Ada seorang mahasiswi
yang cantik jelita bernama Mei. Mei adalah keturunan CinaJawa. Mei sangat ramah
terhadap siapapun. Mau itu pria atau wanita. Mei adalah pribadi yang pintar,
meski pintar ia tidak sombong dengan kepintarannya. Mei mengambil jurusan
kedokteran. Sebetulnya cita-cita Mei bukan Dokter, tetapi Arsitek. Tapi Mei
harus mengubur rapat-rapat cita-citanya tersebut demi kebahagiaan kedua orang
tuanya.
Saat Mei menempuh ilmu kedokteran di Universitas tersebut
sudah banyak pria yang mengatakan CINTA kepada Mei, tapi apa mereka ditolak
oleh Mei. Mei memang tidak suka dengan keberadaan CINTA disisihnya. Ia merasa
hidupnya tak butuh CINTA. Mei beranggapan “SAYA BISA HIDUP TANPA CINTA.LOVE IS
BULSHIT”. Mei trauma akan masalalunya. Kejadian itu sangat membuat Ia jatuh dan
terluka. Tak sanggup saat itu Mei berdiri tegak menghadapi semuanya.
Tapi waktu terus berjalan. Mei sadar akan kesalahannya telah
membuang waktunya dengan sia-sia saat itu. Dan akhirnya Mei pun bangkit dan
menata masa depan. Meski yang dijalaninya bukan cita-cita yang selama ini Ia
inginkan. Mei memang pribadi yang tidak ingin membuat orang lain sedih apa lagi
kedua orang tuanya. Mei rela melakukan apa saja demi orang tuanya tersenyum.
Saat itu Mei sedang berada di halaman kampus. Ada seorang
pria tampan, berkulit sawo matang, berhidung mancung, tinggi, dan penuh sejuta
pesona dimatanya. Pria tersebut bernama Rama. Pria tertampan yang ada di
Universitas tersebut. Rama memang sudah lama mengincar Mei menjadi kekasihnya.
Tapi Rama beranggapan sangat sulit untuk mendapatkan Mei. Rama merasa minder
untuk bertatap muka dengan Mei. Akhirnya Rama menghampiri Mei.
“Hei Mei” Sapa Rama
“Hei Rama” Sapa Mei
“Lagi
apa?” Tanya Rama
“Emmm
lagi buat tugas, kenapa rama?” Kata Mei
“Ehhh
ehhhh aduh aku kok jadi bingung ya” Kata Rama
“Loh
kenapa bingung Ram?” Tanya Mei
“Gak
tau aku kesini cuma mau lebih deket aja sama kamu” Kata Rama
“
Hah? Rama? Kok kamu aneh?” Kata Mei
“
Aneh kenapa Mei? Aku serius?” Kata Rama dengan nada yang sangat gugup
“Hahahah
Rama kenapa bingung?” Kata Mei dengan senyum yang menawan
“Bingung
aja Mei, kamukan orangnya susah buat diajak deket!” Kata Rama
“Susah?
Hahaha kamu aja kali yang gak tau caranya?” Kata Mei
“Emang
gimana caranya?” Tanya Rama penuh antusias
“Ye
enak aja cari sendiri lah caranya!” Kata Mei lalu pergi dari hadapan Rama
Sehabis Rama menghampirinya Mei berjalan menuju kamar mandi.
Di kamar mandi Mei mendapat sebuah pesan dari telfon genggamnya. Pesan tersebut
berisi “Mei kamu itu berapa kali ngulur waktu chekup kesehatan kamu? Ayah gak
suka kamu kaya gini! Mei kamu itu harus rajin periksa. Kamu itu lagi sakit Mei,
tolong kamu sering periksa keadaan kamu Mei tolong Ayah..” Ternyata pesan
tersebut dari Ayah Mei. Ayah Mei adalah Dokter Ahli. Ayah Mei sangat ingin Mei
menjadi dokter sepeti dirinya.
Sehabis menerima pesan dari Ayahnya, Mei langsung pergi
untuk meriksa keadaannya. Sesungguhnya Mei lelah dengan semua ini. Dan
sesungguhnya Mei ingin berteman dengan banyak orang, tapi Mei beranggapan semua
gak ada yang bisa dipercaya dan gak akan pernah abadi. Mei punya trauma yang
dalam 5 tahun lalu…
LIMA TAHUN YANG LALU
5 tahun lalu Mei pernah
merasakan sakit hati yang amat dalam. Dari mulai orang tua sampai kekasihnya
membuat luka yang amat dalam dihatinya. Saat itu usia Mei 16 tahun. Saat itu
masa-masa indah yang dialami Mei pada awal tahun.. Ia bahagia bersama keluarga
dan teman-tamannya. Tapi pada pertengahan tahun Mei mendapat cobaan yang amat
berat. Kekasih Mei bernama Alex direbut oleh sahabatnya sendiri. Dan Mei terancam
menjadi anak “BROKEN HOME”. Saat itu Mei didera rasa yang amat kacau.
Saat malam hari, saat Mei ingin belajar untuk persiapan
ulangan tengah semester, Ia mendengar kedua orang tuanya berkelahi. Seisi
ruangan rumahnya penuh dengan caci maki. Mei sedih Mei menangis dalam kamar.
Mei ingin berteriak kepada kedua orang tuanya agar mereka tau bahwa Ia sangat
kesal sangat hancur jika orang tuanya seperti ini. Saat sedang menangis didalam
kamar, Mei mendengar ada suara kak laki-lakinya berteriak saat kedua orang
tuanya yang berkelahi..
“STOP!! Cukup kalian bertengkar seperti
ini, cukup! Apa kalian gak mikirin perasaan anak-anak kalian? Hy ma pa kalian
masih punya Mei dia masih butuh kasih sayang ma pa, bukan seperti ini” Kata
Lucky dengan nada keras
“Maksud kamu apa lucky?” Kata Mama
dengan sedih
“Ma Pa, Lucky masih bisa maklumin
kalian seperti ini, tapi apa Mei bisa nerima kalian seperti ini? Ma Pa Mei lagi
dalam taraf remaja, kalian seharusnya jangan seperti ini kasian Ma Pa kalo Mei
terus-terusan melihat kalian bertengkar!” Kata Lucky
“Halah apa perduli kamu Lucky? Kamu tuh
baru pulang sekarang jangan sok tau kehidupan didalam rumah ini!” Kata Ayah
dengan nada marah
“Iya emang saya baru pulang sekarang!
Tapi apakah kalian tau setiap malam Mei menelfon saya sambil menangis? Apa
kalian mengerti perasaan Mei? Apa kalian tau Mei itu sakit? Apa kalian tau
semuanya? Semua yang terjadi sama Mei?” Kata Lucky dengan nada mengeras
“Memang apa yang sedang terjadi sama
Mei Lucky? Kasih tau mama, mama khawatir lucky” Kata Mama dengan nada sedih..
“Hahaha memang kalian tidak perduli
kepada Mei. Mei itu sakit ma pa, setiap malam Mei merintih kesakitan ma pa sama
Lucky, Sebetulnya Lucky juga gak tau Mei kenapa! Tapi dari nada suaranya Mei
sedang sakit, sebaiknya Papa periksa keadaan Mei sekarang pa. Lucky mohon,
kalau papa tidak mau biar Lucky yang bawa Mei kerumah sakit” Kata Lucky dengan
nada khawatir
“Sebaiknya kita bawa Mei kerumah sakit
sekarang pa, mama mohon kita kerumah sakit sekarang mama takut Mei kenapa-kenapa
pa, mama mohon” Kata Mama sambil menangis
“Baiklah papa siapkan mobil, lucky kamu
bawa Mei kedepan ya, papa tunggu didepan jangan lama-lama” Kata Papa
Lucky pun langsung berlari menuju kamar Mei. Hati Lucky
sungguh tak tenang ia ingin buru-buru melihat keadaan Mei. Mei adik
satu-satunya yang ia sayang.Ia tidak ingin ada yang menyakiti adik
kesayangannya. Meski Lucky sudah tak tinggal satu rumah lagi bersama Mei, tapi Mei
dan Lucky saling menjaga komunikasi.
