Selasa, 26 Juni 2012

MUNGKIN YANG TERBAIK Part1


Saat ini Zahra duduk termenung dihalaman kampusnya. Zahra termenung memikirkan semua yang tak mungkin terjadi. Sungguh Zahra ingin membuang semua rasanya saat ini. Dan memang seharusnya rasa ini ia buang sejak lama. Zahra benar-benar harus membuang semuanya. Ia tak boleh terus menerus seperti ini. Ini akan menyakitkan jika terus dilanjutkan.
      Saat  Zahra termenung ternyata ia di kagetkan dengan kedatangan Geby. Geby ini adalah sahabat Zahra sejak kecil. Zahra dan Geby seperti adik dan kakak kemana saja mereka selalu berdua. Zahra sangat care dengan Geby, dan juga sebaliknya Geby pun juga care dengan Zahra.
            “Hy ngelamun aja nih kamu Zahra!” Kata Geby
            “Ehhhh kamu Geby ngagetin aja” Kata Zahra sambil tersenyum
            “Kenapa kamu ngelamun Zahra?” Tanya Geby
            “Ohh gak apa-apa kok By, aku cuma mikir aja!” Kata Zahra
            “Mikir apa kamu Ra?” Tanya Geby
            “Aku mau kerja Geby, tapi aku bingung mau kerja apa!” Kata Zahra
            “HAH KAMU SERIUS RA?” Tanya Geby dengan kaget
            “Iya Geby sayang aku serius ini, aku gak mau ngerepotin ortu” Kata Zahra
            “Ya udah emang kamu mau kerja apa?” Tanya Geby
            “Aku rencananya mau kerja di café, mau jadi penyanyi café” Kata  Zahra
            “Ohh ya udah deh aku nurut aja yang penting kamu seneng Ra, ohh iya Ra aku cabut duluan ya, ada kelas nih aku.. Bye Ra” Kata Geby sambil tersenyum
      Dan setelah berbicara dengan Geby, Zahra langsung melamar pekerjaan di café. Cukup lama Zahra mencari café yang pas untuk dia bekerja. Setelah sekian banyak café yang ia kunjungi akhirnya dia dapatkan café yang pas untuk dirinya. Café tersebut tidak mewah, tapi suasana yang disediakan café tersebut sangat nyaman. Dan akhirnya Zahra melamar pegerjaan di café tersebut sebagai penyanyi. Dan akhirnya dia diterima di café tersebut.
      Zahra sangat senang telah mendapatkan pekerjaan. Ia pun langsung pulang kerumah. Dan akhirnya Zahra pun sampai dirumah. Ia pun tersenyum dengan manis kepada seluruh keluarganya. Sampai-sampai seluruh keluarganya dibuat bingung olehnya. Adik laki-lakinya pun merasa heran dengan sikap kakaknya tersebut.
            “Ihhhh kakak lu kenapa kak?” Kata Roby
            “Ihhh kepo banget lu de” Kata Zahra sambil tersenyum
            “Ihhh aneh lu kak, kaya orang gila” Kata Roby
            “Ihhh parah banget lu de kakak sendiri dibilang gila” Kata Zahra
            “Lah lagian lu kak tumben sampe rumah senyum, biasanya cemberut mulu pengen banget gua sterika tau kak muka lu.. hahahahahahah” Kata Roby
            “Parah banget lu de sama kakak sendiri hahahaha, iya gua lagi seneng de” Kata Zahra sambil tertawa
            “hahaha lu bisa seneng kak? Hahaha seneng kenapa kak?” Kata Roby penasarah
            “Ihhhh kepo banget lu de jadi orang sumpah.. Hahahahah” Kata Zahra sambil tertawa
            “Ihhh kakak gua serius, lu seneng kenapa?” Tanya Roby
            “Hahahah adek gua kepo banget ini, gua dapet kerja de” Kata Zahra
            “Hah kerja apaan lu kak?” Tanya Roby
            “Nyanyi di café Roby sayang” Kata Zahra sambil tersenyum
            “Aaa kakak selamet ya, hahaha bisa nih teraktir Roby” Kata Roby
            “Hahaha ayo ikut gua kerja di café de, tar gua teraktir lu makan disana” Kata Zahra tersenyum
            “Hah serius lu kak? Tumben baik lu kak” Kata Roby bingung
            “Yeee iya gua serius Roby sayang, lu besok liburkan?” Tanya Zahra
            “Iya kak gua libur, kenapa emang kak?” Kata Roby
            “Ayo ikut gua kita jalan-jalan, tapi lu yang nyupirin ya de, tar gua minta izin sama mama” Kata Zahra sambil tersenyum
            “Wew oke deh kak atur aja atru. Jam berapa kak?” Kata Roby
            “Sekarang de, lu mandi cepet sana” Kata Zahra sambil berlalu dari hadapan Roby
      Setelah pembicaraan tersebut Zahra langsung menuju kamarnya. Ia lansung menyiapkan semuanya. Satelah semua sudah siap, ia langsung bergegas untuk mandi. Setelah itu ia langsung keluar kamar dan menuju dapur untuk menemui mamanya untuk meminta izin. Setelah mendapatkan izin, Zahra pun langsung pergi menuju café bersama adiknya. Kira-kira satu jam perjalanan, akhirnya mereka samapai tempat tujuan. Zahra pun langsung masuk dan mempersiapkan diri. Ia menuruh adiknya duduk paling pojokm dan Roby pun menurut saja. Dan akhirnya Zahra tampil bernyanyi.
      Saat ia menaiki panggung ia merasa gugup. Ia menatap pengunjung café, dan mata dia tertuju pada Geby yang telah duduk manis dengan kekasihnya bernama Kevin. Sungguh sakit hati Zahra melihat kemesraan itu, tapi Zahra menepis semua rasa itu, karena ia tak ingin menyakiti hati sahabatnya sendiri. Akhirnya Zahra langsung mengambil gitar dan memulai memperkenalkan diri lalu muali bernyanyi.
            “Selamat malam.. Saya penyanyi baru di café ini, perkenalkan saya Zahra Putri. Kalian bisa manggil saya Zahra. Oke tanpa buang-buang waktu sekarang saya akan memulai bernyanyi…
              Pedih bila kuingat lagi
              Janji yang pernah kita ucapkan dulu
              Mengapa kini kau ubah semuanya
              Tak mengerti, tak mengerti aku
              *Biarkan lah cinta tak berbalas bila memang harus
              Kunikmati Cinta hanya sebatas mimpi
              Biar saja kasih indah tak pernah lekat
              Walau semua ini hanya sebatas mimpi
              #Kasih ingatkah saat-saat mesra
              Berdua selalu kita dalam cinta
              Mengapa kini kau ubah semuanya
              Tak mengerti, tak mengerti aku
              Repeat *
              Tak ku sangka semuanya berakhir
              Hanya karna kau berpaling
              Repeat *
              Huuuu hanya sebatas mimpi
             
              Baiklah ada yang ingin lagu favoritenya yang ingin saya nyanyikan?”Tanya Zahra
           
            “Saya dong lagunya pengen di nanyiin sama Zahra” Kata salah satu pengunjung
            “Iya boleh, lagu apa yang harus saya nyanyikan?” Kata Zahra sambil tersenyum
            “Lagunya Krispatih dong yang CINTA PUTIH” Kata Salah satu pengunjung
            “Ohh iya baiklah akan saya nyanyikannya, selamat mendengarkan
              Khianati…..
              Sebisa dirimu mengkhianati
              Karena ku pastikan kelak kau mohon aku,Untuk kembali padamu lagi
              Sekian lagu yang bisa saya nyanyikan hari ini, selamat menikmati hidangan yang telah café ini sediakan. Terimakasih” Kata Zahra
      Setelah menyayi Zahra turun dari panggung, ia langsung menghampiri adiknya yang duduk sendirian dan sedang menikmati makan malamnya. Saat itu Zahra hanya bisa tersenyum melihat adiknya. Sungguh baru kali ini ia jalan berdua dengan adiknya, dan melihat senyuman bangga di adiknya. Dan akhirnya Zahra mengajak Roby bicara.
            “Enak de makanannya?” Kata Zahra sambil tersenyum
            “Hah? Ehh kakak, enak kok kak makanannya” Kata Roby sambil tersenyum
            “Syukurlah de kalo enak” Kata Zahra sambil tersenyum
            “Hehehe, oh iya kak gua tadi suara lu bagus banget kak, apa lagi main gitarnya beeehhh saik banget dah kak, kapan-kapan duet yuk kak main gitarnya hahahaha” Kata Roby sambil tertawa
            “Hahaha iya apa de bagus? Lu muji apa ngina nih de? Hahaha ohh iya ayo aja de kita duet, tapikan dirumah cuma ada satu gitar de?” Kata Zahra sambil tertawa
            “Ihhhh lu mau gua ngina lu kak? Hahahah serius kok kak suara lu bagus banget. Ohh iya ya kak Cuma punya satu lupa gua” Kata Roby
            “Ya udah de gitar urusan gampang, gaji gua disini lumayan kok” Kata Zahra sambil tersenyum
            “Okey deh kakak, kak kapan pulang?” Kata Roby sambil tersenyum
            “Iya ini mau pulang kok, ya udah lu ke mobil duluan gih sana, tar gua nyusul” Kata Zahra sambil tersenyum
      Akhirnya mereka berdua pun pulang setelah Zahra bernanyi di café. Zahra sangat senang bisa membahagiakan adiknya. Meskipun hanya diajak makan di café tempat ia bekerja. Ia berniat untuk memberikan gitar untuk adiknya. Ia ingin membuat adiknya tersenyum bahagia. Zahra pun bangga memiliki adik seperti Roby.
      Akhirnya mereka sampai dirumah. Zahra pun berterima kasih kepada adiknya. Zahra tak menyangka jika adiknya bersedia mengendarai mobil saat itu, biasanya Roby tak pernah mau jika disuruh mengendarai mobil jika disuruh Zahra. Zahra sangat senang dengan perubahan adiknya. Akhirnya Zahra menuju kamarnya untuk menulis sebuah diary..
      Setelah menulis diary, Zahra pun berjalan menuju balkon rumahnya. Dia bersenandung sambil memainkan gitarnya. Sungguh Zahra saat itu sangat hancur. Ia bimbang dengan keputusan yang harus ia ambil. Keputusan yang akan membuatnya sakit hati. Zahra pun bernyanyi dengan sangat menghayati. Sungguh tak terasa air matanya telah jatuh membasahi pipinya.
            “Aku terjatuh dan tak bisa bangkit lagi
              Aku tenggelam dalam lautan luka dalam
              Aku tersesat dan tak tau arah jalan pulang
              Aku tanpamu butiran debu” Zahra bernyanyi

      Tak terasa air mata Zahra mengalir begitu deras. Dan ia tak menyadari kedatangan adiknya yang saat itu telah berdiri didepan pintu kamarnya. Sungguh Roby sangat sedih saat melihat kakaknya seperti itu. Baru pertama kali ia melihat kakaknya sedih seperti itu, tak tega hatinya membiarkan kakaknya sendirian. Dan Roby langsung menghampiri kakaknya.
            “Kak Zahra” Kata Roby
            “Ehh lu Rob, kenapa?” Kata Zahra sambil menghapus air matanya
            “Kakak nangis ya?” Tanya Roby
            “Hah? Nangis? Gak kok de, gua gak nangis” Kata Zahra sambil tersenyum
            “Kakak jangan boong deh, kakak nangiskan?” Kata Roby
            “Gak kok de, ini kak kelilipan tau” Kata Zahra sambil tersenyum
            “Kakak Roby mohon sama kakak, kakak jujur dong sama Roby” Kata Roby sambl memegang tangan kakaknya
            “Sini lu duduk gua ceritain” Kata Zahra
            “Oke kak” Kata Roby lalu duduk disebelah Zahra
            “Pertama gua mau tanya, lu punya sahabat deket de selama ini?” Tanya Zahra
            “Punya kak, gua punya sahabat, kenapa emang?” Kata Roby
            “Tar dulu lu jangan tanya kenapa dulu, sekarang tugas lu jawab dulu pertanyaan gua, baru nanti gua ceritain” Kata Zahra
            “Iya maaf kak, lu mau nanya apaan lagi?”Tanya Roby
            “Gua mau tanya, sahabat lu itu punya pacar gak de? Terus lu suka gak sama pacarnya sahabat lu itu?” Tanya Zahra
            “Sahabat gua punya pacar kak, beehhh cantik banget lagi kak, gua bukan suka lagi kak sumpah gua sayang banget sama tu cewe kak” Kata Roby
            “Terus perasaan lu itu lu ungkapin apa lu pendem?” Tanya Zahra
            “Hmm sebetulnya sih ya kak gua pengen ungkapin perasaan gua sama pacarnya sahabat gua itu, tapi semua gua pendem kak, gua gak mau ngancurin persahabatan gua sama sahabat gua” Kata Roby
            “Berarti gua yang salah de dalam masalah gua!” Kata Zahra sambil menangis
            “Loh kenapa kak?” Tanya Roby
      Setelah bercerita dengan adiknya Zahra lumayan sedikit tenang. Zahra sangat senang mempunyai adik seperti Roby yang mengerti perasaan dirinya. Sungguh Zahra sangat salut dengan adiknya yang bisa menasehatinya, dan memberi saran kepada Zahra. Akhirnya Zahra mengirim E-mail kepada seorang pria.
            “LEBIH BAIK KITA AKHIRI SEMUANYA, SEBELUM SEMUANYA TERLAMBAT. LUPAIN AKU LUPAIN KENANGAN KITA. KAMU SUDAH MEMILIKI KEKASIH, AKU HANYA PENGERUSAK DALAM HUBUNGAN KALIAN. CUKUP AKU RASAKAN SAKIT INI. CUKUP AKU MENYAKITI WANITA ITU. CUKUP, LEBIH BAIK AKU MENGALAH AGAR TAK ADA YANG LEBIH TERLUKA. MAAF AKU SEMUA INI AKU LAKUKAN. TOLONG BENCI AKU SAAT INI, BENCI AKU UNTUK DETIK INI, MENIT INI, JAM INI, HINGGA SELAMANYA AKU HARAP KAMU MEMBENCIKU, SEPERTI AKU MEMBENCI KAMU SAAT INI” Isi E-mail dari Zahra
      Setelah menulis E-mail tersebut hati Zahra lumanya sedikit tenang. Hati dia sedikit lebih bahagia. Zahra kini bisa tersenyum. Zahra bernyanyi sekeras-kerasnya agar hatinya lebih leluasa lagi. Kini Zahra merasakan hidup yang sebenarnya. Zahra sudah bisa mengambil keputusan yang sangat nekat. Tapi dengan kenekatan itu Zahra lebih bisa bahagia.
      Pagi harinya Zahra sengaja tidak masuk kuliah. Ia ingin merasakan suasanan yang lebih tenang dahulu sebelum masuk kuliah. Sekitar jam 9 pagi, Zahra mengajak adiknya Roby untuk pergi. Roby pun menyanggupinya, dan Roby menawari untuk dia yang mengendarai mobilnya. Dan Zahra pun hanya tersenyum manis dengan perbuatan adiknya tersebut. Zahra sangat bahagia memiliki adik seperti Roby yang bisa mengerti keadaan.
      Mereka berdua berjalan menuju toko alat musik. Roby pun heran kenapa kakaknya mengajaknya ke toko alat musik. Zahra pun turun dari mobil dan langsung masuk ke toko tersebut. Zahra langsung menyuruh Roby memilih gitar yang ia inginkan. Roby pun sangat kaget dengan kakaknya. Dia pun menatap mata Zahra dalam-dalam seperti ingin menyakinkan apakan ini benar, lalu Zahra pun hanya mengangguk. Roby pun sangat senang dan tersenyum bahagia. Setelah mendapatkan gitar yang diinginkan. Roby pun memeluk kakaknya dan berkata “Makasih ya kak udah beliin Roby gitar, Roby sayang kakak”. Zahra pun hanya tersenyum.
      Setelah membeli gitar Roby dan Zahra pun pergi menuju café tempat Zahra bekerja. Setelah sampai tempat tujuan Zahra pun masuk ke dalam café untuk menemui pemilik café tersebut dan meminta izin untuk mengajak adiknya bekerja bersama dirinya untuk hari ini saja. Dan akhirnya pemilik café tersebut mengiyakan keinginan Zahra. Dan setelah itu ia mengajak adiknya untuk berlatih memainkan sebuah lagu yang akan dibawakannya. Setelah berlatih Zahra pun naik ke panggung. Lalu mulai memetik gitarnya dan lalu bernyanyi.
            “Bagaimana nasib cintaku, hatiku masih hidup diragamu, masih saja ku menganggapmu, aku pasanganmu seperti dahulu……. Kau mimpi besar ku” Petikan lagu yang dibawakan Zahra
      Setelah menyanyikan lagu tersebut Zahra terun dari panggung dan tersenyum bahagia kepada adiknya. Sungguh Zahra sangat senang bisa berduet dengan adiknya. Moment yang sangat jarang ia dapatkan bersama adiknya. Begitu pula dengan Roby, ia pun juga tersenyum bahagia terhadap kakaknya.
      Setelah kejadian itu Zahra bisa melupakan semuanya. Dan berpikir yang dahulu tak pernah ia pikirkan sebelumnya. “MUNGKIN HANYA ORANG BODOH YANG MEMBIARKAN CINTA TUMBUH DIDALAM SEBUAH PERSAHABATAN. PERSAHABATAN JAUH LEBIH PENTING DARI CINTA. JIKA MEMANG ITU CINTA, DIA TAK PERLU DIKEJAR IA AKAN DATANG DENGAN SENDIRINYA
BERSAMBUNG

Minggu, 24 Juni 2012

CINTA


Apakah kalian tau arti CINTA? Apakah kalian tau arti sebuah KESETIAAN? Apakah kalian tau arti MENCINTAI? Dan apa kalian tau arti sebuah KEPERCAYAAN? Mungkin yang kalian tau hanya sebuah CINTA yang biasa. Cinta yang kalian rasakan itu hanya perasaan sementara. Terkadang sekarang bisa mengatakan CINTA, tapi beberapa hari kemudian CINTA itu menjadi omong kosong belakang.
