Rabu, 13 November 2013

Misteri tak terlupakan

Malam nan indah disinari bulan purnama, cahaya bulan memantulkan bayang-bayang pohon kelapa ditepi pantai, angin semilir bertiup, dari kejauhan tampak titik-titik cahaya dari lampu kapal nelayan.

Sinta sedang duduk diatas pasir sambil menunggu temennya datang. Saat sedang menunggu, ia menikmati suasana malam saat itu. Beberapa saat kemudian ia mendengar suara yang memanggil namanya. Suara itu sangat pelan. Suara itu samar-samar terdengar dikupingnya. Dia sangat penasaran dengan suara itu, tetapi dia mencoba untuk menghiraukan dan tidak memperdulikannya. Sat ia mencoba untuk tenang, suara itu terdengar kembali. Suara itu semakin keras, berbeda dengan yang tadi. Ia mulai takut, bulu kuduk mulai berdiri, ditambah kondisi pantai yang sangat sepi. Semakin lama suara itu semakin keras disertai dengan suara orang tertawa. Pikirannya mulai kacau, ia memikirkan hal yang gaib. Ingin rasanya ia pergi, tetapi hatinya  berkata lain. Dengan rasa takut bercampur dengan rasa penasaran ia mengikuti suara tersebut. Ia berjalan sangat perlahan sambil mengikuti suara yang memanghil namanya. Setelah mengikuti suara tersebut cukup lama, suara tersebut berhenti tepat didepan pohon besar yang tumbuh ditepi pantai. Sinta semakin takut. Ia menyesal telah mengikuti suara tersebut. Perasaan sinta semakin takut. Saat ia hendak pergi meninggalkan pohon tersebut terdengar suara lagi memanggil namanya. Tanpa pikri panjang lagi ia langsung berlari menjauhi pohon tersebut, ia tak berani untuk menengok kebelakang. Ia terus berlari dengan rasa takut menyelimuti dirinya.

Setelah jauh berlari akhirnya rasa lelah menghampirinta. Akhirnya ia beristirahat dibawah pohon kelapa. Saat sedang beristirahat ia dikejutkab dengan suara-suara bising entah darimana. Tak lama suara itupun hilang. Sinta pun sudah sedikit tenang. Saat hendak pulang kerumah, ia dikejutkan oleh seseorang pria bertopeng seram yang membuatnya takut dan berteriak histeris. Tanpa pikir panjang ia langsung berlari menjauhi orang tersebut. Saat berlari ia menelpon temannya, tapi naas nomer temannya tersebut tidal bisa dihubungi. Saat sedang berlari sinta terjatuh dan merasa kesakitan. Ia sudah tak sanggup untik berdiri. Disaat ia sudah sangat lelah orang misterius itu datang kembali. Sinta kembali ketakutan. Dengan rasa takut sinta berkata

"Kamu mau apa?"
*tetapi pria itu haya diam sambil menepuk tangannya*

Setelah pria itu menepuk tangannya tepat diposisi sinta jatuh terdapat lampu-lampu yang dihiasi menyerupai bentuk hati. Sinta sangat bingung dengan semua ini. Hatinya bertanya-tanya. Tak lama pria misterius tersebut membuka topengnya. Sinta kaget ternyata lria dibalik topeng tersebut adalah Roni. Pria yang ia sukai sejak lama. Akhirnya Roni mendekati dirinya. Untuk membantu Sinta berdiri. Untuk membanti Sinta berdiri. Sinta kaget dan hanya terdiam. Tanpa diduga-duga Roni berlutut sambil berkata.

"Sinta sudah lama aku suka sama kamu. Maafin aku udah buat kamu takut seperti ini. Ini udah aku rencanain sama temen-temen aku cuma buat ngomong satu sama kamu. Maukah kamu menjadi pacar aku?"

Sinta hanya terdiam. Saat itu tiba-tiba teman-temannya mendekati lampu tersebut dan berteriak agar Sinta menerima Roni. Akhirnya Sinta menerima Roni menjadi kekasihnya. Sungguh pengalaman yang tidak terlupakan oleh Sinta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar