Sabtu, 31 Maret 2012

Kenapa Harus Dia Bukan Aku?? (Part1)


Ada seorang mahasiswi yang cantik jelita bernama Mei. Mei adalah keturunan CinaJawa. Mei sangat ramah terhadap siapapun. Mau itu pria atau wanita. Mei adalah pribadi yang pintar, meski pintar ia tidak sombong dengan kepintarannya. Mei mengambil jurusan kedokteran. Sebetulnya cita-cita Mei bukan Dokter, tetapi Arsitek. Tapi Mei harus mengubur rapat-rapat cita-citanya tersebut demi kebahagiaan kedua orang tuanya.
         Saat Mei menempuh ilmu kedokteran di Universitas tersebut sudah banyak pria yang mengatakan CINTA kepada Mei, tapi apa mereka ditolak oleh Mei. Mei memang tidak suka dengan keberadaan CINTA disisihnya. Ia merasa hidupnya tak butuh CINTA. Mei beranggapan “SAYA BISA HIDUP TANPA CINTA.LOVE IS BULSHIT”. Mei trauma akan masalalunya. Kejadian itu sangat membuat Ia jatuh dan terluka. Tak sanggup saat itu Mei berdiri tegak menghadapi semuanya.
         Tapi waktu terus berjalan. Mei sadar akan kesalahannya telah membuang waktunya dengan sia-sia saat itu. Dan akhirnya Mei pun bangkit dan menata masa depan. Meski yang dijalaninya bukan cita-cita yang selama ini Ia inginkan. Mei memang pribadi yang tidak ingin membuat orang lain sedih apa lagi kedua orang tuanya. Mei rela melakukan apa saja demi orang tuanya tersenyum.
         Saat itu Mei sedang berada di halaman kampus. Ada seorang pria tampan, berkulit sawo matang, berhidung mancung, tinggi, dan penuh sejuta pesona dimatanya. Pria tersebut bernama Rama. Pria tertampan yang ada di Universitas tersebut. Rama memang sudah lama mengincar Mei menjadi kekasihnya. Tapi Rama beranggapan sangat sulit untuk mendapatkan Mei. Rama merasa minder untuk bertatap muka dengan Mei. Akhirnya Rama menghampiri Mei.
         “Hei Mei” Sapa Rama
         “Hei Rama” Sapa Mei
“Lagi apa?” Tanya Rama
“Emmm lagi buat tugas, kenapa rama?” Kata Mei
“Ehhh ehhhh aduh aku kok jadi bingung ya” Kata Rama
“Loh kenapa bingung Ram?” Tanya Mei
“Gak tau aku kesini cuma mau lebih deket aja sama kamu” Kata Rama
“ Hah? Rama? Kok kamu aneh?” Kata Mei
“ Aneh kenapa Mei? Aku serius?” Kata Rama dengan nada yang sangat gugup
“Hahahah Rama kenapa bingung?” Kata Mei dengan senyum yang menawan
“Bingung aja Mei, kamukan orangnya susah buat diajak deket!” Kata Rama
“Susah? Hahaha kamu aja kali yang gak tau caranya?” Kata Mei
“Emang gimana caranya?” Tanya Rama penuh antusias
“Ye enak aja cari sendiri lah caranya!” Kata Mei lalu pergi dari hadapan Rama
         Sehabis Rama menghampirinya Mei berjalan menuju kamar mandi. Di kamar mandi Mei mendapat sebuah pesan dari telfon genggamnya. Pesan tersebut berisi “Mei kamu itu berapa kali ngulur waktu chekup kesehatan kamu? Ayah gak suka kamu kaya gini! Mei kamu itu harus rajin periksa. Kamu itu lagi sakit Mei, tolong kamu sering periksa keadaan kamu Mei tolong Ayah..” Ternyata pesan tersebut dari Ayah Mei. Ayah Mei adalah Dokter Ahli. Ayah Mei sangat ingin Mei menjadi dokter sepeti dirinya.
         Sehabis menerima pesan dari Ayahnya, Mei langsung pergi untuk meriksa keadaannya. Sesungguhnya Mei lelah dengan semua ini. Dan sesungguhnya Mei ingin berteman dengan banyak orang, tapi Mei beranggapan semua gak ada yang bisa dipercaya dan gak akan pernah abadi. Mei punya trauma yang dalam 5 tahun lalu…

LIMA TAHUN YANG LALU

5 tahun lalu Mei pernah merasakan sakit hati yang amat dalam. Dari mulai orang tua sampai kekasihnya membuat luka yang amat dalam dihatinya. Saat itu usia Mei 16 tahun. Saat itu masa-masa indah yang dialami Mei pada awal tahun.. Ia bahagia bersama keluarga dan teman-tamannya. Tapi pada pertengahan tahun Mei mendapat cobaan yang amat berat. Kekasih Mei bernama Alex direbut oleh sahabatnya sendiri. Dan Mei terancam menjadi anak “BROKEN HOME”. Saat itu Mei didera rasa yang amat kacau.
         Saat malam hari, saat Mei ingin belajar untuk persiapan ulangan tengah semester, Ia mendengar kedua orang tuanya berkelahi. Seisi ruangan rumahnya penuh dengan caci maki. Mei sedih Mei menangis dalam kamar. Mei ingin berteriak kepada kedua orang tuanya agar mereka tau bahwa Ia sangat kesal sangat hancur jika orang tuanya seperti ini. Saat sedang menangis didalam kamar, Mei mendengar ada suara kak laki-lakinya berteriak saat kedua orang tuanya yang berkelahi..
         “STOP!! Cukup kalian bertengkar seperti ini, cukup! Apa kalian gak mikirin perasaan anak-anak kalian? Hy ma pa kalian masih punya Mei dia masih butuh kasih sayang ma pa, bukan seperti ini” Kata Lucky dengan nada keras
         “Maksud kamu apa lucky?” Kata Mama dengan sedih
         “Ma Pa, Lucky masih bisa maklumin kalian seperti ini, tapi apa Mei bisa nerima kalian seperti ini? Ma Pa Mei lagi dalam taraf remaja, kalian seharusnya jangan seperti ini kasian Ma Pa kalo Mei terus-terusan melihat kalian bertengkar!” Kata Lucky
         “Halah apa perduli kamu Lucky? Kamu tuh baru pulang sekarang jangan sok tau kehidupan didalam rumah ini!” Kata Ayah dengan nada marah
         “Iya emang saya baru pulang sekarang! Tapi apakah kalian tau setiap malam Mei menelfon saya sambil menangis? Apa kalian mengerti perasaan Mei? Apa kalian tau Mei itu sakit? Apa kalian tau semuanya? Semua yang terjadi sama Mei?” Kata Lucky dengan nada mengeras
         “Memang apa yang sedang terjadi sama Mei Lucky? Kasih tau mama, mama khawatir lucky” Kata Mama dengan nada sedih..
         “Hahaha memang kalian tidak perduli kepada Mei. Mei itu sakit ma pa, setiap malam Mei merintih kesakitan ma pa sama Lucky, Sebetulnya Lucky juga gak tau Mei kenapa! Tapi dari nada suaranya Mei sedang sakit, sebaiknya Papa periksa keadaan Mei sekarang pa. Lucky mohon, kalau papa tidak mau biar Lucky yang bawa Mei kerumah sakit” Kata Lucky dengan nada khawatir
         “Sebaiknya kita bawa Mei kerumah sakit sekarang pa, mama mohon kita kerumah sakit sekarang mama takut Mei kenapa-kenapa pa, mama mohon” Kata Mama sambil menangis
         “Baiklah papa siapkan mobil, lucky kamu bawa Mei kedepan ya, papa tunggu didepan jangan lama-lama” Kata Papa
         Lucky pun langsung berlari menuju kamar Mei. Hati Lucky sungguh tak tenang ia ingin buru-buru melihat keadaan Mei. Mei adik satu-satunya yang ia sayang.Ia tidak ingin ada yang menyakiti adik kesayangannya. Meski Lucky sudah tak tinggal satu rumah lagi bersama Mei, tapi Mei dan Lucky saling menjaga komunikasi.
         Saat sudah sampai didepan pintu kamar Mei, Lucky pun buru-buru membuka pintu kamar Mei. Dan saat ingin membuka pintu ternyata pintu itu terkunci. Lucky panic, Lucky mengetuk pintu kamar Mei dengan keras tapi tak ada respon dari Mei. Lucky pun panic, ia takut terjadi sesuatu terhadap Mei. Tanpa pikir panjang Lucky langsung mendobrak pintu kamar Mei. Ternyata Mei sedang merasa kesakitan. Lucky pun buru-buru membawa Mei kedalam Mobil.
         Saat dimobil Lucky memeluk Mei dengan penuh kasih sayang. Lucky sungguh takut dengan kedaan Mei. Air mata jatuh dari dua bola mata Lucky. Mei Pun masih menahan sakit yang teramat sakit. Lucky hanya bisa memeluk dan menenangkan Mei. Sungguh sakit hati Lucky dengan keadaan adiknya saat ini.
         “Ade kamu yang kuat ya. Ade yang kuat tahan sakitnya ya de, tahan. Kamu kuat de” Kata Lucky dengan nada paruh
         “Kak sakit kak, Mei gak kuat kak. Kak gak kuat sakit banget kak” Kata Mei dengan menangis
         “Ade kuat kok ada kakak disini. Ade yang kuat ya kakak mohon ade yang kuat tahan sakitnya” Kata Lucky dengan memeluk Mei
         “Kak pala Mei sakit banget kak. Mei gak kuat kak sakit banget kak” Kata Mei
         “(apa yang terjadi pada adeku ini Ya Allah kenapa harus dia yang tersiksa seperti ini Kenapa bukan hamba Ya Allah, hamba rela jika penyakit ade hamba ini diberikan kepada saya, saya ingin melihat dia tersenyum bukan merasa sakit seperti ini)” Kata Lucky dalam hati
         “(Tuhan apa yang terjadi pada anak kami Ya Allah, hamba mu ini tidak tega melihat anak hamba seperti ini Ya Allah semubuhkanlah anak kami Ya Allah. Hamba ingin melihat Mei kembali tersenyum dan Ceria seperti dulu)” Kata Orang tua Mei
         Akhirnya sudah sampai dirumah sakit Mereka langsung membawa Mei keruang UGD. Sungguh merasa Sakit melihat keadaan Mei. Ayah Mei pun langsung mengambil jas dokternya dan memeriksa keadaan Mei dengan beberapa dokter lainnya. Pemeriksaan keadaan Mei berlangsung sekitar 2 jam. Akhirnya Ayah Mei pun keluar dengan derai airmata. Lucky dan Mama pun sepontan bertanya.
         “Apa yang terjadi Pa” Kata lucky dengan terburu-buru
         “Apa yang terjadi dengan Mei Pa?” Kata Mama dengan penuh ait mata
         “Mei kena kanker, tapi ayah tidak bisa memasitikannya sekarang” Kata Papa sambil memeluk Mama.
         “Papa gak seriuskan? Ini gak mungkinkan Pa? Papa bohongkan sama lucky dan mama?” Kata Lucky dengan nada tak percaya
         “Papa serius lucky, Mei punya kanker!” Kata Papa dengan nada sedih
         “Boleh Lucky melihat Mei Pa?” Kata Lucky memohon kepada Ayahnya
         “Silakan, tapi papa mohon jangan beritau keadaan Mei yang sesungguhnya” Kata Ayah dengan nada yang paruh
         “Papa tenangin mama aja.” Kata Lucky dengan senyum
         “Pastinya Lucky” Kata papa sambil tersenyum
         Lucky pun melihat keadaan Mei. Melihatnya seperti itu Lucky hanya menangis. Ada tabung oksigen, Inpus, Kabel detak jantung, dll. Itu membuat Lucky menjadi sedih. Ia duduk disamping Mei. Ia memegang tangan Mei. Tak disangka tangan Mei bergerak. Sungguh Bahagia Lucky saat itu. Ia langsung memanggil Ayah dan Ibunya dan memberi tahu bahwa Mei telah sadar. Sungguh kebahagian menyelimuti mereka.
         Setelah mendapat kabar itu mereka langsung menuju Mei yang sedang terbaring lemah. Tak disangka saat mereka sudah mendekat, ternyata kedua bola mata Mei sudah terbuka. Sungguh senyum bahagia menghampiri mereka. Dan saat itu Mei pun binggung dengan apa yang terjadi kepada dirinya.
         “Ka Mei ada dimana?” Kata Mei dengan lemas
         “Kamu dirumah sakit de!” Kata Lucky dengan menahan tangis
         “Mei kenapa apa kak?” Tanya Mei
         “Nak kamu td pingsan saat papa dan mama berantem tadi!” Kata Papa dengan sedih
         “Tapi Mei baik-baik aja kan?” Tanya Mei
         “Iya nak kamu tidak apa-apa!” Kata Mama sambil memegang tangan Mei
         Saat keluarganya berbohong dengan keadaan Mei, Lucky hanya bisa tersenyum pahit kepada mereka. Lucky sungguh sakit hati terhadap orang tuanya. “KENAPA MESKI BERBOHONG? KENAPA MESKI BERBOHONG MESKIPUN ITU DEMI KEBAIKAN? KENAPA TIDAK JUJUR, LEBIH BAIK JUJUR DAN SAKIT DIAWAL DARI PADA SAKIT DIAKHIR”kata Lucky dalam hati.
         Sehabis melihat Mei mereka langsung menuju kantin rumah sakit untuk sarapan. Disitu suasana teramat sangat sepi. Mereka tidak saling tatap dan tidak saling bicara. Mereka asik menyantap makanan mereka masing-masing. Hanya mama yang suara isak tangisnya masih terdengar. Tapi sekuat mungkin mama menahan air matanya agar tidak keluar lagi. Tiba-tiba Lucky bersuara
         “Kenapa kalian berbohong terhadap kondisi Mei?” Tanya Lucky
         “Kenapa tiba-tiba kamu bertanya seperti itu Lucky?” Tanya Ayahnya
         “Bukan itu jawaban yang Lucky mau! Lucky Tanya kenapa kalian bohong terhadap Mei?” Tanya Lucky sinis
         “Itu demi kebaikan Mei lucky!” Kata Ibunya sambil menahan tangis
         “Mama bilang itu yang terbaik? Ma bohong itu gak ada yang baik. Sekarang Mei memang tidak tau dengan keadaannya, Mama tuh gak ngerasain mah. Mama berbohong dengan keadaan anaknya sendiri. Mama ngerti gak perasaan Mei jika tau keadaannya saat ini. Sakit ma dibohongi!” Kata Lucky ketus
         “CUKUP LUCKY”kata Papa dengan nada kasar
         “Lucky Cuma mau bilang itu aja Ma Pa, Lucky mau kekamar Mei aja, Permisi”kata Lucky lalu pergi

SEMINGGU BERIKUTNYA

        Seminggu kemudian Mei pulang dari rumah sakit. Dan saat itu pula Lucky pergi lagi untuk meninggalkan Mei. Sungguh sangat sakit bagi Mei saat ingin bersama kakaknya  Lucky harus pergi lagi. Pergi jauh untuk meninggalkan Mei. Sungguh sakit saat Lucky pergi jauh. Mei pun membuka jendela rumahnya dan memetik senar gitar lalu bernyanyi. Bernyayi dengan sedih. Sedih karna kehilangan.
         Untuk mengisi kesendirian Mei melamar pekerjaan untuk mengisi waktu luangnya. Ia melamar kerja sebagai penyanyi Café. Saat ia melamar pekerjaan sungguh pemilik Café sangat mengagumi suara Mei. Dan saat itu pula Mei memiliki pekerjaan. Ia bekerja saat pulang sekolah. Dan itu pun hanya dari jam 03.00 sampai jam 05.00. Bagi Mei itu lebih dari cukup. Ia bisa menghasilkan uang dengan keringat sendiri.
         Keesokan harinya, setelah pulang sekolah. Mei langsung Menuju Café. Dan langsung bekerja. Saat sampai Café ia langsung ganti pakaian. Sungguh Mei sangat bangga pada dirinya. Dan degup jantungnya semakin kencang. Mei sungguh gugup saat itu. Ia langsung menyiapkan diri untuk memulai bernyayi.
         Saat itu Mei bernyanyi dengan nada yang indah dan membuat orang lain ikut bernyanyi. Suasana Café menjadi ramai karna suara Mei. Sungguh semua pengunjung Café tersebut sangat kagum dengan suara dan petikan gitar yang dibuat oleh Mei.
         “Dan kau hadir merubah segalanya menjadi lebih indah, Kau bawa cinta ku setinggi angkasa membuat ku merasa sempurna. Dan membuatku utuh tuk menjalani hidup berdua denganmu selama-lamanya kau lah yang terbaik untuk ku…. Owwooohhhh.. Terimakasih semuanya cukup sampai disini saya bernyanyinya.. Terimakasih sekali lagi” Kata Mei dengan senyum
         “Waw suara lu bagus bagi sumpah deh, Udah cantik banget lagi lunya. Apa lagi main gitarnya waw bagus coy” Kata salah satu pengunjung
         “Makasih atas semuanya sekian” Kata Mei sambil tersenyum
         Saat Mei turun dari panggung pemilik Café sangat bangga dengan Mei. Sungguh hanya Mei yang bisa membuat Café tersebut ramai seperti tadi. Mei hanya tersenyum saat mendengar pujian untuk dirinya. Sungguh bahagia Mei saat itu. Dan Mei mendapatkan uang tambahan untuk semuanya.
         Malam harinya Mei mendapat pesan dari pria yang sangat ia kagumi. Alex.. Alex nama pria itu. Sungguh hati Mei sangat senang. Alex orang yang ia kagumi mengirim pesan kepadanya. Saat tepat pukul 00.00 Alex menelpon dirinya. Tak diduga ternyata Alex mengatakan Cinta kepada dirinya. Sungguh senangnya Mei ditembak oleh Alex.
         Dan setelah malam itu hubungan mereka berjalan cukup lama. Yaaaa bisa dibilang sekitar 5bulan. Dan mereka sangat mesra. Tapi dibalik kemesraan itu ada sebuah bencana besar yang ditutupi oleh Alex selama 5bulan tersebut.
         Keesokan harinya.. Mei mendapat ajakan untuk mengisi acara di Cafenya jam 09.00 hari sabtu. Tanpa pikir panjang Mei langsung menerima tawaran itu. Mei diminta menyayikan lagu yang ia sukai dan mengikuti isi hatinya. Sungguh Mei sangat mengaggumi pemilik Café tersebut. Ia sangat baik ia adalah pengusaha muda.
         Pas hari sabtu, Mei datang ke Café tersebut jam 08.45 Mei langsung berganti pakaian dan bersiap-siap untuk menaiki panggung. Sungguh Mei sangat gugup tampil diacara seperti ini. Saat Mei sudah menaiki panggung para tamu yang hadir dalam acara di Café tersebut menyambutnya dengan sangat meriah. Saat itu Mei tersenyum dan melihat kearah para tamu. Ternyata ada Alex dan seorang wanita yang terlihat sangat dekat. Mei melihat Alex memegang tangan wanita tersebut dengan mesra sambil mencium pipinya.
         Sungguh skait hati Mei saat itu sakit sekali. Ia ingin menangis saat itu. Ia tetap tersenyum kepada para tamu. Hatinya begitu sakit, begitu perih melihat orang yang ia sayang seperti itu terhadapnya.  Sungguh Mei ingin menangis, tapi ia tetap bersikap professional. Ia tetap ingin menyanyi.
         “Namaku Cinta ketika kita bersama, berbagi rasa untuk selamanya. Namaku Cinta ketika kita bersama berbagi rasa sepanjang usia. Hingga tiba saatnya aku pun melihat cintaku yang khianat, cintaku berkhianat..
         Aku terjatuh dan tak bisa bangkit lagi. Aku tenggelam dalam dalam lautan luka dalam. Aku tersesat dan tak tahu arah jalan pulang. Aku tanpamu butiran debu.
         Namaku Cinta ketika kita bersama, berbagi rasa untuk selamanya. Namaku Cinta ketika kita bersama berbagi rasa sepanjang usia.
         Hingga tiba saatnya aku pun melihat cintaku yang khianat, cintaku  berkhianat. Menepi, Menepilah , menjauh semua yang terjadi diantara kita ooohhhh…
         Aku terjatuh dan tak bisa bangkit lagi. Aku tenggelam dalam dalam lautan luka dalam. Aku tersesat dan tak tahu arah jalan pulang. Aku tanpamu butiran debu.” Lagu yang dinyayikan Mei
         “Waaaaa suaranya bagus banget. Lagi galau ya Mei? Tumbaen lagunya sedih, biasanya lagunya yang gak galau” Tanya salah satu tamu
         “Hahahaha sekali-kali Mei nanyi lagu yang beda dong. Dan tadi saya juga mendapat pesan dari kak Kevin yang punya Café ini, saya disuruh nyanyi lagu yang mengikuti isi hati saya. Dan bisa anda simpulkan sendiri perasaan saya. Ada yang mau lagu kesukaannya saya nyanyikan?” Kata Mei dengan senyum yang mengembang
         “Saya mau lagu tak mungkin ku melepasmu” Kata Kevin
         “Waaaaahhhhh lagu galau lagi itu, baiklah ada lagi? Baik kayanya cukup deh abis lagu ini saya juga harus pulang. Heheheeh makasih ya buat semuanya” Kata Mei
         Setelah menyanyikan lagu terakhir yang diminta oleh Kevin (pemilik Café) Mei langsung turun dari panggung dan berlari keluar dari Café. Ternyata diluar sudah ada Alex yang menunggu. Sungguh sakit Mei melihat Alex didepan matanya. Mei ingin terus berjalan tapi tangannya dipegang oleh Alex. Dan Alex pun berkata
         “Tunggu aku mau ngomong sama kamu!” Kata Alex
         “Mau ngomong apa lagi sih Lex?” Kata Mei sinis
         “Aku mohon Mei dengerin aku dulu!” Kata Alex dengan nada paruh
         “Mau ngomong apa cepet deh” Kata Mei sangat sinis
         “Mei I apologize. I’m sorry I’ve hurt you mei.” Kata Alex dengan sedih
         “No need to sorry Alex. I’m used to it. I want us to break up” Kata Mei sinis
         “Mei maaf aku gak mau putus Mei, aku sayang kamu!” Kata Alex sedih
         “Kamu sayang? HAH? SAYANG? Bulshit. DO NOT SAY YOU LOVE ME. BECAUSE IT’S ALL A LIE. THAT YOU HAVE LIED TO ME. I HATE YOU. I HOPE WE DO NOT KNOW EACH OTHER” Kata Mei dengan sangat marah
         “But…..But I love you. Please do not end our relationship” Kata Alex dengan nada menyesal.
         “ENOUGH… YOU HURT ME…. I’m PRETTY FED UP WITH YOU. WE BROKE UP LEX” Kata Mei dengan sangat marah
            Sehabis bertengkar dengan Alex Mei langsung berlari. Saat sedang berlari ada Kevin yang menghalanginya. Kevin sedih melihat Mei menangis dengan penuh kasih sayang Kevin menghapus air mata yang keluar dari mata Mei. Dan saat itu mereka berbincang sampai larut malam. Dan membuat hubungan mereka semakin dekat.
   
   BERSAMBUNG.........


Tidak ada komentar:

Posting Komentar