Sabtu, 31 Maret 2012

Kenapa Harus Dia Bukan Aku?? (Part2)


Setelah kejadian itu Mei dan Kevin semakin dekat. Dekat dalam arti sebagai sahabat. Mei memiliki rasa yang lebih dari sekedar sabahat kepada Kevin. Sungguh hati Mei begitu berbunga-bunga saat bertemu dengan Kevin. Begitu bahagia bisa kenal pria sebaik Kevin.
         Malam harinya Mei duduk di balkon rumahnya Ia bernyanyi sambil memetik gitar kesayangannya. Sungguh bahagia Mei bisa mengigat masa-masa bersama Kevin. Tapi saat asik-asik bernyanyi Mei teringat kakaknya Lucky. Sungguh sekitika itu juga Mei merasa sedih. Mei langsung menuju tempat tidur dan menulis sesuatu dibuku harianya.
         Sehabis menulis buku hariannya tersebut Mei merasa tambah kangen kepada kakaknya. Mei mengambil laptopnya lalu menyalakannya. Mei langsung menyalakan internet dan kemudian online YM. Ternyata benar kakaknya Lucky sedang online.
         “Kak, Mei kangen sama kakak L” Kata Mei kepada kakaknya
         “Kakak juga kangen sama Mei, Mei jangan sedih ya J” Kata Lucky
         “Kak kapan pulang, Mei pengen main sama kakak L” Kata Mei
         “Mei sabar ya kakak belum bisa pulang untuk saat ini. Tapi nanti kakak pulang kok Mei doain aja ya biar kakak cepet pulang J” Kata Lucky
         “Tapi kapan kak? Kakak ada pas Mei lagi dirumah sakit pas Mei gak sadar, dan pas Mei sadar juga Cuma 1minggu Mei bisa bareng kakak terus kakak pergi ninggalin Mei. L” Kata Mei
         “Kakak Pasti pulang Mei, yakin ya sama kakak. Insyaallah deh ya sabtu Mei kakak main kerumah J udah Mei jangan sedih ya, kakak janji deh ya Mei pas kakak kesana kita jalan-jalan. J” Kata Lucky
         “Bener kak? Gak boong kan? Tapi abis itu kakak tinggal dirumah lagikan bareng Mei? J” Kata Mei
         “Hah?? Gak lah Mei kakak Cuma main aja. Nanti sabtu deh kakak ajak kerumah kakak. Kamu mau?” Kata Lucky
         “Mau banget. Emang kakak udah punya rumah sendiri?” Kata Mei
         “Udah dong Mei. Kakak kerja jadi Arsitek sekarang Mei. J” Kata Lucky
         “Waaaa hebat. Papa enak ya izinin kakak jadi arsitek. Sedangkan aku harus jadi DOKTER” Kata Mei
         “Mei denger kakak ya, semua kerjaan itu sama aja. Sekarang Mei ikutin kata Papa dulu. Ikutin Papa mau kamu jadi Dokter yaudah ikutin dulu nanti pas kamu udah bisa dapet duit dari kerja kamu sebagai Dokter baru deh kejar cita-cita kamu J Mei ikutin kata Papa aja ya biar gak jadi kaya kakak.” Kata Lucky
         “Tapi kak Lucky jadi kan hari sabtu kerumah? Janji gak boleh boong” Kata Mei
         “Iya kakak janji. Ade kakak offline dulu ya. Besok kakak harus kerja. I Love you my little sister. Sweet dreams to this day. Always smiling and never cried. Miss my little sister. J” Kata Lucky
         “See you tomorrow my brother dear. I love my brother. I really miss you” Kata Mei
         Sehabis melepas kangen kepada kakaknya. Mei kembali mengambil gitar dan kembali menyanyi. Menyanyi lagu yang membuat ia kembali tenang kembali bahagia. Dan kembali tersenyum. Sungguh hari ini hari yang bahagia buat Mei. Mei bermain gitar sampai larut malam. Dan ia bersyukur bahwa besok libur sekolah, tapi ia harus ikut extrakulikuler. Dan terpaksa Mei harus bertumu dengan Alex.
         Keesokan harinya Mei pergi kesekolah. Dan melihat Alex sedang bermesraan dengan sahabatnya sendiri. Mei pun terus berjalan tanpa menghiraukan mereka meskipun Alex memanggil dirinya. Sungguh luka yang dibuat Alex sangat dalam dihatinya sungguh ingin sekali Mei melupakan Alex.
         Saat sampai dikelas Mei ingin menangis tapi ada Sinta sahabat sejatinya. Sinta langsung memeluk Mei saat tau bahwa Mei benar-benar sedih. Sinta adalah adik kandung dari Kevin. Sungguh sakit hati Sinta saat tau sahabat sejatinya diperlakukan seperti ini. Sinta menenangkan Mei dengan penuh kasih sayang. Mei sangat bahagia mempunyai teman sebaik Sinta.
         Saat istirahat Mei pergi kekantin sendirian. Ternyata ada Alex disana. Sungguh Mei merasa muak kepada Alex. Sakit hatinya teramat dalam terhadap Alex. Ingin ia pidah sekolah agar ia tidak bertemu dengan Alex lagi. Mei  tetap berjalan menuju kanti tanpa menghiraukan Alex. Setelah ia membeli makanan. Ia langsung memilah tempat duduk yang jauh dari Alex. Ternyata Alex menghampiri dirinya. Sungguh rasanya ingn Mei pergi dari kanti. Dan ternyata Alex berbicara
         “Sorry about the last” Kata Alex
         “Halah gak usah sok inggris lu, Indonesia lu aja jeblok ngomong pake inggris” Kata Mei sinis
         “Mei sorry about that time. I’m Sorry, so sorry nia.” Kata Alex
         “Ahhh susah ngomong sama orang bolot kaya lu ya lex. Heh gua bilang sama lu. Lancarin bahasa Indonesia lu baru lu ngomong sama gua?” Kata Mei
         “Mei tunggu aku mau minta maaf sama kamu. Aku gak mau putus Mei. Aku akui aku salah Mei maafin aku Mei.” Kata Alex
         “BULSHIT lu Lex. Gau muak sama lu Lex. Dahhh ahhh kita udah putus, jangan ganggu gua lagi” Kata Mei dengan marah
         “ Halah lu Mei laga lu kecakepan banget sih Mei. Lu sama gua juga cakepan gua kemana-mana” Kata Sopia
         “Heh Sopia gua udah sabar ya menghadapi lu. Cukup lu kalo suka sama Alex ambil aja gak usah jelek-jelekin gua, Gua sadar kok lu itu segalanya dari gua” Kata Mei
         “Hahahahaha bagus deh kalo lu sadar, dan anggap kita gak pernah sahabat ya. Sorry” Kata Sopia
         “Gak apa-apa kok kalo lu gak mau temenan lagi. Jangan harap ya lu bisa minta bantuan gua kalo ada apa-apa!” Kata Mei sinis
         “Ok, gua bisa gak minta bantuan sama lu” Kata Sopia sinis
         “Ok permisi gua mau balik kekelas maaf udah ganggu acara LU SOPIA DAN ALEX” Kata Mei dengan sinis
         Mei berlari menuju kelas. Sungguh tega semuanya. Sungguh tidak ada yang mengerti keadaannya untuk saat ini. Sungguh Mei ingin menangis tapi sayang ia sedang berada disekolah. Kalau tidak air matanya sudah jatuh membasahi pipinya itu. Sinta yang saat itu melihat Mei hanya bisa memberi semangat dari jauh. Sinta saat itu sedang tidak ingin menggangu Mei. Sinta memberikan waktu kepada Mei untuk sendiri.
         Saat pulang extrakulikuler Mei langsung lari kekamar dan langsung mengambil buku diarinya. Ia menulis semua yang terjadi. Sungguh sakit yang dirasakan oleh Mei saat ini. Sungguh tega semuanya. Setelah menulis Mei mengambil laptopnya dan online YM. Ternyata kakanya sedang online.
         “Kak L” Sapa Mei
         “Kenapa kamu de?” Tanya Lucky
         “Kak Mei mau ketemu kakak L” kata Mei
         “Tar malem kakak kerumah deh Mei kakak nginep sehari temenin kamu J” Kata Lucky
         “Mei bener-bener butuh kakak L kakak cepet dating ya L” Kata Mei
         “Iya ade.. Kakak balik kerja dulu ya. Tunggu kakak entar malem” Kata Lucky
         Sesudah memberi tahu kakanya. Mei kembali bermain gitar. Memainkan lagu dengan nada yang amat sedih. Sungguh sangat dalam lagu yang dimainkan oleh Mei saat itu. Sedang enak-enaknya bermain Mei mendapat pesan dari Kevin, bahwa ia akan segera menikah dan akan pergi dari Indonesia. Sungguh bagaikan kena petir disiang bolong. Hancur sudah perasaan Mei saat ini.
         Mei hancur sekali saat itu. Sungguh Mei ingin mengakhiri semuanya. Saat itu entah kenapa Mei ingin sekali berada dibawah. Mei langsung mengambil gitar dan laptopnya. Saat menuruni tangga Mei mendengar pembicaraan kedua orang tuanya. Ia terus mendengar pembicaraan mereka.
         “Pa jadi Mei sakit apa?” Kata Mama
         “Kanker otak Ma” Kata Papa
         “Kanker otak Pa? Gak mungkin Pa itu gak mungkin” Kata Mama
         “Itu kenyataan yang harus kita terima. Waktu itu Mei kena kanker otak stadium awla Ma, tapi saat ini kita tidak tau keadaan Mei, karna kita tidak memeriksakan Mei kembali” Kata Papa
         “Ma Pa!” Kata Mei
         “Mei!” Kata Mama kaget
         “Bener Mei kena kanker?” Kata Mei
         “Mei” Kata mama dengan sedih
         “Ma jawab pertanyaan Mei. Apa bener Ma Mei punya Kanker?” Kata Mei
         “Mei yang sabar” Kata Papa
         “Mei gak nyangka kalian boongin Mei. Mei diboongin sama keluarga Mei sendiri. Kalian bilang Mei baik-baik aja? Tapi Nyatanya? Mei punya Kanker? Hah? Kanker otak lagi. Kalian pikir boong itu bisa buat Mei seneng? Hah Kalian salah! MEI BENCI KALIAN” Kata Mei lalu pergi dari hadapan mereka
         Mei tambah terluka dengan semua ini. Sungguh sakit saat ini mengetahui yang sesungguhnya. Tidak menyangka bahwa keluarga yang ia sayang seperti ini kepadanya. Sungguh sakit hati Mei saat ini. Ia kembali mengambil buku diarinya. Sehabis itu ia bermain gitar sampai kakanya datang.
         Sungguh senang saat mobil milik kakaknya sudah terpakir dihalaman rumahnya. Mei hanya menunggu kakaknya didalam kamar. Mei Tidak ingin bertemu dengan Ayah atau pun Ibunya untuk saat ini. Tak lama pintu kamrnya terketuk, dengan santai Mei membuka dan ternyata dihadapannya ada sesosok pria tampan, yaitu kakaknya. Sungguh hati Mei sangat senang dan kakaknya pun langsung memeluk Mei.
         Mereka berdua masuk kedalam kamar. Dan Mei cerita semuanya. Sungguh sakit hati Lucky melihat kejadian yang dialami oleh adik yang ia sayang. Sungguh ingin ia selalu berada disamping Mei. Tapia apa daya semua tidak akan pernah terjadi. Lucky harus pergi menjauh dari keluarga ini untuk sementara waktu.
          Ingin Lucky mengajak Mei tinggal bersama dirinya. Ingin ia menjaga Mei dengan sepenuh hati. Sungguh Lucky tidak tega menghadapi adeknya seperti ini. Ia tidak tega adiknya terus menangis. Ia ingin adiknya tersenyum bahagia. Lucky ingin selalu berada disamping adiknya. Tapi apa daya Lucky tidak akan pernah bisa untuk selalu disamping Mei.
         Setelah mendengar semua keluh kesah Mei. Lucky langsung memeluk Mei dengan sangat erat. Saat dipeluk Mei menangis sejadijadinya. Sungguh Baru kali ini Lucky melihat adiknya menangis seperti ini. Sungguh sakit hati Lucky melihat adiknya tersiksa seperti ini. Lucky berusaha untuk menenangkan adiknya supaya tidak menangis.
         “Hayo yang cantik jangan nangis” Kata Lucky
         “KakL” kata Mei
         “Dah ahh jangan nangis J” Kata Lucky
         “Iya gak nangis lagi” Kata Mei
         “Apa katanya gak mau nangis? Itu masih nangis!” Kata Lucky
         “Hmmmmmm sedih tau kak” Kata Mei
         “Iya kakak tau Mei kamu sedih. Percaya sama kakak, kamu pasti bisa gak sedih” Kata Lucky
         “Iya deh gak nangis lagi, nurutin kata kak Lucky.”Kata Mei
         “Nih kamu senyum aja ngadepin semuanya anggep gak ada masalah J” Kata lucky
         “Tapi kak senyum itukan gak gampang kalo kita lagi sedih begini” Kata Mei
         “Kakak tau kok. Anggep aja semua masalah kamu itu kecil dan ada hikmahnya” Kata Lucky
         “Apa Mei harus terima kak Mei dibohongin sama orang tua Mei sendiri?” Kata Mei
         “Ya harus terima dong, memang Papa sama Mama salah udah bohongin kamu tapi kamu gak boleh hukum mereka seperti ini. Mereka boongin kamu biar kamu gak tambah sakit waktu itu” Kata Lucky
         “Ahhhh kakak tapi mereka buat Mei tambah sakit sekarang.” Kata Mei
         “Udah ahhh gak usah nangis deh. Terima aja. Penyakit kamu bisa sembuh kok” Kata Lucky
         “Iya kak pasti.. Aku akan bangkit kak. Aku gak boleh galau kaya gini terus.” Kata Mei
         “Bagus Itu baru ade kakak J” Kata Lucky
         Setelah Mei curhat dengan kakaknya. Mei langsung mengsmbil gitsr dan mengajak kakaknya ikut bernyanyi. Sungguh perpaduan suara yang sangat indah antara Mei dan Lucky. Sungguh hari itu adalah hari yang indah buat Mei. Sungguh Mei hari ini tidak cepat berakhir. Ia Ingin terus melewati hari-hari ini dengan kakaknya. Sungguh ia sangat senang melewatihari ini dengan kakaknya.
         Saat Mei sudah tidur, Lucky turun kebawah. Saat dibawah Lucky pamit pulang kepada orang tuanya. Dan sebelum pulang Lucky curhat kepada orang tuanya, dan Lucky mencurahkan apa yang ia rasakan. Sungguh suasana saat itu sangatlah haru. Baru kali ini Lucky menangis dihadapan orang tuanya. Dan orang tuanya pun ikut bersedih. Sungguh Lucky sanggat ingin adiknya tinggal bersama dirinya.
         “Ma Pa Lucky mohon sama Mama sama Papa, tolong izinin Lucky buat ngerawat Mei sampai Mei lulus SMA. Biar Mei tenang Ma Pa. Biar Mei lupain masalahnya sejenak. Nanti Lucky urus surat pindah sekolah. Nanti pas Mei naik kelas Mei siap pindah Ma Pa. Tolong Ma Pa” Kata Lucky
         “Baiklah tapi kamu sering bawa Mei periksa ke rumah sakit ya, dan hasilnya kasih tau ke Papa” Kata Ayahnya
         “Dan kasih kabar mama ya Lucky tentang keadaan Mei.” Kata Mama
         “Iya Ma nanti selalu Lucky kabarin kok, Mulai besok deh Lucky siap-siap urus surat pindah.” Kata Lucky
         “Baiklah dan Mei pun besok juga mau ulangan semester” Kata Mama
         “Ya udah Ma Pa kalo gitu Lucky pamit pulang dulu ya” Kata Lucky
         “Nginep aja dulu besok baru pulang” Kata Mama
         “Ia nginep dulu aja, ini sudah larut malam” Kata Papa
         “Baiklah jika kalian meminta” Kata Lucky
         Semenjak itu hubungan Lucky dan keluarganya semakin dekat dan akrab. Dan inilah yang diinginkan Lucky selama ini. Esok pagi Ia dan Mei akan pergi kesekolah Mei untuk mengurus surat pindah sekolah. Sungguh Lucky sangat seneng dengan Keberadaan Mei saat ini. Ingin sekali Lucky mengurus Mei untuk menebus kesalahannya diwaktu dulu.
         Keesokan harinya Mei terbangun dan Lucky pun menceritakan rencananya untuk tinggal bersamanya dan rencan pindah sekolah juga. Mei sungguh sangat senang mendengar kabar itu, Mei memang ingin cepat pindah dari sekolah itu. Sungguh Mei sanggat senang mempunyai kakak laki-laki seperti Lucky. Sungguh Mei senang saat kakaknya mengatakan pindah.
         Mei langsung bergegas mandi, dan langsung berganti pakaia. Mei langsung menyusul kakaknya yang sudah menunggu dibawah. Sungguh Mei sangat berbeda hari ini dengan hari-hari berikutnya. Sungguh Mei lebih terlihat cantik dari hari sebelumnya. Mei turun dengan senyum yang lebar. Dan Setelah turun Mei langsung menuju mobil dan pergi kesekolah.
         Setelah sampai disekolah Mei kembali sedih ternyata ada Alex disana. Sungguh sakit hati Mei saat melihat Alex seperti itu. Tapi Mei tetap berdiri tegak, dan tetap tersenyum. Ia Berdiri disamping Lucky dengan bangga. Sungguh saat Alex melihat itu, Alex langsung berteriak menyebut nama Mei. Mei hanya tersenyum dan langsung pergi. Lucky pun menoleh kearah adiknya lalu tersenyum.
         Lucky bangga dengan adiknya. Sungguh ia tak menyangka kepada adiknya yang bisa bangkit dari keterpurukan dan bisa menerima kenyataan. Saat kakaknya sudah masuk kedalam ruang kepala sekolah. Mei duduk diluar dan seketika Alex menghampiri dengan rasa takut. Takut jika Mei masih marah dengan dirinya.
         “Mei” Sapa Alex
         “Kenapa?” Tanya Mei
         “Are you still angry?” Tanya Alex
         “Do you think?” Tanya Mei balik
         “I hope not” Kata Alex takut
         “I’m still a little angry” Kata Mei
         “what are you doing here?” Kata Alex
         “Gua mau pindah sekolah. Nanti gua naik kelas, gua udah gak disekolah ini” Kata Mei
         “Are you serious?” Tanya Alex
         “Iya lah gua serius” Kata Mei
         Tiba-tiba kakaknya keluar
         “Ayo Mei pulang” Kata Lucky
         “Ayo, Maaf Lex gua harus pulang” Kata Mei
         “Ohh jadi ini yang namanya Alex?” Tanya Lucky
         “Ehhh iya saya Alex, ada apa?” Tanya Alex
         “Ohh tidak kenapa-kenapa, saya Lucky kakak kandung Mei” Kata Lucky
         “Ohh kakak kandung Mei toh” Kata Alex
         “Iya ada masalah?” Kata Lucky
         “Ohhh tidak” Kata Alex
         “Saya harap cukup ade saya saja yang kamu sakiti, jangan perempuan lain kamu sakiti juga. Permisi saya buru-buru” Kata Lucky
         Sungguh Alex disitu sangat terkejut dengan perkataan Lucky terhadapnya. Alex berpikir sesakit itukah? Separah itukah luka yang telah ia buat? Sampai kakak Mei berbicara seperti itu? Sungguh Alex benar-benar tidak enak dengan Mei. Ia merasa bersalah telah menyakiti hati Mei. Mei yang dulu pernah ia cintai
         Setalah Ujian sekolah selesai Mei pamit dengan teman-temannya. Sungguh sakit hati Mei meninggalkan teman-teman disekolah lamanya. Mei masih ingin bersama mereka yang telah menemaninya selama satu tahun ini. Saat melihat Sinta Mei langsung memeluk dengan erat. Air mata mengalir dari kedua bole mata mereka. Sungguh Sinta sanggat sedih kehilangan orang yang ia sayang. Sehabis itu Mei langsung melihat Alex dan ia mengajak alex untuk berbicara berdua.
         “gua mohon jangan ngomong pake bahasa inggris. Gua minta maaf sama lu karna gak bisa jadi yang terbaik buat lu. Dan maaf gua harus pindah dari sekolah ini. Bukan karna gua mau lupain lu Lex, tp karna gua emang udah gak kuat” Kata Mei
         “Ia aku maklumin. Tapi hubungan kita bisa tetep bisa kan. Jadi sahabat” Kata Alex
         “Ia pastinya dong lex” Kata Mei
         Sehabis berbicara berdua dengan Alex Mei langsung kembali bersama temen-temennya. Sungguh tak menyangka jika ini adalah hari terakhir bertemu dengan mereka. Esok ketika ia membuka mata sudah tak ada suasana yang berada disekolah ini. Sungguh tak rela hati Mei meninggalkan sekolah ini. Tapi semua ini harus dilakukan.
         Hari demi hari Mei lewati disekolah baru. Semua Ia lewati dengan penuh senyum. Temen-temen disekolah barupun ramah terhadapnya. Mei sangat bahagia pindah disekolah baru. Sampai Ia lulus tak ada yang menyakitinya. Secara drastic Mei berubah sifat menjadi lebih ramah. Dan saat ia Lulus ia merasakan getar-getar cinta yang ia bawa sampai masa Kuliah. Dan Pria itu adalah Rama………..

Kutipan J
“Tidak semua kenyataan itu pahit, Kenyataan bisa berbuah manis jika kalian menikmatinya dan menjalankannya dengan penuh senyum”
"Cinta Itu gak ada yang abadi, kecuali cinta kita terhadap yang KUASA dan Kedua orang tua kita"
"Masa lalu adalah kenangan, dan Masa depan adalah pilihan"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar