Apakah kalian tau arti CINTA? Apakah kalian tau arti sebuah
KESETIAAN? Apakah kalian tau arti MENCINTAI? Dan apa kalian tau arti sebuah
KEPERCAYAAN? Mungkin yang kalian tau hanya sebuah CINTA yang biasa. Cinta yang
kalian rasakan itu hanya perasaan sementara. Terkadang sekarang bisa mengatakan
CINTA, tapi beberapa hari kemudian CINTA itu menjadi omong kosong belakang.
Saat
itu ada seorang pasangan yang tidak diduga akan menjadi pasangan kekasih. Sebut
saja mereka Kamila dan Yosi. Sebelum mereka jadian Kamila meminta kepada teman
SDnya yang bernama Hendro untuk mengenalkannya kepada seorang pria. Entah apa
yang dipikirkan Kamila saat itu, sampai Kamila mengambil tindakan seperti itu.
Kamila benar-benar bingung dengan tindakannya. Mungkin karena ia lelah untuk
mencari seorang pria yang benar-benar mencintainya dengan tulus. Sehingga
Kamila mengambil jalan pintas.
Hari
demi hari Kamila menunggu kabar dari Hendro. Kamila sempat merasa kesal dengan
Hendro, karena terlalu lama member kabar. Sempat Kamila putus asa, dan ia
sempat berpikir hal yang membuatnya sangat hancur saat itu. Kamila duduk
dibawah indahnya malam. Saat itu ia sangat menikmati keindahan sang bulan.
Kamila mengambil buku hariannya. Dan menulis sebuah kata.
“Apakah aku salah meminta
tolong kepada temanku untuk mencarikanku seorang pria? Apakah salah semua
tindakanku? Apakah aku tak boleh merasa tenang? Aku ingin mendapatka pria yang
benar-benar mencintaiku dari sikapku bukan dari fisikku. Aku lelah merasakan
sakit hati yang begitu dalam. Aku lelah mengingat masa laluku bersama mantanku.
Aku ingin cepat-cepat melupakan dia dan memiliki pria lain, apakah keinginanku
terlalu berlebihan? Tuhan aku ingin menyudahi ini semua….”
Setelah
menulis Kamila kembali melihat langit. Menangis itu yang ia lakukan saat
melihat langit. Tak terasa air mata itu telah menghiasi pipi Kamila. Tak lama
Hp Kamila berbunyi, buru-buru Kamila membuaka HPnya tersebut. Ternyata pesan
tersebut dari Hendro.
“Mila
ini nomer cowo 083xxxxxxxxx” Kata Hendro
“Hah?
Ngapain banget gua yang sms duluan, dia lah yang sms duluan” Kata Kamila
“Ydah
tar gua suruh dia sms lu” Kata Hendro
Dan
saat itu Kamila menunggu sms dari nomer tersebut. Jam demi jam, menit demi
menit, detik demi detik, tak kunjung nomer tersebut mengirimnya sebuah pesan.
Kamila sempat merasakan ini hanyalah main-main. Kamila sangat putus asa.
Sungguh ia ingin sekali melupakan mantan kekasihnya. Sungguh Kamila ingin
cepat-cepat mempunyai kakasih baru yang mengisi hatinya yang kosong. Kamila
kembali duduk di bawah indahnya malam. Sungguh Kamila sangat hancur saat itu
dikala ia ingat dengan mantan kekasihnya. Akhirnya ia mengambil buku diarynya
“Tuhan apakah aku
benar-benar tak pantas untuk mendapatkan pria yang lebih baik dari pada dia?
Apakah harus aku meminta ia untuk kembali? Tuhan aku ingin melupakan dia, aku
ingin menghapus kenangan tentang dia. Aku ingin membuka lembar baru untuk orang
lain. Tuhan tolong aku”
Sehabis
menulis dibuku diarynya Kamila menutup bukunya dan langsung menangis. Sungguh
tak kuat membayangkan masa lalu. Kamila kembali menanggis. Kamila kembali
bersedih. Sungguh Kamila ingin menyudahi ini semuanya. Kamila ingin membuka
lembaran baru. Kamila ingin semuanya kembali seperti semula. Kamila tenggelam
dalam lautan luka yang mendalam. Sungguh luka itu sangat membekas dihatinya.
Hari
pun berganti hari. Saat itu Kamila sedang asik bermain badminton dengan
sahabatnya. Kamila saat itu tersenyum puas. Bermain dengan sangat serius.
Mengeluarkan emosinya dengan cara yang sangat baik. Kamila mengeluarkan
emosinya dengan cara bermain badminton dengan sahabt-sahabatnya. Kamila bermain
badminton sekitar 2jam. Dan saat istirahat Kamila mengambil Hpnya dan melihat
ada sebuah pesan dari orang yang tak ia kenal. Kamila langsung membuka pesan
tersebut dan membalasnya.
“Ini
siapa ya” Kata Kamila
“Ehhmmm
ini gua Yosi, ehmm Btw boleh kenalan gak?”Kata pria tersebut
“Yosi
siapa ya? Dapet nomer gua dari siapa?” Kata Kamila
“Gua dapet nomer lu
dari Agung. Gua juga gak kenal siapa Agung, tau tau dia ngasih nomer lu ke gua”
Kata Yosi
“Hah? Agung siapa
ya? Gak kenal gua!” Kata Kamila
“Gua juga gak
terlalu kenal sama Agung, tiba-tiba aja dia ngasih nomer lu ke gua.
Ngomong-ngomong boleh kenalan gak?” Kata Yosi
“Boleh!” Kata Kamila
“Nama lu siapa ya?”
Kata Yosi
“Nama gua Kamila
Nurmalaika” Kata Kamila
“Ohh gua panggil lu
Kamila aja ya J,
Thx ya udah mau kenal gua” Kata Yosi
Akhirnya
Kamila mendapat kenalan bernama Yosi. Hidup Kamila menjadi sedikit berwarna.
Kamila Tak ingin banyak berharap. Kamila beranggapan “CINTA ITU BAKALAN DATENG
DENGAN SENDIRINYA”. Kamila tau bahwa ia tidak sendiri ada Tuhan yang selalu
menunjukan jalan untuk dia. Kamila ingin semuanya berjalan dengan sempurna.
Kamila ingin hal yang berakhir dengan happy ending.
Setelah
kejadian itu Kamila dan Yosi semakin dekat dan akrab. Kamila sudah mulai ada
rasa dengan Yosi. Yosi begitu perhatian dengannya, yang menbuat Kamila menjadi
ada perasaan lebih dengan Yosi. Tapi Kamila tak ingin mempunyai rasa yang
begitu dalam kepada Yosi takut, takut itu hanya angan sementara. Akhirnya
Kamila hanya memendam perasaannya.
Hari
berganti hari, jam berganti jam, menit berganti menit, detik berganti detik.
Kamila benar-benar merasakan perhatian yang sangat lebih dari Yosi. Sungguh
Kamila merasa Yosi berbeda dari yang lainnya. Bagi Kamila Yosi pria yang sangat
berbeda, dia sangat perhatian, penyayang, dan penyabar. Kamila sangat
menginginkan pria seperti Yosi. Kamila ingin merasakan lebih dari sebuah “TEMAN
DEKAT”. Tapi lagi lagi Kamila harus memendam semuanya
Malam
harinya, tepat tanggal 13.04.12 sekitar jam 10 malam, Kamila mendapat sebuah
pesan dari Hpnya. Ternyata pesan tersebut dari Yosi. Kamila buru-buru
membukanya. Jantung Kamila berdegub kencang. Kamila merasa gugup entah mengapa
hal itu terjadi. Kamila mempunyai firasat yang berbeda. Dan tanpa berlama-lama
Kamila membukanya.
“Kamila
kamu mau gak jadi pacar aku?” Kata Yosi
“Kamu
serius sama omongan kamu?” Kata Kamila
“Aku serius Mila
sama omongan aku, kamu mau gak jadi pacar aku? Kalo gak mau juga gak apa-apa”
Kata Yosi
“Kamu yakin Yosi
ngomong gitu?” Kata Kamila
“Ihhhhh kenapa sih
emang? Udah deh aku serius kamu mau gak jadi pacar aku?” Kata Yosi
“Ydah aku mau jadi
pacar kamu” Kta Kamila
Setelah
kejadian malam itu Kamila telah bestatus. Kamila sangat senang dengan kejadian
semalam. Kamila sangat tidak menyangka dengan kejadian saat itu. Ternyata Yosi
bisa memiliki rasa yang sama seperti dirinya. Kini hidup kamila lebih berwarna.
Tapi
hubungan mereka tak begitu lancar di hari-hari berikutnya. Kamila belum bisa
mengontrol emosinya. Kamila begitu cemburuan yang tergadag membuat Yosi kesal.
Kamila memang masih sangat maja, apa lagi Kamila baru putus dengan mantan
kekasihnya. Yang membuat Kamila masih merasa seperti anak kecil. Pertama Kamila
cemburu soal WTWan (wall to wall) Yosi dengan cewe lain dan mereka pun baikan
setelahnya, yang kedua masalah Yosi yang lama membalas sms Kamial, yang membuat
Kamila berfikiran negative, dan permasalahan kedua ini lah yang membuat mereka
bertengkar hebat
“Ciee
yang Wtwan sama cewe lain sampe gak bales sms” Kata Kamila
“Apaan
sih kamu sms kaya gitu!” Kata Yosi
“Gak apa-apa. Dari
tadi aku nunggu kamu sms, ehh kamunya malah wtwan sama cewe lain” Kata Kamila
“Ya kamu sabar dong,
nanti juga sms kamu kan. Emang aku nyuekin kamu apa? Meskipun aku on Fb atau
wtwan sama cewe tohh aku juga sms kamu kan? Gak nyuekin kamu? Kamu sabar dong
jangan posesif gini!” Kata Yosi kesal
“Ya kamu juga
ngertiin aku dong jangan kaya gini mulu, aku cape tau gak sih, aku tuh udah
sabar ya ngadepin kamu, kamu ngertiin aku dong, aku udah sabar ngeliat kamu
gini” Kata Kamila
“Udah ahhh cape aku
di posesifin kaya gini, aku tuh ya, ahhh susah ngomong sama kamu. Aku udah
bilang AKU CUMA TEMEN GAK LEBIH DARI ITU” Kata Yosi
Akhirnya
mereka menyelesaikan masalahnya melalui telepon. Dan akhirnya mereka pun damai.
Meskipun Yosi masih sedikit kesal dengan Kamila. Tapi karna rasa sayang Yosi
kepada Kamila, Yosi memaafkan Kamila dengan tulus. Kamila langsung mengamambil
buku diarynya dan langsung menulis semua perasaan yang ia rasakan
“Tuhan apa aku salah
bersikap seperti ini? Apakah aku tak boleh cemburu kepadanya? Apakah aku harus
terus bersabar, padahal hati ini sudah tak tahan? Tuhan sungguh aku lelah!
Apakah harus aku yang mengalah? Jika memang harus aku yang mengalah, aku rela
agar dia tersenyum Tuhan”
Keesokan
harinya Kamila pergi kesekolah dengan rasa galau yang sangat amat. Kamila
menjadi orang yang sangat tertutup untuk saat itu. Teman-temannya pun merasa
ada yang aneh dengan sikap Kamila saat itu. Teman-temannyapun tak ada yang
berani untuk menegur Kamila untuk saat itu. Setiap kali ada yang menegur Kamila
hanya membalas dengan senyuman.
Hari
demi hari pun berganti. Kamila mendapat cobaan lagi dalam hubungannya. Ya saat
itu mereka berdua memutuskan untuk begadang. Ya saat itu Kamila iseng membuka
jejaring social twitter, dan melihat
Yosi mentions cewe lain yang membuat Kamila naik darah, tapi saat ini
Kamila bisa mengatur emosinya.
“Cie
yang mentions cewe lain” Kata Kamila
“Huuuufffftttt
kamu kenapa sih” kata Yosi
“Gpp
kok” Kata Kamila
“Masih
niat smsan gak kalo gak niat gak usah” Kata Yosi
“Ishhh
apaan sih, nyadar dong dari tadi kamu mentions cewekan?” Kata Kamila
“Cape
ya diposesifin mulu” Kata Yosi
“Udah lah yang, kita
udah sama-sama gede gak perlu diposesifin lagi, toh kamu bukan anak kecil
lagikan, ya dah gak usah diposesifin lagi. Ydahlah sekarang intropeksi diri aja
masing-masing.” Kata Kamila
Setelah
itu Kamila dan Yosi kembali berdamai dan kamila pun mengambil buku diarynya dan
menulis sebuah rasa yang ia rasa kan saat itu. Mungkin karena saat itu kamila
sangat sedih. Dan mempunyai perasaan yang berkecambuk. Sungguh Kamila ingin
menangis saat itu. Tapi tak ada gunanya ia menangis.
“Kenapa saat aku
ingin bahagia dengan Yosi selalu saja ada masalahnya yang menghadapinya.
Sungguh aku ingin bahagia dengan Yosi tanpa harus ada yang menghalangi. Aku
ingin membuat Yosi tersenyum tanpa harus ada air mata. Aku ingin membuat masa
masa indah bersama Yosi tanpa harus ada kekecewaan. Tuhan aku ingin dia menjadi
yang terbaik. Aku ingin dia yang selalu ada buat aku bersandar dikala sedih.
Tuhan aku ingin dia yang selalu membuat au tersenyum. Tuhan berikanlah aku
kesabaran menghadapi ini semua. Aku ingin bersama dia untuk saat ini dan
selamanya.”
Setelah
menulis diarynya. Kamila dan Yosi kembali akur seperti biasa seperti tak ada
masalah sama sekali. Mereka menganggap semua sedah terselesaikan dan tak ada
lagi yang harus dipermasalahkan. Cukup ini adalah pertengkaran mereka yang
terakhir dan tak akan lagi ada pertengkaran yang terjadi. Kamila sangat
berharap itu terjadi.
Hari
pun berganti hari. Saat itu entah kenapa perasaan Kamila sangat kacau. Kamila
merasa akan terjadi sesuatu terhadap dirinya. Kamila merasa ada yang ganjal.
Dan entah kenapa ia menulis sebuah surat untuk Yosi. Saat menulis surat itu
Kamila merasa sedih dan air matanya pun membasahi kedua pipinya.
Setelah menulis surat tersebut Kamila mengambil buku
diarynya. Kamilamenulis semuanya tentang perasaannya yang saat ini ia rasakan.
Entah kenapa Kamila menjadi melancolis seperti ini. Kamila benar-benar
merasakan apa yang ia rasakan sangat berbeda. Kamila merasakan ada hal ganjil
yang akan terjadi.
Hari pun telah berganti. Saat itu tepat tanggal
07.06.2012. Yosi dan Kamila memutuskan untuk bertemu. Saat itu adalah ulang
tahun Yosi. Kamila ingin memberikan kado yang istimewa buat Yosi. Kamila sangat
senang bisa memberikan hal yang istimewa untuk kekasihnya. Setelah berjamjam
bersama dengan Yosi, akhrinya Kamila izin pulang kepada Yosi. Dan akhirnya Yosi
meng-iyakan keinginan Kamiala. Tapi entah kenapa Yosi mempunyai firasaat yang
tidak enak. Akhirnya Yosi mengikuti Kamila dari belakang.
Dan saat ditengah perjalanan Yosi melihat motor yang
digunakan Kamila tidak seimbang. Dan Saat itu Kamila mengendarai motornya
denganlambat. Dan entah kenapa Kamila tidak melihat kearah depan yang
ternyata ada sebuah mobil beraju sangat
cepat dari lawan arah yang siap menghadangnya. Naas saat Yosi ingin berteriak
“AWAS” mobil tersebut sudah menabrak Kamila. Seketika Kamila terpental dan
tersungkur ke pinggir jalan raya, dan kepalanya membentur sebuah tembok.
Sungguh terpukul hati Yosi saat itu. Buru-buru ia berlari menghampiri Kamila
yang sudah tersungkur penuh darah.
Buru-buru Yosi membawa Kamila kerumah sakit terdekat.
Yosi menangis melihat keadaan kekasihnya seperti itu. Yosi merasa benar-benar
terpukul. Orang yang ia sayang akan mengalami kejadian seperti ini. Sungguh
Yosi tak mernah membayangkannya. Dan tak lama orang tua Kamila datang, dan
langsung memeluk Yosi yang sudah tersungkur lemah. Mereka dibalut dengan
suasana duka yang amat mendalam. Hanya air mata dan doa yang bisa mereka
tunjukan.
Kecelakaan itu menyebabkan Kamila mengeluarkan banyak
darah. Kamila mengalami pendarahan dikepalanya. Dokter memvonis Kamila
mengalami “GAGAR OTAK”, Yosi pun berharap Kamila bisa bertahan dan memohon
supaya tidak terjadi apa-apa dengan Kamila.
Sambil menunggu Kamila sadar Yosi dihampiri oleh
kakaknya Kamila, yang memberikan sebuah surat dan sebuah buku harian yang telah
diisi oleh tulisan tangan Kamila. Yosi enggan membacanya karena takut membuat
hatinya semakin sakit. Dan akhirnya Yosi membaca surat tersebut dengan
kesendirian..
“Dear
Yosi
Yosi
pacar aku yang baik banget. Maaf ya kalo aku ada salah sama kamu. Belum bisa
jadi yang terbaik, tapi aku belajar kok buat jadi yang terbaik kok buat kamu.
Aku bahagia kok sama kamu, meskipun awal-awal kita jadian kita ngadepin banyak
banget masalah. Aku disitu belajar banyak hal yang. Belajar memahami, belajar
percaya, belajar setia, belajar arti kata CINTA, yang dulu pernah aku rasakan
tapi hancur dengan rasa sakit yang mendalam. Yang aku harap kamu nerima aku apa
adanya. Aku bukan manusia yang sempurna Yos, tapi aku mencari kesempurnaan itu
dari diri kamu. Dan aku merasakan kamu lah orang yang tepat Yos. Yosi maaf ya
kalo aku pernah nyakitin hati kamu Yos. Maaf ya, kalo misalnya aku ninggalin
kamu sekarang aku harap kamu udah maafin aku Yos dan tersenyum buat aku. Jangan
sedih ya Yos kalo aku udah gak ada. Simpah aku dimemori kamu Yos. Aku selalu
ada disamping kamu Yos disaat kamu gak ada lagi dihadapan kamu. LOVE YOU
FOREVER YOSI.”
Tak terasa saat membaca surat tersebuat Air mata Yosi
telah mengalir deras. Tak kuat Yosi melanjutkannya, tapi rasa penasarannya
begitu besar ia membuka lembar demi lembar buku diary tersebut dan akhirnya
tepat di lembar terakhir air matanya mengalir dengan deras
“diary saat
ini aku merasakan hal yang sangat aneh. Merasakan akan terjadi sesuatu kepada
diriku. Entah apa yang aku rasakan saat itu. Aku ingin melakukan hal yang
terbaik. Aku ingin membuat orang lain bahagia karnaku. Aku merasa ini hari
terakhirku. Jika memang ini benar aku harap mereka semua tersenyum kepada ku.
Tersenyum bahagia karna aku, dan tak ada airmata yang mengiringi kepergianku.
Aku hanya ingin sebuah senyuman menghiasi kepergianku”
Kamila mengalami koma sekita 18 jam. Sungguh Yosi
sangat was-was saat itu. Air matanya sudah tak terbendung lagi. Yosi hanya ingin kekasihnya sadar agar mereka
bisa kembali tertawa bersama. Yosi mengamati gerak gerik sang Dokter. Dan tak
lama Dokterpun keluar dengan membawa kabar….
“Maaf nyawa
ananda Kamila tidak bisa diselamatkan. Kami sudah berusaha semampu kami untuk
menyelamatkan nyawa ananda Kamila, tapi Tuhan berkata lain, apakah saya bisa
bicara dengan salah satu keluarga” Kata sang Dokter
“Baik Dok”
Kata Ayah Kamila
“Gak mungkin
Kamila pergi ninggalin aku, gak mungkin. Kamila gak mungkin tega ninggalin aku
gak mungkin” Jerit Yosi
“Yosi yang
sabar ya, Yosi haru ikhlas biarin Kamila pergi dengan ikhlas, Yosi gak boleh
kaya gini, Yosi harus kuat Yosi haru tegar” Kata ibu Kamila
“Gak mungkin
tante Kamila meninggal didepan mata aku tante. Tante Kamila mesti hidup tante
Kamila gak boleh ninggalin aku tante gak boleh.” Kata Yosi
“Yosi yang
ikhlas ya, yosi harus inget kata-kata Kamila, Yosi gak boleh sedih Yosi harus
kuat” Kata Kakak Kamila
“Iya yosi
harus ngasih senyum sama Kamila biar Kamila tenang disana” Kata Kakak Yosi
Dengan rasa yang amat berat Yosi melangkah
menghampiri jasad Kamila yang telah dingin dan terbujur kaku. Yosi sempat
menangis melihat muka Kamila untuk terakhir kalinya. Senyum Kamila membuat Yosi
sangat susah melupakan Kamila. Yosi hanya bisa mencium kening Kamila yang telah
terbujur kaku.
Yosi sangat sedih saat melihat kekasihnya telah
terbungkus oleh kain kafan. Yosi hanya bisa menangis sambil tersenyum melihat
kekasihnya yang telah terbungkus oleh kain kafan. Yosi hanya terduduk lemas
sambil membaca surat-surat suci.
Tak lama jasad Kamila pun dibawa ke peristirahatan
terakhir Kamila. Yosi menahan air matanya agar tak jatuh ketanah. Sungguh Yosi
ingin memeluk Kamila yang terakhir kalinya. Tapi apa daya hanya kenangan saja
yang bisa ia kenang untuk saat ini. Setelah acara pemakaman selesai. Yosi
berdiam dipemakaman Kamila.
“Mila aku
harap kamu tenang ya dialam sana, aku selalu jagain kamu kok entah kamu dimana
sekarang Mil, jujur Mila aku sayang banget sama kamu, tapi kenapa kamu cepet
banget ninggalin aku Mil? Mungkin Tuhan lebih sayang ya ke kamu makannya kamu
diambil dari sisih aku Mil, ohh iya Mil kado kamu bagus loh aku suka sama
hadiah kamu Mila. Makasih ya sekali lagi kamu udah mau nemenin aku. Doa aku
selalu menyertai kamu Mila. Love You tenang ya dialam sana sayang” Kata Yosi
sambil menangis
Akhirnya waktu demi waktu Yosi lalui tanpa ada Kamila
lagi disampingnya. Sungguh sepi hati Yosi tanpa ada Kamila disisihnya. Yosi
sangat sedih dengan kepergian Kamila yang sangat mendadak deperti ini. Yosi
ingin mengubah semuanya. Tapi apa daya takdir sudah berbicara. Yosi hanya bisa
menerimanya dengan lapang dada. Yosi hanya bisa mengingat masa masa indah
bersama Kamila, tanpa harus melihat senyuman indah yang terpancar di muka
Kamila. Yosi duduk disebuah tempat yang sangat sepi dan mengingat kejadian
indah bersama Kamila dan sambil berfikir “CINTA ABADI ITU BUKAN HANYA MAUT YANG
MEMISAHKAN, TAPI CINTA ABADI ITU DISAAT PASANGAN KITA ADA YANG MENINGGALKAN
KITA UNTUK SELAMANYA KITA MASIH BISA MERASAKAN KEHADIRANNYA. MUNGKIN CINTA YANG
TULUS YANG HANYA BISA MERASAKANKEHADIRAN CINTA YANG SESUNGGUHNYA”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar