Minggu, 21 April 2013

Cerita Cinta


                Apakah kalian tau arti CINTA? Apakah kalian tau arti sebuah KESETIAAN? Apakah kalian tau arti MENCINTAI? Dan apa kalian tau arti sebuah KEPERCAYAAN? Mungkin yang kalian tau hanya sebuah CINTA yang biasa. Cinta yang kalian rasakan itu hanya perasaan sementara. Terkadang sekarang bisa mengatakan CINTA, tapi beberapa hari kemudian CINTA itu menjadi omong kosong belakang.
                Saat itu ada seorang pasangan yang tidak diduga akan menjadi pasangan kekasih. Sebut saja mereka Kamila dan Yosi. Sebelum mereka jadian Kamila meminta kepada teman SDnya yang bernama Hendro untuk mengenalkannya kepada seorang pria. Entah apa yang dipikirkan Kamila saat itu, sampai Kamila mengambil tindakan seperti itu. Kamila benar-benar bingung dengan tindakannya. Mungkin karena ia lelah untuk mencari seorang pria yang benar-benar mencintainya dengan tulus. Sehingga Kamila mengambil jalan pintas.
                Hari demi hari Kamila menunggu kabar dari Hendro. Kamila sempat merasa kesal dengan Hendro, karena terlalu lama member kabar. Sempat Kamila putus asa, dan ia sempat berpikir hal yang membuatnya sangat hancur saat itu. Kamila duduk dibawah indahnya malam. Saat itu ia sangat menikmati keindahan sang bulan. Kamila mengambil buku hariannya. Dan menulis sebuah kata.
                  “Apakah aku salah meminta tolong kepada temanku untuk mencarikanku seorang pria? Apakah salah semua tindakanku? Apakah aku tak boleh merasa tenang? Aku ingin mendapatka pria yang benar-benar mencintaiku dari sikapku bukan dari fisikku. Aku lelah merasakan sakit hati yang begitu dalam. Aku lelah mengingat masa laluku bersama mantanku. Aku ingin cepat-cepat melupakan dia dan memiliki pria lain, apakah keinginanku terlalu berlebihan? Tuhan aku ingin menyudahi ini semua….”
                Setelah menulis Kamila kembali melihat langit. Menangis itu yang ia lakukan saat melihat langit. Tak terasa air mata itu telah menghiasi pipi Kamila. Tak lama Hp Kamila berbunyi, buru-buru Kamila membuaka HPnya tersebut. Ternyata pesan tersebut dari Hendro.
                “Mila ini nomer cowo 083xxxxxxxxx” Kata Hendro
                “Hah? Ngapain banget gua yang sms duluan, dia lah yang sms duluan” Kata Kamila
                “Ydah tar gua suruh dia sms lu” Kata Hendro
                Dan saat itu Kamila menunggu sms dari nomer tersebut. Jam demi jam, menit demi menit, detik demi detik, tak kunjung nomer tersebut mengirimnya sebuah pesan. Kamila sempat merasakan ini hanyalah main-main. Kamila sangat putus asa. Sungguh ia ingin sekali melupakan mantan kekasihnya. Sungguh Kamila ingin cepat-cepat mempunyai kakasih baru yang mengisi hatinya yang kosong. Kamila kembali duduk di bawah indahnya malam. Sungguh Kamila sangat hancur saat itu dikala ia ingat dengan mantan kekasihnya. Akhirnya ia mengambil buku diarynya
                    “Tuhan apakah aku benar-benar tak pantas untuk mendapatkan pria yang lebih baik dari pada dia? Apakah harus aku meminta ia untuk kembali? Tuhan aku ingin melupakan dia, aku ingin menghapus kenangan tentang dia. Aku ingin membuka lembar baru untuk orang lain. Tuhan tolong aku”
                Sehabis menulis dibuku diarynya Kamila menutup bukunya dan langsung menangis. Sungguh tak kuat membayangkan masa lalu. Kamila kembali menanggis. Kamila kembali bersedih. Sungguh Kamila ingin menyudahi ini semuanya. Kamila ingin membuka lembaran baru. Kamila ingin semuanya kembali seperti semula. Kamila tenggelam dalam lautan luka yang mendalam. Sungguh luka itu sangat membekas dihatinya.
                Hari pun berganti hari. Saat itu Kamila sedang asik bermain badminton dengan sahabatnya. Kamila saat itu tersenyum puas. Bermain dengan sangat serius. Mengeluarkan emosinya dengan cara yang sangat baik. Kamila mengeluarkan emosinya dengan cara bermain badminton dengan sahabt-sahabatnya. Kamila bermain badminton sekitar 2jam. Dan saat istirahat Kamila mengambil Hpnya dan melihat ada sebuah pesan dari orang yang tak ia kenal. Kamila langsung membuka pesan tersebut dan membalasnya.
                “Ini siapa ya” Kata Kamila
                “Ehhmmm ini gua Yosi, ehmm Btw boleh kenalan gak?”Kata pria tersebut
                “Yosi siapa ya? Dapet nomer gua dari siapa?” Kata Kamila
                “Gua dapet nomer lu dari Agung. Gua juga gak kenal siapa Agung, tau tau dia ngasih nomer lu ke gua” Kata Yosi
                “Hah? Agung siapa ya? Gak kenal gua!” Kata Kamila
                “Gua juga gak terlalu kenal sama Agung, tiba-tiba aja dia ngasih nomer lu ke gua. Ngomong-ngomong boleh kenalan gak?” Kata Yosi
                “Boleh!” Kata Kamila
                “Nama lu siapa ya?” Kata Yosi
                “Nama gua Kamila Nurmalaika” Kata Kamila
                “Ohh gua panggil lu Kamila aja ya J, Thx ya udah mau kenal gua” Kata Yosi
                Akhirnya Kamila mendapat kenalan bernama Yosi. Hidup Kamila menjadi sedikit berwarna. Kamila Tak ingin banyak berharap. Kamila beranggapan “CINTA ITU BAKALAN DATENG DENGAN SENDIRINYA”. Kamila tau bahwa ia tidak sendiri ada Tuhan yang selalu menunjukan jalan untuk dia. Kamila ingin semuanya berjalan dengan sempurna. Kamila ingin hal yang berakhir dengan happy ending.
                Setelah kejadian itu Kamila dan Yosi semakin dekat dan akrab. Kamila sudah mulai ada rasa dengan Yosi. Yosi begitu perhatian dengannya, yang menbuat Kamila menjadi ada perasaan lebih dengan Yosi. Tapi Kamila tak ingin mempunyai rasa yang begitu dalam kepada Yosi takut, takut itu hanya angan sementara. Akhirnya Kamila hanya memendam perasaannya.
                Hari berganti hari, jam berganti jam, menit berganti menit, detik berganti detik. Kamila benar-benar merasakan perhatian yang sangat lebih dari Yosi. Sungguh Kamila merasa Yosi berbeda dari yang lainnya. Bagi Kamila Yosi pria yang sangat berbeda, dia sangat perhatian, penyayang, dan penyabar. Kamila sangat menginginkan pria seperti Yosi. Kamila ingin merasakan lebih dari sebuah “TEMAN DEKAT”. Tapi lagi lagi Kamila harus memendam semuanya
                Malam harinya, tepat tanggal 13.04.12 sekitar jam 10 malam, Kamila mendapat sebuah pesan dari Hpnya. Ternyata pesan tersebut dari Yosi. Kamila buru-buru membukanya. Jantung Kamila berdegub kencang. Kamila merasa gugup entah mengapa hal itu terjadi. Kamila mempunyai firasat yang berbeda. Dan tanpa berlama-lama Kamila membukanya.