                Saat itu ada seorang pasangan yang tidak diduga akan menjadi pasangan kekasih. Sebut saja mereka Kamila dan Yosi. Sebelum mereka jadian Kamila meminta kepada teman SDnya yang bernama Hendro untuk mengenalkannya kepada seorang pria. Entah apa yang dipikirkan Kamila saat itu, sampai Kamila mengambil tindakan seperti itu. Kamila benar-benar bingung dengan tindakannya. Mungkin karena ia lelah untuk mencari seorang pria yang benar-benar mencintainya dengan tulus. Sehingga Kamila mengambil jalan pintas.
                Hari demi hari Kamila menunggu kabar dari Hendro. Kamila sempat merasa kesal dengan Hendro, karena terlalu lama member kabar. Sempat Kamila putus asa, dan ia sempat berpikir hal yang membuatnya sangat hancur saat itu. Kamila duduk dibawah indahnya malam. Saat itu ia sangat menikmati keindahan sang bulan. Kamila mengambil buku hariannya. Dan menulis sebuah kata.
                  “Apakah aku salah meminta tolong kepada temanku untuk mencarikanku seorang pria? Apakah salah semua tindakanku? Apakah aku tak boleh merasa tenang? Aku ingin mendapatka pria yang benar-benar mencintaiku dari sikapku bukan dari fisikku. Aku lelah merasakan sakit hati yang begitu dalam. Aku lelah mengingat masa laluku bersama mantanku. Aku ingin cepat-cepat melupakan dia dan memiliki pria lain, apakah keinginanku terlalu berlebihan? Tuhan aku ingin menyudahi ini semua….”
                Setelah menulis Kamila kembali melihat langit. Menangis itu yang ia lakukan saat melihat langit. Tak terasa air mata itu telah menghiasi pipi Kamila. Tak lama Hp Kamila berbunyi, buru-buru Kamila membuaka HPnya tersebut. Ternyata pesan tersebut dari Hendro.
                “Mila ini nomer cowo 083xxxxxxxxx” Kata Hendro
                “Hah? Ngapain banget gua yang sms duluan, dia lah yang sms duluan” Kata Kamila
                “Ydah tar gua suruh dia sms lu” Kata Hendro
                Dan saat itu Kamila menunggu sms dari nomer tersebut. Jam demi jam, menit demi menit, detik demi detik, tak kunjung nomer tersebut mengirimnya sebuah pesan. Kamila sempat merasakan ini hanyalah main-main. Kamila sangat putus asa. Sungguh ia ingin sekali melupakan mantan kekasihnya. Sungguh Kamila ingin cepat-cepat mempunyai kakasih baru yang mengisi hatinya yang kosong. Kamila kembali duduk di bawah indahnya malam. Sungguh Kamila sangat hancur saat itu dikala ia ingat dengan mantan kekasihnya. Akhirnya ia mengambil buku diarynya
                    “Tuhan apakah aku benar-benar tak pantas untuk mendapatkan pria yang lebih baik dari pada dia? Apakah harus aku meminta ia untuk kembali? Tuhan aku ingin melupakan dia, aku ingin menghapus kenangan tentang dia. Aku ingin membuka lembar baru untuk orang lain. Tuhan tolong aku”
                Sehabis menulis dibuku diarynya Kamila menutup bukunya dan langsung menangis. Sungguh tak kuat membayangkan masa lalu. Kamila kembali menanggis. Kamila kembali bersedih. Sungguh Kamila ingin menyudahi ini semuanya. Kamila ingin membuka lembaran baru. Kamila ingin semuanya kembali seperti semula. Kamila tenggelam dalam lautan luka yang mendalam. Sungguh luka itu sangat membekas dihatinya.
                Hari pun berganti hari. Saat itu Kamila sedang asik bermain badminton dengan sahabatnya. Kamila saat itu tersenyum puas. Bermain dengan sangat serius. Mengeluarkan emosinya dengan cara yang sangat baik. Kamila mengeluarkan emosinya dengan cara bermain badminton dengan sahabt-sahabatnya. Kamila bermain badminton sekitar 2jam. Dan saat istirahat Kamila mengambil Hpnya dan melihat ada sebuah pesan dari orang yang tak ia kenal. Kamila langsung membuka pesan tersebut dan membalasnya.
                “Ini siapa ya” Kata Kamila
                “Ehhmmm ini gua Yosi, ehmm Btw boleh kenalan gak?”Kata pria tersebut
                “Yosi siapa ya? Dapet nomer gua dari siapa?” Kata Kamila
                “Gua dapet nomer lu dari Agung. Gua juga gak kenal siapa Agung, tau tau dia ngasih nomer lu ke gua” Kata Yosi
                “Hah? Agung siapa ya? Gak kenal gua!” Kata Kamila
                “Gua juga gak terlalu kenal sama Agung, tiba-tiba aja dia ngasih nomer lu ke gua. Ngomong-ngomong boleh kenalan gak?” Kata Yosi
                “Boleh!” Kata Kamila
                “Nama lu siapa ya?” Kata Yosi
                “Nama gua Kamila Nurmalaika” Kata Kamila
                “Ohh gua panggil lu Kamila aja ya J, Thx ya udah mau kenal gua” Kata Yosi
                Akhirnya Kamila mendapat kenalan bernama Yosi. Hidup Kamila menjadi sedikit berwarna. Kamila Tak ingin banyak berharap. Kamila beranggapan “CINTA ITU BAKALAN DATENG DENGAN SENDIRINYA”. Kamila tau bahwa ia tidak sendiri ada Tuhan yang selalu menunjukan jalan untuk dia. Kamila ingin semuanya berjalan dengan sempurna. Kamila ingin hal yang berakhir dengan happy ending.
                Setelah kejadian itu Kamila dan Yosi semakin dekat dan akrab. Kamila sudah mulai ada rasa dengan Yosi. Yosi begitu perhatian dengannya, yang menbuat Kamila menjadi ada perasaan lebih dengan Yosi. Tapi Kamila tak ingin mempunyai rasa yang begitu dalam kepada Yosi takut, takut itu hanya angan sementara. Akhirnya Kamila hanya memendam perasaannya.
                Hari berganti hari, jam berganti jam, menit berganti menit, detik berganti detik. Kamila benar-benar merasakan perhatian yang sangat lebih dari Yosi. Sungguh Kamila merasa Yosi berbeda dari yang lainnya. Bagi Kamila Yosi pria yang sangat berbeda, dia sangat perhatian, penyayang, dan penyabar. Kamila sangat menginginkan pria seperti Yosi. Kamila ingin merasakan lebih dari sebuah “TEMAN DEKAT”. Tapi lagi lagi Kamila harus memendam semuanya
                Malam harinya, tepat tanggal 13.04.12 sekitar jam 10 malam, Kamila mendapat sebuah pesan dari Hpnya. Ternyata pesan tersebut dari Yosi. Kamila buru-buru membukanya. Jantung Kamila berdegub kencang. Kamila merasa gugup entah mengapa hal itu terjadi. Kamila mempunyai firasat yang berbeda. Dan tanpa berlama-lama Kamila membukanya.
                “Kamila kamu mau gak jadi pacar aku?” Kata Yosi
                “Kamu serius sama omongan kamu?” Kata Kamila
                “Aku serius Mila sama omongan aku, kamu mau gak jadi pacar aku? Kalo gak mau juga gak apa-apa” Kata Yosi
                “Kamu yakin Yosi ngomong gitu?” Kata Kamila
                “Ihhhhh kenapa sih emang? Udah deh aku serius kamu mau gak jadi pacar aku?” Kata Yosi
                “Ydah aku mau jadi pacar kamu” Kta Kamila
                Setelah kejadian malam itu Kamila telah bestatus. Kamila sangat senang dengan kejadian semalam. Kamila sangat tidak menyangka dengan kejadian saat itu. Ternyata Yosi bisa memiliki rasa yang sama seperti dirinya. Kini hidup kamila lebih berwarna.
                Tapi hubungan mereka tak begitu lancar di hari-hari berikutnya. Kamila belum bisa mengontrol emosinya. Kamila begitu cemburuan yang tergadag membuat Yosi kesal. Kamila memang masih sangat maja, apa lagi Kamila baru putus dengan mantan kekasihnya. Yang membuat Kamila masih merasa seperti anak kecil. Pertama Kamila cemburu soal WTWan (wall to wall) Yosi dengan cewe lain dan mereka pun baikan setelahnya, yang kedua masalah Yosi yang lama membalas sms Kamial, yang membuat Kamila berfikiran negative, dan permasalahan kedua ini lah yang membuat mereka bertengkar hebat
                “Ciee yang Wtwan sama cewe lain sampe gak bales sms” Kata Kamila
                “Apaan sih kamu sms kaya gitu!” Kata Yosi
                “Gak apa-apa. Dari tadi aku nunggu kamu sms, ehh kamunya malah wtwan sama cewe lain” Kata Kamila
                “Ya kamu sabar dong, nanti juga sms kamu kan. Emang aku nyuekin kamu apa? Meskipun aku on Fb atau wtwan sama cewe tohh aku juga sms kamu kan? Gak nyuekin kamu? Kamu sabar dong jangan posesif gini!” Kata Yosi kesal
                “Ya kamu juga ngertiin aku dong jangan kaya gini mulu, aku cape tau gak sih, aku tuh udah sabar ya ngadepin kamu, kamu ngertiin aku dong, aku udah sabar ngeliat kamu gini” Kata Kamila
                “Udah ahhh cape aku di posesifin kaya gini, aku tuh ya, ahhh susah ngomong sama kamu. Aku udah bilang AKU CUMA TEMEN GAK LEBIH DARI ITU” Kata Yosi
                Akhirnya mereka menyelesaikan masalahnya melalui telepon. Dan akhirnya mereka pun damai. Meskipun Yosi masih sedikit kesal dengan Kamila. Tapi karna rasa sayang Yosi kepada Kamila, Yosi memaafkan Kamila dengan tulus. Kamila langsung mengamambil buku diarynya dan langsung menulis semua perasaan yang ia rasakan
                “Tuhan apa aku salah bersikap seperti ini? Apakah aku tak boleh cemburu kepadanya? Apakah aku harus terus bersabar, padahal hati ini sudah tak tahan? Tuhan sungguh aku lelah! Apakah harus aku yang mengalah? Jika memang harus aku yang mengalah, aku rela agar dia tersenyum Tuhan”
                Keesokan harinya Kamila pergi kesekolah dengan rasa galau yang sangat amat. Kamila menjadi orang yang sangat tertutup untuk saat itu. Teman-temannya pun merasa ada yang aneh dengan sikap Kamila saat itu. Teman-temannyapun tak ada yang berani untuk menegur Kamila untuk saat itu. Setiap kali ada yang menegur Kamila hanya membalas dengan senyuman.
                Hari demi hari pun berganti. Kamila mendapat cobaan lagi dalam hubungannya. Ya saat itu mereka berdua memutuskan untuk begadang. Ya saat itu Kamila iseng membuka jejaring social twitter, dan melihat  Yosi mentions cewe lain yang membuat Kamila naik darah, tapi saat ini Kamila bisa mengatur emosinya.
                “Cie yang mentions cewe lain” Kata Kamila
                “Huuuufffftttt kamu kenapa sih” kata Yosi
                “Gpp kok” Kata Kamila
                “Masih niat smsan gak kalo gak niat gak usah” Kata Yosi
                “Ishhh apaan sih, nyadar dong dari tadi kamu mentions cewekan?” Kata Kamila
                “Cape ya diposesifin mulu” Kata Yosi
                “Udah lah yang, kita udah sama-sama gede gak perlu diposesifin lagi, toh kamu bukan anak kecil lagikan, ya dah gak usah diposesifin lagi. Ydahlah sekarang intropeksi diri aja masing-masing.” Kata Kamila
                Setelah itu Kamila dan Yosi kembali berdamai dan kamila pun mengambil buku diarynya dan menulis sebuah rasa yang ia rasa kan saat itu. Mungkin karena saat itu kamila sangat sedih. Dan mempunyai perasaan yang berkecambuk. Sungguh Kamila ingin menangis saat itu. Tapi tak ada gunanya ia menangis.
                “Kenapa saat aku ingin bahagia dengan Yosi selalu saja ada masalahnya yang menghadapinya. Sungguh aku ingin bahagia dengan Yosi tanpa harus ada yang menghalangi. Aku ingin membuat Yosi tersenyum tanpa harus ada air mata. Aku ingin membuat masa masa indah bersama Yosi tanpa harus ada kekecewaan. Tuhan aku ingin dia menjadi yang terbaik. Aku ingin dia yang selalu ada buat aku bersandar dikala sedih. Tuhan aku ingin dia yang selalu membuat au tersenyum. Tuhan berikanlah aku kesabaran menghadapi ini semua. Aku ingin bersama dia untuk saat ini dan selamanya.”
                Setelah menulis diarynya. Kamila dan Yosi kembali akur seperti biasa seperti tak ada masalah sama sekali. Mereka menganggap semua sedah terselesaikan dan tak ada lagi yang harus dipermasalahkan. Cukup ini adalah pertengkaran mereka yang terakhir dan tak akan lagi ada pertengkaran yang terjadi. Kamila sangat berharap itu terjadi.
                Hari pun berganti hari. Saat itu entah kenapa perasaan Kamila sangat kacau. Kamila merasa akan terjadi sesuatu terhadap dirinya. Kamila merasa ada yang ganjal. Dan entah kenapa ia menulis sebuah surat untuk Yosi. Saat menulis surat itu Kamila merasa sedih dan air matanya pun membasahi kedua pipinya.
                Setelah menulis surat tersebut Kamila mengambil buku diarynya. Kamilamenulis semuanya tentang perasaannya yang saat ini ia rasakan. Entah kenapa Kamila menjadi melancolis seperti ini. Kamila benar-benar merasakan apa yang ia rasakan sangat berbeda. Kamila merasakan ada hal ganjil yang akan terjadi.
                Hari pun telah berganti. Saat itu tepat tanggal 07.06.2012. Yosi dan Kamila memutuskan untuk bertemu. Saat itu adalah ulang tahun Yosi. Kamila ingin memberikan kado yang istimewa buat Yosi. Kamila sangat senang bisa memberikan hal yang istimewa untuk kekasihnya. Setelah berjamjam bersama dengan Yosi, akhrinya Kamila izin pulang kepada Yosi. Dan akhirnya Yosi meng-iyakan keinginan Kamiala. Tapi entah kenapa Yosi mempunyai firasaat yang tidak enak. Akhirnya Yosi mengikuti Kamila dari belakang.
                Dan saat ditengah perjalanan Yosi melihat motor yang digunakan Kamila tidak seimbang. Dan Saat itu Kamila mengendarai motornya denganlambat. Dan entah kenapa Kamila tidak melihat kearah depan yang ternyata  ada sebuah mobil beraju sangat cepat dari lawan arah yang siap menghadangnya. Naas saat Yosi ingin berteriak “AWAS” mobil tersebut sudah menabrak Kamila. Seketika Kamila terpental dan tersungkur ke pinggir jalan raya, dan kepalanya membentur sebuah tembok. Sungguh terpukul hati Yosi saat itu. Buru-buru ia berlari menghampiri Kamila yang sudah tersungkur penuh darah.
                Buru-buru Yosi membawa Kamila kerumah sakit terdekat. Yosi menangis melihat keadaan kekasihnya seperti itu. Yosi merasa benar-benar terpukul. Orang yang ia sayang akan mengalami kejadian seperti ini. Sungguh Yosi tak mernah membayangkannya. Dan tak lama orang tua Kamila datang, dan langsung memeluk Yosi yang sudah tersungkur lemah. Mereka dibalut dengan suasana duka yang amat mendalam. Hanya air mata dan doa yang bisa mereka tunjukan.
                Kecelakaan itu menyebabkan Kamila mengeluarkan banyak darah. Kamila mengalami pendarahan dikepalanya. Dokter memvonis Kamila mengalami “GAGAR OTAK”, Yosi pun berharap Kamila bisa bertahan dan memohon supaya tidak terjadi apa-apa dengan Kamila.
                Sambil menunggu Kamila sadar Yosi dihampiri oleh kakaknya Kamila, yang memberikan sebuah surat dan sebuah buku harian yang telah diisi oleh tulisan tangan Kamila. Yosi enggan membacanya karena takut membuat hatinya semakin sakit. Dan akhirnya Yosi membaca surat tersebut dengan kesendirian..
                “Dear Yosi
                            Yosi pacar aku yang baik banget. Maaf ya kalo aku ada salah sama kamu. Belum bisa jadi yang terbaik, tapi aku belajar kok buat jadi yang terbaik kok buat kamu. Aku bahagia kok sama kamu, meskipun awal-awal kita jadian kita ngadepin banyak banget masalah. Aku disitu belajar banyak hal yang. Belajar memahami, belajar percaya, belajar setia, belajar arti kata CINTA, yang dulu pernah aku rasakan tapi hancur dengan rasa sakit yang mendalam. Yang aku harap kamu nerima aku apa adanya. Aku bukan manusia yang sempurna Yos, tapi aku mencari kesempurnaan itu dari diri kamu. Dan aku merasakan kamu lah orang yang tepat Yos. Yosi maaf ya kalo aku pernah nyakitin hati kamu Yos. Maaf ya, kalo misalnya aku ninggalin kamu sekarang aku harap kamu udah maafin aku Yos dan tersenyum buat aku. Jangan sedih ya Yos kalo aku udah gak ada. Simpah aku dimemori kamu Yos. Aku selalu ada disamping kamu Yos disaat kamu gak ada lagi dihadapan kamu. LOVE YOU FOREVER YOSI.”
                Tak terasa saat membaca surat tersebuat Air mata Yosi telah mengalir deras. Tak kuat Yosi melanjutkannya, tapi rasa penasarannya begitu besar ia membuka lembar demi lembar buku diary tersebut dan akhirnya tepat di lembar terakhir air matanya mengalir dengan deras
                “diary saat ini aku merasakan hal yang sangat aneh. Merasakan akan terjadi sesuatu kepada diriku. Entah apa yang aku rasakan saat itu. Aku ingin melakukan hal yang terbaik. Aku ingin membuat orang lain bahagia karnaku. Aku merasa ini hari terakhirku. Jika memang ini benar aku harap mereka semua tersenyum kepada ku. Tersenyum bahagia karna aku, dan tak ada airmata yang mengiringi kepergianku. Aku hanya ingin sebuah senyuman menghiasi kepergianku”
                Kamila mengalami koma sekita 18 jam. Sungguh Yosi sangat was-was saat itu. Air matanya sudah tak terbendung lagi.  Yosi hanya ingin kekasihnya sadar agar mereka bisa kembali tertawa bersama. Yosi mengamati gerak gerik sang Dokter. Dan tak lama Dokterpun keluar dengan membawa kabar….
                “Maaf nyawa ananda Kamila tidak bisa diselamatkan. Kami sudah berusaha semampu kami untuk menyelamatkan nyawa ananda Kamila, tapi Tuhan berkata lain, apakah saya bisa bicara dengan salah satu keluarga” Kata sang Dokter
                “Baik Dok” Kata Ayah Kamila
                “Gak mungkin Kamila pergi ninggalin aku, gak mungkin. Kamila gak mungkin tega ninggalin aku gak mungkin” Jerit Yosi
                “Yosi yang sabar ya, Yosi haru ikhlas biarin Kamila pergi dengan ikhlas, Yosi gak boleh kaya gini, Yosi harus kuat Yosi haru tegar” Kata ibu Kamila
                “Gak mungkin tante Kamila meninggal didepan mata aku tante. Tante Kamila mesti hidup tante Kamila gak boleh ninggalin aku tante gak boleh.” Kata Yosi
                “Yosi yang ikhlas ya, yosi harus inget kata-kata Kamila, Yosi gak boleh sedih Yosi harus kuat” Kata Kakak Kamila
                “Iya yosi harus ngasih senyum sama Kamila biar Kamila tenang disana” Kata Kakak Yosi
                Dengan rasa yang amat berat Yosi melangkah menghampiri jasad Kamila yang telah dingin dan terbujur kaku. Yosi sempat menangis melihat muka Kamila untuk terakhir kalinya. Senyum Kamila membuat Yosi sangat susah melupakan Kamila. Yosi hanya bisa mencium kening Kamila yang telah terbujur kaku.
                Yosi sangat sedih saat melihat kekasihnya telah terbungkus oleh kain kafan. Yosi hanya bisa menangis sambil tersenyum melihat kekasihnya yang telah terbungkus oleh kain kafan. Yosi hanya terduduk lemas sambil membaca surat-surat suci.
                Tak lama jasad Kamila pun dibawa ke peristirahatan terakhir Kamila. Yosi menahan air matanya agar tak jatuh ketanah. Sungguh Yosi ingin memeluk Kamila yang terakhir kalinya. Tapi apa daya hanya kenangan saja yang bisa ia kenang untuk saat ini. Setelah acara pemakaman selesai. Yosi berdiam dipemakaman Kamila.
                “Mila aku harap kamu tenang ya dialam sana, aku selalu jagain kamu kok entah kamu dimana sekarang Mil, jujur Mila aku sayang banget sama kamu, tapi kenapa kamu cepet banget ninggalin aku Mil? Mungkin Tuhan lebih sayang ya ke kamu makannya kamu diambil dari sisih aku Mil, ohh iya Mil kado kamu bagus loh aku suka sama hadiah kamu Mila. Makasih ya sekali lagi kamu udah mau nemenin aku. Doa aku selalu menyertai kamu Mila. Love You tenang ya dialam sana sayang” Kata Yosi sambil menangis
                Akhirnya waktu demi waktu Yosi lalui tanpa ada Kamila lagi disampingnya. Sungguh sepi hati Yosi tanpa ada Kamila disisihnya. Yosi sangat sedih dengan kepergian Kamila yang sangat mendadak deperti ini. Yosi ingin mengubah semuanya. Tapi apa daya takdir sudah berbicara. Yosi hanya bisa menerimanya dengan lapang dada. Yosi hanya bisa mengingat masa masa indah bersama Kamila, tanpa harus melihat senyuman indah yang terpancar di muka Kamila. Yosi duduk disebuah tempat yang sangat sepi dan mengingat kejadian indah bersama Kamila dan sambil berfikir “CINTA ABADI ITU BUKAN HANYA MAUT YANG MEMISAHKAN, TAPI CINTA ABADI ITU DISAAT PASANGAN KITA ADA YANG MENINGGALKAN KITA UNTUK SELAMANYA KITA MASIH BISA MERASAKAN KEHADIRANNYA. MUNGKIN CINTA YANG TULUS YANG HANYA BISA MERASAKANKEHADIRAN CINTA YANG SESUNGGUHNYA”

Kenapa Harus Dia Bukan Aku?? (Part IV)

Saat hubungan mereka menginjak 7bulan mereka sedang benar-benar diuji. Yang membuat satu sama lainnya menyerah. Sungguh banyak godaan dalam hubungan mereka.Entah dari mana asal muasalnya hubungan mereka bisa serumit ini. Sungguh satu sama lain hamper putus asa. Mei hampir sudah tak kuat menghadapi ego masing-masing.
         Rama yang dulu ramah sekarang menjadi sedikit kasar. Sungguh entah apa yang membuat Rama seperti itu. Saat berdua bersama Mei pun Rama seperti tak menganggap Mei ada disampingnya. Sungguh Mei lelah menghadapi sikap Rama yang seperti itu.Tapi Mei tetap bertahan, karena rasa sayangnya terhadap Rama begitu besar.
         Saat berada dirumah kepala Mei menjadi pusing.Entah kenapa tiba-tiba rasa sakit itu muncul lagi. Sakitnya seperti yang ia rasakan pada umur 16thn. Sungguh Mei sangat merasakan sakit.Ia menangis hanya bisa menangis. Sambil menangis ia mencari obat pereda rasa sakit. Setelah menemukannya Mei langsung meminumnya.Dan berkisar 30menit rasa sakit itu pun reda.Mei pun tertidur.
         Saat terbangun Mei langsung mengambil buku diarynya.Dan menulis apa yang ia rasakan saat ini. Setelah menulis keluh kesahnya ia mengambil gitarnya dan memainkan sebuah lagu. Sungguh lagu yang membuat hatinya tenang.Saat asik memetik gitar Hp Mei pun berbunyi. Saat ia periksa ternyata SMS dari Rama “Aku ada urusan dikampus. Pulang Malem maaf ya.J”. Mei pun segera menutup pesan tersebut.
         Entah ada pikiran apa Mei ingin ke Taman Kota. Saat itu ia pula ia berganti baju dan buru-buru ke Taman kota. Saat ingin pergi ke Taman Kota Mei hanya membawa gitar kesayangannya dan laptopnya.Ia merasa ingin membuat pikirannya segar kembali. Saat diperjalanan Mei bersenandung dangat merdu.Saat sudah sampai di Taman Kota Mei buru-buru memparkirakan mobilnya.
         Saat sudah memparkirkan mobilnya Mei langsung masuk ke Taman Kota.Ia mencari-cari tempat yang indah menurut dirinya. Akhirnya dia memutuskan untuk duduk direrumputan dipinggiran danau yang indah. Saat ia sedang melantunkan lagu yang indah ia melihat kearah kanan ternyata disana terlihat Rama bersama wanita lain sedang bermesraan. Sungguh sakit hati Mei saat itu.Ia mengambil Hpnya dan memotret sikap Rama waktu itu. Sehabis itu Mei pun buru-buru pulang dan mematikan Hpnya.
         Saat sampai dirumah Mei hanya menangis. Sungguh pria yang selama ini ia anggap baik ternyata menyakiti hatinya. Mei hanya bisa menyesal untuk saat ini.Sunggu Mei sangat sakit hati atas perbuatan Rama saat itu.Mei ingin menghindari Rama untuk saat ini.Rama sungguh membuat rasa kecewa yang mendalam dihatinya.Mei langsung mengambil buku diarynya dan mencurahkan semuanya.
         Keesokan harinya Mei berangkat kekampus seperti biasa.Sungguh hatinya masih sakit hingga kini.Mei ingin membuang semuanya.Mei ingin mencoba memaafkan semuanya.Tapi entah kenapa Mei merasa berat untuk memaafkan kesalahan yang dibuat Rama.Saat sedang berjalan dikoridor kampus Mei melihat Rama.Tapi Mei tidak menyapanya Mei terus berjalan tanpa menghiraukan Rama.Mei pergi menuju kantin.
         Saat dikantin Mei duduk sendirian sambil menikmati suasana halaman kampus. Mei menikmati semangkuk bakso deh es the manis. Sungguh Mei hanya terdiam saat itu. Mei hanya berfikiran apa ada yang salah dalam dirinya hingga Rama berpaling? Pikiran Mei sangat kacau waktu itu.Mei hanya terdiam dan termenung.Dan tiba-tiba Rama menghampiri dirinya.
         “Hy yang kok kamu sendirian?” Kata Rama mesra
         “Hah?? Gak apa-apa kok!” Kata Mei datar
         “Kamu kenapa yang?” Kata Rama
         “Aku?Kenapa aku?Gak apa-apa kok!” Kata Mei amat datar
         “Kamu sakit?” Kata Rama
         “Hah? Enggak kok!” Kata Mei datar
         “Kamu kenapa?” Kata Rama
         “Hemm liat Hp aku aja nih, pasti kamu tau kenapa aku” Kata Mei datar
         “Mana sini aku liat” Kata Rama
         “Nih liat aja” Kata Mei sinis
         “Yang mana sih Mei?” Kata Rama sambil melihat Hp Mei
         “Buka galeri deh tar buka foto pertama” Kata Mei datar
         “Ohh iya bentar” Kata Rama
         “Udah diliatkan?Terus tau kan aku begini kenapa?” Kata Mei sinis
         “Mei maafin aku” Kata Rama dengan nada bersalah
         “Hah udah biasa kok aku Ram gak perlu minta maaf” Kata Mei
         “Mei maaf” Kata Rama
         “Hah bosen Ram sama kata-kata itu. Misalnya udah jenuh gak usah deh pake bohong segala” Kata Mei dengan menyindir
         “Mei maaf ya Mei maafin aku?” Kata Rama
         “Udah ya Ram akhirin aja semuanya” Kata Mei dengan sedih
         “Mei kamu serius?” Kata Rama
         “Ia aku serius! Maaf” Kata Mei
         “Tapi Mei aku masih sayang kamu!” Kata Rama
         “ Aku juga masih sayang, tapi buat apa dipertahanin kalo udah ada perselingkuhan dibaliknya?” Kata Mei sambil menutupi rasa sedihnya
         “Maaf banget Mei” Kata Rama
         “Udah cukup Ram, harus diakhirin sekarang” Kata Mei sambil berlalu
         Sehabis memutuskan tali cintanya Mei langsung pergi menuju Tama Kota.Ia mengenang semua yang pernah terjadi. Setelah sampai di Taman Kota Mei hanya terdiam dan menagis. Mei melihat Foto yang kemarin Ia ambil. Ia sakit sekali melihat itu. Mei memperhatikan foto tersebut, Ternyata wanita yang ada difoto tersebut adalah sahabat terbaiknya. KAMILA…. Ya Kamila sahabat baiknya ternyata menusuknya dari belakang.
         Setelah puas menangis di Taman Kota Mei pulang kerumah. Saat diperjalanan Ia ingat kalau ada janji dengan kakaknya. Untuk membicarakan kelanjutan pemeriksaan terhadap penyakitnya.Mei putar arah dan langsung menuju tempat yang ditentukan mereka.
         Setelah sampai ditempatnya.Mei dan Lucky ngobrol panjang lebar. Ternyata saat melihat hasil test kemarin ternyata stadiumnya bertambah. Mei sungguh sakit.Tambah sakit. Pertama ia putus dengan Rama dan sekarang Mei tau stadiumnya bertambah? Mimpi apa Mei semalam? Sungguh sangat hancur Mei saat itu.Pikirannya sangat kacau.Sungguh jika tak ada kakanya didepannya mungkin airmatanya sudah keluar dari tadi.
         Setelah berbicara panjang lebar.Mei pun pamit pulang.Saat diperjalanan pulang Mei mendapat pesan kalau dia diundang mengisi acara kampus.Yang diselenggarakan satu minggu lagi.Panitia berharap Mei bisa mengisi acara tersebut sebagai pembukaan.Mei antara mau dan tidak.Mei cukup sakit untuk menerima tawaran tersebut.Tapi demi professionallitas Mei terima tawaran tersebut.
         Saat sampai dirumah Mei mengambil buku diarinya.Dan menulis semua yang dirasakan.Sungguh saat itu pula kepala Mei kembali sakit.Sakit yang teramat sakit.Sungguh Mei sudah tidak bisa melawan semuanya.Mei sangat merasakan pusing.Mei merasakan dirinya sangat lemah.Sungguh Mei merasa tak berdaya lagi.Sehabis menulis diary Mei langsung beristirahat.
         Keesokan harinya Mei tidak masuk kuliah. Sungguh ia tak sangguh untuk berdiri. Sungguh lemah kakinya untuk menapaknan diri.Mei merasa tak punya semangat hidup.Mei merasa orang yang paling tersiksa.Mei merasa paling lemah.Mei merasa paling hancur.Sungguh seharian Mei hanya menangis dan tidak keluar dari kamarnya.Orang tuanya pun bingung, kenapa Mei seperti itu.
         Malam harinya orang tua Mei menyuruh Lucky untuk kerumah dan membujuk Mei keluar dari kamar. Semalaman Mei hanya menangis, sungguh ia tak menyangka Rama akan buat sekejam itu dan Kamila. Kamila yang ia sudah anggap saudara, tapi merebut kekasihnya? Sungguh tega. Mei sangat sakit akan perbuatan. Mei kembali mengambil buku diarynya. Dan menulis semua yang ia rasakan saat ini.
         Tak lama setelah itu terdengar suara mobil memasuki halaman rumah. Sungguh orang tua Mei pun senang atas kedatangan Lucky. Sungguh yang bisa diharapkan satu-satunya kini hanya Lucky.Tapi apakah Mei masih seperti dulu?Seperti waktu SMA? Saat umurnya 16 tahun?.Saat Lucky masuk kedalam rumah, lucky langsung menuju kamar Mei dan mencoba membujuk Mei membuka pintu.Lebih dari 20menit Lucky membujuk Mei agar Mei membukakan pintu kamarnya.
         Setelah Lucky susah payah membujuk, akhirnya Mei membuka pintunya dengan mata yang amat sembab. Mei menyuruh kakaknya masuk kedalam kamar.Lalu Mei kembali mengunci pintunya.Saat itu Mei menjauh dari kakaknya.Kakanya duduk dikursi yang ada dibalkon kamar Mei.Dan Mei duduk dilantai balkon sambil menikamati pemandangan.Suasana yang tercipta hanya hening dan sunyi.Mereka berdua sama-sama memilih diam. Tak ada yang memulai pertanyaan.Tapi tak lama Lucky berbicara.
         “Kamu kenapa Mei?” Kata Lucky
         “Hah? Gak apa-apa kok kak!” Kata Mei menahan sedih
         “Kamu jangan bohong.Kalo gak apa-apa kenapa mata kamu sampe bengkak gitu?” Kata Lucky penasaran
         “Emang kakak mau tau banget? Kak ngertiin Mei dong! Mei udah dewasa. Umur Mei udah 21 tahun kak! Sekarang Mei mau sendiri!” Kata Mei sambil mengeluarkan air mata
         “Mei” Kata Lucky sambil memeluk Mei
         “Kak :(” Kata Mei sambil menangis
         “Kenapa kamu de?Cerita makannya sama kakak!” Kata Lucky
         “Gak apa-apa kok kak tinggalin Mei sendiri dulu ya kak.Mei pengen sendiri dulu untuk saat ini” Kata Mei sambil melepas pelukan Lucky.
         “Ya udah deh kalo gak mau cerita mungkin belum saatnya.Kalo ada apa-apa bilang kak ya. Kakak ada dibawah” Kata Lucky
         Sungguh Mei tidak bisa membendung lagi airmatanya.Tak ada yang bisa menghiburnya saat ini.Airmatanya pun jatuh menetesi pipinya.Sungguh Mei sangat hancur saat ini. Rama yang ia idam-idamkan sejak SMA membuatnya hancur saat ini? Sungguh Mei sangat sakit hati atas sikap Rama sungguh Mei ingin melupakan Rama untuk selamanya.Mei benci Rama.
         Keesokan harinya Mei pergi kekampus dengan mata yang masih bengkak. Teman sekampusnya pun menyadari apa yang terjadi. Terutama Alex. Alex yang pertama kali tau keadaan Mei yang sedang kacau.Ingin rasanya Alex menenangkan Mei, tapi Alex mengurungkan niatnya.Alex ingin membiarkan Mei sendiri terlebih dahulu. Alex ingin melihat Mei tersenyum seperti dulu, tapi untuk saat ini tidak akan bisa Mei tersenyum.
         Mei berjalan menuju halaman kampus.Terus berjalan untuk menemukan tempat yang yang tepat untuk menenangkan diri. Akhirnya ia menemukan tempat tersebut. Tepatnya dibelakang kampus.Ia duduk dan menikamati pemandangan disana. Ia mengambil gitar dan mulai memetik gitar tersebut. Sungguh Mei sangat menghayati lagu yang ia mainkan. Sungguh Mei sangat sakit hati dengan semua yang terjadi sekarang terhadap dirinya.Apa dulu Mei melakukan kesalahan?
         SEMINGGU KEMUDIAN
         Akhirnya acara yang ditunggupun telah tiba. Acara kampus pun akan diselenggarakan beberapa hari lagi. Mei tak menyangka ia harus bekerja sama dengan Rama. Sungguh ia muak melihat muka Mei saat ini. Apa lagi terhadap Kamila. Sungguh saat Mei dan Kamila bertatapan, Mei sangat sinis menatap wajah Kamila.Disitu Kamila telah merasa sangat bersalah.
         Akhirnya acara dimulai.Pertama dibuka dengan tarian tradisional.Saat acara tari tradisional dimulai, Mei bersiap-siap dari kostum hingga make-up.Sungguh Mei ingin menutupi kesedihannya dari semua orang.Mei ingin tampil sebagai orang yang kuat meski hatinya sedang hancur.Ia memotivasi dirinya sendiri agar kuat dalam acara ini. Saat tarian tradisional selesai Mei dipanggil untuk mengisi acara selanjutnya.Dengan santai Mei naik keatas panggung, dan memakai gitarnya.Dan Mei langsung memainkan sebuah lagu.
         “Tiba saat mengerti jerit suara hati, yang letih meski mencoba melagukan rasa yang ada. Mohon tinggal sejenak lupakanlah waktu, temani air mataku teteskan lara merajut asa, menjalin mimpi edapkan sepi-sepi.
         Cintakan membawamu kembali disini menuai rindu membasuh perih bawa serta dirimu, dirimu yang dulu mencintaiku apa adanya.
         Saat dusta mengalir jujurkanlah hati, kenangan batin jiwamu, kenangan cinta seperti dulu saat bersama, tak ada keraguan.
         Cinta, kan membawa kembali seperti yang dulu, suasana, yang dulu, hatiku, yang dulu, bersama jiwaku dirimu yang ku tunggu-tunggu perihnya hatiku tuk melawan semua waktuku, damaikan, semua rasa, indahkan, segenap asa, membawa, jauh lara, senyuman canda tawa kau bawa dirimu padaku. We’re gonna be together me and you.
         Cintakan membawamu kembali disini menuai rindu membasuh perih bawa serta dirimu, dirimu yang dulu mencintaiku apa adanya.
         Tiba saat mengerti jerit suara hati yang letih meski mencoba melagukan sesal yang ada, namun tinggal sejenak lupakanlah waktu temani air mataku teteskan laraku
         Cintakan membawamu kembali disini menuai rindu membasuh perih bawa serta dirimu, dirimu yang dulu mencintaiku apa adanya.
         Makasih sekian yang bisa saya tampilkan kelaian.” Kata Mei sambil tersenyum lalu pergi
         Setelah tampil Mei buru-buru pergi.Tapi Rama menghadangnya. Sungguh Mei sangat marah, tapi tetap ia tahan. Rama menggengam tangannya sungguh saat itu sebetulnya Mei ingin menepis tangan Rama tapi itu sudah terlambat.Rama sudah menggenggam tangan Mei dengan erat.Mei sangat marah dan ternyata disitu juga sudah ada Kamila, yang membuat tambah panas dan muak.
         “Dengerin aku dulu” Kata Rama
         “apaan sih? Ihhhh gak usah sok kenal deh ya!” Kata Mei sinis
         “Mei aku minta maaf!” Kata Rama
         “Apaan sih urusin dulu tuh KAMILA” Kata Mei sinis
         “Mei?” Kata Rama
         “Apaan sih Ram? Kita udah putus! Udah lah urusin aja KAMILA sekarang gak usah peduliin gua!” Kata Mei sinis
         “Mei? Denger dulu” Kata Rama
         “Gak ada yang harus didengerin lagi kok Ram, aku udah tau semuanya.Aku udah tau kalian udah tunangankan sebelum kamu nembak aku?Kalian bohongkan? Kamu Ram, sebetulnya kamu tuh Cuma mainin aku kan? Cuma pengen buat aku sedih kan? Kamu Mil, kamu cerita sama Rama kalo aku sukakan sama Rama? Terus kamu pura-pura ikhlaskan kalo Rama jadian sama aku? Tapi lama-lama kamu juga gak betahkan? Hey kalian berdua itu GILA tau gak. Sebetulnya Ram kalo kamu gak sayang sama aku, yaudah gak usah kamu ngungkapin rasa cinta yang palsu sama aku. Dan kamu Kamila, jangan sok ikhlas deh ya kalo sebetulnya kamu gak ikhlas” Kata Mei dengan kesal
         “Mei? Maaf aku udah salah” Kata Kamila
         “Hah gak usah minta maaf udah basi” Kata Mei
         “Maafin kita berdua Mei” Kata Rama sedih
         “Hahahahaha, udah nikah aja gih kalian aku restuin kok kalian” Kata Mei
         “Mei?” Kata Kamila
         “Udah aku cape, aku malu, aku muak” Kata Mei sambil berlalu
         Mei berlari menuju mobilnya.Mei terus berlari sambil menangis.Saat sampai dimobilpun Mei masih menangis.Sungguh airmatanya tak bisa berhenti.Sungguh sakit untuk menerima kenyataan.Mei sungguh sangat sulit menerima semuanya.Kamila telah melukai hatinya.Dan begitu pula juga Rama.Sungguh kali ini Mei membenci semuanya.
         Karena kejadian itu Mei berubah sifat menjadi pendiam.Sungguh rasa sakit itu membuat Mei mempunyai kepribadian yang baru. Yang membuat  teman sekampusnya merasa aneh. Mei yang dulu suka didekati siapa saja, tapi sekarang ia tak mau didekati oleh siapapun.Ia menjadi pribadi yang suka menyendiri. Tak seperti dulu.Yang suka bergaul siapa saja tapi kini?Apa yang terjadi? Mei berubah sangat drastis.
         Saat pulang kuliah Mei masuk kekamar dan mengambil buku diarynya.Sungguh Mei sangat merasa lemah hari ini. Jam ini. Menit ini.Dan detik ini.Mei merasakan lemah diseluruh tubuhnya. Sungguh Mei sangat lemah, tak kuat ia mengangkat tubuhnya sendiri. Ia hanya bisa terbaring lemah. Dan ia mendapatkan pesan dari rama yang berisi “Mei, aku tau aku salah. Aku tau aku udah buat kamu kecewa, aku sadar semuanya Mei. Aku sayang sama kamu Mei. Saat kamu melihat aku ditaman kota itu, sesungguhnya aku udah putus sama Kamila. Dan undangan yang kamu terima itu hanyalah undangan palsu.Kamila masih tidak terima dengan berakhirnya hubungan antara aku dan dia. Jujur Mei aku dulu tidak mencintaimu, memang Mei semua yang kamu katakana itu benar Mei. Tapi semenjak hubungan kita menjelang 6bulan aku udah sayang banget sama kamu. Tapi semenjak hubungan kira mau 7bulan Kamila mulai plin-plan Mei.Aku bingung dan aku gak bisa buat apa-apa.Maaf ya Mei.Jujur aku masih sayang kamu.FORVER MEI.”
         Malam di hari berikutnya ternyata Rama datang kerumah.Mei tidak enak kepada Rama karena Rama sudah jauh-jauh datang kerumahnya.Mei mandi terlebih dahulu dan berganti pakaian.Sebetulnya Mei merasa tidak enak badan. Sebelum ia turun, Mei menulis di diarynya dan menulis sebuah surat untuk Rama.
         Sehabis menulis surat Mei langsung menuju ke ruang tamu. Tapi saat menuruni tangga Mei sudah merasa tidak kuat.Mei merasa sangat lemah, mata sudah berkunang-kunang, dan kepala begitu pusing.Saat menuruni tangga ternyata Mei terjatuh dari tangga.Mei sudah tidak kuat karna terlalu merasa pusing.Dengan sepontan Rama berlari menuju tangga.Rama kaget dan buru-buru membawa Mei kerumah sakit dengan didampingi Lucky dan mama Mei.
         Saat dirumah sakit Mei langsung dilarikan ke ruang UGD.Sungguh seluruh keluarga dibuat cemas.Sungguh semua takut terjadi apa-apa kepada Mei. Sungguh hanya doa dan airmata yang ada diruangan tersebut. Mama Mei pun hanya bisa menangis sambil dipeluk Lucky.Pemeriksaan Mei berlangsung sekitar 1jam.Dan Ayahpun keluar dan mengatakan bahwa Mei sedang dalam keadaan “KOMA”. Sungguh semua tak menyangka akan terjadi seperti ini.
         Pagi harinya Lucky pulang kerumah untuk mengambil baju ganti.Jadi, yang menunggu Mei dirumah sakit hanya Rama dan Mama Mei.Sungguh Rama tidak menyangka selama ini Mei mempunyai penyakit.Sungguh Rama menyesal telah menyakiti hati Mei.Sesungguhnya Rama masih mencintai Mei.Tapi saat ingin mengungkapkan cinta kembali Mei dalam keadaan seperti ini.
         Siangnya Lucky kembali dengan membawa tas dan sebuah buku dan sepucuk surat. Lucky langsung memberikannya kepada Rama. Lucky memberikan sebuah surat dan buku diary yang telah ia baca sebelumnya. Lucky baru tau apa yang sesungguhnya adiknya rasakan saat ini. Begitu sakit hati Lucky membaca buku diary yang dimiliki adiknya. Saat menerima surat dan diary tersebut Rama langsung membacanya. Yang pertama yang ia baca adalah surat tersebut.