Saat sudah sampai didepan pintu kamar Mei, Lucky pun
buru-buru membuka pintu kamar Mei. Dan saat ingin membuka pintu ternyata pintu
itu terkunci. Lucky panic, Lucky mengetuk pintu kamar Mei dengan keras tapi tak
ada respon dari Mei. Lucky pun panic, ia takut terjadi sesuatu terhadap Mei.
Tanpa pikir panjang Lucky langsung mendobrak pintu kamar Mei. Ternyata Mei
sedang merasa kesakitan. Lucky pun buru-buru membawa Mei kedalam Mobil.
Saat dimobil Lucky memeluk Mei dengan penuh kasih sayang.
Lucky sungguh takut dengan kedaan Mei. Air mata jatuh dari dua bola mata Lucky.
Mei Pun masih menahan sakit yang teramat sakit. Lucky hanya bisa memeluk dan
menenangkan Mei. Sungguh sakit hati Lucky dengan keadaan adiknya saat ini.
“Ade kamu yang kuat ya. Ade yang kuat
tahan sakitnya ya de, tahan. Kamu kuat de” Kata Lucky dengan nada paruh
“Kak sakit kak, Mei gak kuat kak. Kak
gak kuat sakit banget kak” Kata Mei dengan menangis
“Ade kuat kok ada kakak disini. Ade
yang kuat ya kakak mohon ade yang kuat tahan sakitnya” Kata Lucky dengan
memeluk Mei
“Kak pala Mei sakit banget kak. Mei gak
kuat kak sakit banget kak” Kata Mei
“(apa yang terjadi pada adeku ini Ya
Allah kenapa harus dia yang tersiksa seperti ini Kenapa bukan hamba Ya Allah,
hamba rela jika penyakit ade hamba ini diberikan kepada saya, saya ingin melihat
dia tersenyum bukan merasa sakit seperti ini)” Kata Lucky dalam hati
“(Tuhan apa yang terjadi pada anak kami
Ya Allah, hamba mu ini tidak tega melihat anak hamba seperti ini Ya Allah
semubuhkanlah anak kami Ya Allah. Hamba ingin melihat Mei kembali tersenyum dan
Ceria seperti dulu)” Kata Orang tua Mei
Akhirnya sudah sampai dirumah sakit Mereka langsung membawa
Mei keruang UGD. Sungguh merasa Sakit melihat keadaan Mei. Ayah Mei pun
langsung mengambil jas dokternya dan memeriksa keadaan Mei dengan beberapa
dokter lainnya. Pemeriksaan keadaan Mei berlangsung sekitar 2 jam. Akhirnya
Ayah Mei pun keluar dengan derai airmata. Lucky dan Mama pun sepontan bertanya.
“Apa yang terjadi Pa” Kata lucky dengan terburu-buru
“Apa yang terjadi dengan Mei Pa?” Kata Mama dengan penuh ait
mata
“Mei kena kanker, tapi ayah tidak bisa
memasitikannya sekarang” Kata Papa sambil memeluk Mama.
“Papa gak seriuskan? Ini gak mungkinkan
Pa? Papa bohongkan sama lucky dan mama?” Kata Lucky dengan nada tak percaya
“Papa serius lucky, Mei punya kanker!”
Kata Papa dengan nada sedih
“Boleh Lucky melihat Mei Pa?” Kata
Lucky memohon kepada Ayahnya
“Silakan, tapi papa mohon jangan
beritau keadaan Mei yang sesungguhnya” Kata Ayah dengan nada yang paruh
“Papa tenangin mama aja.” Kata Lucky
dengan senyum
“Pastinya Lucky” Kata papa sambil
tersenyum
Lucky pun melihat keadaan Mei. Melihatnya seperti itu Lucky
hanya menangis. Ada tabung oksigen, Inpus, Kabel detak jantung, dll. Itu membuat
Lucky menjadi sedih. Ia duduk disamping Mei. Ia memegang tangan Mei. Tak
disangka tangan Mei bergerak. Sungguh Bahagia Lucky saat itu. Ia langsung
memanggil Ayah dan Ibunya dan memberi tahu bahwa Mei telah sadar. Sungguh
kebahagian menyelimuti mereka.
Setelah mendapat kabar itu mereka langsung menuju Mei yang
sedang terbaring lemah. Tak disangka saat mereka sudah mendekat, ternyata kedua
bola mata Mei sudah terbuka. Sungguh senyum bahagia menghampiri mereka. Dan
saat itu Mei pun binggung dengan apa yang terjadi kepada dirinya.
“Ka Mei ada dimana?” Kata Mei dengan
lemas
“Kamu dirumah sakit de!” Kata Lucky
dengan menahan tangis
“Mei kenapa apa kak?” Tanya Mei
“Nak kamu td pingsan saat papa dan mama
berantem tadi!” Kata Papa dengan sedih
“Tapi Mei baik-baik aja kan?” Tanya Mei
“Iya nak kamu tidak apa-apa!” Kata Mama
sambil memegang tangan Mei
Saat keluarganya berbohong dengan keadaan Mei, Lucky hanya
bisa tersenyum pahit kepada mereka. Lucky sungguh sakit hati terhadap orang
tuanya. “KENAPA MESKI BERBOHONG? KENAPA MESKI BERBOHONG MESKIPUN ITU DEMI
KEBAIKAN? KENAPA TIDAK JUJUR, LEBIH BAIK JUJUR DAN SAKIT DIAWAL DARI PADA SAKIT
DIAKHIR”kata Lucky dalam hati.
Sehabis melihat Mei mereka langsung menuju kantin rumah
sakit untuk sarapan. Disitu suasana teramat sangat sepi. Mereka tidak saling
tatap dan tidak saling bicara. Mereka asik menyantap makanan mereka
masing-masing. Hanya mama yang suara isak tangisnya masih terdengar. Tapi
sekuat mungkin mama menahan air matanya agar tidak keluar lagi. Tiba-tiba Lucky
bersuara
“Kenapa kalian berbohong terhadap
kondisi Mei?” Tanya Lucky
“Kenapa tiba-tiba kamu bertanya seperti
itu Lucky?” Tanya Ayahnya
“Bukan itu jawaban yang Lucky mau!
Lucky Tanya kenapa kalian bohong terhadap Mei?” Tanya Lucky sinis
“Itu demi kebaikan Mei lucky!” Kata
Ibunya sambil menahan tangis
“Mama bilang itu yang terbaik? Ma
bohong itu gak ada yang baik. Sekarang Mei memang tidak tau dengan keadaannya,
Mama tuh gak ngerasain mah. Mama berbohong dengan keadaan anaknya sendiri. Mama
ngerti gak perasaan Mei jika tau keadaannya saat ini. Sakit ma dibohongi!” Kata
Lucky ketus
“CUKUP LUCKY”kata Papa dengan nada
kasar
“Lucky Cuma mau bilang itu aja Ma Pa,
Lucky mau kekamar Mei aja, Permisi”kata Lucky lalu pergi
SEMINGGU BERIKUTNYA
Seminggu kemudian Mei
pulang dari rumah sakit. Dan saat itu pula Lucky pergi lagi untuk meninggalkan
Mei. Sungguh sangat sakit bagi Mei saat ingin bersama kakaknya Lucky harus pergi lagi. Pergi jauh untuk
meninggalkan Mei. Sungguh sakit saat Lucky pergi jauh. Mei pun membuka jendela
rumahnya dan memetik senar gitar lalu bernyanyi. Bernyayi dengan sedih. Sedih
karna kehilangan.
Untuk mengisi kesendirian Mei melamar pekerjaan untuk
mengisi waktu luangnya. Ia melamar kerja sebagai penyanyi Café. Saat ia melamar
pekerjaan sungguh pemilik Café sangat mengagumi suara Mei. Dan saat itu pula
Mei memiliki pekerjaan. Ia bekerja saat pulang sekolah. Dan itu pun hanya dari
jam 03.00 sampai jam 05.00. Bagi Mei itu lebih dari cukup. Ia bisa menghasilkan
uang dengan keringat sendiri.
Keesokan harinya, setelah pulang sekolah. Mei langsung
Menuju Café. Dan langsung bekerja. Saat sampai Café ia langsung ganti pakaian.
Sungguh Mei sangat bangga pada dirinya. Dan degup jantungnya semakin kencang.
Mei sungguh gugup saat itu. Ia langsung menyiapkan diri untuk memulai bernyayi.
Saat itu Mei bernyanyi dengan nada yang indah dan membuat
orang lain ikut bernyanyi. Suasana Café menjadi ramai karna suara Mei. Sungguh
semua pengunjung Café tersebut sangat kagum dengan suara dan petikan gitar yang
dibuat oleh Mei.
“Dan kau hadir merubah segalanya
menjadi lebih indah, Kau bawa cinta ku setinggi angkasa membuat ku merasa
sempurna. Dan membuatku utuh tuk menjalani hidup berdua denganmu selama-lamanya
kau lah yang terbaik untuk ku…. Owwooohhhh.. Terimakasih semuanya cukup sampai
disini saya bernyanyinya.. Terimakasih sekali lagi” Kata Mei dengan senyum
“Waw suara lu bagus bagi sumpah deh,
Udah cantik banget lagi lunya. Apa lagi main gitarnya waw bagus coy” Kata salah
satu pengunjung
“Makasih atas semuanya sekian” Kata Mei
sambil tersenyum
Saat Mei turun dari panggung pemilik Café sangat bangga
dengan Mei. Sungguh hanya Mei yang bisa membuat Café tersebut ramai seperti
tadi. Mei hanya tersenyum saat mendengar pujian untuk dirinya. Sungguh bahagia
Mei saat itu. Dan Mei mendapatkan uang tambahan untuk semuanya.
Malam harinya Mei mendapat pesan dari pria yang sangat ia
kagumi. Alex.. Alex nama pria itu. Sungguh hati Mei sangat senang. Alex orang
yang ia kagumi mengirim pesan kepadanya. Saat tepat pukul 00.00 Alex menelpon dirinya.
Tak diduga ternyata Alex mengatakan Cinta kepada dirinya. Sungguh senangnya Mei
ditembak oleh Alex.
Dan setelah malam itu hubungan mereka berjalan cukup lama.
Yaaaa bisa dibilang sekitar 5bulan. Dan mereka sangat mesra. Tapi dibalik
kemesraan itu ada sebuah bencana besar yang ditutupi oleh Alex selama 5bulan
tersebut.
Keesokan harinya.. Mei mendapat ajakan untuk mengisi acara
di Cafenya jam 09.00 hari sabtu. Tanpa pikir panjang Mei langsung menerima
tawaran itu. Mei diminta menyayikan lagu yang ia sukai dan mengikuti isi
hatinya. Sungguh Mei sangat mengaggumi pemilik Café tersebut. Ia sangat baik ia
adalah pengusaha muda.
Pas hari sabtu, Mei datang ke Café tersebut jam 08.45 Mei
langsung berganti pakaian dan bersiap-siap untuk menaiki panggung. Sungguh Mei
sangat gugup tampil diacara seperti ini. Saat Mei sudah menaiki panggung para
tamu yang hadir dalam acara di Café tersebut menyambutnya dengan sangat meriah.
Saat itu Mei tersenyum dan melihat kearah para tamu. Ternyata ada Alex dan
seorang wanita yang terlihat sangat dekat. Mei melihat Alex memegang tangan
wanita tersebut dengan mesra sambil mencium pipinya.
Sungguh skait hati Mei saat itu sakit sekali. Ia ingin
menangis saat itu. Ia tetap tersenyum kepada para tamu. Hatinya begitu sakit,
begitu perih melihat orang yang ia sayang seperti itu terhadapnya. Sungguh Mei ingin menangis, tapi ia tetap
bersikap professional. Ia tetap ingin menyanyi.
“Namaku Cinta ketika kita bersama,
berbagi rasa untuk selamanya. Namaku Cinta ketika kita bersama berbagi rasa
sepanjang usia. Hingga tiba saatnya aku pun melihat cintaku yang khianat,
cintaku berkhianat..
Aku terjatuh dan tak bisa bangkit lagi.
Aku tenggelam dalam dalam lautan luka dalam. Aku tersesat dan tak tahu arah
jalan pulang. Aku tanpamu butiran debu.
Namaku Cinta ketika kita bersama,
berbagi rasa untuk selamanya. Namaku Cinta ketika kita bersama berbagi rasa
sepanjang usia.
Hingga tiba saatnya aku pun melihat
cintaku yang khianat, cintaku
berkhianat. Menepi, Menepilah , menjauh semua yang terjadi diantara kita
ooohhhh…
Aku terjatuh dan tak bisa bangkit lagi.
Aku tenggelam dalam dalam lautan luka dalam. Aku tersesat dan tak tahu arah
jalan pulang. Aku tanpamu butiran debu.” Lagu yang dinyayikan Mei
“Waaaaa suaranya bagus banget. Lagi
galau ya Mei? Tumbaen lagunya sedih, biasanya lagunya yang gak galau” Tanya
salah satu tamu
“Hahahaha sekali-kali Mei nanyi lagu
yang beda dong. Dan tadi saya juga mendapat pesan dari kak Kevin yang punya
Café ini, saya disuruh nyanyi lagu yang mengikuti isi hati saya. Dan bisa anda
simpulkan sendiri perasaan saya. Ada yang mau lagu kesukaannya saya nyanyikan?”
Kata Mei dengan senyum yang mengembang
“Saya mau lagu tak mungkin ku
melepasmu” Kata Kevin
“Waaaaahhhhh lagu galau lagi itu,
baiklah ada lagi? Baik kayanya cukup deh abis lagu ini saya juga harus pulang.
Heheheeh makasih ya buat semuanya” Kata Mei
Setelah menyanyikan lagu terakhir yang diminta oleh Kevin
(pemilik Café) Mei langsung turun dari panggung dan berlari keluar dari Café.
Ternyata diluar sudah ada Alex yang menunggu. Sungguh sakit Mei melihat Alex
didepan matanya. Mei ingin terus berjalan tapi tangannya dipegang oleh Alex.
Dan Alex pun berkata
“Tunggu aku mau ngomong sama kamu!”
Kata Alex
“Mau ngomong apa lagi sih Lex?” Kata
Mei sinis
“Aku mohon Mei dengerin aku dulu!” Kata
Alex dengan nada paruh
“Mau ngomong apa cepet deh” Kata Mei
sangat sinis
“Mei I apologize. I’m sorry I’ve hurt
you mei.” Kata Alex dengan sedih
“No need to sorry Alex. I’m used to it.
I want us to break up” Kata Mei sinis
“Mei maaf aku gak mau putus Mei, aku
sayang kamu!” Kata Alex sedih
“Kamu sayang? HAH? SAYANG? Bulshit. DO
NOT SAY YOU LOVE ME. BECAUSE IT’S ALL A LIE. THAT YOU HAVE LIED TO ME. I HATE
YOU. I HOPE WE DO NOT KNOW EACH OTHER” Kata Mei dengan sangat marah
“But…..But I love you. Please do not
end our relationship” Kata Alex dengan nada menyesal.
“ENOUGH… YOU HURT ME…. I’m PRETTY FED
UP WITH YOU. WE BROKE UP LEX” Kata Mei dengan sangat marah
Sehabis bertengkar dengan Alex Mei
langsung berlari. Saat sedang berlari ada Kevin yang menghalanginya. Kevin
sedih melihat Mei menangis dengan penuh kasih sayang Kevin menghapus air mata
yang keluar dari mata Mei. Dan saat itu mereka berbincang sampai larut malam.
Dan membuat hubungan mereka semakin dekat.
BERSAMBUNG.........
Tidak ada komentar:
Posting Komentar