Minggu, 17 November 2013

Andai Kita Tak Pernah Kenal????

Sasya berdiam diri mendengarkan musik dihalaman sekolahnya. Ia seperti biasa menjalani hidupnya dengan penuh keceriaan. Penuh canda dan tawa.

Saat bel masuk ia bergegas menuju kelasnya. Seperti biasa ia menebarkan senyum kepada seluruh teman kelasnya. Ia langsung menghibur teman-teman yang ada dikelasnya. Kelas yang ditempati Sasya adalah kelas yang paling ceria menurut guru-guru yang mengajar kelasnya saat itu.
re
Saat jam istirahat Haikal (sahabat Sasya) menghampirinya dengan membawa makanan. Sasya tersenyum saat Haikal datang. Sungguh hati Haikal saat itu sangat bahagia melihat Sasya terseyum manis dihadapannya. Saat sedang menikmati senyuman Sasya, tiba-tiba Sasya mengagetkan Haikal.

"Lo bawa apa Kal? Aduh baik banget sih lo tau aja gua laper" kata Sasya dengan bahagia
"Bawa nasi goreng. Itu gua yang buat loh. Terus telor mata sapi setengah mateng kesukaan lo" kata Haikal dengan halus
"Aduh lo kok baik sih Haikal. Sahabat gua paling baik deh lo Kal" kata Sasya dengan manja
*Haikal hanya tersenyum*
"Gua ngelakuin ini karena gua tulus sama lo. Karena gua sayang sama lo. Sayang gua ngelebihin dr seorang sahabat Sya. Tapi gua gak berani bilang sama lo. Mungkin ini harus gua pendem" kata Haikal dalam hati
*suara Sasya nenghamburkan suasana*
"Nasi gorengnya gua makan yaa. Gua laper baget" kata Sasya sambil tersenyum
"Yaudah lo makan gih lo kenyangin Sya makannya" kata haikal dengan tersenyum
"Tapi gua mau disuapin sama lo. Lo maukan satu suap aja? Tar gua suapin lg. Kita udah lama sahabatan tapi lo belum pernah nyuapin gua" kata Sasya dengan lembut
"Yaudah sini gua suapain deh biar lo seneng" Kata Haikal dengan lembut
"Ahh elah kaku banget sih lo Kal sama gua hehehe. Bercanda kok gua minta disuapin sama lo. Tapi lo bener mau suapin gua? Kebetulan nih gua juga mau ngerjain tugas!" Kata Sasya sambil tertawa
"Yaelah lo yang kaku pea sama gua. Yaudah sini gua suapain. Dari pada lo telat makan terus penyakit alay lo kambuh trs nangis-nangis sama gua. Yaudh buka mulut lo cepet gua suapin" kata Haikal dengan menyuapkan makanan

Bel masukpun berbunyi. Haikal langsung pergi menuju kelasnya. Sasya memperhatikan Haikal lalu tersenyum dan melambaikan tangan. Ia tidak merasakan sesuatu kepada Haikal, berbeda dengan Haikal yang mempunyai rasa lebih kepada dirinya.

Hari demi hari Sasya lewati dengan sebuah canda tawa yang dia hiasi setiap harinya. Nyaris tidak ada kesedihan yang ia pancarkan. Sasya selalu menghibur dikala teman-temannya sedih. Dan selalu membuat suasana kelas menjadi ramai.

SUATU KETIKA SEMUANYA BERUBAH.........

Semua berubah sejak Sasya mengenal apa arti CINTA. Cinta yang membuatnya seperi saat ini.

Suatu hari saat asik berbicara dengan dengan temannya seseorang memanggil namanya. Sasya langsung keluar menuju balkon kelasnya. Tak disangka. Roni (pria yang Sasya suka sebulan yang lalu) membuat bentuk hati dan menuliskan "AKU SAYANG SAMA KAMU "

"Sasya gua sayang sama lo. Gua cinta banget sama lo. Lo tipe cewe gua banget. Lo selalu membawa kedamaian dimana lo berada. Sasya gua sayang sama lo. Please terima gua jadi pacar lo! Lo maukan jadi pacar gua?" Kata Roni dari tengah lapangan

*sasya hanya terdiam*

"Sasya please jawab. Lo gak kasian sama gua? Ini panas banget loh sumpah. Jawab Sasya" teriak Roni lagi
"Gua gak tau harus jawab apa! Gua bingung! Lo serius? Lo belum kenal gua!" Teriak Sasya
"Lo tinggal jawab iya atau engga Sya. Please" kata Roni
"Iyaa yaudah kita jalanin aja Ron" kata Sasya sambil tersenyum
"Lo nerima gua?" Kata Roni

*Sasya hanya mengangguk lalu masuk kedalam kelas*

Saat didalam kelas ternyata sudah ada Haikal. Haikal hanya tersenyum saat melihat orang yang ia sayang menjadi milik orang lain. Dengan gagahnya Haikal memeluk Sasya dan berkata

"Sahabat gua yang cantik. Selamat yaa udah punya pacar sekarang. Tetep ceria terus yaa jangan pernah sedih. Langgeng terus sama cowo lo" kata Haikal
"Aaaa Haikal makasih yaaa. Lo sahabat gua yang paling badai baiknya. Amin semoga gua langgeng doain gua yaa" kata Sasya
"Gua selalu doain lo kok Sya. Meskipun sakit, gua sayang sama lo. Tp lo harus jadi milik orang lain. Tapi kalo itu bisa buat lo seneng gua juga bakal seneng kok" kata Haikal dalam hati

Hari demi hari Sasya melaluinya bersama Roni. Waktu bersama Haikal sekarang sudah berkurang. Roni melarang Sasya terlalu dekat dengan Haikal. Dan Sasya menurutinya. Sedangkan Haikal? Haikal hanya berlapang dada untuk ini semua.

Suatu ketika, Haikal melihat Roni bermesraan dengan wanita lain. Haikal dengan sangat marah langsung meghajar Roni. Dan membentak Roni

"Apa maksud lo selingkuh? Apa maksud lo berduaan sama cewe lain?" Kata Haikal dengan menghajar Roni
"Woy selo aja bro. Gua pacaran sama Sasya cuma buat taruhan doang. Selaw bro. Sahabat lo itu terlalu polos cantik sih tp gampang dikibulin"
"PERSETAN... Lo cowo terbangsat yang pernah gua kenal. Lo nyakitin Sasya abis lo sekarang sama gua" kata Haikal dengan menendang perut Roni

Akhirnya terjadi perkelahian antara Roni dan Haikal. Pagi harinya saat disekolah Haikal menghampiri Sasya dan menceritakan semuanya. Tetapi saat melihat Sasya dikelas terlihat murung Haikal menjadi sedih dan enggan untuk menceritakan apa yang ia lihat.

"Lo kenapa Sya?" Kata Haikal
"Maksud lo apa mukulin Roni?" Kata Sasya sedih
"Gua...gua..." kata Haikal bingung
"Apa lo mau ngomong apa? Lo udah mukulin Roni. Mukulin pacar sahabat lo sendiri. Lo jahat Haikal. Lo jahat. Tau gitu lebih baik kita gak pernah kenal. Gua benci lo" kata Sasya dengan nada tinggi dan menjauh dari Haikal
"Lo boleh benci gua Sya. Asal lo tau. Cowo lo selingkuh dan cowo lo cuma jadiin lo bahan taruhan. Lo gak percaya sama gua? Silakan lo dateng ke cafe yang biasa kita datengin dulu sebelum lo berubah sifat sama gua" kata Haikal menahan marah lalu pergi

Malam harinya Sasya pergi menuju cafe yang biasa ia kunjungi bersama Haikal. Baru masuk kedalam cafe tersebut ia melihat pandangan yang amat menyakitkan buat dirinya. Ternyata benar orang yang ia sayang ternyata sedang bermesraan dengan wanita lain. Sungguh hatinya sangat sakit saat itu. Tanpa pikir panjang ia berjalan mendekati Roni dan berkata

"Ron" tegur Sasya dengan halus
*Roni menengok kebelakang lalu kaget*
"Sya ini gak kaya yang kamu liat kok. Aku...akuu.. aku...." kata Roni
"Udah cukup kok Ron udah cukup. Kita putus. Aku nyesel kenal sama kamu. Aku nyesel. Andai kita gak pernah kenal. Andai kita gak pernah pacaran. Andai kita gak pernah kenal aku gak bakal sesakit ini. Kita putus" kata Sasya
"Please denger aku dulu Sya, aku mohon denger dulu" kata Roni memohon
"Lo mau ngomong apa lagi sama gua? Gak penting ahhh nanggepin lo yang gak hargain gua Ron. Lo jahat Ron lo jahat" kata Sasya sambil berlalu

Diperjalanan saat ingin pulang Sasya menelpon Haikal. Tapi telfonnya tidak diangkat. Sasya sangat sedih atas kejadian ini semua. Ia telah kehilangan sahabat demi orang yang ia sayang. Sungguh hati Sasya sangat kecewa dengan ini semua. Hatinya sakit, tak terasa air mata membasahi pipinya. Saat sampai dirumah ia menghapus air matanya dan berlari menuju kamarnya.

Saat dikamar ia hanya menangis. Dan tak lama Hpnya berdering. Roni mencoba menghubungi Sasya tapi Sasya menghiraukan semuanya. Hampir 10 kali Roni menelpon Sasya. Sungguh Sasya belum bisa terima atas kejadian ini. Akhirnya Sasya tidur dan berharap SEMUA ITU HANYA MIMPI.

Pagi harinya Sasya sudah siap untul pergi kesekolah. Ia kelihatan sangat pucat saat itu. Mamanya sangat khawatir dengan keadaanya. Tapi Sasya mencoba memberi mamanya pengertia kalau dirinya baik-baik saja. Meskipun begitu mamanya tetap tidak yakin. Dan akhirnya mamanya menelpon Haikal untuk menjemput Sasya.

"Halo, Haikal" kata Mama Sasya lewat telpon
"Halo tante iya ada apa tante?" Kata Haikal
"Ini loh Kal, kamu lagi dimana? Udah berangkat kesekolah belum?" Tanya Mama Sasya lagi
"Lagi dirumah tante. Belum berangkat kok tante. Kenapa yaa?" Tanya Haikal
"Waah kebetulan. Kamu keberatan gak kalo tante minta tolong kamu jemput Sasya dirumah? Sasya lagi sakit nih jemput yaa tante gak tega nih kal" Tanya Mama Sasya
"Ohh gitu yauda Tante Haikal nanti jemput Sasya 15menit lagi Haikal sampe ya Tan" Jawab Haikal
"Yaudah hati-hati kamu yaa Kal, Tante makasih banyak coba km jadi pacar Sasya Kal tante bakal seneng. Duuhh Tante jadi ngawur gini hiraukan ya Kal. Yaudah makasih udah mau jemput Sasya" Kata Mama Sasya
"Iya Tante sama-sama ya" Jawab Haikal

Akhirnya telpon pun terputus. Setelah telpon terputus Haikal langsung berangkat menuju rumah Sasya. Didalam hatinya ia sangat khawatir dengan keadaan Sasya. Ia takut terjadi sesuatu terhadap Sasya.

15 Menit kemudian Haikal sampai dan Sasya sudah menunggu didepan gerbang. Sasya menyambut Haikal dengan mata sembab muka pucat dan tersenyum penuh kesedihan. Haikal sangat khawatir dengan keadaan Sasya. Dan akhirnya Haikal menyuruh Sasya naik kemotornya.

Diperjalanan Sasya hanya menangis. Ia merasa bersalah kepada Haikal merasa berdosa telah memarahi sahabatnya. Sungguh kecewa hati Sasya saat itu. Ia lebih percaya terhadap Roni dibandingkan kepada Haikal. Bulir-bulir air mata jatuh membasahi kedua pipi Sasya. Begitu rapuhkah ia saat ini?

Saat sampai disekolah ia langsung berjalan meninggalkan Haikal. Sasya mengambil telpon genggamnya lalu menelpon mamanya. Ia meminta mamanya menyiapkan untuk ulangtahunnya minggudepan. Ia sudah menyiapkan undangannya meskipun hanya tulisan tangannya disaat ia sedang sedih ia membuat undangan ulangtahunnya.

Jam demi jam Sasya lewati dengan tegar selama disekolah. Saat jam istirahat ia membagikan undangan ulangtahunnya kepada teman-temannya dikelas. Lalu ia berjalan menyusuri setiap kelas untuk memberikan undangan. Tinggal tersisa Roni. Sasya sebetulnya muak memberikan undangan ini kepada Roni. Tapi apa boleh buat undangan untuk Roni telah ia siapkan. Sasya mencari Roni kesana kemari tetapi Roni juga tidak ada. Dan akhirnya ia berjalan menuju kantin. Dan benar ternyata Roni ada disana. Sasya pun memberikan undangan tersebut tanpa mengucapkan sepatah katapun kepada Roni. Ketika ingin pergi meninggalkan Roni, tangan Sasya dipegang oleh Roni

"Aku minta maaf" kata Roni
"Basi" jawab Sasya ketus
"Aku serius Sya, aku minta maaf" kata Roni dengan nada bersalah
"Lepasin tangan gua. Jangan pernah lo nyentuh gua lagi" Kata Sasya dengan sinis

Semenjak itu hubungan Sasya dengan Roni semakin jauh. Roni merasa bersalah kepada Sasya. Roni pun punya rencana saat ulangtahun Sasya. Apakah rencana tersebut? Apakah rencana itu berhasil? Apa hanya membuat hubungan mereka semakin jauh?.......

BERSAMBUNG

Sabtu, 16 November 2013

Kisah Cinta (part2)

Setelah menunjukan foto tersebut kimi langsung berlari kekelasnya dengan air mata yg menghiasi pipinya. Saat berlari menuju kelas, Kimi melihat Lena yang berjalan kearahnya. Kimi langsung menghapus air matanya agar Lena tidak tau keadaannya yang sebenaranya.

"Kim! Lo baru dateng?" Sapa Lena
"Iya nih baru aja sampe" kata Kimi sambil tersenyum
"Lo bareng jery? Ehh btw cpt kekelas yuk gua cape nih" ajak Lena
"Kagak, gua bareng Johan. Ydh yuk kekelas pelajaran Pak Topo males gua kalo telat. Bisa digantung entar kalo telat" kata Kimi sambil tersenyum lebar
"Lah digantung dimana? Pohon gede deket parkiran? Hahaha" kata Lena sambil tertawa
"Kagak tau Len. Itu mending dipohon gede diparkiran. Lah ini dipohon toge! Keren kagak? Hahahha" kata Kimi sambil tertawa lepas
"Lo sakit ya Kim? Waahh obat lo abis yaa? Tar gua beliin boraks buat lo! Hahahahha" kata Lena sambil menertawakan Kimi
"Kutil aja lo Len. Serba salah ahh gua. Galau salah, seneng salah. Lo tuh temen macam apa? Macam banci ditaman lawang lo ahh len! Hahahaha canda lena sayang! Lo temen paling baik" kata Kimi dengan senyum manisnya
"Yaelah gua banci lo germonya ya len? Hahaha lawak lo ahh gara-gaa Jery nih otak lo somplak sebelah! Hahaha bahagia banget Kim bisa liat lo senyum gini" kata Lena sambil memeluk Kimi
*Kimi hanya tersenyum dan memeluk Lena kembali*
"Gua lebih bahagia kalo lo senyum len itu bisa ngurangin beban gua. Lo harus liat gua senyum terus biar lo gak tau rasa sakitnya jd gua. Lo gak boleh tau. Biar gua yg ngerasain semuanya Len" kata Kimi dalam hati

Setelah perbincangan usai. Mereka langsung berlari menuju kelas. Dan tak lama Pak Topo datang dengan wajah menyeramkannya. Kimi woles dengan semua keadaan. Ia membuang semua perasaannya kepada Jery saat itu. Saat Pak Topo menjelaskan materi Kimi begitu serius dan melupakan semuanya.

Jam demi jam berlaru. Saat sedang serius belajar, Kimi kembali kepo dengan wanita yang ada di avatar Jery. Akhirnya pikiran Kimi bercabang kembali. Materi yang disampaikan oleh gurunya tak ada yang ia dengar. Saat sedang membuka twitter Jery tangan Kimi berubah menjadi dingin dan hati terasa sesak. Saat melihat avatar Jery yang dirangkul oleh seorang wanita hati Kimi begitu sakit. Kimi kembali menangis.

Bel istirahatpun berbunyi. Kimi langsung pergi kekantin. Ia langsung berlari menuju bapak penjual minuman. Saat dijalan menuju kantin, Kimi melihat Jery bersama teman-temannya. Jery tersenyum kepadanya, tp Kimi hanya membuang muka dan bersikap datar, seolah diatara mereka tidak ada apa-apa.

"Pak saya beli aqua yaa satu" kata Kimi sambil tersenyum
"Nih neng Kimi aquanya. Tumben Kimi gak berduaan sama Jery?" tanya penjual minuman
"Jerynya lagi sibuk Pak. Dia mana ada waktu buat saya? Sayakan cuma sampah dihidup dia!" Kata Kimi sambil tersenyum
"Neng kok ngomongnya gitu cerita sama Bapak sini" kata penjual minuman dengan lembut
"Gak apa-apa kok Pak. Ohh iya kalo Jery nanti nanya saya kenapa tolong bilang ke dia ya Pak. Kalo punya hati dijaga. Gak malu sama celana? Apa perlu ganti rok? Jangan suka nyakitin perasaan cewe. Udah Pak itu aja. Makasih ya Pak" kata Kimi sambil tersenyum manis

*tak lama Jery membeli minuman*

"Pak beli cocacola satu dong" kata Jery
"Ini Jer cocacolanya. Oh iya Jer, td situ dapet pesen dari Kimi" kata penjual minuman
"Pesen apaan dah?" Kata Jery
"Kata Kimi, kalo punya hati dijaga. Gak malu sama celana? Apa perlu ganti rok? Jangan suka nyakitin perasaan cewe." Kata penjual minuman

*Jery hanya terdiam*

"Kok lo didiemin makin lama makin kurang ajar Kimi. Gak bisa didiemin lo Kim! Liat nanti pulang sekolah" kata Jery dalam hati

Bel masukpun berbunyi. Keadaan sekolah kembali sunyi. Jam demi jam pun berlalu. Akhirnya bel pulang berbunyi. Kimi bergegas membereskan semua buku-buku pelajarannya. Saat semua beres Kimi bergegas menuju pintu kelasnya. Saat hendak keluar kelas Kimi dikejutkan dengan kehadiran Jery dengan muka yang sangat marah.

"Lo ikut gua sekarang!" Kata Jert dengan nada kasar
"Lo mau apa lagi? Mau nyakitin gua lagi?" Kata Kimi dengan sinis

Jery tidak menghiraukan omongan Kimi, malahan Jery menarik tangan Kimi. Kimi diseret layaknya anak kecil yang disuruh pulang oleh orang tuanya. Tangan Kimi begitu sakit dengan genggaman Jery yang sangat keras dan kencang. Akhirnya Kimi melawan Jery ditengah lapangan basket

"Lo anggep gua apa sih? Lo nganggep gua anjing lo seret-seret kaya gini? Lo mau apa? Kurang cukup lo nyakitin gua? Mau nyakitin apa lg" kata Kimi dengan nada tinggi
"Lo ikut gua sekarang!" Kata Jery dengan kasar
"Mau ngapain lagi sih? Mau nyakitin gua lagi? Mau diemin gua lagi? Satu yang harus lo inget lo catet diotak lo GANTI CELANA LO JADI ROK KALO KELAKUAN LO KAYA BANCI" kata Kimi dengan kesal

*Jery hendak menampar Kimi, dengan sigap Kimi menaham tangan Jery*

"Situ mau nampar saya lagi? Silakan tampar saya didepan temen-temen anda! Dan asal anda tau. Avatar anda sudah cukup membuat saya gerah! Anda berani nampar saya lagi? Situ berani sama saya? Jangan mentang-mentang anda cowo saya takut sama anda!"  Kata Kimi dengan kasar
"Weess gede yaa omongan cewe gua satu ini. Apa bukti lo? Avatar gua yang mana? Jangan asal boong!" Kata Jery dengan sinis
"Cape yaa ngomong sama manusia kaya lo. Untung cuma satu!" Kata Kimi sambil berlalu

*Jery pun mengejar Kimi*

"Aku mau anter kamu pulang" kata Jery lembut
"Gak usah udah basi Jer, pulang duluan" kata Kimi dengan lembut
"Please naik kemotor" kata jery sambil menuntun Kimi naik kemotornya

Diperjalanan suasanya menjadi dingin. Suasana menjadi sangat tidak enak. Tiba-tiba Jery membuka pembicaraan. Jery menjelaskan semuanya kepada Kimi kalau wanita yang diavatarnya itu adalah sodaranya. Kimi sempat tidak percaya dengan semua itu. Tapi demi hubungan mereka Kimi akhirnya percaya dengan Jery.

Saat sampai dirumah Kimi langsung mengambil buku diarynya ia menulis apa yang ia rasakan saat itu. Saat menulis buku diarynya ia kembali meneteskan airmata. Ia menangis lagi saat mengingat avatar dan kejadian disekolah.

"Dear Diary....

Hari ini aku bete disekolah. Pelajarannya sih enak semua, tp pas pelajaran aku rada gak konsen gara-gara ngeliat avanya Jery yang dirangkul cewe. Pedih bgt rasanya. Aku sakit banget ngeliatnya. Aku aja gak pernah ngerangkul dia. Kenapa orang lain begitu? Huaaaa sedih. Terus tadi aku berantem sama dia dilapangan sekolah. Dan itu aku malu dan aku nahan nangis disana. Diary apa ini jalan Tuhan agar aku menjadi manusia yang lebih baik?"

SEMINGGU KEMUDIAN

Kimi sudah tak percaya dengan apa yang dilakukan oleh Jery. Akhirnya ia mencari tahu sendiri atas semuanya. Akhirnya semua terungkap. Semua terbongkar. Wanita difoto tersebut bukan sodara jery tetapi kekasih Jery. Hubungan mereka hampir menginjak 5bulan. Kimi sangat sedih dan sangat terpukul. Dan mereka akhirnya putus.

"Aku tau kok kamu udah punya paar sebelum aku. Aku tau kok :") aku sabar aku ikhlas. Mungkin aku emang bukan yang terbaik. Aku gan pantes sama kamu. Aku gak secantik dia. Aku sadar diri kok. Aku ngalah :") aku mundur demi kebahagiaan kamu. Semoga kamu bahagia yaa. Langgeng terus sama pacarnya. Maaf telah menggores kisah cinta kamu sama pacarmu. Aku pergi."

Saat disekolah Kimi seperti mayat hidup. Raga terlihat, tapi jiwa? Jiwanya melayang pergi bebas. Ibaratkan burung yang terbang mencari makan. Johan melihat kondisi Kimi tidak tega. Akhirnya Johan menghubungin pacar jery yg 5bulan.

Saat itu johan tau posisi Kimi telah putus. Akhirnya Johan mengatakan apa yang ia rasakan kepada Kimi. Johan tak mengarapakan Kimi untuk jadi pacarnya. Johan hanya berharap bisa terus bersama Kimi selamanya.

Permasalahan semakin panjang. Wanita tersebut mengajak Kimi bertemu. Saat hendak bertemu Jery melarang Kimi untuk bertemu dengan wanita tersebut. Tapi Kimi tetap bersikeras untuk bertemu dengan wanita tersebut.

Mereka bertemu tepat 1hari sebelum Kimi ulangtahun. Sungguh Kimi sangaat perih waktu itu. 1hari sebelum bertemu dengan wanita tersebut Kimi menulis sebuah surat yang ditujukan kepada Jery dan johan.

Akhirnya hari-hari yang ditunggu-tunggu datang. Kimi bertemu dengan wanita tersebut. Kimi menjelaskan semua kejadian yang terjadi. Dari awal kenal dengan Jery dan akhirnya jadian. Didepan wanita tersebut Kimi menahan air matanya, Kimi berusaha tegar dan ikhlas.

Akhirnya setelah selesai masalahnya, Johan tersenyum dan berkata "Hati-hati ya dijalan jangan ngebut, masalah udah selesai, jangan dipikirin lagi ya. Love you" Kimi hanya tersenyum. Dan langsung membawa motornya dengan kecepatan yang sangat tinggi.

Baru ingin menyebrang nasip sial menimpa Kimi. Tambarakan menimpa dirinya. Johan yang mendengar suara tabrakan tersebut dengan cepat menuju tempat kejadian. Johan sangat panik melihat kondisi Kimi yang sudah berlumuran darah. Kimi hanya tersenyum dan berkata sambil menahan sakit.

"Johan makasih yaa.... aaa... aku sayang sama kamu. Maafin kesalahan aku yang udahn nyampakin kamu... aaaahh.. maafin aku yaaa.. adduuhh. Tolong ambil surat dijok motor aku itu... itu ada surat buat kamu sama buat Jery... Maa...maaa..maafin aku yaa" kata kimi sambil tersenyum

Johan langsung membawa Kimi kerumah sakit terdekat. Saat menunggu dirumah sakit. Kakak Kimi memberikan sebuah buku diarynya kepada Jery. Jery membaca buku diary tersebut. Tak terasa air matanya membasahi pipinya. Perasaan bersalah menghantui dirinya. Setelah membaca buku tersebut Jery membaca surat yang dibuat oleh Kimi

"Hey jery, mungkin kamu baca surat ini aku lg kondisi koma :") hehehe bercanda deng. Aku tau kok kamu udah punya pacar sebelum aku. Aku udah tau kok Jer. Aku ikhals banget. Meskipun sakit tp aku bisa apa? Aku gak bisa berbuat apa2 jer. Yang aku bisa cuma nangis nangis dan nangis. Tapi aku sadar nangis gak nyelesein masalah. Aku berdoa sama Allah aja. Itu udah tenang dan buat aku ikhlas. Kamu langgeng ya sama pacar kamu. Jaga dia baik-baik. Jangan selingkuh lagi. Cukup aku yang ngerasain. Jangan orang lain. Bahagia yaa" setalah membaca surat tersebut jeru hanya bisa menyesal dan terus menyesal

Dan akhirnya Johan membaca surat tersebut

"Hai calon pacar :"), hahaha lawak yaa. Mungkin kamu baca surat ini aku lagi tertidur lelap dengan cantik dikasur :") aku sebenernya sayang sama kamu udah lama. Tapi waktu itu kondisi aku lagi pacaran. Tapi kamu selalu ada buat aku. Merasa bersalah telah campakin kamu. Sayang sama kamu. Meskipun itu telat. Semoga kisah cinta kita abadi disurga yaaa kalo kenyataanya kisah cinta kita gak bisa abadi didunia nyata. Samapi bertemu disurga nanti Johan. Aku tunggu kamu disurga yaa. Heheh bercanda kok kisah kita bakal abadi didunia nyata. Love you more yaa" Johan menangis bahagia membaca surat tersebut

Tak lama Kimi pun sadar dari komanya. Semua menangis terharu. Kimi tersenyum dan berkata "maafin kesalahan Kimi yaa" saat Jery mendekat Kimi hanya bilang

"Bahagia yaa sama pacar kamu yang sekarang. Doa aku menghampirimu" kata Kimi sambil tersenyim

Lalu Johan menghampirinya

"Hai manusia alay..  aduh sakit... bahagia yaa didunia kalo aku gak ada nanti. Macem-macem gua.. aahh.. gua tampol lo dr surga..  uuh sakit.. ohh iya kisah cinta kita abadi yaa disurga. Saaaa....saaa....Sayang lo johan"

Setelah berkata kepada Johan akhirnya Kimi mengakhiri hidupnya dengan senyum menghiasi bibirnya. Semua menangis sangat histeris atas kepergian Kimi. Akhirnya Kimi pergi dengan tenang. Satu persatu org terdekat Kimi mengucapkan doa. Dan tersisa hanya Johan

"Kimi aku tau kamu ngeliat aku. Kamu bahagia yaa di rumah Allah. Kamu bahagia yaa di surga. Tunggu aku yaa di surga. Aku bakal nyusulin kamu. Kisah cinta kita abadi disurga nanti ya Kimi. Sayang kamu malaikat tak bersayap"

Rabu, 13 November 2013

Misteri tak terlupakan

Malam nan indah disinari bulan purnama, cahaya bulan memantulkan bayang-bayang pohon kelapa ditepi pantai, angin semilir bertiup, dari kejauhan tampak titik-titik cahaya dari lampu kapal nelayan.

Sinta sedang duduk diatas pasir sambil menunggu temennya datang. Saat sedang menunggu, ia menikmati suasana malam saat itu. Beberapa saat kemudian ia mendengar suara yang memanggil namanya. Suara itu sangat pelan. Suara itu samar-samar terdengar dikupingnya. Dia sangat penasaran dengan suara itu, tetapi dia mencoba untuk menghiraukan dan tidak memperdulikannya. Sat ia mencoba untuk tenang, suara itu terdengar kembali. Suara itu semakin keras, berbeda dengan yang tadi. Ia mulai takut, bulu kuduk mulai berdiri, ditambah kondisi pantai yang sangat sepi. Semakin lama suara itu semakin keras disertai dengan suara orang tertawa. Pikirannya mulai kacau, ia memikirkan hal yang gaib. Ingin rasanya ia pergi, tetapi hatinya  berkata lain. Dengan rasa takut bercampur dengan rasa penasaran ia mengikuti suara tersebut. Ia berjalan sangat perlahan sambil mengikuti suara yang memanghil namanya. Setelah mengikuti suara tersebut cukup lama, suara tersebut berhenti tepat didepan pohon besar yang tumbuh ditepi pantai. Sinta semakin takut. Ia menyesal telah mengikuti suara tersebut. Perasaan sinta semakin takut. Saat ia hendak pergi meninggalkan pohon tersebut terdengar suara lagi memanggil namanya. Tanpa pikri panjang lagi ia langsung berlari menjauhi pohon tersebut, ia tak berani untuk menengok kebelakang. Ia terus berlari dengan rasa takut menyelimuti dirinya.

Setelah jauh berlari akhirnya rasa lelah menghampirinta. Akhirnya ia beristirahat dibawah pohon kelapa. Saat sedang beristirahat ia dikejutkab dengan suara-suara bising entah darimana. Tak lama suara itupun hilang. Sinta pun sudah sedikit tenang. Saat hendak pulang kerumah, ia dikejutkan oleh seseorang pria bertopeng seram yang membuatnya takut dan berteriak histeris. Tanpa pikir panjang ia langsung berlari menjauhi orang tersebut. Saat berlari ia menelpon temannya, tapi naas nomer temannya tersebut tidal bisa dihubungi. Saat sedang berlari sinta terjatuh dan merasa kesakitan. Ia sudah tak sanggup untik berdiri. Disaat ia sudah sangat lelah orang misterius itu datang kembali. Sinta kembali ketakutan. Dengan rasa takut sinta berkata

"Kamu mau apa?"
*tetapi pria itu haya diam sambil menepuk tangannya*

Setelah pria itu menepuk tangannya tepat diposisi sinta jatuh terdapat lampu-lampu yang dihiasi menyerupai bentuk hati. Sinta sangat bingung dengan semua ini. Hatinya bertanya-tanya. Tak lama pria misterius tersebut membuka topengnya. Sinta kaget ternyata lria dibalik topeng tersebut adalah Roni. Pria yang ia sukai sejak lama. Akhirnya Roni mendekati dirinya. Untuk membantu Sinta berdiri. Untuk membanti Sinta berdiri. Sinta kaget dan hanya terdiam. Tanpa diduga-duga Roni berlutut sambil berkata.

"Sinta sudah lama aku suka sama kamu. Maafin aku udah buat kamu takut seperti ini. Ini udah aku rencanain sama temen-temen aku cuma buat ngomong satu sama kamu. Maukah kamu menjadi pacar aku?"

Sinta hanya terdiam. Saat itu tiba-tiba teman-temannya mendekati lampu tersebut dan berteriak agar Sinta menerima Roni. Akhirnya Sinta menerima Roni menjadi kekasihnya. Sungguh pengalaman yang tidak terlupakan oleh Sinta.

Kamis, 05 September 2013

Kisah Cinta!!!!

            “Kadang gua bingung sama apa yang gua rasain. Entahlah gua gak tau apa perasaan itu. Gua sayang sama dia.Ya tapi dia selalu gak pedulin sama apa yang gua rasain. Sakit sih tapi yaudahlah ya namanya juga jalanin hubungan yang satu sama lain harus saling peka.” Kata Kimi dalam hati
            Saat itu Kimi menangis dalam kamarnya. Ia selalu memikirkan kekasihnya yang sibuk dengan dunianya. Kimi memcoba mengerti dengan apa yang dilakukan oleh kekasihnya, tapi apa daya setiap Kimi mencoba mengerti hanya ada kecurigaan didalam pikirannya. Kimi tak bisa berbuat apa-apa kecuali menangis, Kimi bingung harus berbuat apa.
            Pagi harinya Kimi menjalani aktifitasnya seperti biasa. Setiap detik ia selalu melihat Hpnya untuk mencari tau kabar dari kekasihnya. Ya itulah kebiasaan Kimi. Saat sedang melakukan aktifitas Ia tak pernah jauh dari Hpnya. Sempat ditegur oleh mamanya tapi Kimi tetap tidak peduli. Kimi cuma ingin kekasihnya peka kalau Kimi butuh perhatian.
            Saat di sekolah Kimi melihat Jery (Kekasih Kimi). Ya seperti biasa mereka hanya saling pandang dan memberikan senyum. Mereka tak pernah saling berdekatan bila banyak orang yang melihat. Awalnya Kimi memahami itu semua, tapi lama kelamaan Kimi merasa bosan dengan itu semua. Saat dikantin Kimi menghampiri Jery yang sedang duduk bersama teman-temannya.
                      “Misi gua pinjem Jerynya sebentar ya!”  Kata Kimi sambil menarik tangan Jery
                      “Kenapa Kim?” Kata Jery bingung
                      “Udah ayo ikut dulu bentar” Kata Kimi menahan airmatanya
                      “Udahlah Jer pergi dulu dah kita nungguin lo kok” Kata Thomas teman Jery
            Akhirnya Jery pun mau mengikuti Kimi. Kimi berjalan kehalaman belakang sekolahnya. Disana ada pohon rindang dengan pemandangan yang sangat indah. Disanalah Kimi menerima Jery sebagai pacarnya dan menirima semua apa yang diungkapkan Jery kepada dirinya. Kimi enggan menatap wajah Jery dan membuat Jery sangat bingung dan akhirnya Jery bertanya.
                      “Kamu kenapa Kimi?” Tanya Jery lembut
                      “Jer kamu gak cape sama hubungan ini? Aku ngerasa kaya gak pacaran didepan temen-temen     kamu. Aku ngerasa sendiri Jer, aku ngerasa gak punya pacar. Kamu sibuk, aku sabar. Aku kangen Jery, aku kangen kamu” Kata Kimi menahan tangis
                    "Kimi kamu kalo ngomong liat muka aku dong, liat mata aku. Liat Kimi liat” Kata Jery
                 “Apa dengan aku ngeliat mata kamu, kamu bisa rasain apa yang aku rasain Jer? Apa kamu ngerti dengan apa yang aku rasain sekarang?” Kata Kimi dengan tersedu-sedu
                    “Kimi tolong ngerti aku Kimi” Kata Jery dengan memeluk Kimi
                    “Aku udah ngerti kamu Jer, udah ngerti kamu” Kata Kimi sambil menangis
                  “Kamu jangan nangis Kimi, aku gak ninggalin kamu. Aku selalu ada buat kamu. Maafin aku aku sibuk dengan duniaku. Maafin aku gak ngertiin perasaan kamu. Tapi aku sayang kamu Kimi. Kamu jangan nangis ya, kita balik lagi ke kantin. Aku ada urusan” Kata Jery sambil menghapus air mata Kimi
                    “Iya Jer aku gak sedih kok” Kata  Kimi sambil tersenyum
                    “Jery apa mencintai kamu harus sesakit ini? Apa harus seperih ini Jer?” Kata Kimi dalam hati
            Sehabis berbicara Kimi kembali ke kelasnya. Kimi selalu bertanya-tanya dalam hatinya “APA HANYA AKU YANG ADA DI HATI KAMU JER?”. Kimi sangat sedih jika mengingat kesibukan Jery yang terkadang tidak memperdulikan perasaannya. Ingin rasanya Kimi menangis, tapi percuma Jery juga tak akan mengerti dengan apa yang ia rasakan.
            Jam demi jam Kimi lalu dikelas dengan mendengarkan materi pelajaran. Kimi sangat serius dengan mata pelajaran yang disampaikan oleh gurunya. Tak terasa bel pulang sekolah pun berbunyi. Kimi langsung mengambil Hpnya ternyata ada sms dari Jery yang berisi “Maaf ya yang kayanya kita gak bisa pualng bareng aku ada urusan. Love You”. Kimi rasanya ingin marah, tapi apa daya Kimi hanya bisa terdiam membacanya. Kimi langsung menaruh Hpnya kedalam tas dan buru-buru keluar kelas. Saat baru sampai didepan pintu Kimi dikagetkan dengan keberadaan Johan. Johan adalah pria yang menyukai Kimi, tapi Kimi hanya menganggap Johan sebagai sahabat.
                      “Kimi pulang bareng yo?” Kata Johan
                      “Gua gak bisa Han. Gua pulang sendiri aja, gua gak enak sama Jery kalo gua pulang bareng lo” Kata Kimi sambil tersenyum
                      “Jadi lo nolak ajakan sahabat lo sendiri?” Kata Johan
                      “Hah? Bukan gitu, gua udah punya pacar, gua gak bisa aja kalo gua pulang bareng orang lain. Maaf ya gua gak bisa” Kata Kimi
                      “Kim, kali ini aja lo mau pulang bareng gua” Kata Johan
                      “Hmm, gua tetep gak bisa. Gua ngangkot aja ya” Kata Kimi
                      “Kim gua mohon” Kata Johan dengan muka sedih
                      “Gua gak bisa. Ohh iya gua cabut duluan ya takut kesorean. Bye Han” Kata Kimi sambil berlalu
            Kimi berlari menuju gerbang. Ia sendirian menunggu angkot. Hampir 30 menit ia menunggu. Dan akhirnya Kimi mendapatkan angkot. Setelah sampai dirumah, ia langsung memeluk mamanya, dan akhirnya airmatanya tumpah didalam pelukan mamanya.
                      “Ma, Kimi salah apa sih ma? Kimi salah apa?” Kata Kimi sambil menangis
                      “Loh kamu kenapa de kok nangis?” Kata Mama dengan penasaran
                      “Kimi salah apa sih ma? Kimi kurang sabar apa? Kimi harus gimana lagi sih ma?” Kata Kimi sambil terisak
                      “Kamu kenapa? Cerita sama mama dari awal jangan setengah-setengah gitu” Kata Mama dengan menenangkan Kimi
                      “Ma, Kimi sayang sama Jery, tapi Jery sibuk ma sama dunianya! Gak pernah ada waktu buat Kimi ma! Kimi udah sabar tapi lama kelamaan Kimi cape ma!” Kata Kimi dengan air mata
                      “Kimi ini cobaan dalam hubungan kamu. Ya yang penting kamu ngertiin dia, kamu diem aja dikala dia sibuk. Semua orang punya kesibuka masing-masing. Semua orang punya kegiatan masing-masing. Gak semua orang punya kesibukan yang sama. Dalam pacaran itu kita harus mengerti dan memahami satu sama lain” Kata Mama sambil mengapus air mata Kimi
                      “Apa Kimi yang salah ya ma gak ngertiin Jery?” Kata Kimi
                      “Kimi gak salah kok, Kimi Cuma belum bisa ngertiin keadaan Jery. Pasti Kimi ngerasa ada yang beda dengan Jery semenjak kamu sama Jery pacaran? Mama tau kok mama pernah muda. Ya tapi Kimi harus buang rasa yang kaya gitu. Kimi harus bisa mikir kalo Jery itu tulus sama Kimi. Sekarang kamu mandi ganti baju, terus bantu mama masak buat makan malam” Kata Mama sambil menenangkan Kimi
                      “Yaudah ma, Kimi kekamar ya ma. Makasih udah nenangin Kimi. Kimi sayang sama mama” Kata Kimi sambil memeluk mamanya
            Kimi lagi-lagi melihat Hpnya ternyata tidak ada pesan dari Jery yang ada pesan dari Johan. Kimi tidak peduli dengan pesan dari Johan. Yang Kimi butuhkan hanya kabar dari Jery kekasihnya.  Kimi sungguh sedih dengan keadaan seperti ini. Kimi sayang Jery, tapi apakah Jery sayang Kimi? Haya waktu yang bisa menjawab semuanya. Sehabis melihat Hp Kimi lekas mandi dan membantu ibunya.
            Akhirnya makan malam pun tiba. Seluruh keluarga sudah berkumpul dimeja makan. Kimi berusaha untuk tersenyum didepan kakak dan ayahnya. Cukup Ibunya saja yang melihat ia menangis. Ia tak ingin keluarganya ikut sedih dan kasihan kepada dirinya. Kimi tampak riang saat makan malam. Setelah makan malam Kimi kembai kekamar. Dan lagi-lagi yang ia lakukan hanya melihat Hp dan mengecek kabar Jery. Tapi apa daya kabar dari Jery tak kunjung datang. Kimi sangat kecewa dengan semua itu. Kimi ingin marah, tapi ia juga berpikir apakah dengan dia marah semua bakal berubah? Dan lagi-lagi kimi hanya menahan semuanya.
            Saat jam sudah menunjukan pukul 11 malam masih juga belum ada kabar dari Jery. Kimi lelah menunggu kabar dari Jery dan akhirnya Kimi hanya bisa mehanan kesal. Dan tiba-tiba ada pesan masuk di Hpnya Kimi, ternyata itu dari Johan. Sungguh Kimi merasa bersalah dengan tindakan cueknya kepada sahabat sendiri. Akhirnya malam itu Kimi merespon pesan dari sahabatnya.
                      “Kim, udah tidur belom?” Pesan dari Johan
                      “Belom nih Jo. Kenapa?” Balas Kimi
                      “Ehmmm lo lg mikirin Jery ya?” Tanya Johan
                      “Hmm iya, diakan pacar gua. Gua harus nunggu dia sampai dia ngabarin gua” Balas Kimi
                      “Lo tidur gih udah malem, besok kan bisa lo omongin disekolah” Kata Jery
                      “Hmmm iya deh gua tidur. Makasih ya udah nemenin gua” Balas Kimi
                      “Oke sama-sama Kimi, Good night and have a nice dream ya Kimi” Kata Johan
                      “Oke night too Jo” Balas Kimi
            Setelah itu Kimi tak kunjung tidur yang hanya dipikirannya hanya Jery, Jery, dan Jery. Kimi geregetan dengan menunggu kabar Jery yang tak kunjung datang. Kimi hanya bisa menangis malam itu akhirnya Kimi mengirimkan pesan suara kepada Jery.
                      “Jery segitu sibuknya kamu ? Aku nungguin kabar kamu sampai jam segini, tapi kamu juga gak ada kabar.” Kata Kimi sambil menangis
            Setelah itu Kimi mengambil buku diarynya yang sudah lama ia tak pakai. Kimi langsung mengambil pulpen dan menulis semua apa yang ia rasakan. Saat tangan indah itu menulis sebuah kata dalam kertas putih nan suci, air mata Kimi mengalir embasihi kedua pipinya. Air mata itu lama kelamaan semakin deras. Kimi tak tahan dengan semuanya. Kimi tak tahu harus mencurahkan semua perasaannya kepada siapa.
                      “ Dear Diary…..
                                Aku gak tau harus bilang ini kesiapa. Aku mau bilang ke Jery kalo aku “AKU KANGEN DIA YANG DULU” Diary aku sayang dia aku takut buat kehilangan dia. Diary apa gak cukup setiap hari aku ngeluarin air mata buat Jery? Aku kadang bingung dengan perasaan dia ke aku. Aku takut hanya sebagai mainan buat dia. Aku sayang dia aku taku dia gak sayang aku diary. Aku kangen dia kangen awal pertama kali kenal dengan dia”
            Setelah itu Kimi langsung menutup buku diarynya dan menaruhnya diatas meja belajarnya. Kimi lagi-lagi melihat Hpnya dan hasilnya nihil tidak ada kabar dari Jery. Jam sudah menunjuakan pukul 12 malam. Kimi masih terjaga untuk menunggu kabar Jery yang tak kunjung datang. Kimi lelah dengan semua itu. Ia merasa wanita paling bodoh saat itu. Kimi lagi-lagi menangis. Dan tanpa pikir panjang Kimi menulis sebuah pesan kepada Jery.
                      “Jery, kadang aku cape nunggu kabar kamu. Aku tau kamu ngeliat pesan aku. Tapi kamu gak bales pesan aku Jer. Aku tau kok semuanya aku tau. Aku tau kamu sibuk aku tau Jer. Tapi kamu gak ada waktu sedikit aja buat aku Jer? Gak ada waktu? Kadang aku mikir Jer aku siapa kamu? Kadang aku juga mikir jer perasaan kamu ke aku? Kayanya percuma ya aku ngirim pesan panjang lebar kamu juga gak bakal bales pesan aku Jer. Percuma sumuanya Jer  percuma. Aku cewe bodoh yang nungguin kabar pacarnya sampe jam 12 malem jer. Aku tidur Jer. Malam” Pesan dari Kimi
            Pagi harinya Kimi berangkat sekolah tanpa sarapan terlebih dahulu. Ia berangkat menggunakan taxi menuju sekolahnya. Ia tidak ingin keluarganya tahu kalau dia sedang menangis. Ia ingin cepat-cepat sampai sekolah untuk menghilakan mata sembabnya. Setelah sampai sekolah Kimi langsung berlari menuju kantin untuk member air dingin. Dan penjual minuman tersebut bertanya.
                      “Loh kok kamu tumben Kim gak bareng Jery?” Tanya penjual minuman
                      “Gak pak saya mau ngerjain tugas jadi berangkat sendiri. Oh iya saya beli air mineral dingin ya pak satu” Kata Kimi
                      “Nih Kim arinya. Oh iya mata kamu kenapa? Abis nangis ya?” Tanya penjual minuman dengan penasaran
                      “Hah gak nangis kok pak, saya kurang tidur. Oh iya makasih ya pak airnya saya kekelas duluan. Permisi pak” Kata Kimi dengan tersenyum
                      *Saat Kimi sudah menghilang dari kantin Jery pun datang
                      “Pak beli teh kotak satu ya” Kata Jery
                      “Nih Jer teh kotaknya, ohh iya kok sendirian?” Tanya penjual minuman
                      “Makasih pak. Kimi udah berangkat duluan kata mamanya tadi” Kata Jery
                      “Iya juga tadi Kimi kesini, kayanya dia abis nangis Jer” Kata penjual minuman
                      “Lah serius pak? Yaudah saya nyusul Kimi dulu ya pak. Permisi” Kata Jery
            Jery pun berlari menuju kelas Kimi. Jery melihat Kimi sedang duduk sendirian sambil membaca novel. Jery enggan untuk menghampiri Kimi, dan Jery melihat Hpnya yang dari semalam ia tinggal dalam tas. Jery mendapatkan banyak pesan dari Kimi. Jery merasa sangat bersalah atas kelalaiannya. Akhirnya Jery menghampiri Kimi dan membawanya ke belakang sekolah. Kimi hanya mengikuti Jery dari belakang tanpa ada mimik muka yang bahagia.
                      “Maafin aku semalem ya!” Kata Jery
                      “Udah biasa kok, udah ya aku mau ke kelas sebentar lagi bel masuk” Kata Kimi sinis
                      “Sebentar lagi kek, aku mau ngomong!” Kata Jery sambil memegang tangan Kimi
                      “Udah cukup, aku tau kamu sibuk. Udah ahhh males bahas ini aku cape” Kata Kimi kesal
                      “Sabar kek Kimi aku mau jelasin” Kata Jery dengan nada tinggi
                      “Kamu marah? Gak pantes kamu marah Jer, yang pantes marah itu aku. Aku cape kamu diemin aku cape sama sifat kamu yang sibuk” Kata Kimi sambil berlalu
            Kimi menangis menuju kelasnya. Saat diperjalanan menuju kelas Kimi berpapasan dengan Johan, tapi Kimi terus berlari menuju kelasnya. Kimi sedih sekali saat itu, ia ingin melupakan semuanya, Kimi ingin tenang tanpa harus ada rasa sedih sedikit pun. Akhirnya bel masuk pun berbunyi. Dan Kimi kembali serius dalam mengikuti pelajaran.
            Saat istirahat pun tiba, Kimi melihat Hpnya ada beberapa pesan, tapi ia enggan untuk membuka semua pesan tersebut. Kimi ingin menyendiri untuk saat itu. Kimi ingin berada dikelas saja saat jam istirahat tersebut, tapi rasa lapar dan haus pun menyerang Kimi. Dan mau tidak mau Kimi berjalan menuju kantin. Seperti biasa Kimi melihat Jery dikantin. Yang biasanya Kimi senyum kini hanya menatap lalu membuang muka. Kimi enggan untuk melihat wajah Jery masih sakit hatinya atas prilaku Jery kepada dirinya.
            Setelah membeli makan dan minum Kimi duduk disaung yang disediakan oleh sekolahnya. Saat sedang menikmati makanan yang ia beli Jery menghampiri dan memberi senyum kepada Kimi. Jery lalu berbicara kepada Kimi.
                      “Aku sayang kamu Kimi. Jujur aku kangen senyum kamu” Kata Jery sambil berlalu
            Setelah Jery mengucapkan kata tersebut Kimi hanya senyum simpul lalu kembali ke muka datarnya. Ya memang Kimi orangnya cuek, tapi sekalinya sayang akan sayang banget kepada orang tersebut. Kimi kembali melanjutkan makan setelah itu Kimi kembali menuju kelasnya. Dan tak lama bel masuk berbunyi. Kimi kembali melupakan masalahnya kepada Jery. Dan fokus dengan pelajaran.
            Dan bel pulang berbunyi, Kimi langsung bergegas pulang. Ia tak lagi melihat Hpnya, cukup muak untuk hari ini. Kimi bosan dengan keadaan ini. Kimi ingin tenang, Kimi ingin hari-harinya biasa saja seperti dulu. Tanpa derai air mata, tanpa kesedihan yang berlarut-larut. Kimi sangat kecewa dengan keadaan sekarang. Saat berjalan menuju gerbang sekolah ternyata Jery sudah menunggunya disana. Kimi langsung berlalu meninggalkan Jery, tapi Jery langsung menarik tangan Kimi lalu menyuruhnya naik, tapi Kimi tidak mau dan akhirnya menimbulkan pertengkaran kecil.
                      “Aku bilang naik!” Kata Jery
                      “Aku bilang gak mau Jer” Bentak Kimi
                      “Sekali lagi aku bilang sama kamu Kimi, NAIK!!” Kata Jery sambil menahan amarah
                      “Aku gak mau, mau pulang ngangkot aja” Kata Kimi ketus
                      “KIMI AKU UDAH NAHAN MARAH SAMA KAMU. AKU MINTA KAMU NAIK KIMI!!” Kata Jery dengan nada tinggi
                      “JERY APA HAK KAMU BUAT MARAH? HAH? UDAH AKU NGANGKOT AJA” Bentak Kimi
                      *Jery pun menampar Kimi
                      “Maafin aku Kim, aku gak sengaja” Kata Jery dengan panik
                      “Gak apa-apa kok aku baik-baik aja, makasih tamparannya!” Kata Kimi menahan tangis
                      “Aku anter pulang ya Kim?” Kata Jery sedih
                      “Aku ngangkot aja ya. Makasih ya!” Kata Kimi sambil memengang pipinya lalu pergi
            Didalam angkot Kimi menangis sepanjang jalan dan untungnya angkot yang ia tumpangi sedang sepi. Kimi menangis penuh sesak dihatinya. Ia membuka Hpnya untuk mengecek semua pesan yang masuk. Kimi meembuka Hpnya dan ternyata ada pesan dari Jery dan Johan. Lalu ia membacanya satu persatu. Ada pesan yang membuat ia sangat sakit dari Jery.
                      “Kimi maafin aku ya. Aku gak bawa Hp, Hpnya ketinggalan hehehe. Ydah kamu tidur sana aku baru pulang nih jam 2an hahaha. Maafin aku ya gak ngabarin, tadi sibuk ngurusin kerjaan ehhh terus disms sama Rio buat kerumahnya ydah aku kerumah dia ehh pas aku mau ngabarin aku lupa Hpnya ketinggalan. Maafin aku ya hahaha maafin. Gak ada niat buat ninggalin kamu” Kata Jery
                      “Yaampun Jery segitu mudah kamu minta maaf? Aku nungguin kamu Jer dari pulang sekolah sampe jam 12. Kamu semudah itu minta maaf. Sakit kamu giniin Jer” Kata Kimi dalam hati
            Setelah sampai dirumah ia menghapus airmatanya dan kembali seperti Kimi yang dulu yang ceria dan selalu tersenyum. Ia tak ingin membuat mamanya sedih dan khawatir dengan dirinya. Ia kembali memakan apa yang mamanya telah buat, bercanda, dan tersenyum bersama. Kimi ingin membuat mamanya tersenyum bukan membuat mamanya sedih. Dan tak lama Kimi kembali kekamarnya. Dan mengambil buku diarynya.
                      “Dear Diary….
                                Haah gak nyangka hari ini tuh kayanya nyesek banget. Mau nangis tapi gak mau buat mama sedih. Diary pulang sekolah tadi aku berantem sama Jery, dan Jery member hadiah yang gak pernah aku dapet dari siapapun. Hadiah itu mungkin perdana buat aku. Hadiah itu “TAMPARAN” sakit loh ditampar apa lagi ditampar cowo yang tenanganya kenceng. Untung tadi rambut aku gerai kalo gak mungkin bekas tamparannya kelihatan mama. Hadiah itu msh bekas sampai sekarang. Sakitnya pun juga sama masih terasa banget.”
            Dan tak lama mamanya mengetuk pintu kamarnya. Lalu Kimi membuka pintu. Ternyata mamanya tau Kimi sedang ada masalah. Mamanya mencoba mengerti posisi Kimi saat itu. Kimi sangat senang mempunyai mama seperti itu yang selalu mengerti perasaanya dan selalu membuatnya bangkit dari rasa sakit yang telah orang lain buat kepadanya. Dan tak lama bel rumahnya berbunyi, Kimi langsung berlari untuk membukakan pintu. Dan saat ia buka ternyata itu Jery
                      “Hy Kimi” Kata Jery merasa bersalah
                      “Hy Jer” Kata Kimi ketus
                      “Aku mau ngajak kamu keluar. Kamu mau?” Kata Jery dengan takut
                      “Gak bisa, aku mau dirumah. Kamu urusin aja kesibukan kamu” Kata Kimi dengan sinis
                      “Aku mohon Kim, sebentar aja gak lama” Kata Jery memohon
                      *Kimi menengok kebelakang untuk bertanya kepada mamanya dan mamanya mengangguk
                      “Yaudah sebentar mau ganti baju. Tunggu bentar ya” Kata Kimi datar
                      “Gak usah ganti baju Kim, langsung jalan aja” Kata Jery dengan senang
                      “Ohh yaudah. Bentar aku izin mama dulu.” Kata Kimi lalu menghampiri mamanya
                      “Ma Kimi pergi dulu ya” Kata Kimi sambil mencium tangan mamanya
                      “Iya kamu hati-hati ya” Kata Mama
            Setelah itu mereka jalan berdua. Kimi yang biasanya memeluk Jery saat sedang berkendara, tapi kini lain kimi bersikap acuh dan tak peduli dengan semuanya. Yang ia inginkan hanya terbebas dari perasaan ini. Kimi yang biasanya mengajak Jery berbicara sekarang hanya diam tak mengeluarkan suara apapun. Hati Kimi masih sakit masih pedih dengan perilaku Jery tadi. Dan tak lama sampai di tempat tujuan. Kimi pun turun.
                      “Aku mau ngomong sama kamu Kim” Kata Jery
                      “Mau ngomong apa?” Kata Kimi datar
                      “Maafin aku udah nampar kamu” Kata Jery sambil berlutut
                      “Udahlah biasa aja” Kata Kimi masih tetap datar
                      “Kimi aku serius! Aku mohon maafin aku?” Kata Jery sedih
                      “Apa dengan aku maafin kamu rasa sakit yang aku dapet bisa ilang?” Kata Kimi menahan air matanya
                      “Kimi tolong jangan siksa aku dengan kamu ngomong gitu! Kimi aku mohon maafin aku, aku tau aku salah sama kamu udah nyakitin fisik dan batin kamu, maafin aku Kimi” Kata Jery sambil memegang tangan Kimi
                      “Kamu kesiksa sama omongan aku? Jer batin aku kesiksa kamu giniin. Ditambah tadi kamu nampar aku? Jer hati kamu kemana? Aku selalu nunggu kamu disaat kamu gak ada kabar, disaat kamu sibuk Jer. Aku sayang kamu Jer, tapi kenapa rasa sayang itu harus dibayar dengan rasa sakit Jer kenapa? Apa kamu bisa jawab Jer?” Kata Kimi sambil meneteskan air mata
                      “Maafin aku Kimi, maafin aku udah ada salah sama kamu” Kata Jery memeluk Kimi
                      “Udahlah Jer, gak apa-apa mungkin aku yang kurang ngerti kamu, belom bisa adaptasi dengan dunia kamu. Aku yang salah Jer. Secara gak langsung aku nuntut kamu buat selalu ada buat aku. Maafin aku ya Jer” Kata Kimi sambil memeluk jery
            Setelah itu mereka kembali akur. Setelah kejadian itu Jery mulai berubah. Kini Jery selalu menyempatkan waktu untuk Kimi walau sebentar. Jery selalu memberi kabar ditengah kesibukannya. Kimi sangat senang dengan perubahan Jery. Dan Kimi makin sayang kepada Jery berkat perubahan Jery yang telah ditunjukan kepada Kimi.
            Tak lama setelah kejadian itu. Jery kembali keawal, seperti dahulu.  Jery kembali sibuk dengan dunianya. Ya Kimi kembali dengan aktifitas seperti biasa saat Jery dengan kesibukannya. Kimi hanya bisa bersabar dan terus bersabar. Satu bulan telah Kimi lewati dengan suasanya cuek yang Jery ciptakan. Entah kenapa hati Kimi merasa ada sesuatu yang mengganjal hatinya. Entah itu apa Kimi merasa hatinya sangat sesak.
            Suat hari saat hari libur sekolah Kimi sedang asik berbincang bersama Ibunya. Tiba-tiba Kimi berfikiran untuk membuka “TWITTER” untung berkepo ria. Yaa kepo tentang Jery pacarnya. Kimi penasaran dengan geng yang dibuat oleh pacarnya diluar sekolah. Kimi mencari tahu sendiri, karena tak ada gunyanya juga ia bertanya kepada Jery, Jawaban Jery hanya satu dan klasik “Mereka itu temen main aku”. Yaa Kimi langsung membuka profil mereka satu persatu. Kimi merasa ada yang aneh. Geng tersebut terdiri dari 3 cowo dan 3 cewe. Yaaaa sungguh ada tanda tanya besar dihati Kimi. Saat membuka satu persatu profilnya ternyata ada  4 orang yang berpasangan. Kimi menjadi tambah bingung.
            Malam harinya Kimi kembali mencari tahu dengan semuanya. Kimi hanya dia saat itu kepada Jery. Ia hanya berdoa semoga ditunjukan jalan keluar dari tanda tanya besar dihatinya selama ini. Hari demi hari Kimi lewati dengan kegelisahan. Sampai terkadang Jery atau Johan ada dihadapannya pun Kimi tak melihat. Kimi masih merasa ganjal dihatinya.
            Suatu hari Kimi sedang asik twitteran. Kimi iseng membuka profil Jery. Dan apa yang dia dapat? Jery merubah ava twitternya bersama cewe lain. Tak terasa airmata mengalir dari kedua bola matanya. Kimi bingung harus berbuat apa. Kimi langsung mencari tau siapa wanita tersebut. Dan setelah mencari tahu ternyata cewe tersebut adalah anggota dari geng yang dimiliki oleh Jery. Sungguh kacau hati Kimi saat itu. Kimi langsung mengambil Hpnya dan mengirim pesan kepada sahabt baiknya
                      “Len, gua galau. Gua sakit Len gua sakit” Kata Kimi
                      “Lo kenapa sih Kim, tiba-tiba chat kaya gini? Lo kenapa?” Kata Leni
                      “Telpon gua len please gua mohon, telpon gua!! Gua butuh lo!” Kata Kimi
                      “Ohhh yaudah gua telpon” Kata Leni
                      *Perbincangan lewat telpon
                      “Hallo Kim lo kenapa?” Kata Leni panic
                      “Len gua ancur banget, lo buka twiter Jery deh gua mohon lo buka. Lo bakal tau! Sakit Len sakit gua len. Gua itu sebetulnya siapa jery sih? Gua kesel Len gua sakit” Kata Kimi sambil menangis
                      “Yaampun lo kenapa lagi sama Jery? Lo kenapa? Cerita sini, gua mohon lo jangan sedih Kim!” Kata Leni makin panic
                      “Len gua liat avanya Jery sama cewe Len, Jery dirangkul sama cewe itu. Leni gua salah apa sih sampe Jery kaya gini sama gua? Kenapa sih Len kenapa?” Kata Kimi sambil bersedih
                      “Laah lo serius Kim? Lo gak salah liat serius?” Kata Leni dengan kagetnya
                      “Ngapain sih gua boong, buat apa boong? Ini masalah hati Len gua gak mungkin boong” Kata Kimi sambil menangisis
                      ”Yah siapa tau aja lo boong. Kan mana gua tau kirain gua gitu lo boong. Ya udah sekarang enaknya gimana? Lo masih mau bertahan sama Jery apa lo udahin semuanya? Lo gak mikir apa kesehatan lo Kim? Lo tuh egois banget sama tubuh lo sendiri tau gak?” Bentak Lena
                      “Huuuh gua mau udahin hidup gua Len. Gua cape Len gua cape! Gua gak sanggup! Gua kurang sabar apa lagi sama Jery? Gua kurang apa? Selama ini gua sabar sama dia? Gua sedih banget diginiin sama dia!” Kata Kimi makin deras menangis
                      “Udah jangan nangis Kim, udah ahhh lo jangan nangis lagi udah gak ada gunanya lo nangis. Lo coba pikir deh. Apa dengan lo nangis masalah selesai? Apa lo nangis Jery juga nangis? Lo mikir Kim lo mikir jangan kaya gini. Cowo banyak Kim!!” Bentak Lena
                      “Gua sayang dia Len, Gua sayang dia. Tapi gua bingung harus apa Len buat saat ini gua bingung gua gak ngerti sama semua ini. Apa gua disuruh sabar lagi? Disuruh sabar untuk kesekian kalinya? Mungkin ini ya nasib hidup gua disuruh sabar” Kata Kimi menahan tangis
                      “Udahlah lo juga ada Johan Kim. Dia lebih care sama lo ketimbang Jery? Lo mikir Kim seharusnya jangan kaya gini!” Kata Lena menenangkan
                      “Len apa mencintai Jery harus sesakit ini. Harus separah ini? Apa harus gua korbanin air mata gua lagi? Yaampun Len kurang sabar apa gua selama ini!” Kata Kimi dengan terisak
                      “Yaudah lo sekarang tidur. Kasian tubuh lo Kim! Jangan siksa diri lo Kim gua mohon jangn siksa diri lo dengan lo kaya gini!” Kata Lena dengan sedih
                      “Iya gua tidur kok Len makasih ya” Kata Kimi
            Pagi harinya Kimi merasa kurang enak badan. Seperti biasa jam 4 pagi ia telah bangun. Ia merasa badannya sangat lemas. Tak lama terdengar suara langkah kaki mendekati kamarnya. Kimi merasa takut. Semakin lama langkah itu semakin mendekat. Dan semakin lama semakin mendekat, laluuuuuuu…… suara itu menghilang. Saat suara langkah kaki menghilang. Kimi merasa ada seseorang didalam kamarnya. Dan tak lama pintu kamarnya pun diketuk, membuat Kimi menjadi semakin takut. Dan tak lama setelah itu pintu kamarnya terbuka. Ternyata itu adalah mamanya.
                      “De, udah bangun?” Kata Mama Kimi
                      “Yaampun ma nakut-nakutin aja. Udah bangun kok ma” Kata Kimi lemas
                      “De kamu sakit?” Tanya Mamanya
                      “Gak kok ma” Jawab Kimi sambil menyalakan lampu tidurnya
                      “Jangan bohongin mama Kimi” Kata Mama dengan cemas
                      “Ma Kimi beneran kok Kimi gak apa-apa” Kata Kimi dengan tersenyum
                      “Kimi kamu serius” Kata Mama sambil menghampiri Kimi
                      “Ma beneran koko” Kata Kimi tersenyum
                      “Gak apa-apa gimana sih De badan kamu panas gini! Kamu gak usah masuk aja, nanti mama buatin surat izin buat kamu” Kata mama dengan cemas
                      “Gak usah ma Kimi masuk aja. Kimi gak apa-apa kok Kimi gak mau ketinggalan pelajaran” Kata Kimi
                      “Kamu serius?” Tanya Mama dengan serius
                      “Iya ma Kimi serius kok. Kimi gak boong!” Kata Kimi menyakinkan mamanya
            Akhirnya Mamanya pun mengizinkan Kimi sekolah. Kimi bingung untuk berangkat sekolah. Ia sedang malas bertemu dengan Jery. Ia ingin cepat sampe sekolah. Kimi bener-benar kecewa dengan semuanya. Akhirnya Kimi memutuskan untuk berangkat sekolah bersama Johan. Ini puncak dari masalah Kimi dengan Jery.
            Saat diparkiran Jery melihat Kimi berboncengan dengan dengan Johan. Setelah Kimi turun dari motor lalu berjalan menuju kelasnya. Tiba-tiba Jery menarik tangan Kimi dengan kencangnya, lalu menariknya kehalaman belakang sekolah. Disanalah mereka bertengkar hebat.
                      “Kamu kenapa bareng Johan?” Bentak Jery
                      “Apa peduli kamu? Apa peduli kamu tentang aku? Apa kamu mikirin aku Jer? Aku bukan cewe bodoh Jer.” Kata Kimi sambil menahan tangis
                      “Apa maksud kamu berangkat bareng sama Johan? Apa maksud kamu? Kamu anggep aku apa Kimi?” Bentak Jery
                      “Kamu gak salah nanya kaya gitu sama aku? Kamu gak salah Jer? Bukanya aku yang seharusnya tanya itu ke kamu Jer?” Kata Kimi dengan nada setengah
                      “Maksud kamu apa sih? Kamu yang jelas dong!” Kata Jery dengan membentak
                      “Apa kurang cukup dengan foto ini?” Kata Kimi sambil menunjukan foto di Hpnya
            Akhirnya Jery hanya terdiam saat Kimi menunjukan foto tersebut. Dan Akhirnya Kimi kembali ke kelasnya dengan rasa sakit yang amat mendalam. Setelah itu apa yang Kimi lakukan? Apa ia meminta putus apa terus bertahan dengan Jery?.........
Bersambung……   

Selasa, 13 Agustus 2013

Me :)

Hai balik lg nih :D hahahaha
Gua udh ngeblog bnyk tp blm ngenalin diri ya hahaha. Maap ya saya khilaf :D hahaha oke gua disini mau ngenalin diri aja yaa.

Hmm
Oke kenalin gua kolsum :)
Nama panjang Kolsum Norma Septiloningrum *beehpanjangbrayhahaha* hiraukan lanjut perkenalan. Gua cuma punya 1 kakak cowo. Yaa dia care lah sama gua

Ohh iya gua dibesarin dr keluarga yg bnr2 alot buat izin keluar rumah. Ya bisa dibilang gua ini anak mama. Susah bgt izin keluarnya. Ayah gua Anggota POLRI, ya kalo mama cuma Ibu Rumah Tangga biasa tp gua salut punya mama kaya mama gua :* {{}}

Gua kelahiran Jakarta, 07 september 1996. Gua dr kecil dimanja sama bokap. Makannya gua lebih deket ke bokap. Pokoknya sayang deh sama bokap, tp lebih sayang ke mama. Tp pokoknya sayang bgt sama mereka berdua :*

Gua sd di SDN Halim 01 pagi. Abis dr situ gua dpt nem UASBN yaa lumayan lah. Trs masuk ke SMP N 214 Jakarta, gua disana cuma 1 tahun abis itu gua pindah sekolah karena ortu gua pindah rumah. Yaa otimatis sekolah juga ikut pindah. Jauh soalnya dr rumah yang baru. Akhirnya gua pindah ke SMP N 81 Jakarta. Ya dari situ alhamdulilah lah gua dpt sekolah negeri lg :) gua sekolah di SMA N 113 Jakarta.

Gua msh SMA, ya tepatnya gua msh kelas 12. Haha bentar lg UN. Berharap gua lulus UN'14 amin yaAllah.

Gua rencana abis lulus SMA mau test POLWAN :") huhuhu dr kecil loh pengen jd Polwan. Jaman kecil mah ditanya cita2 pada jawab "dokter" lah gua ditanya gitu jawabannya lantang bilang "polwan" semoga tembus polwan ya nanti. Mau banggain ortu terutama Ayah :") kasian ayah gak ada yg lanjutin :")

Tp kalo gak tembus Polwan. Ya berharap deh dpt PTN :') huuh mau banggain Mama. Yaa kalo boleh milih mau ngambil jurusan fisioterapi, analis, pisikolog. Trs kalo Universitasnya mah maunya yg Negeri deh :')

Hmm semoga ini terwujud yaa. Gua mau bales rasa sakit gua yg dulu sama org yang ngerendahin gua dengan kesuksesan gua. Gua harus jd pemimpin dipekerjaan dia kelak.

Doa gua cukup itu deh. Yg baca bantu doa yaa :') semoga cita2 gua terwujud :')

Sekian deh hehe
Sampai bertemu di blog brikutnya

Kamis, 08 Agustus 2013

Yaa baca aja lah ya.__.

Hoooaamm gila gua br bangun.___.

Ohh iya sebelumnya mau ngucapin Selamat Hari Raya Idhul Fitri Mohon Maaf Lahir Batin. Maafin kesalahan Kolsum ya kalo tulisan Kolsum gimana gitu bagi yang baca. :)

Tadi sih paling sedih :')
Gak sholat bareng sama keluarga :') bete gua msh "dapet" mau nangis rasanya :'( tp ya mau dapain nikmatin aja lah yaa hehehe

Ohh iya udh minta maaf ke mantan?? Gua udh dong hahaha *banggadikitbolehkali* fix gak jelas lanjut yaa, td sih sebelum gua tdr gua sms cuma sms "maaf lahir batin yaa" hahaha berani kan gua.___.padahal gua gak tau punya salah apa, tp duluan minta maaf. Hahaha yaudah lah yaa pasti gua punya salah dr pada jd dendam yaap gua lebih baik minta maaf duluan kan disetiap agama pasti gak boleh memutus TALI PERSAUDARAAN hehe.

Ayo yg blm minta maaf, minta maaf gih buruan. Siapa tau bisa buat balikan, siapa tau loh haha. Kan bulan berkah :) :D *fix ini sesat jgn diikutin* :D haha

Yaa gpp lah banyak2in minta maaf biar dosanya luntur.__. Apa susahnya sih tinggal bilang maaf, tp minta maafnya yg ikhlas ya kalo gak ikhlas sama aja boong:D hahaha.

Saling memaafkan itu baik kok :). Drpada mendendam bikin hati gak tenang? Mending maafin tar perlahan2 juga ikhlas sama masalah yg lalu2 dan menganggap itu semua sebagai Takdir atau Jalan Hidup hahaha

Udh dulu yaa ujan nih dirumah. Mau tdr lg hahaha. Sekali lg SELAMAT LEBARAN. Hehehe

Rabu, 07 Agustus 2013

Posting gak jelas

Hahaha mau ngakak aahh sengakak ngakaknya.__. Boleh gak?? Boleh lah hahaa dr pada galau. Mikirin mama yang kekeh buat nyuruh ikut tante.__. What the hell guys?? It's so damn!!

Oke gua mau bahas tentang yaa apa ya gua bingung hahaha

Mau curhat aja sih
Td tuh gua iseng ngestalk twitter doi.___. *cailahdoi* haha :D boong deng bukan doi tp MANTAN YANG PALING NYAKITIN. Hahaha DAMN!!! Meskipun paling NYAKITIN, tapi dia pernah ngisi hidup gua. Dan gua hargain itu :))

Nah gua ngestalk noh twitter dia tujuan gua sih bukan ngestalk dia tp tuh temen2nya+pacarnta. Setdah yaa temen+pacarnya WAW BANGET BROOO. Kenapa gua bilang gitu. Gila tua bro. Yang COWO sih MASIH muda-muda, but yang CEWE entahlah gua gak mau ngomong cuma pengen NGAKAK bnran dah. Hahaha

Haha udhlah ya sekarang waktunya gua MOVE ON. Ngapain sih MIKIRIN org yang GAK PERNAH MIKIRIN BALIK. Hahaha BASI brooo. Emang lo pikir manusia cuma lo doang msh banyak!!!

Yaa sekarang gua mau buktiin, mau main CANTIK aja. Lo DULU boleh NYAKITIN gua. But LIHAT SUATU SAAT NANTI :) gua bakal buktiin gua BISA LEBIH DARI GUA YANG SEKARANG.

Ya gua dapet pelajaran dr kak fister
"Lo kalo disakitin sama orang, jangan bales nyakitin gak ada gunanya. Bales dengan kesuksesan lo. Kalo lo sukses lo bisa dapetin semuanya"

Oke gua bakal buktiin. Gua yakin RODA KEHIDUPAN bakal berbalik. Mungkin SEKARANG gua SAKIT. Buat kedepannya?? Cuma TUHAN yang tau cukup berdoa aja.

Selamat tinggal masa lalu. Selamat datang masa depan.

Buat masa lalu
"Jangan pernah usik hidup baru gua ya, bahagia aja lo sama hidup lo. Jangan usik hidup gua. Gua selalu doain lo kok dimanapun gua berada. Gak ada dendam atau apa semua udh gua maafin. But buat ngelupain semua masalah ini? Jangan harap"

Haha sudah cukup
Kolsumnya sudah lelah
Malam :"))

Selasa, 06 Agustus 2013

Sad ending but I'm happy now :)

Hahahaha entah harus nangis atau ketawa sekarang hehehe :')

Seneng deh lo udh jujur dan bilang "jujur aku gak tega ngelanjutin ini" gpp gua terima kali apa yg lo tentuin :") gua ikhlas kalo lo emang gak bisa buat gua. Gua udh sadar diri kpn tau kok. Tp gua gak mau bilang ngejauh sebelum lo yang mutusin. Kenapa? Gua bukan tipe yang gampang ninggalin org sebelum dia ngelakuin kesalahan fatal :")

Mau nangis pas kita udh pisah lo bilang "ydh kita cukup sampe disini" :"( mau nangis karena pengorbanan selama ini cuma dianggep angin lalu :')

Gua diem selalu diem. Sampe gua depresi apa lo tau? Sampe liver gua kambuh apa lo tau? Sampe gua disuntik sana sini lo tau? LO gak pernah tau dan gak akan mau cari tau :")

Lo pedulinya saat gua bilang "mau disidang sama mama. Mau disuruh tinggal sama tante" lo baru peduli sama gua saat gua ngomong gitu. Kemana aja lo? SEKARANG BARU PEDULI BASI!!!!!!!

Gua sayang sama lo, tp lo nyia2in?? Cuma doa satu kok "semoga lo bahagia sama dia, semoga Tuhan selalu ada disetiap jalan lo, semoga lo gak dapet karma". :")

Sangking keselnya gua pernah bilang "kalo waktu boleh gua puter gua milih cuma sekedar temen, atau perlu gua sama dia gak saling kenal. Sakit banget"

Jujur gua br kali ini ngerasain perih bgt sampe bolak balik buat keluarga panik cuma masalah cowo. It's so freak!!!!!!

Tapi gpp lah yaa gua ikhlas kok sekarang :) mungkin bahagia dia itu ya cewenya pertama. Ya gua cuma berdoa langgeng trs jgn buat air mata dia jatoh :) gua disini bisa berdiri tegak kok. Makasih udh ngajarin arti dr segala2nya :)

Gua disini belajar buat menghargai semuanya. Gak ada niat jahat buat ngelukain hati lo seujung kuku gua :')

Tp berkat lo gua tau siapa yang PANTES buat gua PERTAHANIN. Org itu masa lalu gua rela ngelakuin hal apa aja demi gua bahagia bkn buat gua sedih kaya yang lo lakuin.

Pesan gua terakhir buat lo
"Jaga dia kalo emang dia yang TERBAIK buat hidup lo. Jaga perasaan dia, jgn sakitin dia. Langgeng terus hubungan lo. Semoga Allah selalu ada dihubungan kalian. Dan semoga lo gak akan pernah ngerasain diposisi gua"

Terakhir kali bye 23 :")
Selamat datang 07 :D

23 itu masalalu
07 itu masadepan
Bismillah :')

Enak Gak Enak Jadi yg ke2

Haha balik lg nih gua. Asik dah.__. Balik lg ke blog karena lg berantem sama mama. Masalah kacang ijo+gua gak mau tinggal bareng tante. Pengen tdr lg tapi gak bisa hahaha :D ydhlah ya posting lg aja.

Skrg gua bhs tentang "Enak Gak Enak Jadi yang ke 2". Asik yang ke2 :D. Kalo bhs yang ke2 pasti lo lo semua pada mikir "BEGO banget sih mau jadi yang ke2" yee salah besar lo ngatain tuh orang bego. Ngatain tuh yang berani ngeduain, soalnya kalo tuh org gak ngasih kode or perhatian lebih juga gak ada yang namanya "ke2" apa lg pake gak jujur?? *oke fix ini tulisan nyindir gua ("-__-) #halah hiraukan lanjut

Ohh iya ke 2 itu ada enaknya loh, but kebanyakan gak enak sih. Lo pasti pada mikir gua kok tau bgt sih tentang "ke 2"?? Haha gua ngerasain ini kok dan itu tuh sakit bgt.

Oke bahas yang enak dulu yaa. Enaknya jadi yang ke2 itu adalah lo dapet perhatian kaya lo punya pacar seutuhnya. Lo ngerasa nyaman. Dan lo ngerasa ada yang nyayanginnya. But itu gak akan bertahan lama kaya jadi YANG PERTAMA. Tapi gpp lah ya yang penting ngerasain enaknya walau bentar :"D

Dan sekarang gak enaknya. Kalo bahas yang ini nenek gua tau rasanya gimana hahaha pasti kalian juga taukan gak enaknya apa? Banyak bgt. Lo selalu disuruh sabar, kenapa disuruh sabar? Lo bayangin cewe lo atau cowo lo sms gini "sabar ya aku lagi sama dia" oke terbuktikan lo disuruh sabar. Dan dia gak bakal sms begitu ke CEWE YANG PERTAMA,kenapa gak sms? Dia mau digampar cewenya berani selingkuh hahaa. Oke lanjut abis sabar, eemm apa yaa lo pasti bnyk makan perasaan *aihh makan perasaan :D haha ayam kali* fix lanjut, kenapa makan perasaan? Karena lo bakal terus2an ngeliat kemesraan dia. Apa lg lo yang hobinya ngestalk (kaya gua)?? aduh makan perasaan banget deh. Trs abis itu lo pasti ngerasa gak adil selalu dinomer 2in. Yaiyalah gak akan bisa adil bro. Kenapa gitu? Gua cuma bilangin kalo jadi yang ke 2 JAGAN PERNAH NUNTUT DIA ADIL SAMA LO ITU MUSTAHIL. Meskipun dia bilang "aku bakal adil" yaAllah ampe kiamat juga gak bakal bisa adil. Terus abis itu harus banyak-banyak sadar diri. Kenapa begitu? Yaiyalah sadar diri penting. Inget lo itu ke2 bkn yang pertama. Sadar diri iya sadar diri kalo dia gak bakal sepenuhnya jadi milik lo. Terus yang ke2 itu korban pelarian. Hahaha kalo ini sih kenyataan banget. Kalo lg ada masalah sama pasangan pertama lari deh pasangan ke2 dibaik2in, disayang2 :D hahaha bagi gua itu sih BASI. Haha abis itu msh banyak lg sih tp gua cape pala pusing berantem sama mama.

Oke, jadi tuh intinya yang ke2 itu gak enak. Sampe temen gua ada yang bilang kaya gini "makannya gak ada yang mau jadi yang ke2" haha ternyata ini alesannya. Hoho inget yaa pacaran aja yang ke2 itu sakit, apa lg nanti jd istri/suami ke2 lo mau nangis darah? Udh lah ya pertama itu lebih baik.

Oke buat yang suka mainin perasaan cewe/cowo. Sebaiknya lo mikir deh setiap orang tuh punya perasaan yang harus dilindungi. Lo mutusin buat jdin org ke2, lo tanggung jawab!! Jangan lari dari masalah. Lo mutusin buat jdin org ke2, lo harus adil bagi perhatian lo ke org!! Lo jangan pernah buat org lain jatohin air mata. Lo yang gak tau rasanya jdi yang ke2. Suatu saat lo bakal ngerasain. "KARMA bakal dateng 100x lebih sakit"

Ohh iya kalo ada yang niat buat ngeduain pacarnya mikir-mikir dulu lah perasaan pasangan lo sama perasaan yang jd ke2 :") itu sakit banget. Lukanya gak ada obat. Sakitnya bgt. Saling jaga perasaan aja deh sekarang :")

Udh ya sampe sini dulu. Kalo bhs ini bawaannya nangis :") kalo gua nangis terancam pindah dr rumah dan ikut tante. :")

Semoga ini bisa jd pelajaran ya
Keep strong semuanya :') hahaha