                “Kamila kamu mau gak jadi pacar aku?” Kata Yosi
                “Kamu serius sama omongan kamu?” Kata Kamila
                “Aku serius Mila sama omongan aku, kamu mau gak jadi pacar aku? Kalo gak mau juga gak apa-apa” Kata Yosi
                “Kamu yakin Yosi ngomong gitu?” Kata Kamila
                “Ihhhhh kenapa sih emang? Udah deh aku serius kamu mau gak jadi pacar aku?” Kata Yosi
                “Ydah aku mau jadi pacar kamu” Kta Kamila
                Setelah kejadian malam itu Kamila telah bestatus. Kamila sangat senang dengan kejadian semalam. Kamila sangat tidak menyangka dengan kejadian saat itu. Ternyata Yosi bisa memiliki rasa yang sama seperti dirinya. Kini hidup kamila lebih berwarna.
                Tapi hubungan mereka tak begitu lancar di hari-hari berikutnya. Kamila belum bisa mengontrol emosinya. Kamila begitu cemburuan yang tergadag membuat Yosi kesal. Kamila memang masih sangat maja, apa lagi Kamila baru putus dengan mantan kekasihnya. Yang membuat Kamila masih merasa seperti anak kecil. Pertama Kamila cemburu soal WTWan (wall to wall) Yosi dengan cewe lain dan mereka pun baikan setelahnya, yang kedua masalah Yosi yang lama membalas sms Kamial, yang membuat Kamila berfikiran negative, dan permasalahan kedua ini lah yang membuat mereka bertengkar hebat
                “Ciee yang Wtwan sama cewe lain sampe gak bales sms” Kata Kamila
                “Apaan sih kamu sms kaya gitu!” Kata Yosi
                “Gak apa-apa. Dari tadi aku nunggu kamu sms, ehh kamunya malah wtwan sama cewe lain” Kata Kamila
                “Ya kamu sabar dong, nanti juga sms kamu kan. Emang aku nyuekin kamu apa? Meskipun aku on Fb atau wtwan sama cewe tohh aku juga sms kamu kan? Gak nyuekin kamu? Kamu sabar dong jangan posesif gini!” Kata Yosi kesal
                “Ya kamu juga ngertiin aku dong jangan kaya gini mulu, aku cape tau gak sih, aku tuh udah sabar ya ngadepin kamu, kamu ngertiin aku dong, aku udah sabar ngeliat kamu gini” Kata Kamila
                “Udah ahhh cape aku di posesifin kaya gini, aku tuh ya, ahhh susah ngomong sama kamu. Aku udah bilang AKU CUMA TEMEN GAK LEBIH DARI ITU” Kata Yosi
                Akhirnya mereka menyelesaikan masalahnya melalui telepon. Dan akhirnya mereka pun damai. Meskipun Yosi masih sedikit kesal dengan Kamila. Tapi karna rasa sayang Yosi kepada Kamila, Yosi memaafkan Kamila dengan tulus. Kamila langsung mengamambil buku diarynya dan langsung menulis semua perasaan yang ia rasakan
                “Tuhan apa aku salah bersikap seperti ini? Apakah aku tak boleh cemburu kepadanya? Apakah aku harus terus bersabar, padahal hati ini sudah tak tahan? Tuhan sungguh aku lelah! Apakah harus aku yang mengalah? Jika memang harus aku yang mengalah, aku rela agar dia tersenyum Tuhan”
                Keesokan harinya Kamila pergi kesekolah dengan rasa galau yang sangat amat. Kamila menjadi orang yang sangat tertutup untuk saat itu. Teman-temannya pun merasa ada yang aneh dengan sikap Kamila saat itu. Teman-temannyapun tak ada yang berani untuk menegur Kamila untuk saat itu. Setiap kali ada yang menegur Kamila hanya membalas dengan senyuman.
                Hari demi hari pun berganti. Kamila mendapat cobaan lagi dalam hubungannya. Ya saat itu mereka berdua memutuskan untuk begadang. Ya saat itu Kamila iseng membuka jejaring social twitter, dan melihat  Yosi mentions cewe lain yang membuat Kamila naik darah, tapi saat ini Kamila bisa mengatur emosinya.
                “Cie yang mentions cewe lain” Kata Kamila
                “Huuuufffftttt kamu kenapa sih” kata Yosi
                “Gpp kok” Kata Kamila
                “Masih niat smsan gak kalo gak niat gak usah” Kata Yosi
                “Ishhh apaan sih, nyadar dong dari tadi kamu mentions cewekan?” Kata Kamila
                “Cape ya diposesifin mulu” Kata Yosi
                “Udah lah yang, kita udah sama-sama gede gak perlu diposesifin lagi, toh kamu bukan anak kecil lagikan, ya dah gak usah diposesifin lagi. Ydahlah sekarang intropeksi diri aja masing-masing.” Kata Kamila
                Setelah itu Kamila dan Yosi kembali berdamai dan kamila pun mengambil buku diarynya dan menulis sebuah rasa yang ia rasa kan saat itu. Mungkin karena saat itu kamila sangat sedih. Dan mempunyai perasaan yang berkecambuk. Sungguh Kamila ingin menangis saat itu. Tapi tak ada gunanya ia menangis.
                “Kenapa saat aku ingin bahagia dengan Yosi selalu saja ada masalahnya yang menghadapinya. Sungguh aku ingin bahagia dengan Yosi tanpa harus ada yang menghalangi. Aku ingin membuat Yosi tersenyum tanpa harus ada air mata. Aku ingin membuat masa masa indah bersama Yosi tanpa harus ada kekecewaan. Tuhan aku ingin dia menjadi yang terbaik. Aku ingin dia yang selalu ada buat aku bersandar dikala sedih. Tuhan aku ingin dia yang selalu membuat au tersenyum. Tuhan berikanlah aku kesabaran menghadapi ini semua. Aku ingin bersama dia untuk saat ini dan selamanya.”
                Setelah menulis diarynya. Kamila dan Yosi kembali akur seperti biasa seperti tak ada masalah sama sekali. Mereka menganggap semua sedah terselesaikan dan tak ada lagi yang harus dipermasalahkan. Cukup ini adalah pertengkaran mereka yang terakhir dan tak akan lagi ada pertengkaran yang terjadi. Kamila sangat berharap itu terjadi.
                Hari pun berganti hari. Saat itu entah kenapa perasaan Kamila sangat kacau. Kamila merasa akan terjadi sesuatu terhadap dirinya. Kamila merasa ada yang ganjal. Dan entah kenapa ia menulis sebuah surat untuk Yosi. Saat menulis surat itu Kamila merasa sedih dan air matanya pun membasahi kedua pipinya.
                Setelah menulis surat tersebut Kamila mengambil buku diarynya. Kamilamenulis semuanya tentang perasaannya yang saat ini ia rasakan. Entah kenapa Kamila menjadi melancolis seperti ini. Kamila benar-benar merasakan apa yang ia rasakan sangat berbeda. Kamila merasakan ada hal ganjil yang akan terjadi.
                Hari pun telah berganti. Saat itu tepat tanggal 07.06.2012. Yosi dan Kamila memutuskan untuk bertemu. Saat itu adalah ulang tahun Yosi. Kamila ingin memberikan kado yang istimewa buat Yosi. Kamila sangat senang bisa memberikan hal yang istimewa untuk kekasihnya. Setelah berjamjam bersama dengan Yosi, akhrinya Kamila izin pulang kepada Yosi. Dan akhirnya Yosi meng-iyakan keinginan Kamiala. Tapi entah kenapa Yosi mempunyai firasaat yang tidak enak. Akhirnya Yosi mengikuti Kamila dari belakang.
                Dan saat ditengah perjalanan Yosi melihat motor yang digunakan Kamila tidak seimbang. Dan Saat itu Kamila mengendarai motornya denganlambat. Dan entah kenapa Kamila tidak melihat kearah depan yang ternyata  ada sebuah mobil beraju sangat cepat dari lawan arah yang siap menghadangnya. Naas saat Yosi ingin berteriak “AWAS” mobil tersebut sudah menabrak Kamila. Seketika Kamila terpental dan tersungkur ke pinggir jalan raya, dan kepalanya membentur sebuah tembok. Sungguh terpukul hati Yosi saat itu. Buru-buru ia berlari menghampiri Kamila yang sudah tersungkur penuh darah.
                Buru-buru Yosi membawa Kamila kerumah sakit terdekat. Yosi menangis melihat keadaan kekasihnya seperti itu. Yosi merasa benar-benar terpukul. Orang yang ia sayang akan mengalami kejadian seperti ini. Sungguh Yosi tak mernah membayangkannya. Dan tak lama orang tua Kamila datang, dan langsung memeluk Yosi yang sudah tersungkur lemah. Mereka dibalut dengan suasana duka yang amat mendalam. Hanya air mata dan doa yang bisa mereka tunjukan.
                Kecelakaan itu menyebabkan Kamila mengeluarkan banyak darah. Kamila mengalami pendarahan dikepalanya. Dokter memvonis Kamila mengalami “GAGAR OTAK”, Yosi pun berharap Kamila bisa bertahan dan memohon supaya tidak terjadi apa-apa dengan Kamila.
                Sambil menunggu Kamila sadar Yosi dihampiri oleh kakaknya Kamila, yang memberikan sebuah surat dan sebuah buku harian yang telah diisi oleh tulisan tangan Kamila. Yosi enggan membacanya karena takut membuat hatinya semakin sakit. Dan akhirnya Yosi membaca surat tersebut dengan kesendirian..
                “Dear Yosi
                            Yosi pacar aku yang baik banget. Maaf ya kalo aku ada salah sama kamu. Belum bisa jadi yang terbaik, tapi aku belajar kok buat jadi yang terbaik kok buat kamu. Aku bahagia kok sama kamu, meskipun awal-awal kita jadian kita ngadepin banyak banget masalah. Aku disitu belajar banyak hal yang. Belajar memahami, belajar percaya, belajar setia, belajar arti kata CINTA, yang dulu pernah aku rasakan tapi hancur dengan rasa sakit yang mendalam. Yang aku harap kamu nerima aku apa adanya. Aku bukan manusia yang sempurna Yos, tapi aku mencari kesempurnaan itu dari diri kamu. Dan aku merasakan kamu lah orang yang tepat Yos. Yosi maaf ya kalo aku pernah nyakitin hati kamu Yos. Maaf ya, kalo misalnya aku ninggalin kamu sekarang aku harap kamu udah maafin aku Yos dan tersenyum buat aku. Jangan sedih ya Yos kalo aku udah gak ada. Simpah aku dimemori kamu Yos. Aku selalu ada disamping kamu Yos disaat kamu gak ada lagi dihadapan kamu. LOVE YOU FOREVER YOSI.”
                Tak terasa saat membaca surat tersebuat Air mata Yosi telah mengalir deras. Tak kuat Yosi melanjutkannya, tapi rasa penasarannya begitu besar ia membuka lembar demi lembar buku diary tersebut dan akhirnya tepat di lembar terakhir air matanya mengalir dengan deras
                “diary saat ini aku merasakan hal yang sangat aneh. Merasakan akan terjadi sesuatu kepada diriku. Entah apa yang aku rasakan saat itu. Aku ingin melakukan hal yang terbaik. Aku ingin membuat orang lain bahagia karnaku. Aku merasa ini hari terakhirku. Jika memang ini benar aku harap mereka semua tersenyum kepada ku. Tersenyum bahagia karna aku, dan tak ada airmata yang mengiringi kepergianku. Aku hanya ingin sebuah senyuman menghiasi kepergianku”
                Kamila mengalami koma sekita 18 jam. Sungguh Yosi sangat was-was saat itu. Air matanya sudah tak terbendung lagi.  Yosi hanya ingin kekasihnya sadar agar mereka bisa kembali tertawa bersama. Yosi mengamati gerak gerik sang Dokter. Dan tak lama Dokterpun keluar dengan membawa kabar….
                “Maaf nyawa ananda Kamila tidak bisa diselamatkan. Kami sudah berusaha semampu kami untuk menyelamatkan nyawa ananda Kamila, tapi Tuhan berkata lain, apakah saya bisa bicara dengan salah satu keluarga” Kata sang Dokter
                “Baik Dok” Kata Ayah Kamila
                “Gak mungkin Kamila pergi ninggalin aku, gak mungkin. Kamila gak mungkin tega ninggalin aku gak mungkin” Jerit Yosi
                “Yosi yang sabar ya, Yosi haru ikhlas biarin Kamila pergi dengan ikhlas, Yosi gak boleh kaya gini, Yosi harus kuat Yosi haru tegar” Kata ibu Kamila
                “Gak mungkin tante Kamila meninggal didepan mata aku tante. Tante Kamila mesti hidup tante Kamila gak boleh ninggalin aku tante gak boleh.” Kata Yosi
                “Yosi yang ikhlas ya, yosi harus inget kata-kata Kamila, Yosi gak boleh sedih Yosi harus kuat” Kata Kakak Kamila
                “Iya yosi harus ngasih senyum sama Kamila biar Kamila tenang disana” Kata Kakak Yosi
                Dengan rasa yang amat berat Yosi melangkah menghampiri jasad Kamila yang telah dingin dan terbujur kaku. Yosi sempat menangis melihat muka Kamila untuk terakhir kalinya. Senyum Kamila membuat Yosi sangat susah melupakan Kamila. Yosi hanya bisa mencium kening Kamila yang telah terbujur kaku.
                Yosi sangat sedih saat melihat kekasihnya telah terbungkus oleh kain kafan. Yosi hanya bisa menangis sambil tersenyum melihat kekasihnya yang telah terbungkus oleh kain kafan. Yosi hanya terduduk lemas sambil membaca surat-surat suci.
                Tak lama jasad Kamila pun dibawa ke peristirahatan terakhir Kamila. Yosi menahan air matanya agar tak jatuh ketanah. Sungguh Yosi ingin memeluk Kamila yang terakhir kalinya. Tapi apa daya hanya kenangan saja yang bisa ia kenang untuk saat ini. Setelah acara pemakaman selesai. Yosi berdiam dipemakaman Kamila.
                “Mila aku harap kamu tenang ya dialam sana, aku selalu jagain kamu kok entah kamu dimana sekarang Mil, jujur Mila aku sayang banget sama kamu, tapi kenapa kamu cepet banget ninggalin aku Mil? Mungkin Tuhan lebih sayang ya ke kamu makannya kamu diambil dari sisih aku Mil, ohh iya Mil kado kamu bagus loh aku suka sama hadiah kamu Mila. Makasih ya sekali lagi kamu udah mau nemenin aku. Doa aku selalu menyertai kamu Mila. Love You tenang ya dialam sana sayang” Kata Yosi sambil menangis
                Akhirnya waktu demi waktu Yosi lalui tanpa ada Kamila lagi disampingnya. Sungguh sepi hati Yosi tanpa ada Kamila disisihnya. Yosi sangat sedih dengan kepergian Kamila yang sangat mendadak deperti ini. Yosi ingin mengubah semuanya. Tapi apa daya takdir sudah berbicara. Yosi hanya bisa menerimanya dengan lapang dada. Yosi hanya bisa mengingat masa masa indah bersama Kamila, tanpa harus melihat senyuman indah yang terpancar di muka Kamila. Yosi duduk disebuah tempat yang sangat sepi dan mengingat kejadian indah bersama Kamila dan sambil berfikir “CINTA ABADI ITU BUKAN HANYA MAUT YANG MEMISAHKAN, TAPI CINTA ABADI ITU DISAAT PASANGAN KITA ADA YANG MENINGGALKAN KITA UNTUK SELAMANYA KITA MASIH BISA MERASAKAN KEHADIRANNYA. MUNGKIN CINTA YANG TULUS YANG HANYA BISA MERASAKANKEHADIRAN CINTA YANG SESUNGGUHNYA”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar