun hanya bisa menangis sambil dipeluk Lucky.Pemeriksaan Mei berlangsung
sekitar 1jam.Dan Ayahpun keluar dan mengatakan bahwa Mei sedang dalam keadaan
“KOMA”. Sungguh semua tak menyangka akan terjadi seperti ini.
Pagi harinya Lucky pulang kerumah untuk mengambil baju
ganti.Jadi, yang menunggu Mei dirumah sakit hanya Rama dan Mama Mei.Sungguh
Rama tidak menyangka selama ini Mei mempunyai penyakit.Sungguh Rama menyesal
telah menyakiti hati Mei.Sesungguhnya Rama masih mencintai Mei.Tapi saat ingin
mengungkapkan cinta kembali Mei dalam keadaan seperti ini.
Siangnya Lucky kembali dengan membawa tas dan sebuah buku
dan sepucuk surat. Lucky langsung memberikannya kepada Rama. Lucky memberikan
sebuah surat dan buku diary yang telah ia baca sebelumnya. Lucky baru tau apa
yang sesungguhnya adiknya rasakan saat ini. Begitu sakit hati Lucky membaca
buku diary yang dimiliki adiknya. Saat menerima surat dan diary tersebut Rama
langsung membacanya. Yang pertama yang ia baca adalah surat tersebut.
“Dear Rama :)
Rama, makasih yah kamu
udah mau dateng hari ini.Heheheh maaf ya Rama. Ehh jujur aku juga masih sayang
sama kamu kok. Tapi semua ini harus aku terima. Ohh iya Ram, kalo bisa sih ya
aku saranin kamu sama Kamila aja. Kalo kamu sama aku juga blm tentu kita bisa
jadi satu Rama. Jujur selama ini aku sering bohongin kamu. Aku bilang mau pergi
sama temen, tapi kenyataannya aku pergi untuk memeriksa keadaanku. Ram aku
harap kamu gak kaget ya. Aku punya kanker otak ram. Mungkin saat ini udah
stadium 4 kali ya.Aku gak tega juga kalo kamu masih jadi pacar aku.Aku gak mau
ada air mata yang jatuh dari mata kamu Ram.Sayang Ram kamu nangisin cewe kaya
aku.Air mata kamu lebih berharga dari pada aku Ram. Jangan pernah nangis Ram
karena aku ya. Aku bakal ninggalin kamu buat selamanya. Maaf ya Ram kalo aku
gak bisa lama damping kamu. Tapi jika aku meninggal kelak ingatlah aku selalu
ada disampingmu. Disaat kamu kangen aku dateng aja ya ke taman kota. Aku ada
disitu jagain kamu. I LOVE YOU RAMA :)”
Tak disangka saat selesai membaca surat tersebut airmata
turun dari kedua mata Rama. Setelah itu Rama Membuka buku diary.Dan membaca
lembar pertama.
“Dear Diary :)”
Hemmm ternyata baru
kerasa sekarang, kehilangan kakak itu gak enak. Buktinya sekarang aku kangen
banget sama kak Lucky. Kangen berantem bareng, kangen ketawa bareng, Kangen
nyanyi berdua bareng sama kak Lucky. Pengen curhat sama kak Lucky. Pengen deh
bisa bareng lagi sama kak Lucky. Tapi sekarang Kak Lucky udah gak tinggal lagi
dirumah.Kak Lucky pergi gak tau kemana.Hmmm kangen kak Lucky kapan kak Lucky
balik. Demi kangen banget sama Kak Lucky.
Setelah membaca lembar pertama,
Langsung membuka lembar ke-2
“Dear Diary :)”
Aku
benci hari ini aku benci banget hari ini.Sungguh Alex sangat menyebalkan.Kenapa
aku harus aku yang kena?Kenapa? Memang aku punya salah sama Alex? Kenapa Alex
selingkuh?Apa tidak cukup saat di Café kemarin apa tidak cukup? Kenapa sekarang
ia melakukannya lagi kenapa? Kenapa Harus Sopia yang mengambil Alex?Kenapa
semua tak mengerti keadaanku?Kenapa?Kenapa semua mengambil milik aku yang aku
sayang?Kenapa?Kenapa?L
Setelah Membaca lembar ke-2 Rama baru tau ternyata Mei punya
trauma dimasa lalu. Yang membuat Mei takut akan yang namanya Cinta dan arti
sebuah persahabatan. Sehabis itu Rama langsung membaca lembar ke-3
“Dear Diary :)”
Kenapa orang yang selama
ini aku percaya ternyata membohongi ku?Membohongi keadaan ku?Kenapa kenapa
kalian berbohong kepada aku?Kenapa kalian bilang aku baik-baik saja saat aku
berada dirumah sakit?Kenapa?Dengan alasan berbohong itu baik? Hah? BULLSHIT!
Bohong itu sakit jika tau belakangan.Ini maslah besar ini keadaanku.Keadaan Anak
kalian sendiri kenapa kalian tutup-tutupi?Kenanap?Kenapa kalian nutupin BAHWA
AKU MEMPUNYAI KANKER OTAK?L
Sehabis itu membaca lembar ke-4
“Dear diary :)”
Waaaaaaa perasaanku
semakin kacau. Tadi dikampus dijegat sama Alex, sungguh sakit hati ini terbuka
lagi. Aku ingin melupakan Alex tapi kenapa ia terus mengganguku. Dia bilang
masih sayang? Hah? Aku juga masih tapi nasi sudah menjadi bubur, sayang ini
telah ia hancurkan. Dia sudah berselingkuh dengan sahabatku sendiri. Dan
sekarang ia mengatakan cinta kembali? HAH? Aku sudah tak butuh aku bias hidup
tanpa Alex. Dulu memang aku cinta dengan dia. Dan tapi itu DULU, sebelum ia
menyakiti hatiku. Sebelum merusak semua perasaanku.
Lembar demi lembar Rama membacanya. Tak terasa air matanya
telah mengalir deras menghiasi kedua belah pipinya. Sungguh Rama sangat sakit
membaca diary milik Mei. Rama tidak tau sama sekali tentang masa lalu Mri. Jika
ia tau Mei pernah merasa amat kecewa ia tak akan pernah membuat hati Mei
terluka lagi. Sungguh disitu Rama sangat merasa bersalah. Tak terasa Rama telah
membuka lembar terakhir lalu ia membacanya.
“Dear Diary :)”
Aku merasa kondisi ku sangat lemah saat ini. Apa mungkin hari ini aku MENINGGAL?? Apa mungkin hari ini hari terakhir?? Tuhan aku masih ingin hidup, aku masih ingin membuat orang disekitarku bahagia dengan prestasiku. Tuhan jika memang hari ini kau ambil nyawa ku aku harap semua yang aku tinggalkan diberikan keihklasan yang mendalam. Tuhan aku titip Rama ya Tuhan, tolong jika aku meninggal hari ini biarkan dia bahagia dengan Kamila Tuhan, dah berikan ia hari-hari yang indah. Diary sungguh tak kuat aku merasakan ini semua. :)
Aku merasa kondisi ku sangat lemah saat ini. Apa mungkin hari ini aku MENINGGAL?? Apa mungkin hari ini hari terakhir?? Tuhan aku masih ingin hidup, aku masih ingin membuat orang disekitarku bahagia dengan prestasiku. Tuhan jika memang hari ini kau ambil nyawa ku aku harap semua yang aku tinggalkan diberikan keihklasan yang mendalam. Tuhan aku titip Rama ya Tuhan, tolong jika aku meninggal hari ini biarkan dia bahagia dengan Kamila Tuhan, dah berikan ia hari-hari yang indah. Diary sungguh tak kuat aku merasakan ini semua. :)
Akhinya semua sudah dibaca. Rama pun terdiam. Ternyata Mei
mempunyai penyakit yang sangat parah, Rama tak menyangka itu semua. Rama amat merasa
bersalah telah membuat Mei seperti itu, Ia merasa orang yang paling bodoh,
merasa orag yang paling tak berguna. Rama beranggapan, Jika ia diberikan satu
kesempatan lagi, ia akan membuat Mei bahagia sampai ajal menjemput.
Tak lama Rama dihampiri oleh Lucky, disitu Lucky bercerita
banyak tentang Mei. Lucky bercerita sambil tersenyum. Lucky ingin Rama tau yang
sesungguhnya. Lucky ingin Rama ada disamping Mei untuk saat ini. Dan saat
mereka asik berbincang-bincang ada yang berteriak “MEI SADAR”, setelah
mendengar kabar tersebut Rama langsung berlari menghampiri Mei. Setelah itu
Rama berbicara
“Kamu kuat Mei kamu kuat, kamu harus
sembuh gak boleh kaya gini. Mei harus sembuh. Aku sayang kamu Mei, aku mohon
kamu bangun” Kata Rama
Saat itu Mei hanya membalas dengan senyum, dan tak lama Mei
berbicara dengan menggunakan bahasa isarat “Aku juga sayang kamu”. Setelah
memberikan kata-kata tersebut detak jantung Mei menghilang.Mei telah tiadasaat
ia mengucapkan kata-kata terakhirnya. Rama langsung terdiam, kakinya langsung
melemas melihat orang yang ia cintai telah pergi untuk selamanya. Rama
benar-benar sangat kehilangan.
Saat itu juga Mei dibawa kerumah duka. Rama langsung
menangis saat melihat Mei dibungkus oleh kain kafan. Tak rela hati Rama melihat
Mei seperti itu. Ingin rasanya Rama menggantikan Mei. Tapi apa daya takdir
sudah bermain. Rama langsung menghapus air matanya dan tersenyum untuk Mei.
Setelah itu Rama langsung mencium kening Mei untuk terakhir kalinya.
Tak lama jasad Mei pun disolatkan. Setelah itu Jasadnya
dibawa kekuburan untuk dikubur. Sungguh suasana duka menyelimuti jalannya
pemakaman. Rama yang saat itu sangat tegar tersenyum melihat Mei tertidur pulas
diperistirahatan terakhirnya. Setelah kuburan Mei selesai. Seluruh keluarga
pergi tinggal Rama, dan sahabat-sahabat Mei yang ada dikuburan. Mereka
menangisi kepergian Mei.
“Mei yang tenang ya disana, Maafin aku
Mei udah berbuat kejam kepadamu” Kata Kamila
“Mei yang tenang ya disana, gak nyangka
loh kamu cepet ninggalin aku. Mei tenang ya disana doa kami selalu menyertai
perjalanamu Mei” Kata Sonya
“Mei yang tenang ya Mei, doa aku selalu
ada diperjalananmu. Dan makasih Mei dalam semasa hidup kamu, kamu mau nemenin
aku Mei, meskipun aku udah nyakitin hati kamu” Kata Alex
Setelah semua sahabat Mei mengucapkan kata-kata terakhirnya.
Tinggal Rama sendiri yang ada dipemakaman. Rama duduk terdiam dipemakam. Rama
terdiam sambil menahan air matanya. Dan Rama langsung berbicara dipemakaman Mei
“Mei aku sayang kamu. Aku gak mau
kehilangan kamu Mei, aku masih berharap kamu ada disisih aku Mei. Aku mau
nemein kamu. Mei semoga kamu tenang ya dialam sana aku selalu doain kamu Mei”
Kata Rama
Setelah itu Rama langsung pulang. Dan bersedih didalam kamar
selama seminggu. Setelah itu Rama pergi ketaman kota dan duduk menyendiri
menikmati suasana taman kota. Sesungguhnya Rama pergi ketama kota karna ia
kangen kepada Mei. Dan Ramapun hanya bisa berangan bahwa disampingnya ada Mei,
untuk detik ini, menit ini, jam ini, hari ini, dan selamanya. Meskipun itu haya
sebuah angan……
TAMAT
Tidak ada komentar:
Posting Komentar