Sasya berdiam diri mendengarkan musik dihalaman sekolahnya. Ia seperti biasa menjalani hidupnya dengan penuh keceriaan. Penuh canda dan tawa.
Saat bel masuk ia bergegas menuju kelasnya. Seperti biasa ia menebarkan senyum kepada seluruh teman kelasnya. Ia langsung menghibur teman-teman yang ada dikelasnya. Kelas yang ditempati Sasya adalah kelas yang paling ceria menurut guru-guru yang mengajar kelasnya saat itu.
re
Saat jam istirahat Haikal (sahabat Sasya) menghampirinya dengan membawa makanan. Sasya tersenyum saat Haikal datang. Sungguh hati Haikal saat itu sangat bahagia melihat Sasya terseyum manis dihadapannya. Saat sedang menikmati senyuman Sasya, tiba-tiba Sasya mengagetkan Haikal.
"Lo bawa apa Kal? Aduh baik banget sih lo tau aja gua laper" kata Sasya dengan bahagia
"Bawa nasi goreng. Itu gua yang buat loh. Terus telor mata sapi setengah mateng kesukaan lo" kata Haikal dengan halus
"Aduh lo kok baik sih Haikal. Sahabat gua paling baik deh lo Kal" kata Sasya dengan manja
*Haikal hanya tersenyum*
"Gua ngelakuin ini karena gua tulus sama lo. Karena gua sayang sama lo. Sayang gua ngelebihin dr seorang sahabat Sya. Tapi gua gak berani bilang sama lo. Mungkin ini harus gua pendem" kata Haikal dalam hati
*suara Sasya nenghamburkan suasana*
"Nasi gorengnya gua makan yaa. Gua laper baget" kata Sasya sambil tersenyum
"Yaudah lo makan gih lo kenyangin Sya makannya" kata haikal dengan tersenyum
"Tapi gua mau disuapin sama lo. Lo maukan satu suap aja? Tar gua suapin lg. Kita udah lama sahabatan tapi lo belum pernah nyuapin gua" kata Sasya dengan lembut
"Yaudah sini gua suapain deh biar lo seneng" Kata Haikal dengan lembut
"Ahh elah kaku banget sih lo Kal sama gua hehehe. Bercanda kok gua minta disuapin sama lo. Tapi lo bener mau suapin gua? Kebetulan nih gua juga mau ngerjain tugas!" Kata Sasya sambil tertawa
"Yaelah lo yang kaku pea sama gua. Yaudah sini gua suapain. Dari pada lo telat makan terus penyakit alay lo kambuh trs nangis-nangis sama gua. Yaudh buka mulut lo cepet gua suapin" kata Haikal dengan menyuapkan makanan
Bel masukpun berbunyi. Haikal langsung pergi menuju kelasnya. Sasya memperhatikan Haikal lalu tersenyum dan melambaikan tangan. Ia tidak merasakan sesuatu kepada Haikal, berbeda dengan Haikal yang mempunyai rasa lebih kepada dirinya.
Hari demi hari Sasya lewati dengan sebuah canda tawa yang dia hiasi setiap harinya. Nyaris tidak ada kesedihan yang ia pancarkan. Sasya selalu menghibur dikala teman-temannya sedih. Dan selalu membuat suasana kelas menjadi ramai.
SUATU KETIKA SEMUANYA BERUBAH.........
Semua berubah sejak Sasya mengenal apa arti CINTA. Cinta yang membuatnya seperi saat ini.
Suatu hari saat asik berbicara dengan dengan temannya seseorang memanggil namanya. Sasya langsung keluar menuju balkon kelasnya. Tak disangka. Roni (pria yang Sasya suka sebulan yang lalu) membuat bentuk hati dan menuliskan "AKU SAYANG SAMA KAMU "
"Sasya gua sayang sama lo. Gua cinta banget sama lo. Lo tipe cewe gua banget. Lo selalu membawa kedamaian dimana lo berada. Sasya gua sayang sama lo. Please terima gua jadi pacar lo! Lo maukan jadi pacar gua?" Kata Roni dari tengah lapangan
*sasya hanya terdiam*
"Sasya please jawab. Lo gak kasian sama gua? Ini panas banget loh sumpah. Jawab Sasya" teriak Roni lagi
"Gua gak tau harus jawab apa! Gua bingung! Lo serius? Lo belum kenal gua!" Teriak Sasya
"Lo tinggal jawab iya atau engga Sya. Please" kata Roni
"Iyaa yaudah kita jalanin aja Ron" kata Sasya sambil tersenyum
"Lo nerima gua?" Kata Roni
*Sasya hanya mengangguk lalu masuk kedalam kelas*
Saat didalam kelas ternyata sudah ada Haikal. Haikal hanya tersenyum saat melihat orang yang ia sayang menjadi milik orang lain. Dengan gagahnya Haikal memeluk Sasya dan berkata
"Sahabat gua yang cantik. Selamat yaa udah punya pacar sekarang. Tetep ceria terus yaa jangan pernah sedih. Langgeng terus sama cowo lo" kata Haikal
"Aaaa Haikal makasih yaaa. Lo sahabat gua yang paling badai baiknya. Amin semoga gua langgeng doain gua yaa" kata Sasya
"Gua selalu doain lo kok Sya. Meskipun sakit, gua sayang sama lo. Tp lo harus jadi milik orang lain. Tapi kalo itu bisa buat lo seneng gua juga bakal seneng kok" kata Haikal dalam hati
Hari demi hari Sasya melaluinya bersama Roni. Waktu bersama Haikal sekarang sudah berkurang. Roni melarang Sasya terlalu dekat dengan Haikal. Dan Sasya menurutinya. Sedangkan Haikal? Haikal hanya berlapang dada untuk ini semua.
Suatu ketika, Haikal melihat Roni bermesraan dengan wanita lain. Haikal dengan sangat marah langsung meghajar Roni. Dan membentak Roni
"Apa maksud lo selingkuh? Apa maksud lo berduaan sama cewe lain?" Kata Haikal dengan menghajar Roni
"Woy selo aja bro. Gua pacaran sama Sasya cuma buat taruhan doang. Selaw bro. Sahabat lo itu terlalu polos cantik sih tp gampang dikibulin"
"PERSETAN... Lo cowo terbangsat yang pernah gua kenal. Lo nyakitin Sasya abis lo sekarang sama gua" kata Haikal dengan menendang perut Roni
Akhirnya terjadi perkelahian antara Roni dan Haikal. Pagi harinya saat disekolah Haikal menghampiri Sasya dan menceritakan semuanya. Tetapi saat melihat Sasya dikelas terlihat murung Haikal menjadi sedih dan enggan untuk menceritakan apa yang ia lihat.
"Lo kenapa Sya?" Kata Haikal
"Maksud lo apa mukulin Roni?" Kata Sasya sedih
"Gua...gua..." kata Haikal bingung
"Apa lo mau ngomong apa? Lo udah mukulin Roni. Mukulin pacar sahabat lo sendiri. Lo jahat Haikal. Lo jahat. Tau gitu lebih baik kita gak pernah kenal. Gua benci lo" kata Sasya dengan nada tinggi dan menjauh dari Haikal
"Lo boleh benci gua Sya. Asal lo tau. Cowo lo selingkuh dan cowo lo cuma jadiin lo bahan taruhan. Lo gak percaya sama gua? Silakan lo dateng ke cafe yang biasa kita datengin dulu sebelum lo berubah sifat sama gua" kata Haikal menahan marah lalu pergi
Malam harinya Sasya pergi menuju cafe yang biasa ia kunjungi bersama Haikal. Baru masuk kedalam cafe tersebut ia melihat pandangan yang amat menyakitkan buat dirinya. Ternyata benar orang yang ia sayang ternyata sedang bermesraan dengan wanita lain. Sungguh hatinya sangat sakit saat itu. Tanpa pikir panjang ia berjalan mendekati Roni dan berkata
"Ron" tegur Sasya dengan halus
*Roni menengok kebelakang lalu kaget*
"Sya ini gak kaya yang kamu liat kok. Aku...akuu.. aku...." kata Roni
"Udah cukup kok Ron udah cukup. Kita putus. Aku nyesel kenal sama kamu. Aku nyesel. Andai kita gak pernah kenal. Andai kita gak pernah pacaran. Andai kita gak pernah kenal aku gak bakal sesakit ini. Kita putus" kata Sasya
"Please denger aku dulu Sya, aku mohon denger dulu" kata Roni memohon
"Lo mau ngomong apa lagi sama gua? Gak penting ahhh nanggepin lo yang gak hargain gua Ron. Lo jahat Ron lo jahat" kata Sasya sambil berlalu
Diperjalanan saat ingin pulang Sasya menelpon Haikal. Tapi telfonnya tidak diangkat. Sasya sangat sedih atas kejadian ini semua. Ia telah kehilangan sahabat demi orang yang ia sayang. Sungguh hati Sasya sangat kecewa dengan ini semua. Hatinya sakit, tak terasa air mata membasahi pipinya. Saat sampai dirumah ia menghapus air matanya dan berlari menuju kamarnya.
Saat dikamar ia hanya menangis. Dan tak lama Hpnya berdering. Roni mencoba menghubungi Sasya tapi Sasya menghiraukan semuanya. Hampir 10 kali Roni menelpon Sasya. Sungguh Sasya belum bisa terima atas kejadian ini. Akhirnya Sasya tidur dan berharap SEMUA ITU HANYA MIMPI.
Pagi harinya Sasya sudah siap untul pergi kesekolah. Ia kelihatan sangat pucat saat itu. Mamanya sangat khawatir dengan keadaanya. Tapi Sasya mencoba memberi mamanya pengertia kalau dirinya baik-baik saja. Meskipun begitu mamanya tetap tidak yakin. Dan akhirnya mamanya menelpon Haikal untuk menjemput Sasya.
"Halo, Haikal" kata Mama Sasya lewat telpon
"Halo tante iya ada apa tante?" Kata Haikal
"Ini loh Kal, kamu lagi dimana? Udah berangkat kesekolah belum?" Tanya Mama Sasya lagi
"Lagi dirumah tante. Belum berangkat kok tante. Kenapa yaa?" Tanya Haikal
"Waah kebetulan. Kamu keberatan gak kalo tante minta tolong kamu jemput Sasya dirumah? Sasya lagi sakit nih jemput yaa tante gak tega nih kal" Tanya Mama Sasya
"Ohh gitu yauda Tante Haikal nanti jemput Sasya 15menit lagi Haikal sampe ya Tan" Jawab Haikal
"Yaudah hati-hati kamu yaa Kal, Tante makasih banyak coba km jadi pacar Sasya Kal tante bakal seneng. Duuhh Tante jadi ngawur gini hiraukan ya Kal. Yaudah makasih udah mau jemput Sasya" Kata Mama Sasya
"Iya Tante sama-sama ya" Jawab Haikal
Akhirnya telpon pun terputus. Setelah telpon terputus Haikal langsung berangkat menuju rumah Sasya. Didalam hatinya ia sangat khawatir dengan keadaan Sasya. Ia takut terjadi sesuatu terhadap Sasya.
15 Menit kemudian Haikal sampai dan Sasya sudah menunggu didepan gerbang. Sasya menyambut Haikal dengan mata sembab muka pucat dan tersenyum penuh kesedihan. Haikal sangat khawatir dengan keadaan Sasya. Dan akhirnya Haikal menyuruh Sasya naik kemotornya.
Diperjalanan Sasya hanya menangis. Ia merasa bersalah kepada Haikal merasa berdosa telah memarahi sahabatnya. Sungguh kecewa hati Sasya saat itu. Ia lebih percaya terhadap Roni dibandingkan kepada Haikal. Bulir-bulir air mata jatuh membasahi kedua pipi Sasya. Begitu rapuhkah ia saat ini?
Saat sampai disekolah ia langsung berjalan meninggalkan Haikal. Sasya mengambil telpon genggamnya lalu menelpon mamanya. Ia meminta mamanya menyiapkan untuk ulangtahunnya minggudepan. Ia sudah menyiapkan undangannya meskipun hanya tulisan tangannya disaat ia sedang sedih ia membuat undangan ulangtahunnya.
Jam demi jam Sasya lewati dengan tegar selama disekolah. Saat jam istirahat ia membagikan undangan ulangtahunnya kepada teman-temannya dikelas. Lalu ia berjalan menyusuri setiap kelas untuk memberikan undangan. Tinggal tersisa Roni. Sasya sebetulnya muak memberikan undangan ini kepada Roni. Tapi apa boleh buat undangan untuk Roni telah ia siapkan. Sasya mencari Roni kesana kemari tetapi Roni juga tidak ada. Dan akhirnya ia berjalan menuju kantin. Dan benar ternyata Roni ada disana. Sasya pun memberikan undangan tersebut tanpa mengucapkan sepatah katapun kepada Roni. Ketika ingin pergi meninggalkan Roni, tangan Sasya dipegang oleh Roni
"Aku minta maaf" kata Roni
"Basi" jawab Sasya ketus
"Aku serius Sya, aku minta maaf" kata Roni dengan nada bersalah
"Lepasin tangan gua. Jangan pernah lo nyentuh gua lagi" Kata Sasya dengan sinis
Semenjak itu hubungan Sasya dengan Roni semakin jauh. Roni merasa bersalah kepada Sasya. Roni pun punya rencana saat ulangtahun Sasya. Apakah rencana tersebut? Apakah rencana itu berhasil? Apa hanya membuat hubungan mereka semakin jauh?.......
BERSAMBUNG
Tidak ada komentar:
Posting Komentar