Sabtu, 31 Maret 2012

Kenapa Harus Dia Bukan Aku?? (Part3)


Kembali kemasa kini…………
         Waaa bangganya hati Mei saat Rama menghampirinya. Dari dulu ia memendam rasa itu. Rasa yang pernah tersakiti. Sungguh Mei, sangat ingin bersama Rama. Tapi sungguh sakit hati dimasa lalu membuat ia trauma. Trauma yang amat dalam.Mei ingin focus dulu mengejar cita-cita ayahnya sebagai dokter. Ia ingin membahagiakan kedua orang tuanya.
         Tiba-tiba Mei mendapat pesan bahwa ia harus mengisi acara bernyanyi di ulang tahun sahabatnya. Ia bingung mau bernyayi apa. Temannya pun sudah memilihkan beberapa lagu untuknya sungguh Mei berasa dagdigdug sekarang. Dan ia diminta untuk berlatih sekarang, karna acaranya akan diselenggarakan esok.
         Mei langsung berangkat menuju rumah temannya.Disana sudah banyak dekorasi yang terpasang.Sungguh Mei merasa canggung untuk bernyanyi diacara tersebut. Tapi ia harus melupakan rasa canggung itu. Ia harus professional dan Mei pun masuk kedalam dan mulai berlatih. Ternyata ia membawakan 2 lagu dan lagu itu pernah ia bawakan saat ia bekerja di Café. Sesaat ia teringat dengan Kevin.
         Tapi perasaan itu terus Mei lupakan.Ia harus bisa MOVE ON. Dan alhasih ia bisa melupakan Kevin. Ia bernyayi sambil memetik gitar. Sungguh sahabtnya sangat terpesona dengan permainan Mei.Membuat sangat dalam terhanyut dalam alunan music.Mei sangat senang saat temannya tersenyum saat melihat Mei berlatih.Mei berlatih terus.
         Dan keesokan harinya Mei pergi membeli hadiah untuk temannya. Dan semuanya sudah ia persiapkan. Sungguh Mei sangat senang bisa tampil diacara ulang tahun sahabatnya tersebut.Sungguh Mei saat itu berdandan sangat cantik.Bagaikan boneka “Barbie”.Mei Pergi dengan seorang supir yang selalu setia menemaninya.
         Saat diperjalanan Mei berlatih bernyayi dengan menggunakan gitarnya.Sungguh Mei sangat bahagia bisa bernanyi lagi. Sungguh ia kangen dengan masa-masa bernyanyi di Café milik Kevin. Ia ingat masa-masa indah disana. Ingin rasanya Ia kembali di Café tersebut. Sungguh Ia sangat merindukan semuanya.
         Saat sudah sampai ditempat tujuan Mei turun dari mobil.Sehabis turun dari mobilMei langsung berlari kedalam rumah.Sungguh Mei langsung memeluk Kamila.Sungguh Kamila sangat senang melihat sahabatnya tersenyum. Acara akan dimulai pukul 20.00. Tapi Mei datang pukul 19.00. Mei ingin melewatkan satu jam tersebut bersama Kamila. Sungguh ia sangat merindukan masa-masa tawa dan canda bersama Kamila. Mereka telah lama berpisah semenjak Mei pindah sekolah.
         Saat jam menunjukan pukul 20.00 sungguh Mei sangat gugup. Ia akan tampil dihadapan teman-teman sekampusnya. Baru kali ini Mei bernyanyi kembali didepan umum. Sekilas Ia ingat dengan masa-masa ia bernyanyi di Café milik Kevin, sungguh Mei ingin menangis untuk saat itu. Saat ia sudah duduk dan memegang gitar, ia melihat kearah penonton. Tak diduga disana ada Alex dan Sopia.Sungguh luka lama itu kembali hadir.Sungguh Mei merasakan sakit tiada tar.Tanpa pikir panjang Mei bernyanyi.
 “Kurentakan hati, kubalut luka lama saat kau pergi.Kutegarkan diri, walau bayangmu hadir di setiap mimpi. Oh haruskah ku           benamkan diri meratapi, tenggelam sesali yang terjadi, tersiksa bersama hampa…. Asa
Kini ku hanya ingin lupakan semua. Mengenangmu menyesakkan.. Jiwa kan ku hapus airmata hingga ku dapat sembuhkan luka..
Kucoba hadapi walau pahit terasa direlung hati.Harus ku lewati seakan semua tiada pernah terjadi. Oh haruskah ku benamkan diri meratapi, tenggelam sesali yang terjadi, tersiksa bersama hampa…. Asa
Kini ku hanya ingin lupakan semua. Mengenangmu menyesakkan.. Jiwa kan ku hapus airmata hingga ku dapat sembuhkan luka. Semoga kelak lupakan semua, mengenangmu menyesakkan… Jiwa kan ku hapus airmata hingga ku dapat sembuhkan luka..
Ku rentangkan hati ku balut luka lama saat kau pergi. Ku tegarkan diri walau bayangmu hadir disetiap mimpi”
“Waaaaaa Mei, itu suara lu?? Demi apa lu Mei?? Anjirrrrr suara lu keren coy. Main gitarnya juga asoy. Keren dah, ditambah muka lu Mei caem banget dah demi” Kata teman sekampus Mei
“Hahahaha biasa aja ahhh ohh iya gua mau nyanyi satu lagu lagi dengerin ya. Semoga terhibur” Kata Mei
         Setelah lagu kedua selesai Mei turun dari panggung dan pergi mengambil minuman.Sehabis mengambil minuman, Mei berjalan keluar dari area pesta tersebut.Mei pergi kehalaman belakang.Sungguh ini suasanan sangat sunyi sepi.Tak disangka saat asik menikmati kesendirian Mei dikejutkan dengan kedatangan Rama.Saat itu Rama mengajaknya berbicara.
         “Enak ya disini sendirian” Kata Rama
         “Hah? Ehh ada kamu Ram” Kata Mei
         “Iya maaf ganggu, abis didalem rame banget udah kaya semut ngantri sembako” Kata Rama
         “Hahaha sendiri itu enak Ram” Kata Mei
         “Tapi sendiri itu juga ada ga enaknya loh Mei” Kata Rama
         “Maksudnya?” Kata Mei
         “Liat deh bunga yang ada disana!Bayangin apa mereka bisa hidup tanpa air?” Kata Rama
         “Ya gak bisa lah Ram. Meraka bakal layu kalo gak dikasih air” Kata Mei
         “Nah makannya itu bersama orang banyak lebih baik dari pada sendiri Mei” Kata Rama
         “Iya juga sih Ram” Kata Mei
         Tiba-tiba Kamila datang
         “Heh pacaran aja, dicariin dari tadi malah disini ayo kedalem” Kata Kamila
         “Hah Pacaran?? Gak lah” Kata Mei
         “Kalo beneran juga gak apa-apa kok Mei! Ehhh maaf salah ngomong” Kata Rama
         Sehabis dihampiri oleh Kamila, Mei dan Rama pun pergi kedalam untuk melanjutkan acara pesta tersebut.Sungguh acara tersebut berlangsung secara meriah.Tiba-tiba Mei merasa “kebelet”.Mei langsung lari menuju toilet.Sehabis dari toilet ternyata sudah ada Alex yang menunggu didepan pintu.Mei pun kaget.Dan Alex buru-buru menutup mulut Mei.
         “Tolong jangan teriak” Kata Alex
         “Lepasin Lex” Kata Mei
         “Mei aku dateng kesini Cuma mau ketemu kamu Mei” Kata Alex
         “Alex kamu itu masa lalu aku, aku gak mau ngulang lagi kesalahan yang sama” Kata Mei
         “Aku janji gak akan nyakitin kamu lagi” Kata Alex
         “Alex tapi aku udah nutup hati aku buat siapapun” Kata Mei
         “Tapi aku masih sayang sama kamu Mei, TOLONG NGERTIIN” Kata Alex sedikit memaksa
         “Alex, sayang gak harus memiliki.Kita bisa jadi sahabatkan?” Kata Mei dengan nada menyenangkan hati Alex
         “Tapi aku mau hubungan yang lebih” Kata Alex gugup
         “Tapi aku gak bisa Lex maaf.” Kata Mei sambil berlalu
         Mei tak menyangka bahwa Alex masih menginginkan dirinya.Tapi semua itu sudah terlambat, sudah cukup sakit hati Mei atas perbuatan Alex.Mei ingi melupakan semuanya. Melupakan cinta dan lain sebagainya. Mei ingin focus dengan satu tujuan. Tujuan untuk membahagiakan kedua orang tuanya.
         Setelah acara selesai.Mei pulang bersama Rama.Sungguh gugup Mei satu mobil dengan Rama.Tak ada kata-kata yang bisa melukiskan perasaannya saat ini. Setelah sampai digerbang rumah Mei turun dari mobil dan memberikan senyum lebar kepada rama. Saat mobil Rama berlalu Mei masuk kedalam rumah ternyata ada mobil kak Lucky.
         Setelah membuka pintu rumah, Mei langsung berlari menuju kamar.Saat itu Mei hanya menoleh sekilas.Dan langsung kembali berlari menuju kamar.Disaat itu pula Lucky melihat adiknya kembali menangis. Entah apa yang ia rasakan sekarang. Saat orang tuanya ingin mengejar Mei, disaat itu pula Lucky  menghalangi mereka dan sambil berkata “Beri Mei waktu untuk sendiri”.
         Saat berada didalam kamar Mei langsung mengambil buku diarynya dan kembali menulis dengan rasa yang amat kacau.Mei sangat sedih karena masa lalunya kembali hadir.Dan Mei juga merasa senang karena Rama sudah mulai dekat dengannya.Sehabis menulis diary ia kembali mengambil gitar dan mulai bernyanyi.
         Keesokan harinya.Mei pergi kekampus dengan wajah yang begitu bersinar sungguh Mei sangat mempesona saat itu.Mei terus menebarkan senyum kepada semua orang. Saat itu ada rama dihadapannya. Mei hanya tersenyum dan berlalu. Rama merasa binggung, tapi rama tak menghiraukannya. Rama tetap berjalan. Tapi baru berjalan dua langkah rama berputar lalu mengejar Mei. Saat itu Mei menuju kantin.Saat itu pula Rama mengajak Mei untuk makan bersama.
         Saat dikantin obrolan mereka sangat akrab seperti pasangan kekasih.Sungguh Rama sangat terpesona dengan kecantikan Mei. Tidak ada yang berubah dari Mei dari SMA hingga Kuliah.Sungguh bahagia Rama jika bisa menjadi pacar Mei. Tapi Rama masih takut untuk mengungkapkan cinta.Dan begitu pula Mei merasa terpesona dengan tampian Rama. Andaikan Rama mengungkapkan Cinta sekarang pasti akan diterima saat itu pula. Tapi apa boleh buat itu hanya “ANDAIKAN”.
         Setelah selesai makan Mei mendapat pesan dari kakaknya Lucky.Saat itu juga Mei membaca pesan tersebut.“Mei kamu itu nurut dong kalo disuruh periksa keadaan kamu periksa jang kaya gini kamu tuh gak pernah mikirin kesehatan kamu ya? Kamu gak kasian sama keluarga kamu? Mei tolong periksa keadaan kamu sekarang.Kakak tunggu dirumah sakit”.Setelah menerima pesan tersebut Mei langsung pamit dengan Rama.
         Setelah sampai dirumah sakit Lucky langsung membawa Mei keruang pemeriksaan.Mei merasa bersalah kepada kakaknya karena sudah menunda-nunda jadwal pemeriksaannya.Sesungguhnya Mei takut memeriksa keadaanya saat ini.Ia merasa sangat sakit kepalanya saat ini. Mei meneteska airmata saat proses pemeriksaan.
         Setlah pemeriksaan selesai Mei langsung buru-buru kembali ke kampus.Mei tidak mau menunggu lama di dalam rumah sakit.Sungguh muak sebetulnya Mei berada dirumah sakit.Mei ingin bebas dari penyakit ini.Mei ingin lepas dari semuanya.Ia ingin bebas seperti orang lain.
         Mei langsung menuju kekampus. Saat sudah sampai depan kampus Mei langsung menuju ke area parkir. Saat sampai diarea parkir ternyata sudah ada Alex yang menunggu.Alex mununggu Mei sendirian untuk mengatakn sesuatu.Mei sempat diam sejenak memberhentikan mobilnya.Saat melihat Alex diparkiran Mei ingin cepat-cepat memundurkan mobilnya.
         Tapi Mei mengurunkan niatnya.Mei tetap memparkirkan mobilnya.Setelah memparkirkan mobilnya Mei langsung keluar dari dalam mobil dan berlalu dari hadapan Alex.Sungguh Mei sudah muak dengan Alex. Ingin ia melupakan Alex untuk saat ini. Mei sangatbenci terhadap Alex.Begitu banyak luka yang telah digoreskan.Mei tidak membenci Alex tapi membeci yangdilakukan Alex terhadap dirinya.
         Mei sudah melupakan semuanya.Melupakan kisah cintanya bersama Alex.Sungguh Mei hanya menganggap Alex selama ini sebagai teman biasa.Tak ada yang lebih dari hubungannya selama ini.Sekarang Hati Mei berpaling terhadap Rama. Rama yang semenjak SMA ia idam-idamkan. Mei sangat tertarik terhadap Rama.Bukan karena ketampanan, tetapisikap ramah yang ditunjukan oleh Rama.
         Saat Mei berjalan dikoridor kampus.Alex memegang tangannya.Mei berhenti sejenak dan memalingkan wajahnya ke wajah Alex.Memalingkan wajah haya beberapa detik, sehabis itu Mei kembali berjalan dan melepas tangannya dari genggaman Alex.Sungguh saat menatap mata Alex Mei sangat sakit hati.
         Mei berlari didalam koridor.Mei sangat sedih karena sudah bersikap dingin terhadap Alex.Mei sangat sakit atas prilakunya sendiri.Mei ingin bersikap ramah terhadap Alex tapi Mei sangat sakit akan masa lalunya. Mei berlari menuju toilet.Didalam toilet Mei menangis.Sungguh Mei merasa sangat sakit terhadap sikapnya sendiri. Tapi ia juga merasa sakit atas sikap yang dilakukan Alex kepada dirinya.
         Setelah keluar dari toilet, Mei mencari Alex untuk meminta maaf. Saat ia sedang berjalan mencari Alex. Ternyata Mei melihat Alex sedang berduaan bersama wanita cantik.Sungguh luka lama terbuka lagi.Sungguh Mei mengurungkan niatnya untuk meminta maaf terhadap Alex.Segitukah??Hanya segitu?? Sepertinya baru kemarin ia mengatakan sayang! Tapi sekarang? Sudah bersama wanita lain? Sungguh Mei tak ingin mengenal Alex lagi.
         Mei berputar arah.Mei bukan menuju Alex tapi malah menuju kantin.Mei sangat sedih melihat Alex seperti itu.Air matanya hampir keluar dari kedua bolah matanya.Mei duduk menyendiri dikantin.Sungguh hancur perasaannya saat ini.Mei sangat terluka saat ini. Saat ia berada dikantin ternyata ada Alex yang menghampirinya.
         “Hei Mei” Kata Alex
         “Apaan?” Kata Mei
         “Kamu kenapa?” Kata Alex
         “Siapa sih lu kenal sama gua?” Kata Mei
         “Mei?” Kata Alex
         “Lu siapa sih? Hah? Kenal?” Kata Mei
         “Mei kamu kenapa?” Kata Alex bingung
         “Hahahaha dah ahh gua mau pulang cape” Kata Mei
         “Mei kamu kenapa?” Kata Alex
         “Hahaha dah urusin dulu cewe yang tadi sama lu dikoridor” Kata Mei sinis
         Sehabis berkata seperti itu Mei berlalu dari hadapan Alex.Sungguh Mei sangat sakit melihat Alex saat ini.Mei ingin benar-benar melupakan Alex untuk saat ini.Mei sangat sankit hati.Dan ingin melupakan Alex untuk selamanya.Bena-benar untuk saat ini Mei ingin melupakan Alex.Ingin membenci Alex untuk selamanya.
         Mei sangat terluka oleh sikap Alex saat ini. Tak akan bias memaafkan Alex untuk saat ini.Mei sangat sakit. DUlu Alex pernah berbuat seperti ini.Dan sekarang? Sekarang apa? Ia melakukan lagi! Sungguh didunia ini tak ada yang setia.Sungguh sakit hati Mei terhadap Alex.Sungguh.Saat berada didalam mobil Mei benar-benar Menangis.Saat didalam mobil ia menelfon kakaknya. Saatmenelfon Mei kembali menangis.Sungguh Sangat sakit hati Mei saat ini.
         Tapi ditengah perjalanan Mei berfikir.Berfikir yang membuat hatinya kembali bangkit. “Kalo dipikir-pikir kenapa gua bias marah gini terhadap Alex? Padahal Alex bukan siapa-siapa Mei lagi, Bego banget sih gua kenapa pake marah ngeliat Alex sama yang lain. Inget gua bukan siapa-siapa lagi.Gua udah bukan pacar dia lagi.Gak berhak marah.Hei MEI BANGKIT JANGAN TERPURUK TERUS MOVE ON MEI MOVE ON JANGAN JADI CEWE LEMAH” kata Mei dalam hati.
         Setelah Mei berfikir seperti itu Mei kembali tersenyum.Dan tiba-tiba airmatanya berhenti menetes.Dan Mei kembali tersenyum.Mei bangkit dari keterpurukan.Sungguh entah kenapa tiba-tiba Mei kepikiran Rama.Sungguh Mei sangat terpikat dengan Rama. Sosok Idaman para wanita banget coyyyy…
SEMINGGU KEMUDIAN
         Seminggu berikutnya diselengarakan acara pensi kampus.Disana Rama Mempersiapkan semuanya.Dan tiba-tiba Rama mempunyai pikiran untuk mengungkapkan Cinta kepada Mei.Sungguh Rama mempersiapkan semua dengan matang.
         Acara tersebut berlangsung sekitar jam 12 siang. Semua sudah tersusun rapi.Mei datang dengan pakaian yang sangat modis.Sungguh Rama sangat terpesona dengan penampila Mei saat itu. Sungguh saat acara dimulai Mei terasa enjoy dengan semuanya. Dia tidak berfikir bahwa Rama akan mengatakan cinta.
         Saat dipertengahan acara tiba-tiba rama naik keatas panggung. Rama mengucapkan kata-kata cinta. Sungguh begitu puitis kata-kata yang ia ucapkan. Tak disangka saat Rama mengucapkan kata-kata tersebut terlontar sebuah nama perempuan. Nama perempuan tersebuat adalah MEI.Sungguh saat mendengar kata tersebut Mei menjadi bingung.
         Mei menjadi salah tingkah.Mei sungguh sangat salah tingkah saat itu.Tak disangka Rama menghampiri Mei.Sungguh Mei sangat gugup.Saat itu juga kata-kata puitis itu terlontar lagi. Dan saat itu pula Rama ngucapkan kata cinta
         “Mei maukah kamu menjadi pacarku?” Kata Rama
         “Hah?” Kata Mei bingung
         “Terima, terima, terima, terima, terima” Kata temanteman yang lain
         “Yaudah deh aku terima” Kata Mei
         Sehabis mengucapkan Rama mengucapkan cinta, Mei sungguh sangat malu tapi hatinya sangat berbunga-bunga. Mei sangat senang telah menjadi pacar Rama untuk saat ini. Tapi dihati kecilnya terselip rasa takut yang amat mendalam. Takut akan masa lalu yang pernah menjadi. Mei sangat takut hal itu terulang. “SELINGKUH” sungguh Mei sangat takut itu terjadi lagi.
         Saat acara selesai Mei menunggu Rama dengan sabar. Saat itu Rama sedang mengintruksi teman-temannya untuk membereskan semua perlengkapan yang telah dipergunakan tadi. Mei sangat salut kepada Rama dan ia berharap Rama adalah orang yang tepat. Mei hanya tersenyum saat Rama menatap wajahnya. Mereka sungguh sangat serasi. Rama memang pribadi yang sangat ramah kepada siapapun.
         Saat semua sudah selesai Rama dan Mei pun jalan bersama. Sungguh banyak mata yang tertuju pada mereka berdua saat mereka berjalan dikoridor kampus. Sungguh Mei salting saat itu. Tak ada yang bisa ia perbuat saat itu. Hanya menggenggam tangan Rama saja yang dapat ia lakukan. Rama hanya tertawa melihat tingkah Mei saat itu. Rama langsung mengantarkan Mei pulang, karena sudah larut malam.
         Saat sudah sampai dirumah Mei langsung tersenyum sendiri. Sampai seluruh keluarga dibuat bingung oleh tingkah Mei. Sungguh hati Mei sangat berbung-bunga saat itu. Sungguh tak menyangka bahwa Rama telah menjadi kekasihnya sekarang. Mei masih tidak menyangka semua ini terjadi. Tapi ia tetap takut dikhianati. Sungguh sangat sakit jika itu terjadi lagi.
         Pukul 23.00 Mei terbangun. Ia langsung mengambil buku diarynya. Sungguh rasa senang membalut semua rasa sedih yang selama ini ia rasakan. Semua sudah terobati semenjak tadi, saat Rama mengucapkan kata cinta kepadanya. Mei sungguh sangat bahagia karena bisa memaafkan Alex saat itu. Sungguh Mei sangat ikhlas untuk melupakan semuanya agar bisa berjalan lancer hubungannya dengan Rama.
         Sehabis menulis buku diary. Mei menerima pesan dari Alex. Sungguh tak menyangka Mei akan menerima sebuah pesan dari Alex sepagi ini. “Aku tau aku salah, Aku pernah membuatmu sakit, Aku pernah membuatmu terpuruk, Aku pernah membuatmu hancur atas sikapku. Jujur aku adalah manusia TERBODOH yang pernah hidup dimuka bumi ini. Aku telah menyia-nyiakan kamu. Aku telah menganggap remeh kamu. Sungguh aku menyesal telah membuat kamu luka dihatimu. Sesungguhnya aku masih mencintai kamu. Saat aku ingin merajut cinta kembali dihatimu aku merasa gagal, karena kamu telah menjadi milik orang lain. Sungguh sakit hati ini melihatmu bersama yang lain. Tapi aku sadar CINTA ITU TAK HARUS MEMILIKI” itulah pesan yang diterima Mei dari Alex.
         Sungguh sehabis menerima pesan tersebut Mei merasa tak enak hati kepada Alex. Sungguh Mei merasa sangat tidak enak. Tapi apa boleh buat luka yang dibuat Alex tempo dulu sudah cukup baginya. Dan tak ada namanya “KESEMPATAN KEDUA”. Hati Mei kembali gundah. Tapi ia kembali bangkit saat merasa dirinya telah memiliki RAMA.
         Hubungan Mei dan Rama berjalan cukup lama sekitar 6bulan. Mereka menjanakan hubungan dengan amat santai. Mereka menikmati semuanya apa adanya. Saat mendapat pujian dari teman-temannya mereka bersyukur. Saat mendapat cela dari teman-temannya mereka belajar dari celaan yang dikeluarkan oleh teman-temannya. Rama sangat sabar menghadapi sikap Mei yang terkadang berubah-rubah. Rama tetap tersenyum kepada Mei. Tetap selalu ada disamping Mei. Selalu menemani Mei disaat sedih dan senang.
         Tapi disaat hubungan mereka menginjak 7bulan hubungan mereka diterpa masalah yang begitu berat. Sungguh amat berat yang mereka rasaka. Sampai suatu ketika terjadi sesuatu yang tak pernah mereka fikirkan terdahulu…..

BERSAMBUNG…………….

Kenapa Harus Dia Bukan Aku?? (Part2)


Setelah kejadian itu Mei dan Kevin semakin dekat. Dekat dalam arti sebagai sahabat. Mei memiliki rasa yang lebih dari sekedar sabahat kepada Kevin. Sungguh hati Mei begitu berbunga-bunga saat bertemu dengan Kevin. Begitu bahagia bisa kenal pria sebaik Kevin.
         Malam harinya Mei duduk di balkon rumahnya Ia bernyanyi sambil memetik gitar kesayangannya. Sungguh bahagia Mei bisa mengigat masa-masa bersama Kevin. Tapi saat asik-asik bernyanyi Mei teringat kakaknya Lucky. Sungguh sekitika itu juga Mei merasa sedih. Mei langsung menuju tempat tidur dan menulis sesuatu dibuku harianya.
         Sehabis menulis buku hariannya tersebut Mei merasa tambah kangen kepada kakaknya. Mei mengambil laptopnya lalu menyalakannya. Mei langsung menyalakan internet dan kemudian online YM. Ternyata benar kakaknya Lucky sedang online.
         “Kak, Mei kangen sama kakak L” Kata Mei kepada kakaknya
         “Kakak juga kangen sama Mei, Mei jangan sedih ya J” Kata Lucky
         “Kak kapan pulang, Mei pengen main sama kakak L” Kata Mei
         “Mei sabar ya kakak belum bisa pulang untuk saat ini. Tapi nanti kakak pulang kok Mei doain aja ya biar kakak cepet pulang J” Kata Lucky
         “Tapi kapan kak? Kakak ada pas Mei lagi dirumah sakit pas Mei gak sadar, dan pas Mei sadar juga Cuma 1minggu Mei bisa bareng kakak terus kakak pergi ninggalin Mei. L” Kata Mei
         “Kakak Pasti pulang Mei, yakin ya sama kakak. Insyaallah deh ya sabtu Mei kakak main kerumah J udah Mei jangan sedih ya, kakak janji deh ya Mei pas kakak kesana kita jalan-jalan. J” Kata Lucky
         “Bener kak? Gak boong kan? Tapi abis itu kakak tinggal dirumah lagikan bareng Mei? J” Kata Mei
         “Hah?? Gak lah Mei kakak Cuma main aja. Nanti sabtu deh kakak ajak kerumah kakak. Kamu mau?” Kata Lucky
         “Mau banget. Emang kakak udah punya rumah sendiri?” Kata Mei
         “Udah dong Mei. Kakak kerja jadi Arsitek sekarang Mei. J” Kata Lucky
         “Waaaa hebat. Papa enak ya izinin kakak jadi arsitek. Sedangkan aku harus jadi DOKTER” Kata Mei
         “Mei denger kakak ya, semua kerjaan itu sama aja. Sekarang Mei ikutin kata Papa dulu. Ikutin Papa mau kamu jadi Dokter yaudah ikutin dulu nanti pas kamu udah bisa dapet duit dari kerja kamu sebagai Dokter baru deh kejar cita-cita kamu J Mei ikutin kata Papa aja ya biar gak jadi kaya kakak.” Kata Lucky
         “Tapi kak Lucky jadi kan hari sabtu kerumah? Janji gak boleh boong” Kata Mei
         “Iya kakak janji. Ade kakak offline dulu ya. Besok kakak harus kerja. I Love you my little sister. Sweet dreams to this day. Always smiling and never cried. Miss my little sister. J” Kata Lucky
         “See you tomorrow my brother dear. I love my brother. I really miss you” Kata Mei
         Sehabis melepas kangen kepada kakaknya. Mei kembali mengambil gitar dan kembali menyanyi. Menyanyi lagu yang membuat ia kembali tenang kembali bahagia. Dan kembali tersenyum. Sungguh hari ini hari yang bahagia buat Mei. Mei bermain gitar sampai larut malam. Dan ia bersyukur bahwa besok libur sekolah, tapi ia harus ikut extrakulikuler. Dan terpaksa Mei harus bertumu dengan Alex.
         Keesokan harinya Mei pergi kesekolah. Dan melihat Alex sedang bermesraan dengan sahabatnya sendiri. Mei pun terus berjalan tanpa menghiraukan mereka meskipun Alex memanggil dirinya. Sungguh luka yang dibuat Alex sangat dalam dihatinya sungguh ingin sekali Mei melupakan Alex.
         Saat sampai dikelas Mei ingin menangis tapi ada Sinta sahabat sejatinya. Sinta langsung memeluk Mei saat tau bahwa Mei benar-benar sedih. Sinta adalah adik kandung dari Kevin. Sungguh sakit hati Sinta saat tau sahabat sejatinya diperlakukan seperti ini. Sinta menenangkan Mei dengan penuh kasih sayang. Mei sangat bahagia mempunyai teman sebaik Sinta.
         Saat istirahat Mei pergi kekantin sendirian. Ternyata ada Alex disana. Sungguh Mei merasa muak kepada Alex. Sakit hatinya teramat dalam terhadap Alex. Ingin ia pidah sekolah agar ia tidak bertemu dengan Alex lagi. Mei  tetap berjalan menuju kanti tanpa menghiraukan Alex. Setelah ia membeli makanan. Ia langsung memilah tempat duduk yang jauh dari Alex. Ternyata Alex menghampiri dirinya. Sungguh rasanya ingn Mei pergi dari kanti. Dan ternyata Alex berbicara
         “Sorry about the last” Kata Alex
         “Halah gak usah sok inggris lu, Indonesia lu aja jeblok ngomong pake inggris” Kata Mei sinis
         “Mei sorry about that time. I’m Sorry, so sorry nia.” Kata Alex
         “Ahhh susah ngomong sama orang bolot kaya lu ya lex. Heh gua bilang sama lu. Lancarin bahasa Indonesia lu baru lu ngomong sama gua?” Kata Mei
         “Mei tunggu aku mau minta maaf sama kamu. Aku gak mau putus Mei. Aku akui aku salah Mei maafin aku Mei.” Kata Alex
         “BULSHIT lu Lex. Gau muak sama lu Lex. Dahhh ahhh kita udah putus, jangan ganggu gua lagi” Kata Mei dengan marah
         “ Halah lu Mei laga lu kecakepan banget sih Mei. Lu sama gua juga cakepan gua kemana-mana” Kata Sopia
         “Heh Sopia gua udah sabar ya menghadapi lu. Cukup lu kalo suka sama Alex ambil aja gak usah jelek-jelekin gua, Gua sadar kok lu itu segalanya dari gua” Kata Mei
         “Hahahahaha bagus deh kalo lu sadar, dan anggap kita gak pernah sahabat ya. Sorry” Kata Sopia
         “Gak apa-apa kok kalo lu gak mau temenan lagi. Jangan harap ya lu bisa minta bantuan gua kalo ada apa-apa!” Kata Mei sinis
         “Ok, gua bisa gak minta bantuan sama lu” Kata Sopia sinis
         “Ok permisi gua mau balik kekelas maaf udah ganggu acara LU SOPIA DAN ALEX” Kata Mei dengan sinis
         Mei berlari menuju kelas. Sungguh tega semuanya. Sungguh tidak ada yang mengerti keadaannya untuk saat ini. Sungguh Mei ingin menangis tapi sayang ia sedang berada disekolah. Kalau tidak air matanya sudah jatuh membasahi pipinya itu. Sinta yang saat itu melihat Mei hanya bisa memberi semangat dari jauh. Sinta saat itu sedang tidak ingin menggangu Mei. Sinta memberikan waktu kepada Mei untuk sendiri.
         Saat pulang extrakulikuler Mei langsung lari kekamar dan langsung mengambil buku diarinya. Ia menulis semua yang terjadi. Sungguh sakit yang dirasakan oleh Mei saat ini. Sungguh tega semuanya. Setelah menulis Mei mengambil laptopnya dan online YM. Ternyata kakanya sedang online.
         “Kak L” Sapa Mei
         “Kenapa kamu de?” Tanya Lucky
         “Kak Mei mau ketemu kakak L” kata Mei
         “Tar malem kakak kerumah deh Mei kakak nginep sehari temenin kamu J” Kata Lucky
         “Mei bener-bener butuh kakak L kakak cepet dating ya L” Kata Mei
         “Iya ade.. Kakak balik kerja dulu ya. Tunggu kakak entar malem” Kata Lucky
         Sesudah memberi tahu kakanya. Mei kembali bermain gitar. Memainkan lagu dengan nada yang amat sedih. Sungguh sangat dalam lagu yang dimainkan oleh Mei saat itu. Sedang enak-enaknya bermain Mei mendapat pesan dari Kevin, bahwa ia akan segera menikah dan akan pergi dari Indonesia. Sungguh bagaikan kena petir disiang bolong. Hancur sudah perasaan Mei saat ini.
         Mei hancur sekali saat itu. Sungguh Mei ingin mengakhiri semuanya. Saat itu entah kenapa Mei ingin sekali berada dibawah. Mei langsung mengambil gitar dan laptopnya. Saat menuruni tangga Mei mendengar pembicaraan kedua orang tuanya. Ia terus mendengar pembicaraan mereka.
         “Pa jadi Mei sakit apa?” Kata Mama
         “Kanker otak Ma” Kata Papa
         “Kanker otak Pa? Gak mungkin Pa itu gak mungkin” Kata Mama
         “Itu kenyataan yang harus kita terima. Waktu itu Mei kena kanker otak stadium awla Ma, tapi saat ini kita tidak tau keadaan Mei, karna kita tidak memeriksakan Mei kembali” Kata Papa
         “Ma Pa!” Kata Mei
         “Mei!” Kata Mama kaget
         “Bener Mei kena kanker?” Kata Mei
         “Mei” Kata mama dengan sedih
         “Ma jawab pertanyaan Mei. Apa bener Ma Mei punya Kanker?” Kata Mei
         “Mei yang sabar” Kata Papa
         “Mei gak nyangka kalian boongin Mei. Mei diboongin sama keluarga Mei sendiri. Kalian bilang Mei baik-baik aja? Tapi Nyatanya? Mei punya Kanker? Hah? Kanker otak lagi. Kalian pikir boong itu bisa buat Mei seneng? Hah Kalian salah! MEI BENCI KALIAN” Kata Mei lalu pergi dari hadapan mereka
         Mei tambah terluka dengan semua ini. Sungguh sakit saat ini mengetahui yang sesungguhnya. Tidak menyangka bahwa keluarga yang ia sayang seperti ini kepadanya. Sungguh sakit hati Mei saat ini. Ia kembali mengambil buku diarinya. Sehabis itu ia bermain gitar sampai kakanya datang.
         Sungguh senang saat mobil milik kakaknya sudah terpakir dihalaman rumahnya. Mei hanya menunggu kakaknya didalam kamar. Mei Tidak ingin bertemu dengan Ayah atau pun Ibunya untuk saat ini. Tak lama pintu kamrnya terketuk, dengan santai Mei membuka dan ternyata dihadapannya ada sesosok pria tampan, yaitu kakaknya. Sungguh hati Mei sangat senang dan kakaknya pun langsung memeluk Mei.
         Mereka berdua masuk kedalam kamar. Dan Mei cerita semuanya. Sungguh sakit hati Lucky melihat kejadian yang dialami oleh adik yang ia sayang. Sungguh ingin ia selalu berada disamping Mei. Tapia apa daya semua tidak akan pernah terjadi. Lucky harus pergi menjauh dari keluarga ini untuk sementara waktu.
          Ingin Lucky mengajak Mei tinggal bersama dirinya. Ingin ia menjaga Mei dengan sepenuh hati. Sungguh Lucky tidak tega menghadapi adeknya seperti ini. Ia tidak tega adiknya terus menangis. Ia ingin adiknya tersenyum bahagia. Lucky ingin selalu berada disamping adiknya. Tapi apa daya Lucky tidak akan pernah bisa untuk selalu disamping Mei.
         Setelah mendengar semua keluh kesah Mei. Lucky langsung memeluk Mei dengan sangat erat. Saat dipeluk Mei menangis sejadijadinya. Sungguh Baru kali ini Lucky melihat adiknya menangis seperti ini. Sungguh sakit hati Lucky melihat adiknya tersiksa seperti ini. Lucky berusaha untuk menenangkan adiknya supaya tidak menangis.
         “Hayo yang cantik jangan nangis” Kata Lucky
         “KakL” kata Mei
         “Dah ahh jangan nangis J” Kata Lucky
         “Iya gak nangis lagi” Kata Mei
         “Apa katanya gak mau nangis? Itu masih nangis!” Kata Lucky
         “Hmmmmmm sedih tau kak” Kata Mei
         “Iya kakak tau Mei kamu sedih. Percaya sama kakak, kamu pasti bisa gak sedih” Kata Lucky
         “Iya deh gak nangis lagi, nurutin kata kak Lucky.”Kata Mei
         “Nih kamu senyum aja ngadepin semuanya anggep gak ada masalah J” Kata lucky
         “Tapi kak senyum itukan gak gampang kalo kita lagi sedih begini” Kata Mei
         “Kakak tau kok. Anggep aja semua masalah kamu itu kecil dan ada hikmahnya” Kata Lucky
         “Apa Mei harus terima kak Mei dibohongin sama orang tua Mei sendiri?” Kata Mei
         “Ya harus terima dong, memang Papa sama Mama salah udah bohongin kamu tapi kamu gak boleh hukum mereka seperti ini. Mereka boongin kamu biar kamu gak tambah sakit waktu itu” Kata Lucky
         “Ahhhh kakak tapi mereka buat Mei tambah sakit sekarang.” Kata Mei
         “Udah ahhh gak usah nangis deh. Terima aja. Penyakit kamu bisa sembuh kok” Kata Lucky
         “Iya kak pasti.. Aku akan bangkit kak. Aku gak boleh galau kaya gini terus.” Kata Mei
         “Bagus Itu baru ade kakak J” Kata Lucky
         Setelah Mei curhat dengan kakaknya. Mei langsung mengsmbil gitsr dan mengajak kakaknya ikut bernyanyi. Sungguh perpaduan suara yang sangat indah antara Mei dan Lucky. Sungguh hari itu adalah hari yang indah buat Mei. Sungguh Mei hari ini tidak cepat berakhir. Ia Ingin terus melewati hari-hari ini dengan kakaknya. Sungguh ia sangat senang melewatihari ini dengan kakaknya.
         Saat Mei sudah tidur, Lucky turun kebawah. Saat dibawah Lucky pamit pulang kepada orang tuanya. Dan sebelum pulang Lucky curhat kepada orang tuanya, dan Lucky mencurahkan apa yang ia rasakan. Sungguh suasana saat itu sangatlah haru. Baru kali ini Lucky menangis dihadapan orang tuanya. Dan orang tuanya pun ikut bersedih. Sungguh Lucky sanggat ingin adiknya tinggal bersama dirinya.
         “Ma Pa Lucky mohon sama Mama sama Papa, tolong izinin Lucky buat ngerawat Mei sampai Mei lulus SMA. Biar Mei tenang Ma Pa. Biar Mei lupain masalahnya sejenak. Nanti Lucky urus surat pindah sekolah. Nanti pas Mei naik kelas Mei siap pindah Ma Pa. Tolong Ma Pa” Kata Lucky
         “Baiklah tapi kamu sering bawa Mei periksa ke rumah sakit ya, dan hasilnya kasih tau ke Papa” Kata Ayahnya
         “Dan kasih kabar mama ya Lucky tentang keadaan Mei.” Kata Mama
         “Iya Ma nanti selalu Lucky kabarin kok, Mulai besok deh Lucky siap-siap urus surat pindah.” Kata Lucky
         “Baiklah dan Mei pun besok juga mau ulangan semester” Kata Mama
         “Ya udah Ma Pa kalo gitu Lucky pamit pulang dulu ya” Kata Lucky
         “Nginep aja dulu besok baru pulang” Kata Mama
         “Ia nginep dulu aja, ini sudah larut malam” Kata Papa
         “Baiklah jika kalian meminta” Kata Lucky
         Semenjak itu hubungan Lucky dan keluarganya semakin dekat dan akrab. Dan inilah yang diinginkan Lucky selama ini. Esok pagi Ia dan Mei akan pergi kesekolah Mei untuk mengurus surat pindah sekolah. Sungguh Lucky sangat seneng dengan Keberadaan Mei saat ini. Ingin sekali Lucky mengurus Mei untuk menebus kesalahannya diwaktu dulu.
         Keesokan harinya Mei terbangun dan Lucky pun menceritakan rencananya untuk tinggal bersamanya dan rencan pindah sekolah juga. Mei sungguh sangat senang mendengar kabar itu, Mei memang ingin cepat pindah dari sekolah itu. Sungguh Mei sanggat senang mempunyai kakak laki-laki seperti Lucky. Sungguh Mei senang saat kakaknya mengatakan pindah.
         Mei langsung bergegas mandi, dan langsung berganti pakaia. Mei langsung menyusul kakaknya yang sudah menunggu dibawah. Sungguh Mei sangat berbeda hari ini dengan hari-hari berikutnya. Sungguh Mei lebih terlihat cantik dari hari sebelumnya. Mei turun dengan senyum yang lebar. Dan Setelah turun Mei langsung menuju mobil dan pergi kesekolah.
         Setelah sampai disekolah Mei kembali sedih ternyata ada Alex disana. Sungguh sakit hati Mei saat melihat Alex seperti itu. Tapi Mei tetap berdiri tegak, dan tetap tersenyum. Ia Berdiri disamping Lucky dengan bangga. Sungguh saat Alex melihat itu, Alex langsung berteriak menyebut nama Mei. Mei hanya tersenyum dan langsung pergi. Lucky pun menoleh kearah adiknya lalu tersenyum.
         Lucky bangga dengan adiknya. Sungguh ia tak menyangka kepada adiknya yang bisa bangkit dari keterpurukan dan bisa menerima kenyataan. Saat kakaknya sudah masuk kedalam ruang kepala sekolah. Mei duduk diluar dan seketika Alex menghampiri dengan rasa takut. Takut jika Mei masih marah dengan dirinya.
         “Mei” Sapa Alex
         “Kenapa?” Tanya Mei
         “Are you still angry?” Tanya Alex
         “Do you think?” Tanya Mei balik
         “I hope not” Kata Alex takut
         “I’m still a little angry” Kata Mei
         “what are you doing here?” Kata Alex
         “Gua mau pindah sekolah. Nanti gua naik kelas, gua udah gak disekolah ini” Kata Mei
         “Are you serious?” Tanya Alex
         “Iya lah gua serius” Kata Mei
         Tiba-tiba kakaknya keluar
         “Ayo Mei pulang” Kata Lucky
         “Ayo, Maaf Lex gua harus pulang” Kata Mei
         “Ohh jadi ini yang namanya Alex?” Tanya Lucky
         “Ehhh iya saya Alex, ada apa?” Tanya Alex
         “Ohh tidak kenapa-kenapa, saya Lucky kakak kandung Mei” Kata Lucky
         “Ohh kakak kandung Mei toh” Kata Alex
         “Iya ada masalah?” Kata Lucky
         “Ohhh tidak” Kata Alex
         “Saya harap cukup ade saya saja yang kamu sakiti, jangan perempuan lain kamu sakiti juga. Permisi saya buru-buru” Kata Lucky
         Sungguh Alex disitu sangat terkejut dengan perkataan Lucky terhadapnya. Alex berpikir sesakit itukah? Separah itukah luka yang telah ia buat? Sampai kakak Mei berbicara seperti itu? Sungguh Alex benar-benar tidak enak dengan Mei. Ia merasa bersalah telah menyakiti hati Mei. Mei yang dulu pernah ia cintai
         Setalah Ujian sekolah selesai Mei pamit dengan teman-temannya. Sungguh sakit hati Mei meninggalkan teman-teman disekolah lamanya. Mei masih ingin bersama mereka yang telah menemaninya selama satu tahun ini. Saat melihat Sinta Mei langsung memeluk dengan erat. Air mata mengalir dari kedua bole mata mereka. Sungguh Sinta sanggat sedih kehilangan orang yang ia sayang. Sehabis itu Mei langsung melihat Alex dan ia mengajak alex untuk berbicara berdua.
         “gua mohon jangan ngomong pake bahasa inggris. Gua minta maaf sama lu karna gak bisa jadi yang terbaik buat lu. Dan maaf gua harus pindah dari sekolah ini. Bukan karna gua mau lupain lu Lex, tp karna gua emang udah gak kuat” Kata Mei
         “Ia aku maklumin. Tapi hubungan kita bisa tetep bisa kan. Jadi sahabat” Kata Alex
         “Ia pastinya dong lex” Kata Mei
         Sehabis berbicara berdua dengan Alex Mei langsung kembali bersama temen-temennya. Sungguh tak menyangka jika ini adalah hari terakhir bertemu dengan mereka. Esok ketika ia membuka mata sudah tak ada suasana yang berada disekolah ini. Sungguh tak rela hati Mei meninggalkan sekolah ini. Tapi semua ini harus dilakukan.
         Hari demi hari Mei lewati disekolah baru. Semua Ia lewati dengan penuh senyum. Temen-temen disekolah barupun ramah terhadapnya. Mei sangat bahagia pindah disekolah baru. Sampai Ia lulus tak ada yang menyakitinya. Secara drastic Mei berubah sifat menjadi lebih ramah. Dan saat ia Lulus ia merasakan getar-getar cinta yang ia bawa sampai masa Kuliah. Dan Pria itu adalah Rama………..

Kutipan J
“Tidak semua kenyataan itu pahit, Kenyataan bisa berbuah manis jika kalian menikmatinya dan menjalankannya dengan penuh senyum”
"Cinta Itu gak ada yang abadi, kecuali cinta kita terhadap yang KUASA dan Kedua orang tua kita"
"Masa lalu adalah kenangan, dan Masa depan adalah pilihan"

Kenapa Harus Dia Bukan Aku?? (Part1)


Ada seorang mahasiswi yang cantik jelita bernama Mei. Mei adalah keturunan CinaJawa. Mei sangat ramah terhadap siapapun. Mau itu pria atau wanita. Mei adalah pribadi yang pintar, meski pintar ia tidak sombong dengan kepintarannya. Mei mengambil jurusan kedokteran. Sebetulnya cita-cita Mei bukan Dokter, tetapi Arsitek. Tapi Mei harus mengubur rapat-rapat cita-citanya tersebut demi kebahagiaan kedua orang tuanya.
         Saat Mei menempuh ilmu kedokteran di Universitas tersebut sudah banyak pria yang mengatakan CINTA kepada Mei, tapi apa mereka ditolak oleh Mei. Mei memang tidak suka dengan keberadaan CINTA disisihnya. Ia merasa hidupnya tak butuh CINTA. Mei beranggapan “SAYA BISA HIDUP TANPA CINTA.LOVE IS BULSHIT”. Mei trauma akan masalalunya. Kejadian itu sangat membuat Ia jatuh dan terluka. Tak sanggup saat itu Mei berdiri tegak menghadapi semuanya.
         Tapi waktu terus berjalan. Mei sadar akan kesalahannya telah membuang waktunya dengan sia-sia saat itu. Dan akhirnya Mei pun bangkit dan menata masa depan. Meski yang dijalaninya bukan cita-cita yang selama ini Ia inginkan. Mei memang pribadi yang tidak ingin membuat orang lain sedih apa lagi kedua orang tuanya. Mei rela melakukan apa saja demi orang tuanya tersenyum.
         Saat itu Mei sedang berada di halaman kampus. Ada seorang pria tampan, berkulit sawo matang, berhidung mancung, tinggi, dan penuh sejuta pesona dimatanya. Pria tersebut bernama Rama. Pria tertampan yang ada di Universitas tersebut. Rama memang sudah lama mengincar Mei menjadi kekasihnya. Tapi Rama beranggapan sangat sulit untuk mendapatkan Mei. Rama merasa minder untuk bertatap muka dengan Mei. Akhirnya Rama menghampiri Mei.
         “Hei Mei” Sapa Rama
         “Hei Rama” Sapa Mei
“Lagi apa?” Tanya Rama
“Emmm lagi buat tugas, kenapa rama?” Kata Mei
“Ehhh ehhhh aduh aku kok jadi bingung ya” Kata Rama
“Loh kenapa bingung Ram?” Tanya Mei
“Gak tau aku kesini cuma mau lebih deket aja sama kamu” Kata Rama
“ Hah? Rama? Kok kamu aneh?” Kata Mei
“ Aneh kenapa Mei? Aku serius?” Kata Rama dengan nada yang sangat gugup
“Hahahah Rama kenapa bingung?” Kata Mei dengan senyum yang menawan
“Bingung aja Mei, kamukan orangnya susah buat diajak deket!” Kata Rama
“Susah? Hahaha kamu aja kali yang gak tau caranya?” Kata Mei
“Emang gimana caranya?” Tanya Rama penuh antusias
“Ye enak aja cari sendiri lah caranya!” Kata Mei lalu pergi dari hadapan Rama
         Sehabis Rama menghampirinya Mei berjalan menuju kamar mandi. Di kamar mandi Mei mendapat sebuah pesan dari telfon genggamnya. Pesan tersebut berisi “Mei kamu itu berapa kali ngulur waktu chekup kesehatan kamu? Ayah gak suka kamu kaya gini! Mei kamu itu harus rajin periksa. Kamu itu lagi sakit Mei, tolong kamu sering periksa keadaan kamu Mei tolong Ayah..” Ternyata pesan tersebut dari Ayah Mei. Ayah Mei adalah Dokter Ahli. Ayah Mei sangat ingin Mei menjadi dokter sepeti dirinya.
         Sehabis menerima pesan dari Ayahnya, Mei langsung pergi untuk meriksa keadaannya. Sesungguhnya Mei lelah dengan semua ini. Dan sesungguhnya Mei ingin berteman dengan banyak orang, tapi Mei beranggapan semua gak ada yang bisa dipercaya dan gak akan pernah abadi. Mei punya trauma yang dalam 5 tahun lalu…

LIMA TAHUN YANG LALU

5 tahun lalu Mei pernah merasakan sakit hati yang amat dalam. Dari mulai orang tua sampai kekasihnya membuat luka yang amat dalam dihatinya. Saat itu usia Mei 16 tahun. Saat itu masa-masa indah yang dialami Mei pada awal tahun.. Ia bahagia bersama keluarga dan teman-tamannya. Tapi pada pertengahan tahun Mei mendapat cobaan yang amat berat. Kekasih Mei bernama Alex direbut oleh sahabatnya sendiri. Dan Mei terancam menjadi anak “BROKEN HOME”. Saat itu Mei didera rasa yang amat kacau.
         Saat malam hari, saat Mei ingin belajar untuk persiapan ulangan tengah semester, Ia mendengar kedua orang tuanya berkelahi. Seisi ruangan rumahnya penuh dengan caci maki. Mei sedih Mei menangis dalam kamar. Mei ingin berteriak kepada kedua orang tuanya agar mereka tau bahwa Ia sangat kesal sangat hancur jika orang tuanya seperti ini. Saat sedang menangis didalam kamar, Mei mendengar ada suara kak laki-lakinya berteriak saat kedua orang tuanya yang berkelahi..
         “STOP!! Cukup kalian bertengkar seperti ini, cukup! Apa kalian gak mikirin perasaan anak-anak kalian? Hy ma pa kalian masih punya Mei dia masih butuh kasih sayang ma pa, bukan seperti ini” Kata Lucky dengan nada keras
         “Maksud kamu apa lucky?” Kata Mama dengan sedih
         “Ma Pa, Lucky masih bisa maklumin kalian seperti ini, tapi apa Mei bisa nerima kalian seperti ini? Ma Pa Mei lagi dalam taraf remaja, kalian seharusnya jangan seperti ini kasian Ma Pa kalo Mei terus-terusan melihat kalian bertengkar!” Kata Lucky
         “Halah apa perduli kamu Lucky? Kamu tuh baru pulang sekarang jangan sok tau kehidupan didalam rumah ini!” Kata Ayah dengan nada marah
         “Iya emang saya baru pulang sekarang! Tapi apakah kalian tau setiap malam Mei menelfon saya sambil menangis? Apa kalian mengerti perasaan Mei? Apa kalian tau Mei itu sakit? Apa kalian tau semuanya? Semua yang terjadi sama Mei?” Kata Lucky dengan nada mengeras
         “Memang apa yang sedang terjadi sama Mei Lucky? Kasih tau mama, mama khawatir lucky” Kata Mama dengan nada sedih..
         “Hahaha memang kalian tidak perduli kepada Mei. Mei itu sakit ma pa, setiap malam Mei merintih kesakitan ma pa sama Lucky, Sebetulnya Lucky juga gak tau Mei kenapa! Tapi dari nada suaranya Mei sedang sakit, sebaiknya Papa periksa keadaan Mei sekarang pa. Lucky mohon, kalau papa tidak mau biar Lucky yang bawa Mei kerumah sakit” Kata Lucky dengan nada khawatir
         “Sebaiknya kita bawa Mei kerumah sakit sekarang pa, mama mohon kita kerumah sakit sekarang mama takut Mei kenapa-kenapa pa, mama mohon” Kata Mama sambil menangis
         “Baiklah papa siapkan mobil, lucky kamu bawa Mei kedepan ya, papa tunggu didepan jangan lama-lama” Kata Papa
         Lucky pun langsung berlari menuju kamar Mei. Hati Lucky sungguh tak tenang ia ingin buru-buru melihat keadaan Mei. Mei adik satu-satunya yang ia sayang.Ia tidak ingin ada yang menyakiti adik kesayangannya. Meski Lucky sudah tak tinggal satu rumah lagi bersama Mei, tapi Mei dan Lucky saling menjaga komunikasi.
         Saat sudah sampai didepan pintu kamar Mei, Lucky pun buru-buru membuka pintu kamar Mei. Dan saat ingin membuka pintu ternyata pintu itu terkunci. Lucky panic, Lucky mengetuk pintu kamar Mei dengan keras tapi tak ada respon dari Mei. Lucky pun panic, ia takut terjadi sesuatu terhadap Mei. Tanpa pikir panjang Lucky langsung mendobrak pintu kamar Mei. Ternyata Mei sedang merasa kesakitan. Lucky pun buru-buru membawa Mei kedalam Mobil.
         Saat dimobil Lucky memeluk Mei dengan penuh kasih sayang. Lucky sungguh takut dengan kedaan Mei. Air mata jatuh dari dua bola mata Lucky. Mei Pun masih menahan sakit yang teramat sakit. Lucky hanya bisa memeluk dan menenangkan Mei. Sungguh sakit hati Lucky dengan keadaan adiknya saat ini.
         “Ade kamu yang kuat ya. Ade yang kuat tahan sakitnya ya de, tahan. Kamu kuat de” Kata Lucky dengan nada paruh
         “Kak sakit kak, Mei gak kuat kak. Kak gak kuat sakit banget kak” Kata Mei dengan menangis
         “Ade kuat kok ada kakak disini. Ade yang kuat ya kakak mohon ade yang kuat tahan sakitnya” Kata Lucky dengan memeluk Mei
         “Kak pala Mei sakit banget kak. Mei gak kuat kak sakit banget kak” Kata Mei
         “(apa yang terjadi pada adeku ini Ya Allah kenapa harus dia yang tersiksa seperti ini Kenapa bukan hamba Ya Allah, hamba rela jika penyakit ade hamba ini diberikan kepada saya, saya ingin melihat dia tersenyum bukan merasa sakit seperti ini)” Kata Lucky dalam hati
         “(Tuhan apa yang terjadi pada anak kami Ya Allah, hamba mu ini tidak tega melihat anak hamba seperti ini Ya Allah semubuhkanlah anak kami Ya Allah. Hamba ingin melihat Mei kembali tersenyum dan Ceria seperti dulu)” Kata Orang tua Mei
         Akhirnya sudah sampai dirumah sakit Mereka langsung membawa Mei keruang UGD. Sungguh merasa Sakit melihat keadaan Mei. Ayah Mei pun langsung mengambil jas dokternya dan memeriksa keadaan Mei dengan beberapa dokter lainnya. Pemeriksaan keadaan Mei berlangsung sekitar 2 jam. Akhirnya Ayah Mei pun keluar dengan derai airmata. Lucky dan Mama pun sepontan bertanya.
         “Apa yang terjadi Pa” Kata lucky dengan terburu-buru
         “Apa yang terjadi dengan Mei Pa?” Kata Mama dengan penuh ait mata
         “Mei kena kanker, tapi ayah tidak bisa memasitikannya sekarang” Kata Papa sambil memeluk Mama.
         “Papa gak seriuskan? Ini gak mungkinkan Pa? Papa bohongkan sama lucky dan mama?” Kata Lucky dengan nada tak percaya
         “Papa serius lucky, Mei punya kanker!” Kata Papa dengan nada sedih
         “Boleh Lucky melihat Mei Pa?” Kata Lucky memohon kepada Ayahnya
         “Silakan, tapi papa mohon jangan beritau keadaan Mei yang sesungguhnya” Kata Ayah dengan nada yang paruh
         “Papa tenangin mama aja.” Kata Lucky dengan senyum
         “Pastinya Lucky” Kata papa sambil tersenyum
         Lucky pun melihat keadaan Mei. Melihatnya seperti itu Lucky hanya menangis. Ada tabung oksigen, Inpus, Kabel detak jantung, dll. Itu membuat Lucky menjadi sedih. Ia duduk disamping Mei. Ia memegang tangan Mei. Tak disangka tangan Mei bergerak. Sungguh Bahagia Lucky saat itu. Ia langsung memanggil Ayah dan Ibunya dan memberi tahu bahwa Mei telah sadar. Sungguh kebahagian menyelimuti mereka.
         Setelah mendapat kabar itu mereka langsung menuju Mei yang sedang terbaring lemah. Tak disangka saat mereka sudah mendekat, ternyata kedua bola mata Mei sudah terbuka. Sungguh senyum bahagia menghampiri mereka. Dan saat itu Mei pun binggung dengan apa yang terjadi kepada dirinya.
         “Ka Mei ada dimana?” Kata Mei dengan lemas
         “Kamu dirumah sakit de!” Kata Lucky dengan menahan tangis
         “Mei kenapa apa kak?” Tanya Mei
         “Nak kamu td pingsan saat papa dan mama berantem tadi!” Kata Papa dengan sedih
         “Tapi Mei baik-baik aja kan?” Tanya Mei
         “Iya nak kamu tidak apa-apa!” Kata Mama sambil memegang tangan Mei
         Saat keluarganya berbohong dengan keadaan Mei, Lucky hanya bisa tersenyum pahit kepada mereka. Lucky sungguh sakit hati terhadap orang tuanya. “KENAPA MESKI BERBOHONG? KENAPA MESKI BERBOHONG MESKIPUN ITU DEMI KEBAIKAN? KENAPA TIDAK JUJUR, LEBIH BAIK JUJUR DAN SAKIT DIAWAL DARI PADA SAKIT DIAKHIR”kata Lucky dalam hati.
         Sehabis melihat Mei mereka langsung menuju kantin rumah sakit untuk sarapan. Disitu suasana teramat sangat sepi. Mereka tidak saling tatap dan tidak saling bicara. Mereka asik menyantap makanan mereka masing-masing. Hanya mama yang suara isak tangisnya masih terdengar. Tapi sekuat mungkin mama menahan air matanya agar tidak keluar lagi. Tiba-tiba Lucky bersuara
         “Kenapa kalian berbohong terhadap kondisi Mei?” Tanya Lucky
         “Kenapa tiba-tiba kamu bertanya seperti itu Lucky?” Tanya Ayahnya
         “Bukan itu jawaban yang Lucky mau! Lucky Tanya kenapa kalian bohong terhadap Mei?” Tanya Lucky sinis
         “Itu demi kebaikan Mei lucky!” Kata Ibunya sambil menahan tangis
         “Mama bilang itu yang terbaik? Ma bohong itu gak ada yang baik. Sekarang Mei memang tidak tau dengan keadaannya, Mama tuh gak ngerasain mah. Mama berbohong dengan keadaan anaknya sendiri. Mama ngerti gak perasaan Mei jika tau keadaannya saat ini. Sakit ma dibohongi!” Kata Lucky ketus
         “CUKUP LUCKY”kata Papa dengan nada kasar
         “Lucky Cuma mau bilang itu aja Ma Pa, Lucky mau kekamar Mei aja, Permisi”kata Lucky lalu pergi

SEMINGGU BERIKUTNYA

        Seminggu kemudian Mei pulang dari rumah sakit. Dan saat itu pula Lucky pergi lagi untuk meninggalkan Mei. Sungguh sangat sakit bagi Mei saat ingin bersama kakaknya  Lucky harus pergi lagi. Pergi jauh untuk meninggalkan Mei. Sungguh sakit saat Lucky pergi jauh. Mei pun membuka jendela rumahnya dan memetik senar gitar lalu bernyanyi. Bernyayi dengan sedih. Sedih karna kehilangan.
         Untuk mengisi kesendirian Mei melamar pekerjaan untuk mengisi waktu luangnya. Ia melamar kerja sebagai penyanyi Café. Saat ia melamar pekerjaan sungguh pemilik Café sangat mengagumi suara Mei. Dan saat itu pula Mei memiliki pekerjaan. Ia bekerja saat pulang sekolah. Dan itu pun hanya dari jam 03.00 sampai jam 05.00. Bagi Mei itu lebih dari cukup. Ia bisa menghasilkan uang dengan keringat sendiri.
         Keesokan harinya, setelah pulang sekolah. Mei langsung Menuju Café. Dan langsung bekerja. Saat sampai Café ia langsung ganti pakaian. Sungguh Mei sangat bangga pada dirinya. Dan degup jantungnya semakin kencang. Mei sungguh gugup saat itu. Ia langsung menyiapkan diri untuk memulai bernyayi.
         Saat itu Mei bernyanyi dengan nada yang indah dan membuat orang lain ikut bernyanyi. Suasana Café menjadi ramai karna suara Mei. Sungguh semua pengunjung Café tersebut sangat kagum dengan suara dan petikan gitar yang dibuat oleh Mei.
         “Dan kau hadir merubah segalanya menjadi lebih indah, Kau bawa cinta ku setinggi angkasa membuat ku merasa sempurna. Dan membuatku utuh tuk menjalani hidup berdua denganmu selama-lamanya kau lah yang terbaik untuk ku…. Owwooohhhh.. Terimakasih semuanya cukup sampai disini saya bernyanyinya.. Terimakasih sekali lagi” Kata Mei dengan senyum
         “Waw suara lu bagus bagi sumpah deh, Udah cantik banget lagi lunya. Apa lagi main gitarnya waw bagus coy” Kata salah satu pengunjung
         “Makasih atas semuanya sekian” Kata Mei sambil tersenyum
         Saat Mei turun dari panggung pemilik Café sangat bangga dengan Mei. Sungguh hanya Mei yang bisa membuat Café tersebut ramai seperti tadi. Mei hanya tersenyum saat mendengar pujian untuk dirinya. Sungguh bahagia Mei saat itu. Dan Mei mendapatkan uang tambahan untuk semuanya.
         Malam harinya Mei mendapat pesan dari pria yang sangat ia kagumi. Alex.. Alex nama pria itu. Sungguh hati Mei sangat senang. Alex orang yang ia kagumi mengirim pesan kepadanya. Saat tepat pukul 00.00 Alex menelpon dirinya. Tak diduga ternyata Alex mengatakan Cinta kepada dirinya. Sungguh senangnya Mei ditembak oleh Alex.
         Dan setelah malam itu hubungan mereka berjalan cukup lama. Yaaaa bisa dibilang sekitar 5bulan. Dan mereka sangat mesra. Tapi dibalik kemesraan itu ada sebuah bencana besar yang ditutupi oleh Alex selama 5bulan tersebut.
         Keesokan harinya.. Mei mendapat ajakan untuk mengisi acara di Cafenya jam 09.00 hari sabtu. Tanpa pikir panjang Mei langsung menerima tawaran itu. Mei diminta menyayikan lagu yang ia sukai dan mengikuti isi hatinya. Sungguh Mei sangat mengaggumi pemilik Café tersebut. Ia sangat baik ia adalah pengusaha muda.
         Pas hari sabtu, Mei datang ke Café tersebut jam 08.45 Mei langsung berganti pakaian dan bersiap-siap untuk menaiki panggung. Sungguh Mei sangat gugup tampil diacara seperti ini. Saat Mei sudah menaiki panggung para tamu yang hadir dalam acara di Café tersebut menyambutnya dengan sangat meriah. Saat itu Mei tersenyum dan melihat kearah para tamu. Ternyata ada Alex dan seorang wanita yang terlihat sangat dekat. Mei melihat Alex memegang tangan wanita tersebut dengan mesra sambil mencium pipinya.
         Sungguh skait hati Mei saat itu sakit sekali. Ia ingin menangis saat itu. Ia tetap tersenyum kepada para tamu. Hatinya begitu sakit, begitu perih melihat orang yang ia sayang seperti itu terhadapnya.  Sungguh Mei ingin menangis, tapi ia tetap bersikap professional. Ia tetap ingin menyanyi.
         “Namaku Cinta ketika kita bersama, berbagi rasa untuk selamanya. Namaku Cinta ketika kita bersama berbagi rasa sepanjang usia. Hingga tiba saatnya aku pun melihat cintaku yang khianat, cintaku berkhianat..
         Aku terjatuh dan tak bisa bangkit lagi. Aku tenggelam dalam dalam lautan luka dalam. Aku tersesat dan tak tahu arah jalan pulang. Aku tanpamu butiran debu.
         Namaku Cinta ketika kita bersama, berbagi rasa untuk selamanya. Namaku Cinta ketika kita bersama berbagi rasa sepanjang usia.
         Hingga tiba saatnya aku pun melihat cintaku yang khianat, cintaku  berkhianat. Menepi, Menepilah , menjauh semua yang terjadi diantara kita ooohhhh…
         Aku terjatuh dan tak bisa bangkit lagi. Aku tenggelam dalam dalam lautan luka dalam. Aku tersesat dan tak tahu arah jalan pulang. Aku tanpamu butiran debu.” Lagu yang dinyayikan Mei
         “Waaaaa suaranya bagus banget. Lagi galau ya Mei? Tumbaen lagunya sedih, biasanya lagunya yang gak galau” Tanya salah satu tamu
         “Hahahaha sekali-kali Mei nanyi lagu yang beda dong. Dan tadi saya juga mendapat pesan dari kak Kevin yang punya Café ini, saya disuruh nyanyi lagu yang mengikuti isi hati saya. Dan bisa anda simpulkan sendiri perasaan saya. Ada yang mau lagu kesukaannya saya nyanyikan?” Kata Mei dengan senyum yang mengembang
         “Saya mau lagu tak mungkin ku melepasmu” Kata Kevin
         “Waaaaahhhhh lagu galau lagi itu, baiklah ada lagi? Baik kayanya cukup deh abis lagu ini saya juga harus pulang. Heheheeh makasih ya buat semuanya” Kata Mei
         Setelah menyanyikan lagu terakhir yang diminta oleh Kevin (pemilik Café) Mei langsung turun dari panggung dan berlari keluar dari Café. Ternyata diluar sudah ada Alex yang menunggu. Sungguh sakit Mei melihat Alex didepan matanya. Mei ingin terus berjalan tapi tangannya dipegang oleh Alex. Dan Alex pun berkata
         “Tunggu aku mau ngomong sama kamu!” Kata Alex
         “Mau ngomong apa lagi sih Lex?” Kata Mei sinis
         “Aku mohon Mei dengerin aku dulu!” Kata Alex dengan nada paruh
         “Mau ngomong apa cepet deh” Kata Mei sangat sinis
         “Mei I apologize. I’m sorry I’ve hurt you mei.” Kata Alex dengan sedih
         “No need to sorry Alex. I’m used to it. I want us to break up” Kata Mei sinis
         “Mei maaf aku gak mau putus Mei, aku sayang kamu!” Kata Alex sedih
         “Kamu sayang? HAH? SAYANG? Bulshit. DO NOT SAY YOU LOVE ME. BECAUSE IT’S ALL A LIE. THAT YOU HAVE LIED TO ME. I HATE YOU. I HOPE WE DO NOT KNOW EACH OTHER” Kata Mei dengan sangat marah
         “But…..But I love you. Please do not end our relationship” Kata Alex dengan nada menyesal.
         “ENOUGH… YOU HURT ME…. I’m PRETTY FED UP WITH YOU. WE BROKE UP LEX” Kata Mei dengan sangat marah
            Sehabis bertengkar dengan Alex Mei langsung berlari. Saat sedang berlari ada Kevin yang menghalanginya. Kevin sedih melihat Mei menangis dengan penuh kasih sayang Kevin menghapus air mata yang keluar dari mata Mei. Dan saat itu mereka berbincang sampai larut malam. Dan membuat hubungan mereka semakin dekat.
   
   BERSAMBUNG.........