         “Dear Rama :)
                       Rama, makasih yah kamu udah mau dateng hari ini.Heheheh maaf ya Rama. Ehh jujur aku juga masih sayang sama kamu kok. Tapi semua ini harus aku terima. Ohh iya Ram, kalo bisa sih ya aku saranin kamu sama Kamila aja. Kalo kamu sama aku juga blm tentu kita bisa jadi satu Rama. Jujur selama ini aku sering bohongin kamu. Aku bilang mau pergi sama temen, tapi kenyataannya aku pergi untuk memeriksa keadaanku. Ram aku harap kamu gak kaget ya. Aku punya kanker otak ram. Mungkin saat ini udah stadium 4 kali ya.Aku gak tega juga kalo kamu masih jadi pacar aku.Aku gak mau ada air mata yang jatuh dari mata kamu Ram.Sayang Ram kamu nangisin cewe kaya aku.Air mata kamu lebih berharga dari pada aku Ram. Jangan pernah nangis Ram karena aku ya. Aku bakal ninggalin kamu buat selamanya. Maaf ya Ram kalo aku gak bisa lama damping kamu. Tapi jika aku meninggal kelak ingatlah aku selalu ada disampingmu. Disaat kamu kangen aku dateng aja ya ke taman kota. Aku ada disitu jagain kamu. I LOVE YOU RAMA :)
         Tak disangka saat selesai membaca surat tersebut airmata turun dari kedua mata Rama. Setelah itu Rama Membuka buku diary.Dan membaca lembar pertama.
         “Dear Diary :)
                       Hemmm ternyata baru kerasa sekarang, kehilangan kakak itu gak enak. Buktinya sekarang aku kangen banget sama kak Lucky. Kangen berantem bareng, kangen ketawa bareng, Kangen nyanyi berdua bareng sama kak Lucky. Pengen curhat sama kak Lucky. Pengen deh bisa bareng lagi sama kak Lucky. Tapi sekarang Kak Lucky udah gak tinggal lagi dirumah.Kak Lucky pergi gak tau kemana.Hmmm kangen kak Lucky kapan kak Lucky balik. Demi kangen banget sama Kak Lucky.
         Setelah membaca lembar pertama, Langsung membuka lembar ke-2
         “Dear Diary :)
                       Aku benci hari ini aku benci banget hari ini.Sungguh Alex sangat menyebalkan.Kenapa aku harus aku yang kena?Kenapa? Memang aku punya salah sama Alex? Kenapa Alex selingkuh?Apa tidak cukup saat di Café kemarin apa tidak cukup? Kenapa sekarang ia melakukannya lagi kenapa? Kenapa Harus Sopia yang mengambil Alex?Kenapa semua tak mengerti keadaanku?Kenapa?Kenapa semua mengambil milik aku yang aku sayang?Kenapa?Kenapa?L
         Setelah Membaca lembar ke-2 Rama baru tau ternyata Mei punya trauma dimasa lalu. Yang membuat Mei takut akan yang namanya Cinta dan arti sebuah persahabatan. Sehabis itu Rama langsung membaca lembar ke-3
         “Dear Diary :)
                       Kenapa orang yang selama ini aku percaya ternyata membohongi ku?Membohongi keadaan ku?Kenapa kenapa kalian berbohong kepada aku?Kenapa kalian bilang aku baik-baik saja saat aku berada dirumah sakit?Kenapa?Dengan alasan berbohong itu baik? Hah? BULLSHIT! Bohong itu sakit jika tau belakangan.Ini maslah besar ini keadaanku.Keadaan Anak kalian sendiri kenapa kalian tutup-tutupi?Kenanap?Kenapa kalian nutupin BAHWA AKU MEMPUNYAI KANKER OTAK?L
         Sehabis itu membaca lembar ke-4
         “Dear diary :)
                       Waaaaaaa perasaanku semakin kacau. Tadi dikampus dijegat sama Alex, sungguh sakit hati ini terbuka lagi. Aku ingin melupakan Alex tapi kenapa ia terus mengganguku. Dia bilang masih sayang? Hah? Aku juga masih tapi nasi sudah menjadi bubur, sayang ini telah ia hancurkan. Dia sudah berselingkuh dengan sahabatku sendiri. Dan sekarang ia mengatakan cinta kembali? HAH? Aku sudah tak butuh aku bias hidup tanpa Alex. Dulu memang aku cinta dengan dia. Dan tapi itu DULU, sebelum ia menyakiti hatiku. Sebelum merusak semua perasaanku.
         Lembar demi lembar Rama membacanya. Tak terasa air matanya telah mengalir deras menghiasi kedua belah pipinya. Sungguh Rama sangat sakit membaca diary milik Mei. Rama tidak tau sama sekali tentang masa lalu Mri. Jika ia tau Mei pernah merasa amat kecewa ia tak akan pernah membuat hati Mei terluka lagi. Sungguh disitu Rama sangat merasa bersalah. Tak terasa Rama telah membuka lembar terakhir lalu ia membacanya.
         “Dear Diary :)
             Aku merasa kondisi ku sangat lemah saat ini. Apa mungkin hari ini aku MENINGGAL?? Apa mungkin hari ini hari terakhir?? Tuhan aku masih ingin hidup, aku masih ingin membuat orang disekitarku bahagia dengan prestasiku. Tuhan jika memang hari ini kau ambil nyawa ku aku harap semua yang aku tinggalkan diberikan keihklasan yang mendalam. Tuhan aku titip Rama ya Tuhan, tolong jika aku meninggal hari ini biarkan dia bahagia dengan Kamila Tuhan, dah berikan ia hari-hari yang indah. Diary sungguh tak kuat aku merasakan ini semua.
:)
         Akhinya semua sudah dibaca. Rama pun terdiam. Ternyata Mei mempunyai penyakit yang sangat parah, Rama tak menyangka itu semua. Rama amat merasa bersalah telah membuat Mei seperti itu, Ia merasa orang yang paling bodoh, merasa orag yang paling tak berguna. Rama beranggapan, Jika ia diberikan satu kesempatan lagi, ia akan membuat Mei bahagia sampai ajal menjemput.
         Tak lama Rama dihampiri oleh Lucky, disitu Lucky bercerita banyak tentang Mei. Lucky bercerita sambil tersenyum. Lucky ingin Rama tau yang sesungguhnya. Lucky ingin Rama ada disamping Mei untuk saat ini. Dan saat mereka asik berbincang-bincang ada yang berteriak “MEI SADAR”, setelah mendengar kabar tersebut Rama langsung berlari menghampiri Mei. Setelah itu Rama berbicara
         “Kamu kuat Mei kamu kuat, kamu harus sembuh gak boleh kaya gini. Mei harus sembuh. Aku sayang kamu Mei, aku mohon kamu bangun” Kata Rama
         Saat itu Mei hanya membalas dengan senyum, dan tak lama Mei berbicara dengan menggunakan bahasa isarat “Aku juga sayang kamu”. Setelah memberikan kata-kata tersebut detak jantung Mei menghilang.Mei telah tiadasaat ia mengucapkan kata-kata terakhirnya. Rama langsung terdiam, kakinya langsung melemas melihat orang yang ia cintai telah pergi untuk selamanya. Rama benar-benar sangat kehilangan.
         Saat itu juga Mei dibawa kerumah duka. Rama langsung menangis saat melihat Mei dibungkus oleh kain kafan. Tak rela hati Rama melihat Mei seperti itu. Ingin rasanya Rama menggantikan Mei. Tapi apa daya takdir sudah bermain. Rama langsung menghapus air matanya dan tersenyum untuk Mei. Setelah itu Rama langsung mencium kening Mei untuk terakhir kalinya.
         Tak lama jasad Mei pun disolatkan. Setelah itu Jasadnya dibawa kekuburan untuk dikubur. Sungguh suasana duka menyelimuti jalannya pemakaman. Rama yang saat itu sangat tegar tersenyum melihat Mei tertidur pulas diperistirahatan terakhirnya. Setelah kuburan Mei selesai. Seluruh keluarga pergi tinggal Rama, dan sahabat-sahabat Mei yang ada dikuburan. Mereka menangisi kepergian Mei.
         “Mei yang tenang ya disana, Maafin aku Mei udah berbuat kejam kepadamu” Kata Kamila
         “Mei yang tenang ya disana, gak nyangka loh kamu cepet ninggalin aku. Mei tenang ya disana doa kami selalu menyertai perjalanamu Mei” Kata Sonya
         “Mei yang tenang ya Mei, doa aku selalu ada diperjalananmu. Dan makasih Mei dalam semasa hidup kamu, kamu mau nemenin aku Mei, meskipun aku udah nyakitin hati kamu” Kata Alex
         Setelah semua sahabat Mei mengucapkan kata-kata terakhirnya. Tinggal Rama sendiri yang ada dipemakaman. Rama duduk terdiam dipemakam. Rama terdiam sambil menahan air matanya. Dan Rama langsung berbicara dipemakaman Mei
         “Mei aku sayang kamu. Aku gak mau kehilangan kamu Mei, aku masih berharap kamu ada disisih aku Mei. Aku mau nemein kamu. Mei semoga kamu tenang ya dialam sana aku selalu doain kamu Mei” Kata Rama
         Setelah itu Rama langsung pulang. Dan bersedih didalam kamar selama seminggu. Setelah itu Rama pergi ketaman kota dan duduk menyendiri menikmati suasana taman kota. Sesungguhnya Rama pergi ketama kota karna ia kangen kepada Mei. Dan Ramapun hanya bisa berangan bahwa disampingnya ada Mei, untuk detik ini, menit ini, jam ini, hari ini, dan selamanya. Meskipun itu haya sebuah angan……

TAMAT