Minggu, 24 Juni 2012

Kenapa Harus Dia Bukan Aku?? (Part IV)

Saat hubungan mereka menginjak 7bulan mereka sedang benar-benar diuji. Yang membuat satu sama lainnya menyerah. Sungguh banyak godaan dalam hubungan mereka.Entah dari mana asal muasalnya hubungan mereka bisa serumit ini. Sungguh satu sama lain hamper putus asa. Mei hampir sudah tak kuat menghadapi ego masing-masing.
         Rama yang dulu ramah sekarang menjadi sedikit kasar. Sungguh entah apa yang membuat Rama seperti itu. Saat berdua bersama Mei pun Rama seperti tak menganggap Mei ada disampingnya. Sungguh Mei lelah menghadapi sikap Rama yang seperti itu.Tapi Mei tetap bertahan, karena rasa sayangnya terhadap Rama begitu besar.
         Saat berada dirumah kepala Mei menjadi pusing.Entah kenapa tiba-tiba rasa sakit itu muncul lagi. Sakitnya seperti yang ia rasakan pada umur 16thn. Sungguh Mei sangat merasakan sakit.Ia menangis hanya bisa menangis. Sambil menangis ia mencari obat pereda rasa sakit. Setelah menemukannya Mei langsung meminumnya.Dan berkisar 30menit rasa sakit itu pun reda.Mei pun tertidur.
         Saat terbangun Mei langsung mengambil buku diarynya.Dan menulis apa yang ia rasakan saat ini. Setelah menulis keluh kesahnya ia mengambil gitarnya dan memainkan sebuah lagu. Sungguh lagu yang membuat hatinya tenang.Saat asik memetik gitar Hp Mei pun berbunyi. Saat ia periksa ternyata SMS dari Rama “Aku ada urusan dikampus. Pulang Malem maaf ya.J”. Mei pun segera menutup pesan tersebut.
         Entah ada pikiran apa Mei ingin ke Taman Kota. Saat itu ia pula ia berganti baju dan buru-buru ke Taman kota. Saat ingin pergi ke Taman Kota Mei hanya membawa gitar kesayangannya dan laptopnya.Ia merasa ingin membuat pikirannya segar kembali. Saat diperjalanan Mei bersenandung dangat merdu.Saat sudah sampai di Taman Kota Mei buru-buru memparkirakan mobilnya.
         Saat sudah memparkirkan mobilnya Mei langsung masuk ke Taman Kota.Ia mencari-cari tempat yang indah menurut dirinya. Akhirnya dia memutuskan untuk duduk direrumputan dipinggiran danau yang indah. Saat ia sedang melantunkan lagu yang indah ia melihat kearah kanan ternyata disana terlihat Rama bersama wanita lain sedang bermesraan. Sungguh sakit hati Mei saat itu.Ia mengambil Hpnya dan memotret sikap Rama waktu itu. Sehabis itu Mei pun buru-buru pulang dan mematikan Hpnya.
         Saat sampai dirumah Mei hanya menangis. Sungguh pria yang selama ini ia anggap baik ternyata menyakiti hatinya. Mei hanya bisa menyesal untuk saat ini.Sunggu Mei sangat sakit hati atas perbuatan Rama saat itu.Mei ingin menghindari Rama untuk saat ini.Rama sungguh membuat rasa kecewa yang mendalam dihatinya.Mei langsung mengambil buku diarynya dan mencurahkan semuanya.
         Keesokan harinya Mei berangkat kekampus seperti biasa.Sungguh hatinya masih sakit hingga kini.Mei ingin membuang semuanya.Mei ingin mencoba memaafkan semuanya.Tapi entah kenapa Mei merasa berat untuk memaafkan kesalahan yang dibuat Rama.Saat sedang berjalan dikoridor kampus Mei melihat Rama.Tapi Mei tidak menyapanya Mei terus berjalan tanpa menghiraukan Rama.Mei pergi menuju kantin.
         Saat dikantin Mei duduk sendirian sambil menikmati suasana halaman kampus. Mei menikmati semangkuk bakso deh es the manis. Sungguh Mei hanya terdiam saat itu. Mei hanya berfikiran apa ada yang salah dalam dirinya hingga Rama berpaling? Pikiran Mei sangat kacau waktu itu.Mei hanya terdiam dan termenung.Dan tiba-tiba Rama menghampiri dirinya.
         “Hy yang kok kamu sendirian?” Kata Rama mesra
         “Hah?? Gak apa-apa kok!” Kata Mei datar
         “Kamu kenapa yang?” Kata Rama
         “Aku?Kenapa aku?Gak apa-apa kok!” Kata Mei amat datar
         “Kamu sakit?” Kata Rama
         “Hah? Enggak kok!” Kata Mei datar
         “Kamu kenapa?” Kata Rama
         “Hemm liat Hp aku aja nih, pasti kamu tau kenapa aku” Kata Mei datar
         “Mana sini aku liat” Kata Rama
         “Nih liat aja” Kata Mei sinis
         “Yang mana sih Mei?” Kata Rama sambil melihat Hp Mei
         “Buka galeri deh tar buka foto pertama” Kata Mei datar
         “Ohh iya bentar” Kata Rama
         “Udah diliatkan?Terus tau kan aku begini kenapa?” Kata Mei sinis
         “Mei maafin aku” Kata Rama dengan nada bersalah
         “Hah udah biasa kok aku Ram gak perlu minta maaf” Kata Mei
         “Mei maaf” Kata Rama
         “Hah bosen Ram sama kata-kata itu. Misalnya udah jenuh gak usah deh pake bohong segala” Kata Mei dengan menyindir
         “Mei maaf ya Mei maafin aku?” Kata Rama
         “Udah ya Ram akhirin aja semuanya” Kata Mei dengan sedih
         “Mei kamu serius?” Kata Rama
         “Ia aku serius! Maaf” Kata Mei
         “Tapi Mei aku masih sayang kamu!” Kata Rama
         “ Aku juga masih sayang, tapi buat apa dipertahanin kalo udah ada perselingkuhan dibaliknya?” Kata Mei sambil menutupi rasa sedihnya
         “Maaf banget Mei” Kata Rama
         “Udah cukup Ram, harus diakhirin sekarang” Kata Mei sambil berlalu
         Sehabis memutuskan tali cintanya Mei langsung pergi menuju Tama Kota.Ia mengenang semua yang pernah terjadi. Setelah sampai di Taman Kota Mei hanya terdiam dan menagis. Mei melihat Foto yang kemarin Ia ambil. Ia sakit sekali melihat itu. Mei memperhatikan foto tersebut, Ternyata wanita yang ada difoto tersebut adalah sahabat terbaiknya. KAMILA…. Ya Kamila sahabat baiknya ternyata menusuknya dari belakang.
         Setelah puas menangis di Taman Kota Mei pulang kerumah. Saat diperjalanan Ia ingat kalau ada janji dengan kakaknya. Untuk membicarakan kelanjutan pemeriksaan terhadap penyakitnya.Mei putar arah dan langsung menuju tempat yang ditentukan mereka.
         Setelah sampai ditempatnya.Mei dan Lucky ngobrol panjang lebar. Ternyata saat melihat hasil test kemarin ternyata stadiumnya bertambah. Mei sungguh sakit.Tambah sakit. Pertama ia putus dengan Rama dan sekarang Mei tau stadiumnya bertambah? Mimpi apa Mei semalam? Sungguh sangat hancur Mei saat itu.Pikirannya sangat kacau.Sungguh jika tak ada kakanya didepannya mungkin airmatanya sudah keluar dari tadi.
         Setelah berbicara panjang lebar.Mei pun pamit pulang.Saat diperjalanan pulang Mei mendapat pesan kalau dia diundang mengisi acara kampus.Yang diselenggarakan satu minggu lagi.Panitia berharap Mei bisa mengisi acara tersebut sebagai pembukaan.Mei antara mau dan tidak.Mei cukup sakit untuk menerima tawaran tersebut.Tapi demi professionallitas Mei terima tawaran tersebut.
         Saat sampai dirumah Mei mengambil buku diarinya.Dan menulis semua yang dirasakan.Sungguh saat itu pula kepala Mei kembali sakit.Sakit yang teramat sakit.Sungguh Mei sudah tidak bisa melawan semuanya.Mei sangat merasakan pusing.Mei merasakan dirinya sangat lemah.Sungguh Mei merasa tak berdaya lagi.Sehabis menulis diary Mei langsung beristirahat.
         Keesokan harinya Mei tidak masuk kuliah. Sungguh ia tak sangguh untuk berdiri. Sungguh lemah kakinya untuk menapaknan diri.Mei merasa tak punya semangat hidup.Mei merasa orang yang paling tersiksa.Mei merasa paling lemah.Mei merasa paling hancur.Sungguh seharian Mei hanya menangis dan tidak keluar dari kamarnya.Orang tuanya pun bingung, kenapa Mei seperti itu.
         Malam harinya orang tua Mei menyuruh Lucky untuk kerumah dan membujuk Mei keluar dari kamar. Semalaman Mei hanya menangis, sungguh ia tak menyangka Rama akan buat sekejam itu dan Kamila. Kamila yang ia sudah anggap saudara, tapi merebut kekasihnya? Sungguh tega. Mei sangat sakit akan perbuatan. Mei kembali mengambil buku diarynya. Dan menulis semua yang ia rasakan saat ini.
         Tak lama setelah itu terdengar suara mobil memasuki halaman rumah. Sungguh orang tua Mei pun senang atas kedatangan Lucky. Sungguh yang bisa diharapkan satu-satunya kini hanya Lucky.Tapi apakah Mei masih seperti dulu?Seperti waktu SMA? Saat umurnya 16 tahun?.Saat Lucky masuk kedalam rumah, lucky langsung menuju kamar Mei dan mencoba membujuk Mei membuka pintu.Lebih dari 20menit Lucky membujuk Mei agar Mei membukakan pintu kamarnya.
         Setelah Lucky susah payah membujuk, akhirnya Mei membuka pintunya dengan mata yang amat sembab. Mei menyuruh kakaknya masuk kedalam kamar.Lalu Mei kembali mengunci pintunya.Saat itu Mei menjauh dari kakaknya.Kakanya duduk dikursi yang ada dibalkon kamar Mei.Dan Mei duduk dilantai balkon sambil menikamati pemandangan.Suasana yang tercipta hanya hening dan sunyi.Mereka berdua sama-sama memilih diam. Tak ada yang memulai pertanyaan.Tapi tak lama Lucky berbicara.
         “Kamu kenapa Mei?” Kata Lucky
         “Hah? Gak apa-apa kok kak!” Kata Mei menahan sedih
         “Kamu jangan bohong.Kalo gak apa-apa kenapa mata kamu sampe bengkak gitu?” Kata Lucky penasaran
         “Emang kakak mau tau banget? Kak ngertiin Mei dong! Mei udah dewasa. Umur Mei udah 21 tahun kak! Sekarang Mei mau sendiri!” Kata Mei sambil mengeluarkan air mata
         “Mei” Kata Lucky sambil memeluk Mei
         “Kak :(” Kata Mei sambil menangis
         “Kenapa kamu de?Cerita makannya sama kakak!” Kata Lucky
         “Gak apa-apa kok kak tinggalin Mei sendiri dulu ya kak.Mei pengen sendiri dulu untuk saat ini” Kata Mei sambil melepas pelukan Lucky.
         “Ya udah deh kalo gak mau cerita mungkin belum saatnya.Kalo ada apa-apa bilang kak ya. Kakak ada dibawah” Kata Lucky
         Sungguh Mei tidak bisa membendung lagi airmatanya.Tak ada yang bisa menghiburnya saat ini.Airmatanya pun jatuh menetesi pipinya.Sungguh Mei sangat hancur saat ini. Rama yang ia idam-idamkan sejak SMA membuatnya hancur saat ini? Sungguh Mei sangat sakit hati atas sikap Rama sungguh Mei ingin melupakan Rama untuk selamanya.Mei benci Rama.
         Keesokan harinya Mei pergi kekampus dengan mata yang masih bengkak. Teman sekampusnya pun menyadari apa yang terjadi. Terutama Alex. Alex yang pertama kali tau keadaan Mei yang sedang kacau.Ingin rasanya Alex menenangkan Mei, tapi Alex mengurungkan niatnya.Alex ingin membiarkan Mei sendiri terlebih dahulu. Alex ingin melihat Mei tersenyum seperti dulu, tapi untuk saat ini tidak akan bisa Mei tersenyum.
         Mei berjalan menuju halaman kampus.Terus berjalan untuk menemukan tempat yang yang tepat untuk menenangkan diri. Akhirnya ia menemukan tempat tersebut. Tepatnya dibelakang kampus.Ia duduk dan menikamati pemandangan disana. Ia mengambil gitar dan mulai memetik gitar tersebut. Sungguh Mei sangat menghayati lagu yang ia mainkan. Sungguh Mei sangat sakit hati dengan semua yang terjadi sekarang terhadap dirinya.Apa dulu Mei melakukan kesalahan?
         SEMINGGU KEMUDIAN
         Akhirnya acara yang ditunggupun telah tiba. Acara kampus pun akan diselenggarakan beberapa hari lagi. Mei tak menyangka ia harus bekerja sama dengan Rama. Sungguh ia muak melihat muka Mei saat ini. Apa lagi terhadap Kamila. Sungguh saat Mei dan Kamila bertatapan, Mei sangat sinis menatap wajah Kamila.Disitu Kamila telah merasa sangat bersalah.
         Akhirnya acara dimulai.Pertama dibuka dengan tarian tradisional.Saat acara tari tradisional dimulai, Mei bersiap-siap dari kostum hingga make-up.Sungguh Mei ingin menutupi kesedihannya dari semua orang.Mei ingin tampil sebagai orang yang kuat meski hatinya sedang hancur.Ia memotivasi dirinya sendiri agar kuat dalam acara ini. Saat tarian tradisional selesai Mei dipanggil untuk mengisi acara selanjutnya.Dengan santai Mei naik keatas panggung, dan memakai gitarnya.Dan Mei langsung memainkan sebuah lagu.
         “Tiba saat mengerti jerit suara hati, yang letih meski mencoba melagukan rasa yang ada. Mohon tinggal sejenak lupakanlah waktu, temani air mataku teteskan lara merajut asa, menjalin mimpi edapkan sepi-sepi.
         Cintakan membawamu kembali disini menuai rindu membasuh perih bawa serta dirimu, dirimu yang dulu mencintaiku apa adanya.
         Saat dusta mengalir jujurkanlah hati, kenangan batin jiwamu, kenangan cinta seperti dulu saat bersama, tak ada keraguan.
         Cinta, kan membawa kembali seperti yang dulu, suasana, yang dulu, hatiku, yang dulu, bersama jiwaku dirimu yang ku tunggu-tunggu perihnya hatiku tuk melawan semua waktuku, damaikan, semua rasa, indahkan, segenap asa, membawa, jauh lara, senyuman canda tawa kau bawa dirimu padaku. We’re gonna be together me and you.
         Cintakan membawamu kembali disini menuai rindu membasuh perih bawa serta dirimu, dirimu yang dulu mencintaiku apa adanya.
         Tiba saat mengerti jerit suara hati yang letih meski mencoba melagukan sesal yang ada, namun tinggal sejenak lupakanlah waktu temani air mataku teteskan laraku
         Cintakan membawamu kembali disini menuai rindu membasuh perih bawa serta dirimu, dirimu yang dulu mencintaiku apa adanya.
         Makasih sekian yang bisa saya tampilkan kelaian.” Kata Mei sambil tersenyum lalu pergi
         Setelah tampil Mei buru-buru pergi.Tapi Rama menghadangnya. Sungguh Mei sangat marah, tapi tetap ia tahan. Rama menggengam tangannya sungguh saat itu sebetulnya Mei ingin menepis tangan Rama tapi itu sudah terlambat.Rama sudah menggenggam tangan Mei dengan erat.Mei sangat marah dan ternyata disitu juga sudah ada Kamila, yang membuat tambah panas dan muak.
         “Dengerin aku dulu” Kata Rama
         “apaan sih? Ihhhh gak usah sok kenal deh ya!” Kata Mei sinis
         “Mei aku minta maaf!” Kata Rama
         “Apaan sih urusin dulu tuh KAMILA” Kata Mei sinis
         “Mei?” Kata Rama
         “Apaan sih Ram? Kita udah putus! Udah lah urusin aja KAMILA sekarang gak usah peduliin gua!” Kata Mei sinis
         “Mei? Denger dulu” Kata Rama
         “Gak ada yang harus didengerin lagi kok Ram, aku udah tau semuanya.Aku udah tau kalian udah tunangankan sebelum kamu nembak aku?Kalian bohongkan? Kamu Ram, sebetulnya kamu tuh Cuma mainin aku kan? Cuma pengen buat aku sedih kan? Kamu Mil, kamu cerita sama Rama kalo aku sukakan sama Rama? Terus kamu pura-pura ikhlaskan kalo Rama jadian sama aku? Tapi lama-lama kamu juga gak betahkan? Hey kalian berdua itu GILA tau gak. Sebetulnya Ram kalo kamu gak sayang sama aku, yaudah gak usah kamu ngungkapin rasa cinta yang palsu sama aku. Dan kamu Kamila, jangan sok ikhlas deh ya kalo sebetulnya kamu gak ikhlas” Kata Mei dengan kesal
         “Mei? Maaf aku udah salah” Kata Kamila
         “Hah gak usah minta maaf udah basi” Kata Mei
         “Maafin kita berdua Mei” Kata Rama sedih
         “Hahahahaha, udah nikah aja gih kalian aku restuin kok kalian” Kata Mei
         “Mei?” Kata Kamila
         “Udah aku cape, aku malu, aku muak” Kata Mei sambil berlalu
         Mei berlari menuju mobilnya.Mei terus berlari sambil menangis.Saat sampai dimobilpun Mei masih menangis.Sungguh airmatanya tak bisa berhenti.Sungguh sakit untuk menerima kenyataan.Mei sungguh sangat sulit menerima semuanya.Kamila telah melukai hatinya.Dan begitu pula juga Rama.Sungguh kali ini Mei membenci semuanya.
         Karena kejadian itu Mei berubah sifat menjadi pendiam.Sungguh rasa sakit itu membuat Mei mempunyai kepribadian yang baru. Yang membuat  teman sekampusnya merasa aneh. Mei yang dulu suka didekati siapa saja, tapi sekarang ia tak mau didekati oleh siapapun.Ia menjadi pribadi yang suka menyendiri. Tak seperti dulu.Yang suka bergaul siapa saja tapi kini?Apa yang terjadi? Mei berubah sangat drastis.
         Saat pulang kuliah Mei masuk kekamar dan mengambil buku diarynya.Sungguh Mei sangat merasa lemah hari ini. Jam ini. Menit ini.Dan detik ini.Mei merasakan lemah diseluruh tubuhnya. Sungguh Mei sangat lemah, tak kuat ia mengangkat tubuhnya sendiri. Ia hanya bisa terbaring lemah. Dan ia mendapatkan pesan dari rama yang berisi “Mei, aku tau aku salah. Aku tau aku udah buat kamu kecewa, aku sadar semuanya Mei. Aku sayang sama kamu Mei. Saat kamu melihat aku ditaman kota itu, sesungguhnya aku udah putus sama Kamila. Dan undangan yang kamu terima itu hanyalah undangan palsu.Kamila masih tidak terima dengan berakhirnya hubungan antara aku dan dia. Jujur Mei aku dulu tidak mencintaimu, memang Mei semua yang kamu katakana itu benar Mei. Tapi semenjak hubungan kita menjelang 6bulan aku udah sayang banget sama kamu. Tapi semenjak hubungan kira mau 7bulan Kamila mulai plin-plan Mei.Aku bingung dan aku gak bisa buat apa-apa.Maaf ya Mei.Jujur aku masih sayang kamu.FORVER MEI.”
         Malam di hari berikutnya ternyata Rama datang kerumah.Mei tidak enak kepada Rama karena Rama sudah jauh-jauh datang kerumahnya.Mei mandi terlebih dahulu dan berganti pakaian.Sebetulnya Mei merasa tidak enak badan. Sebelum ia turun, Mei menulis di diarynya dan menulis sebuah surat untuk Rama.
         Sehabis menulis surat Mei langsung menuju ke ruang tamu. Tapi saat menuruni tangga Mei sudah merasa tidak kuat.Mei merasa sangat lemah, mata sudah berkunang-kunang, dan kepala begitu pusing.Saat menuruni tangga ternyata Mei terjatuh dari tangga.Mei sudah tidak kuat karna terlalu merasa pusing.Dengan sepontan Rama berlari menuju tangga.Rama kaget dan buru-buru membawa Mei kerumah sakit dengan didampingi Lucky dan mama Mei.
         Saat dirumah sakit Mei langsung dilarikan ke ruang UGD.Sungguh seluruh keluarga dibuat cemas.Sungguh semua takut terjadi apa-apa kepada Mei. Sungguh hanya doa dan airmata yang ada diruangan tersebut. Mama Mei pun hanya bisa menangis sambil dipeluk Lucky.Pemeriksaan Mei berlangsung sekitar 1jam.Dan Ayahpun keluar dan mengatakan bahwa Mei sedang dalam keadaan “KOMA”. Sungguh semua tak menyangka akan terjadi seperti ini.
         Pagi harinya Lucky pulang kerumah untuk mengambil baju ganti.Jadi, yang menunggu Mei dirumah sakit hanya Rama dan Mama Mei.Sungguh Rama tidak menyangka selama ini Mei mempunyai penyakit.Sungguh Rama menyesal telah menyakiti hati Mei.Sesungguhnya Rama masih mencintai Mei.Tapi saat ingin mengungkapkan cinta kembali Mei dalam keadaan seperti ini.
         Siangnya Lucky kembali dengan membawa tas dan sebuah buku dan sepucuk surat. Lucky langsung memberikannya kepada Rama. Lucky memberikan sebuah surat dan buku diary yang telah ia baca sebelumnya. Lucky baru tau apa yang sesungguhnya adiknya rasakan saat ini. Begitu sakit hati Lucky membaca buku diary yang dimiliki adiknya. Saat menerima surat dan diary tersebut Rama langsung membacanya. Yang pertama yang ia baca adalah surat tersebut.
         “Dear Rama :)
                       Rama, makasih yah kamu udah mau dateng hari ini.Heheheh maaf ya Rama. Ehh jujur aku juga masih sayang sama kamu kok. Tapi semua ini harus aku terima. Ohh iya Ram, kalo bisa sih ya aku saranin kamu sama Kamila aja. Kalo kamu sama aku juga blm tentu kita bisa jadi satu Rama. Jujur selama ini aku sering bohongin kamu. Aku bilang mau pergi sama temen, tapi kenyataannya aku pergi untuk memeriksa keadaanku. Ram aku harap kamu gak kaget ya. Aku punya kanker otak ram. Mungkin saat ini udah stadium 4 kali ya.Aku gak tega juga kalo kamu masih jadi pacar aku.Aku gak mau ada air mata yang jatuh dari mata kamu Ram.Sayang Ram kamu nangisin cewe kaya aku.Air mata kamu lebih berharga dari pada aku Ram. Jangan pernah nangis Ram karena aku ya. Aku bakal ninggalin kamu buat selamanya. Maaf ya Ram kalo aku gak bisa lama damping kamu. Tapi jika aku meninggal kelak ingatlah aku selalu ada disampingmu. Disaat kamu kangen aku dateng aja ya ke taman kota. Aku ada disitu jagain kamu. I LOVE YOU RAMA :)
         Tak disangka saat selesai membaca surat tersebut airmata turun dari kedua mata Rama. Setelah itu Rama Membuka buku diary.Dan membaca lembar pertama.
         “Dear Diary :)
                       Hemmm ternyata baru kerasa sekarang, kehilangan kakak itu gak enak. Buktinya sekarang aku kangen banget sama kak Lucky. Kangen berantem bareng, kangen ketawa bareng, Kangen nyanyi berdua bareng sama kak Lucky. Pengen curhat sama kak Lucky. Pengen deh bisa bareng lagi sama kak Lucky. Tapi sekarang Kak Lucky udah gak tinggal lagi dirumah.Kak Lucky pergi gak tau kemana.Hmmm kangen kak Lucky kapan kak Lucky balik. Demi kangen banget sama Kak Lucky.
         Setelah membaca lembar pertama, Langsung membuka lembar ke-2
         “Dear Diary :)
                       Aku benci hari ini aku benci banget hari ini.Sungguh Alex sangat menyebalkan.Kenapa aku harus aku yang kena?Kenapa? Memang aku punya salah sama Alex? Kenapa Alex selingkuh?Apa tidak cukup saat di CafĂ© kemarin apa tidak cukup? Kenapa sekarang ia melakukannya lagi kenapa? Kenapa Harus Sopia yang mengambil Alex?Kenapa semua tak mengerti keadaanku?Kenapa?Kenapa semua mengambil milik aku yang aku sayang?Kenapa?Kenapa?L
         Setelah Membaca lembar ke-2 Rama baru tau ternyata Mei punya trauma dimasa lalu. Yang membuat Mei takut akan yang namanya Cinta dan arti sebuah persahabatan. Sehabis itu Rama langsung membaca lembar ke-3
         “Dear Diary :)
                       Kenapa orang yang selama ini aku percaya ternyata membohongi ku?Membohongi keadaan ku?Kenapa kenapa kalian berbohong kepada aku?Kenapa kalian bilang aku baik-baik saja saat aku berada dirumah sakit?Kenapa?Dengan alasan berbohong itu baik? Hah? BULLSHIT! Bohong itu sakit jika tau belakangan.Ini maslah besar ini keadaanku.Keadaan Anak kalian sendiri kenapa kalian tutup-tutupi?Kenanap?Kenapa kalian nutupin BAHWA AKU MEMPUNYAI KANKER OTAK?L
         Sehabis itu membaca lembar ke-4
         “Dear diary :)
                       Waaaaaaa perasaanku semakin kacau. Tadi dikampus dijegat sama Alex, sungguh sakit hati ini terbuka lagi. Aku ingin melupakan Alex tapi kenapa ia terus mengganguku. Dia bilang masih sayang? Hah? Aku juga masih tapi nasi sudah menjadi bubur, sayang ini telah ia hancurkan. Dia sudah berselingkuh dengan sahabatku sendiri. Dan sekarang ia mengatakan cinta kembali? HAH? Aku sudah tak butuh aku bias hidup tanpa Alex. Dulu memang aku cinta dengan dia. Dan tapi itu DULU, sebelum ia menyakiti hatiku. Sebelum merusak semua perasaanku.
         Lembar demi lembar Rama membacanya. Tak terasa air matanya telah mengalir deras menghiasi kedua belah pipinya. Sungguh Rama sangat sakit membaca diary milik Mei. Rama tidak tau sama sekali tentang masa lalu Mri. Jika ia tau Mei pernah merasa amat kecewa ia tak akan pernah membuat hati Mei terluka lagi. Sungguh disitu Rama sangat merasa bersalah. Tak terasa Rama telah membuka lembar terakhir lalu ia membacanya.
         “Dear Diary :)
             Aku merasa kondisi ku sangat lemah saat ini. Apa mungkin hari ini aku MENINGGAL?? Apa mungkin hari ini hari terakhir?? Tuhan aku masih ingin hidup, aku masih ingin membuat orang disekitarku bahagia dengan prestasiku. Tuhan jika memang hari ini kau ambil nyawa ku aku harap semua yang aku tinggalkan diberikan keihklasan yang mendalam. Tuhan aku titip Rama ya Tuhan, tolong jika aku meninggal hari ini biarkan dia bahagia dengan Kamila Tuhan, dah berikan ia hari-hari yang indah. Diary sungguh tak kuat aku merasakan ini semua.
:)
         Akhinya semua sudah dibaca. Rama pun terdiam. Ternyata Mei mempunyai penyakit yang sangat parah, Rama tak menyangka itu semua. Rama amat merasa bersalah telah membuat Mei seperti itu, Ia merasa orang yang paling bodoh, merasa orag yang paling tak berguna. Rama beranggapan, Jika ia diberikan satu kesempatan lagi, ia akan membuat Mei bahagia sampai ajal menjemput.
         Tak lama Rama dihampiri oleh Lucky, disitu Lucky bercerita banyak tentang Mei. Lucky bercerita sambil tersenyum. Lucky ingin Rama tau yang sesungguhnya. Lucky ingin Rama ada disamping Mei untuk saat ini. Dan saat mereka asik berbincang-bincang ada yang berteriak “MEI SADAR”, setelah mendengar kabar tersebut Rama langsung berlari menghampiri Mei. Setelah itu Rama berbicara
         “Kamu kuat Mei kamu kuat, kamu harus sembuh gak boleh kaya gini. Mei harus sembuh. Aku sayang kamu Mei, aku mohon kamu bangun” Kata Rama
         Saat itu Mei hanya membalas dengan senyum, dan tak lama Mei berbicara dengan menggunakan bahasa isarat “Aku juga sayang kamu”. Setelah memberikan kata-kata tersebut detak jantung Mei menghilang.Mei telah tiadasaat ia mengucapkan kata-kata terakhirnya. Rama langsung terdiam, kakinya langsung melemas melihat orang yang ia cintai telah pergi untuk selamanya. Rama benar-benar sangat kehilangan.
         Saat itu juga Mei dibawa kerumah duka. Rama langsung menangis saat melihat Mei dibungkus oleh kain kafan. Tak rela hati Rama melihat Mei seperti itu. Ingin rasanya Rama menggantikan Mei. Tapi apa daya takdir sudah bermain. Rama langsung menghapus air matanya dan tersenyum untuk Mei. Setelah itu Rama langsung mencium kening Mei untuk terakhir kalinya.
         Tak lama jasad Mei pun disolatkan. Setelah itu Jasadnya dibawa kekuburan untuk dikubur. Sungguh suasana duka menyelimuti jalannya pemakaman. Rama yang saat itu sangat tegar tersenyum melihat Mei tertidur pulas diperistirahatan terakhirnya. Setelah kuburan Mei selesai. Seluruh keluarga pergi tinggal Rama, dan sahabat-sahabat Mei yang ada dikuburan. Mereka menangisi kepergian Mei.
         “Mei yang tenang ya disana, Maafin aku Mei udah berbuat kejam kepadamu” Kata Kamila
         “Mei yang tenang ya disana, gak nyangka loh kamu cepet ninggalin aku. Mei tenang ya disana doa kami selalu menyertai perjalanamu Mei” Kata Sonya
         “Mei yang tenang ya Mei, doa aku selalu ada diperjalananmu. Dan makasih Mei dalam semasa hidup kamu, kamu mau nemenin aku Mei, meskipun aku udah nyakitin hati kamu” Kata Alex
         Setelah semua sahabat Mei mengucapkan kata-kata terakhirnya. Tinggal Rama sendiri yang ada dipemakaman. Rama duduk terdiam dipemakam. Rama terdiam sambil menahan air matanya. Dan Rama langsung berbicara dipemakaman Mei
         “Mei aku sayang kamu. Aku gak mau kehilangan kamu Mei, aku masih berharap kamu ada disisih aku Mei. Aku mau nemein kamu. Mei semoga kamu tenang ya dialam sana aku selalu doain kamu Mei” Kata Rama
         Setelah itu Rama langsung pulang. Dan bersedih didalam kamar selama seminggu. Setelah itu Rama pergi ketaman kota dan duduk menyendiri menikmati suasana taman kota. Sesungguhnya Rama pergi ketama kota karna ia kangen kepada Mei. Dan Ramapun hanya bisa berangan bahwa disampingnya ada Mei, untuk detik ini, menit ini, jam ini, hari ini, dan selamanya. Meskipun itu haya sebuah angan……

TAMAT

Tidak ada komentar:

Posting Komentar